NovelToon NovelToon
Akad Tak Terelak

Akad Tak Terelak

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: annin

Karena ego yang meninggi, Arsyanendra Bagaspati—seorang top model—bergelar cassanova tidak terima ketika ia mendapatkan penolakan dari seorang gadis bernama Alisha.

Merasa dipermalukan oleh gadis tersebut, Arsya pun menerima tantangan dari temannya untuk menaklukkan Alisha. Demi mempertahankan gelar cassanovanya ia pun dengan licik berusaha memenangkan taruhan.

Sehingga ia dilaporkan ke polisi atas tindakan pelecehan yang ia lakukan. Tidak ingin nama baiknya tercoreng ia pun terpaksa mengambil jalan pintas dengan menawarkan sebuah tanggung jawab berbentuk pernikahan.

Akad pun tak terelak, meski sejujurnya ia sangat membenci wanita yang ia yakini sebagai penghancur karirnya secara perlahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 21 Semua Pura-pura

Arsya tidak paham dengan apa yang terjadi. Ia hanya ingin mencium istrinya tapi reaksi yang diberikan Alisha seolah begitu berlebihan. Bahkan sekarang ini wanita ini tak henti mengeluarkan air mata.

Wanita itu menyembunyikan wajahnya di antara kedua lutut yang ditekuk. Bahunya berguncang, terlihat betapa tangisnya menderas.

Arsya yang heran ingin mencoba menenangkan setidaknya membuat istrinya itu berhenti menangis. Ia menyentuh bahu Alisha yang kemudian ditepis dengan kasar oleh istrinya itu.

"Sorry," ucap Arsya. Ia segera mengangkat tangannya ke atas. Sebagai tanda ia tidak akan menyentuh Alisha lagi.

"Bangunlah, ayo kita duduk di sofa," ajak Arsya. Kali ini ia hanya melihat dan menunggui Alisha untuk bangun sendiri tanpa bantuannya.

Alisha menyusut air matanya, ia menatap Arsya masih dengan ketakutan yang melanda.

"Gue nggak akan nyentuh lo." Arsya meyakinkan.

Perlahan Alisha mulai bangkit, ia berjalan lemas ke arah sofa di ikuti Arsya di belakangnya. Sesekali menoleh sebab curiga.

"Duduklah, gue ambilkan minum." Arsya keluar mengambil segelas air untuk Alisha.

Ia meletakkannya di meja, tepat di hadapan Alisha agar istrinya itu bisa mengambilnya sendiri. Alisha menandaskan air dalam gelas tersebut lalu menunduk sembari terus memegang erat gelas kosong di tangannya.

Saat Arsya duduk di sampingnya, Alisha langsung menjaga jarak. Melihat sikap dan reaksi Alisha, akhirnya Arsya memutuskan memberi ruang bagi istrinya untuk sendiri.

"Gue akan tidur di luar," ujar Arsya. Ia pun berdiri dan mengambil bantal serta selimut yang biasa ia pakai untuk tidur.

"Aku saja yang tidur di ruang tamu, Mas," ujar Alisha menghentikan langkah Arsya.

"Udah, lo di kamar aja, biar gue yang tidur di luar." Arsya bersikeras. Ia tetap keluar dengan membawa bantal dan selimut.

Alisha kembali menangis melihat pintu kamar ditutup. Sampai kapan ia akan seperti ini. Ia letakkan gelas di tangannya lalu merebahkan dirinya di sofa.

Sejak mereka menikah, baru kali ini Arsya tidak berlaku dingin. Bahkan tadi ketika pria itu berusaha mencumbunya, Arsya melakukannya dengan cara yang halus. Tapi kenapa ia tetap ketakutan.

Sekali pun sejak mereka menikah, belum pernah Arsya dan dirinya melakukan hubungan suami istri. Bagi Alisha itu sangat menguntungkan dirinya karena ia masih belum bisa menghilangkan ketakutan akan sentuhan Arsya.

Namun, apakah ini dibenarkan dalam agama. Alisha bisa melihat sorot mata suaminya yang tadi begitu mendamba dirinya, tapi ia tak bisa memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri.

