NovelToon NovelToon
Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:398.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ariyanti Zahra

(21+)
Perceraian adalah sesuatu yang tidak disukai oleh Allah, tapi bila sebuah rumah tangga yang sudah tidak sehat untuk apa mempertahankanya?

Menjadi singgle parent satu anak yang masih balita usia 3 tahun bukanlah pilihan Rinda tapi kenyataan memang harus mengakhiri rumah tangga ini

"Mas... apa memang sudah kamu pikir betul untuk berpisah? apa kamu gak kasihan sama Vano?" kataku pelan sambil menahan sesak di dada

"Rinda... aku gak bisa kalau kamu inginkan dalam hidupmu hanya kamu aku gak bisa, aku laki-laki bisa memiliki banyak perempuan dalam hidupku," kata Ardi

Bagaimana Rinda menjalani kehidupan menjadi singgle parent? hingga menemukam orang yang benar-benar tulus mencintainya.

Ketika Rinda sudah berumah tangga kembali, sang mantan sering muncul dalam kehidupan Rinda, yang membuat Arif suami Rinda tidak suka.

Apakah Rinda dan mantanya bisa berdamai?

yuk... kita simak kisahnya
cover by : tung256 free for commercial use

Fb. Ariyanti Zahra
Ig. yanti_nayaka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariyanti Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenangan Tertinggal

Pagi hari, mulai beraktifitas seperti biasa, biasanya pagi sudah ada mas Arif kesini, begitu dalam mas kamu meninggalkan kenangan ini, rasanya... setiap melangkah ada kamu disampingku batinku, aku raih HP di meja dekat tempat tidur kulihat loh semalam mas Arif telp kok aku yang jawab ya, dia ngomong apa? ah bingung, akhirnya ku buka whats up ada pesan dari mas Arif

"Pagi bidadariku, maaf hari ini tidak bisa menjemputmu, selamat beraktifitas ya, kalau capek pulang ke rumah saja" tulisnya

"Mas... besok aku tidur di rumahmu ya... aku disini tidak bisa tenang, kenangan bersamamu beberapa hari selalu teringat di rumah ini" tulisku

masih centang satu, mungkin lagi sibuk kerja atau mungkin susah sinyal disana.

Beranjak dari tempat tidur menuju dapur untuk memanaskan air untuk mandi Vano, kemudian aku bersiap untuk mandi, Vano masih tidur dengan pulas, setelah mandi kuangkat air yang sudah panas ke bak dan aku bangunkan Vano

"Vano... ayo bangun sayang, ayo sekolah" kataku sambil mencium pipinya yang cubby

Vano hanya menggeliat saja belum juga bangun, aku bangunkan terus akhirnya dia mau membuka matanya

"Ayo mandi sayang..." kataku

Vano masih diam saja, akhirnya kugendong ke kamar mandi, aku isi air dingin bak yang terisi air panas tadi ku lepas baju Vano dan memandikan Vano

Setelah semua siap aku mengendari sepeda motorku menuju sekolah Vano, dalam perjalanan Vano tertidur lagi, tapi pikiranku terus ke mas Arif, jalan ini mengingatku beberapa hari bersamanya, mataku berkaca-kaca, berat sekali melepasnya berat sekali menahan rasa rindu ini, kenapa mas...kau tinggalkan kenangan yang membuatku selalu merindukanmu, rindu itu sakit mas, rindu itu berat, apa kamu disana juga merasakannya?

Tiba di sekolahnya Vano, Vano belum juga bangun, kubuka pintu

"Assalamualaikum" sapaku

"Waalaikumsalam" jawab dari dalam, menuju kasur lantai dan menidurkan Vano disana

"Bu Rinda sendiri?" tanya bu Via

"Mas..mas..yang antar kemarin kemana?" lanjut tanya bu Via

"Sudah mulai kerja bu, kemarin berangkat ke Papua, tiga bulan kemudian pulang" jawabku

"Calon ayahnya Vano ya bu" tanya bu Via lagi

"Doakan saja bu" jawabku

"Nitip Vano bu saya mau ke tempat kerja dulu" lanjutku.

Kemudian keluar dari penitipan anak menuju tempat kerja, melihat parkiran mobil ingat mas Arif lagi.

