NovelToon NovelToon
Akhirnya Cinta

Akhirnya Cinta

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:140.6k
Nilai: 5
Nama Author: violla

Demi menghindari rentenir kejam yang hampir melecehkannya, Raisa terpaksa meninggalkan kekasihnya Yudha dan memilih merantau ke Kota metropolitan.

Raisa mengikuti jejak temannya bekerja di kelab malam, tanpa diduga Raisa bertemu dengan seorang pengusaha muda angkuh dan berwatak dingin yaitu Dava. Pertemuan itu membawa mereka pada kontrak pernikahan.

Bagaimana rumah tangga Raisa dan Dava yang diawali tanpa ada cinta?
Pada siapa akhirnya cinta Raisa akan berlabuh? Dava atau Yudha?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Hubungan

21

"Aku ... tidur di situ?" Raisa menunjuk dirinya sendiri. "Nggak mau ... nanti Mas Dava khilaf!" Ia bergidik bahu membayangkannya. Ah, kenapa juga harus dibayangkan?

Dava melihat Raisa seperti hanya dia satu-satunya objek yang bisa dilihat. Penolakan Raisa sudah menyadarkan dirinya kalau tidak seharusnya menawarkan wanita itu tempat yang paling nyaman di kamar ini.

Memangnya apa yang lebih nyaman selain berada di sisinya? Bodoh kau Dava, kenapa juga bisa berharap Raisa mau menerima tawaranmu?

"Kamu terlalu percaya diri juga rupanya." Dava mendengkus kesal, ia lemparkan bantal ke sofa. "Jangan anggap aku serius, sebaiknya kamu tidur di sofa saja!"

Bagi Raisa itu lebih baik daripada harus tidur satu ranjang dengan Dava. Dengan begitu bisa dipastikan Dava tidak akan berbuat macam-macam padanya. Dengan begitu bila kontrak pernikahan ini benar-benar berakhir, ia tidak kehilangan mahkotanya.

Kantuk dan lelah yang menyerang mata semakin tidak bisa ditahan. Malam pertama sebagai istri berakhir dengan tidur di sofa.

***

Bunyi alaram terdengar sangat nyaring hingga membangunkan laki-laki yang tidur di tertelungkup di ranjang. Perlahan, Dava mengubah posisi tidurnya. Ia merenggangkan otot-otot kaku akibat tertidur satu malaman, kelopak mata yang tadinya terpejam perlahan mulai membuka, hal pertama yang ia lihat adalah wajah wanita yang baru resmi menjadi istrinya. Raisa tidur di sofa menghadapnya.

Cantik... tidak bisa dipungkiri kalau wajah Raisa tidak hanya terlihat polos, namun kecantikannya pun tidak bisa ditutupi. Lagi-lagi Dava harus menelan ludah ketika tiba-tiba Raisa menggeliat hingga kedua paha putih itu terexpose sempurna.

"Aku tidak mungkin tergoda 'kan?" Dada Dava bergemuruh hebat. Ia bukan orang yang begitu mudah terpesona, namun ntah mengapa sejak pertama kali bertemu dengan Raisa ia memiliki ketertatikan sendiri terhadap wanita itu. Hanya saja Dava tidak suka latar belakang pekerjaan Raisa sebelum mereka menikah.

"Bangun!" seru Dava, ia duduk bersansar di kepala ranjang. "Biar pun kita sudah menikah, tapi kamu tidak serta merta menjadi Nyonya besar di rumah ini. Ini hari pertamamu jadi menantu, jadi jangan mengecewakan."

Mimpi indah Raisa terganggu oleh suara yang hampir memekanan telinga. Masih dengan mata tertutup, ia merenggangkan kedua tangannya.

"Hooammmm tidurku nyenyak sekali, biarpun kamar ini seperti neraka, tapi setidaknya aku bisa tidur di atas sofa empuk ini ! " ucapnya tanpa melihat situasi terdahulu.

"Kamu bilang Neraka?" Mata Dava membeliak dibuatnya, ia jatuhkan kedua kakinya mendekati Raisa. Sontak membuat Raisa membuka mata.

"Berani sekali kamu bilang kamar ini seperti neraka!" Dava meraih guling untuk ia pukulkan di kaki Raisa. "Sepertinya kamu sudah merasa besar kepala karena kakek menerimamu dengan baik di rumah ini!"