Apakah keputusan menerima pinangan Arsya dulu terlalu terburu-buru. Alisha tak bisa mendeteksi trauma dalam dirinya sendiri. Sehingga kini ia baru menyadari bahwa pernikahan ini tidak mudah baginya untuk ia jalani. Awal tanpa cinta dan penuh trauma menjadi beban tersendiri bagi dirinya.

Dalam carut marut masalah yang memenuhi benaknya Alisha jatuh dalam rasa lelah. Ia tertidur di sofa sendirian.

Pagi hari ketika ia keluar kamar ia sudah melihat Arsya bangun. Tidak seperti biasanya. Pria itu sedang berdiri di dekat jendela sedang menelepon seseorang.

Arsya langsung mematikan ponselnya begitu melihat Alisha.

"Udah bangun?" sapa Arsya.

Yang dijawab anggukan oleh Alisha.

"Apa sudah lebih baik?"

Alisha kembali mengangguk.

Alisha nampaknya belum mau terlalu banyak berinteraksi dengannya, sebab itu Arsya memilih untuk membiarkan Alisha sendiri. "Buatkan aku kopi," pinta Arsya sebelum pria itu masuk ke dalam kamar.

Alisha mengerjakan tugas paginya seperti rutinitas sebelumnya, bersih-bersih dan membuat sarapan. Tak lupa kopi yang tadi Arsya minta. Seolah ingin menghindari Arsya, begitu suaminya itu keluar kamar Alisha ganti masuk ke kamar.

Ia bersiap untuk bekerja seperti biasanya. Ia tak ikut sarapan bersama Arsya sebab ia sudah menatanya sebagai bekal.

"Mas, nanti apakah boleh aku menginap di rumah Pakdhe?" tanya Alisha sebelum pamit.

"Untuk apa?"

"Aku ... aku kangen mereka, Mas "

"Semalam aja," jawab Arsya dengan pandangan yang tak beralih dari layar ponselnya.

"Terima kasih, Mas." Alisha mengulurkan tangannya untuk berpamitan. Ia sudah mengatakan pada dirinya sendiri sejak semalam jika ia dan Arsya sudah menikah. Tidak sepatutnya ia menghindari bersentuhan dengan pria tersebut.

Kini, justru Arsya yang menatap ragu saat Alisha ingin berpamitan. Tak urung jua ia berikan tangannya untuk dicium Alisha. Sebelum istrinya itu melepaskan tangannya Arsya justru menggenggam erat dan sedikit membuat gerakan menarik Alisha agar wanita itu mendekat.

Alisha langsung berusaha mempertahankan diri. Terlihat sorot takut itu kembali muncul.

"Pergilah," ujar Arsya yang menyadari sorot mata Alisha kemudian melepaskan tangan istrinya.

Pria ini memang tidak peka. Alisha sudah berjuang mati-matian untuk bisa menghalau ketakutan dalam dirinya, tapi Arsya selalu mencari celah untuk kembali membuat Alisha terperangkap dalam ketakutan.

Usai menyelesaikan sarapannya, Arsya langsung ke kantor Jimmy.

"Gimana, Jim?" tanya Arsya.

"Nampaknya kehadiran Alisha semalam berdampak positif buat karir lo. Di sosial media banyak yang mendukung lo dengan Alisha. Pesan gue, jangan lo rusak lagi citra yang udah dibangun ini. Kecuali kalau lo udah pengan out dari dunia hiburan ini," jawab Jimmy.

Senyum sumringah tersungging di bibir Arsya. Tak disangka jika rencananya menghadirkan Alisha dalam konferensi pers berhasil. Ini yang ia inginkan, simpati publik.

"Gue harus akui kalau lo benar-benar pria brengsek. Kepura-puraan lo berhasil membuat mereka percaya," ujar Jimmy. Entah apa niatnya. Sebab ucapannya bagai pujian namun sangat menyebalkan.

"Istri sendiri aja lo manfaatin, bener-bener nggak punya hati, lo!" sambung Jimmy.

Arsya tak tersinggung. Ia justru tertawa dengan apa yang Jimmy ucapakan.

"Nih, tawaran buat lo dan Alisha tampil di acara talk show." Jimmy menyodorkan ponselnya agar Arsya bisa melihat pesan yang dikirim untuk manajernya itu.