Sampai di dalam kantor, aku nyalakan komputer di depan mejaku, Nia belum tiba di kantor, kulihat jam masih jam delapan kurang seperempat, kuambil HP dari tas ku, kulihat ada pesan masuk

"Iya Rinda kapanpun pulang ke rumah, pintu rumah terbuka untukmu, ini aku sudah mulai kerja ada pengarahan sedikit, kamu sudah di tempat kerja?" tulisnya

"Iya mas, ini barusan sampai kantor, terima kasih kenangan indah yang mas ciptakan seminggu ini" balasku

"Kok terimakasih Rin" balasnya

"Iya terima kasih karena kenangan yang kamu tinggalkan membuatku mengingatmu selalu, merindukanmu di sampingku" balasku

"Hahaha muach I love you bidadariku, aku lanjut kerja dulu ya" balasnya

"Hati-hati mas Arif, I love you too" balasku, kumasukkan kembali hp ke dalam tas, membuka berkas dan mulai mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kantorku

Tak lama kemudian Nia datang

"Tumben telat ada apa Nia" tanyaku

"Kesiangan bangunku" jawabnya, aku tertawa mendengar jawabnya

"Putri raja bangun kesiangan he he he" kataku sambil tertawa

"Gak lucu Rin, oh ya gak diantar sama pacarmu hari ini, kok ada sepedamu di parkiran?" tanyanya

"Hari ini sampai tiga bulan ke depan aku berangkat pulang kerja sendiri Nia, mas Arif sudah balik kerja kemarin" jelasku

"Sudah jadian lagi nih" goda Nia

"Aku jalani dulu saja Nia, kuikuti bagaimana sutradara kehidupan ini melangkahkan kaki dan hatiku" jawabku

Waktu istirahat tiba, Hp di dalam tas ku berbunyi ada telp masuk, kuraih hp dan kulihat dari bu Via

"Assalamualaikum" sapa bu Via

"Waalaikumsalam, ada apa bu Via" tanyaku

"Bu Rinda, ini katanya nenek Vano sama ayahnya disini, mau jemput Vano" jelas bu Via

"Bu Via, tolong sampaikan ke mereka kalau saya tidak boleh mereka menjemput ataupun membawa Vano ikut bersama mereka, sebentar lagi saya kesana" kataku* dan kututup telpon aku tergesa-gesa menuju parkir sepeda dengan pikiran kalut

Menuju penitipan anak, Hp terus berdering berkali-kali, gak juga aku angkat, pikiranku segera ke penitipan anak, sampai di penitipan anak, kulihat Vano masih di sana dan menangis, melihatku Vano langsung berlari memelukku,

"Ada apa sayang?" tanyaku

"Ayah mau bawa Vano, Vano gak mau" katanya

"Sekarang ayah kemana?" tanyaku

"Pulang sama nenek" jawabnya

"Sudah jangan menangis ya, kan tidak jadi di bawa, besok-besok main di dalam saja, ada bu Guru pasti Vano tidak dibawa" jelasku

"Bu Via makasih ya..." kataku

"Ada apa sebenarnya bu, kenapa Vano tidak boleh dibawa ayahnya?" tanya bu Via

"Ceritanya panjang bu, saya tidak bisa menceritakan semuanya, yang jelas kalau Vano dibawa mereka, saya akan kesulitan menemui Vano, tolong bu kalau ada siapa saja yang mau membawa Vano saya di kabari ya" jelasku ke bu Via, bu Via mengangguk tanda paham situasinya

"Vano.. bunda kerja lagi ya..? nanti bunda jemput empat jam lagi" kataku sambil memeluk mencium Vano

"Saya pamit dulu ya bu guru" pamitku ke gurunya Vano

Keluar dari penitipan anak kulihat Hp, penasaran siapa yang menghubungiku lagi, ternyata mas Arif, mau menghubunginya takut kalau menganggu akhirnya aku menulis pesan untuknya

"Mas, maaf tadi gak mengangkat telponmu, aku khawatir sama Vano, ini di penitipan anak, tadi dihubungi bu gurunya kalau Vano mau dibawa sama ayahnya" tulisku.

