"Luna Adinda Putri adalah Gadis cantik, periang namun ceroboh. Tiba tiba dikejutkan dengan ucapan sang ayah yang akan menjodohkannya dengan seorang anak dari teman masa kecil sang ayah"
Apakah Luna akan menerima perjodohan ini dengan sukarela dan bahagia dengan pernikahannya atau malah sebaliknya ?!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21 MCS
Bima yang sudah berada diruangan nya kembali teringat apa yang dikatakan Dinda tadi pagi. Sedikit ada rasa tidak suka di hati Bima, saat Dinda mengatakan bahwa dia akan pergi dari hidup nya.
menyesal katanya ? percaya diri sekali bocah itu !! Aku tidak akan pernah menyesal jika dia pergi dari hidup ku !!
Tok Tok Tok
"permisi Tuan" ucap wanita cantik yang bekerja sebagai sekretaris pribadi Bima
Tidak ada jawaban dari CEO si pemilik perusahaan itu
Tok Tok Tok
ketukan kedua terdengar lebih keras dan langsung menyadarkan Bima dari lamunan nya.
"bisa tidak mengetuk pintu dengan perlahan, aku tidak tuli" ucap Bima pada sekretarisnya itu
"maaf Tuan, tapi tadi saya sudah mengetuk pintu dengan perlahan tapi Tuan tidak mendengarnya"
"sudahlah, katakan ada apa ?"
"di Lobby ada CEO dari perusahaan Powertech ingin bertemu dengan anda Tuan,"
Dion...
sepertinya dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan ku
Bima sambil melihat jam di pergelangan tangan nya.
"baiklah, minta dia untuk langsung ke ruangan ku," ucap Bima
"baik Tuan"
Beberapa menit kemudian ..
Tok Tok Tok
"Bos, dibawah sudah ada Tuan Dion" ucap David saat masuk keruangan Bima
"kenapa kau lama sekali ? Bukankah aku meminta mu untuk berangkat lebih dulu tadi ?"
Flashback On
Pagi tadi, saat Bima tengah memakai baju kerjanya, David menghubungi nya memberitahukan bahwa Dion hari ini akan datang ke perusahaan. Informasi ini dia dapatkan dari salah satu orang kepercayaan nya.
"baiklah, hari ini kau tidak perlu menjemput ku di mansion, pergi saja lebih dulu" ucap Bima
"Baik Bos," dan David pun mengakhiri panggilan teleponnya
apa rencanamu kali ini ?
Flashback Off
David pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Maaf Bos," hanya itu yang bisa David katakan pada Bos nya. Tapi sebenarnya ada alasan lain yang membuat asisten nya itu datang terlambat untuk pertama kali nya.
"apa ada yang kau sembunyikan dariku," tanya Bima menelisik
"hah .. ah tidak ada Bos," sanggah David dengan cepat
Tok Tok Tok
"Permisi Tuan, ini Tuan Dion sedang menunggu diluar," ucap sekretaris Bima
"langsung saja antar dia masuk ke ruangan ku,"
"Silahkan masuk Tuan Dion" ucap Bima menyambut rival nya itu "ada angin apa sampai kau yang datang sendiri untuk menemui ku," tanya Bima dengan tatapan menusuk
"kenapa buru buru sekali, aku hanya ingin berkunjung ke perusahaan yang sudah merebut semua investor investor di perusahaan ku," ucap Dion dengan tatapan tak kalah tajam
"ha ha ha .. begitukah ? jadi sudah sampai sejauh mana kehancuran perusahaan mu itu ?" tawa Bima seraya kembali mengajukan pertanyaan yang sepertinya akan merusak gendang telinga Dion "apa kau ingin membayar karyawan ku lagi untuk mencuri informasi penting perusahaan ku ?"