"Ada juga tawaran pemotretan untuk produk parfum. Tapi mereka ingin lo tampil bareng dengan Alisha."

Arsya sedikit kaget. Ada tawaran iklan tapi untuk dia dan Alisha. Apa tidak salah.

"Lo nggak salah, Alisha kan bukan model gimana ia dapat tawaran?"

"Ya karena mereka melihat akting lo semalam. Keromantisan yang lo pertontonkan itu berhasil menipu mereka."

Arsya nampak berpikir. Sekejap kemudian berkata, "Ok, lo ambil aja."

"Lo yakin nggak tanya dulu sama Alisha. Dia mau nggak, dia setuju nggak?"

"Itu urusan gue. Pasti dia mau."

"Istri lo juga manusia, dia berhak untuk menolak kalau dia nggak mau. Jangan dipaksa!"

"Gue nggak akan maksa, dia istri gue ya harus nurut gue lah," jawab Arsya percaya diri.

"Gila, lo!" cibir Jimmy.

Arsya tak peduli. Ini adalah kesempatannya untuk membuat namanya kembali naik. Ia tak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang tak datang dua kali ini. Kalaupun harus melibatkan Alisha, tak jadi soal untuknya. Baginya, karirnya layak untuk diperjuangkan.

1
Eka Novia
Gk mau nikah tpi merusak ank org oon sinting
annin: Emang, Kak. Butuh diruqyah si Arsya ini.
total 1 replies
Sona Muchsin
lemah...tindas terus oleh suaminya....ujung" nih cerita suami insaf
Lin
Judul sama alur ceritanya sesuai
jenny
rada ga suka sama si salwa ..terlalu memaksa
Nenie Chusniyah
luar biasa
Zahraputri Putri
tp ya bukan begitu juga fatih kmu lgsg pergi meninggalkan acaranya kalau kmu gentle harusnya panggil sekalian Arsya suruh lgsg nikah dihadapan mu dn kmu bisa menyerahkan alisha PD Arsya dengan baik baik,kalau gini kn km kyk GK gentle main ningalin calon istrimu dihadapan banyak orang sama aja kmu mempermalukannya..
SLina
devon kemana?
SLina
sampe ke doa org di kepoin 🤣
Siti Nurbaidah
mantap👍💕💖👌
Asri Yunianti
𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚒𝚛 𝚔𝚊𝚔 𝚝𝚑𝚘𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚖𝚊² 𝙽𝚊𝚒𝚖𝚊 𝚍𝚒 𝚋𝚞𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊 𝚢𝚊...
R: HAI, KAK! JANGAN LUPA MAMPIR DI CERITAKU YA
total 2 replies
idah
👍👍👍👍👍
✨️ɛ.
monmaap, gue ngakak ama komen bawah gue.. 🤣
enerjik sekali ya mbaknya..
R: HAI, KAK! JANGAN LUPA MAMPIR DI CERITAKU YA
total 5 replies
✨️ɛ.
makanya Mas Fatih, kalo calonmu mo cerita soal masa lalunya ya dipersilakan sajalah.. gausah sok²an gak peduli soal masa lalu.. ujung²nya kepo juga khaann..
✨️ɛ.
lah kan udah dikasi tau kalo calonmu itu blom cinta ama situ..
situ kan yg maksa..
✨️ɛ.
*babysitter
✨️ɛ.
bentar, bentar.. ini si Fatih beneran gatau kalo mereka mantan suami istri? kan berita ttg mereka viral pada masanya..
✨️ɛ.: yasih, thor.. emang ada orang kek gitu, tau beritanya tapi gak terlalu peduli detail kejadiannya..
saya kadang gitu soalnya.. 🤭
total 2 replies
✨️ɛ.
untung ketemu novelnya udah tamat.. kalo blom tamat gue stop baca sampe sini..
✨️ɛ.
kamu sendiri kan, Sha yg memilih menerima pinangan Arsya en mencabut laporan kepolisiannya? kamu udah diberi pilihan, konsisten dgn pilihan tsb.. jgn menyalahi takdir..
✨️ɛ.
ya Allah, Mama Sarah.. 😢
✨️ɛ.
gila si Arsya! gak ada pendirian banget malah ngejanjiin nikahin si cinta luna.. 😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!