Kemudian menyalakan sepeda motor menuju tempat kerjaku lagi

Sampai di parkiran, perutku lapar sekali akhirnya menuju kantin, "mbak Yah tolong diantar ke kantor ya sop sama ayam goreng dan es teh gak usah dikasih sambal ya" pintaku

"oke siap bu Rinda" jawab mbak Yah

Kutinggalkan kantin menuju mushola mau sholat duhur

"Dari mana tadi Rin? kok terburu-buru" tanya Nia

"Ke Vano, Vano mau dibawa mantanku, jadi was-was aku Nia" kataku

setelah menunaikan ibadah sholat duhur, aku menuju ke kantor, tiba-tiba telpon berdering kuambil Hp ku

"Assalamualaikum" sapaku

"Waalaikumsalam" jawabnya

"Bagaimana Vano? tanya mas Arif

"Sudah aman mas, tadi gurunya Vano sudah tak bilangin kalau ada yang jemput Vano selain aku tidak boleh" kataku

"Kalau Vano pas main di depan di culik bagaimana?" tanya mas Arif

"Yang jelas aku minta bantuan hukum juga KPAI, sudah jelas hak asuh ditanganku kok" kataku

"Kamu hati-hati Rin, sudah dulu ya.." kata mas Arif mengakhiri telponya.

1
Rizky Sandy
mau Mulu,,,,,
Memyr 67
istri shalihah itu, akan berusaha selalu taat ma ssuami. tidak memikirkan egonya lagi. walau sudah dapat pekerjaan bagus, tapi kalau diminta suami melepas pekerjaannya dan mengikuti dia, ya patuh taat. tidak memikirkan, pekerjaan sudah bagus, gaji sudah besar, dll. dsb. kalau sudah menikah dan masih mempertahankan pekerjaan dan menuntut suami untuk memahami dia, itu bukan istri shalihah, tapi istri egois.
Memyr 67
dipegang tangannya katanya bukan muhrim, tapi pelukan ciuman ya malah dibalas, ii pripun ki?
felisya enterprise
berjuanglah menuju yg halal mas Yusuf ..mas deni
felisya enterprise
menebak..ya Thor..
Nia lagi pacaran dri sosmed. online..
jangan2 Deny temenya Arif.. kan lagi jomblo juga Deni hehehe...
felisya enterprise
mawar 🌹 dan 👍 ya thor
felisya enterprise
haduh Ardi..Ardi..,
maju terus Rinda... kuatkan otot lengan mu ,hadapi mantan mu.. kurang diajar 🤦
felisya enterprise
😭😭😭 Thor, ngilu hati ku tapi aku bertahan baca terus.. hiks..😭

kasih bote deh.. lope lope ya Thor .. bisa buat aku 😭😭😭bombay
felisya enterprise
semangat Rinda.. aku juga pernah ngalamin gitu..,
felisya enterprise
bagus Thor ..lanjut ,aku suka critanya gak ada yg rusuh2..,
felisya enterprise
crita yg bagus banyak hikmah dan contoh pembelajaran kehidupan
Yanti Nayaka: Terima kasih, Kak
total 1 replies
felisya enterprise
Rinda ..itu godaan .. ujian kesetiaan.
Dhesie Kertiasih
kLldklllljll
Lindawty Sembiring
widihhh..... kirain sudah yangkut tuhhhhhhh....kecebongnya mas arif 🤣🤣🤣🤣
Sendy
akad nikah nya ga pake bin yah thor hehe
SAKABIYA🌻
Heum, kehidupan rinda struggle banget thor, vanonya boleh titip di rumahku aja sini, utututu tayaaang 🤗🤗🤗
Yanti Nayaka: terima kasih kak sudah sempat mampir
total 1 replies
Yana
hai kak ijin promo ya
INDAH PADA WAKTUNYA
dijamin pasti akan sangat penasaran 😊 jadi mampir yah kak 😊
Mami Vanya Kaban
keren thor cerita mu thor. ttp semangat membuat cerita yg menarik lagi ya thor
Yanti Nayaka: terima kasih kak😍
total 1 replies
Mami Vanya Kaban
nyimak dulu
Lince Dian
lanjut thor
Yanti Nayaka: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!