"ha ha ha, jadi kau sudah tau ? bukan kah begitu mudah hanya dengan membayar yang tidak seberapa, kita bisa membuat orang membuka mulutnya, termasuk pegawai yang sudah kau percaya itu !!" bagai melempar anak panah, Dion terus saja memprovokasi Bima
"ya begitulah manusia, sama seperti mu, yang rela mencuri informasi penting dari perusahaan milik MANTAN SAHABATNYA SENDIRI," ucap Bima dengan penuh penekanan di setiap katanya
"ha ha ha .. tak perlu mengingat ingat lagi masa lalu, aku tidak butuh sahabat seperti mu !!" ucap Dion "aku datang kesini untuk memperingatkan mu, jangan macam macam dengan ku !! aku bisa melakukan yang bahkan pikiran mu sendiri tidak sampai menjangkau nya" tegas Dion
"lakukan lah apapun sesuka hati mu," ucap Bima membalas nya
Tok Tok Tok
"Maaf mengganggu Tuan, diluar ada wanita yang ingin bertemu"
"Om..." Dinda yang langsung menyerobot masuk tidak sabaran
"eh .. maaf mengganggu" saat dia tiba di dalam dan melihat ternyata tidak hanya ada Bima melainkan ada Asisten dan seseorang yang sedang duduk membelakanginya
"Dinda.." ucap orang itu saat membalikkan badan nya
"Ka Dion.." Dinda membulatkan matanya terkejut melihat Dion ada di ruangan suami nya
"sedang apa kamu disini ?" tanya Dion yang langsung bangun dari duduknya dan menghampiri Dinda
"emm.. i t u k a .." Dinda terbata, bingung menjawab pertanyaan Dion. Dari semua orang yang mengenal nya atau berteman baik dengan Dinda hanya Chacha seorang lah satu satu nya yang tau bahwa Dinda sudah menikah.
"Apa ada lagi yang ingin anda bicarakan Tuan Dion ?" ucap Bima menyela pembicaraan antara Dion dan Dinda "kalau tidak ada, silahkan anda meninggalkan ruangan ini !!"
Dion pun berdecak kesal sambil menoleh ke arah Bima
"Din, aku tinggu kamu diluar," ucap Dion sambil tersenyum ke arah Dinda
Bima yang melihat pun merasa panas dan gerah. Dia semakin dibuat penasaran sebenarnya ada hubungan apa antara Dinda dan Dion. Ini adalah kali ke dua Bima menyaksikan sendiri interaksi antara istrinya dan lelaki lain. Ya, walaupun itu hanya sebatas obrolan biasa, tapi di mata Bima itu sangat menjengkelkan.
"Om.. maaf aku tidak tau kalau sedang ada tamu," ucap Dinda menyesal karna tadi dia langsung masuk ke ruangan Bima padahal suaminya itu belum mengizinkan nya masuk.
"David, keluarlah" usir Bima pada asistennya itu dan segera David meninggalkan ruangan itu
"huh akhirnya " ucap David dalam hati
"Ada apa ?" tanya Bima dengan tatapan dingin nya
"aku mau minta ijin" Dinda takut takut untuk melanjutkan kata katanya "aku mau bertemu dengan temanku hari ini,"
"teman yang mana ? laki laki di luar itu maksud mu ?" Bima dengan nada yang mulai mengintimidasi
"siapa ? Ka Dion ?"
"ha ha ha .. kau bahkan memanggilnya Kaka sedangkan pada suami mu kau panggil aku dengan sebutan Om !! pergilah aku tidak perduli, dan kemana pun kau pergi tidak perlu meminta ijin dariku !!" Bima langsung membuang muka tidak mau melihat Dinda.
"tapi Om..." ucapan Dinda terhenti saat Bima mengangkat tangan nya
Dinda pun menarik nafas dalam dan langsung keluar dari ruangan Bima. Padahal dia sudah susah payah, jauh jauh datang ke perusahaan suami nya itu hanya untuk meminta ijin.
Flashback On
drtttzz
bunyi notifikasi di ponsel Dinda dan dia langsung membuka isi pesan nya
Chacha : jangan lupa hari ini di tempat biasa 😉
Dinda : tapi Cha, bisa tidak kamu jemput aku ?
Chacha : memang kemana si Dora ?
Dinda : si Dora ada di rumahku
Chacha : maksudnya ? 🙄
Dinda : aku sekarang tinggal di mansion suami ku
Chacha : what ? 😱 sejak kapan ?
Dinda : nanti aku ceritakan setelah kita bertemu
Chacha : baiklah, sharelock kamu ya nanti aku jemput
Dinda : Thank you bestie 😘
Dinda pun langsung mengirim kan lokasinya pada Chacha..
aku harus minta ijin Om Bima dulu
Dinda langsung mencari nomer ponsel Bima di hp miliknya. Padahal tanpa sadar dia juga tidak pernah menyimpan kontak suami nya.
"oh iya . aku kan tidak punya nomer ponsel Om Bima" gumam Dinda sambil menepuk jidatnya
Dinda pun masuk ke dapur, dimana para pelayan nya berada. Dia pun meminta nomer ponsel Bima pada salah satu pelayan nya itu, tapi tidak ada yang memiliki nomer ponsel suami nya.
Akhirnya dia memutuskan untuk minta di antar ke perusahaan, pada salah satu sopir pribadi yang ada di mansion.
Flashback Off
...
...
...
...
...