Raisa sadar kalau ia telah salah bicara. Lihalah, akibat mulut yang tidak bisa dikontrol masalah sudah menyapanya.

"Salahkan sofanya kenapa terlalu empuk untuk aku tiduri? Aku 'kan jadi bangun kesiangan," ucap Raisa dengan suara parau khas orang baru bangun tidur.

Dava berkacak pinggang. "Alasan, cepat keluar sana!"

Raisa melihat dirinya sendiri, ia memutupi pahanya menggunakan kedua tangan sebanyak yang ia bisa tutupi.

"Aku ... aku nggak mungkin keluar kamar pakai baju ini," ucapnya sambil menahan malu setengah mati, ia bahkan tidak berani melihat mata Dava.

Dava mengusap wajah gusar, ia tidak pernah menduga akan melayani Raisa sebentar lagi. Melayani dalam mengambi pakaian Raisa yang sebelum ini sudah disiapkan di ruangan lain. Tanpa bicara Dava pergi namun tidak lama. Ia kembali dengan membawa pakaian lengkap beserta dalaman untuk wanita itu.

"Pakai ini, semua kebutuhanmu sudah disiapkan di kamar lain, jadi kamu nggak perlu memakai barang barangmu yang lama!" ujarnya.

Raisa enggan menerimanya, tapi tidak punya pilihan lain selain mengambil pakaian itu dari tangan Dava.

"Kelihatanya baju ini mahal, Mas."

Biar bagaimana pun ia pernah bekerja di toko pakaian, jadi bisa membedakan bahan dan harga pakaian mahal dan murah.

"Pakai saja, jangan lupa setelah kamu selesai nanti, siapkan air hangat untuk air mandiku," ucap Dava sebelum akhirnya merebahkan tubuhnya di kasur lagi.

***

Tidak tahu harus ke mana dan melakukan apa. Dava masih berada di kamar mandi. Raisa memutuskan turun ke lantai dasar. Dapur menjadi tujuan utamanya pagi ini.

"Selamat pagi, Mbak," sapa Raisa kepada pelayan yang saat itu sedang asik di depan kompor. "Lagi masak apa?"

Kehadiran Raisa membuat para pelayan salah tingkah. "Selamat pagi, Nona. Ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu dari mereka.

"Tolong jangan panggil aku seperti itu. Panggil saja Raisa," ucap Raisa tidak enak hati, ia merasa tidak pantas disebut Nona. "Aku bantu, ya."

Para pelayan di dapur semakin sungkan sebab, ini kali pertama Nona muda di rumah ini mau menginjakan kaki menyapa para pelayan dengan ramah tamah sangat jauh berbeda dengan Fana yang sudah lebih dulu menjadi Nona muda di rumah ini.

"Tidak perlu repot-repot, Nona. Biarkan kami saja yang menyiapkan makanan. Sudah menjadi tugas kami di rumah ini."

"Tapi kan saya cuma...

"Apa yang kau lakukan disini? Fana datang tiba-tiba memungkas ucapan Raisa.

Raisa terdiam memerhatikan dan dalam hatinya memuji kecantikan Fana.

"Maaf Nona ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pelayan, ia panik sebab Fana datang ke dapur tidak seperti biasanya.

"Kalian lanjutkan pekerjaan kalian, urusanku hanya dengan dia!" Fana menunjuk Raisa angkuh.

"Selamat pagi, Mbak," sapa Raisa, ia baru tahu kalau Fana sangat ketus dan terkesan sombong. Apa mereka bisa berteman?

"Dasar penjilat, nggak usah sok baik dan ramah." Fana bersedekap dada. "Dava yang buta atau seleranya memang sudah rendah dan murahan sampai memilihmu menjadi istrinya?"

"Memangnya apa yang salah dariku?" Riasa tidak tahu kemana arah Fana bicara, tapi ia cukup mengerti kalau Fana sedang merendahkannya. "Siapa juga yang aku jilat?"

Fana bertambah kesal. "Aku tahu kamu bukan selera wanita pilihan Dava seperti selama ini. Kalian bisa menipu semua orang, tapi kalian tidak bisa menipuku!"

Fana mendekati Raisa lalu menepuk halus pundak kecilnya seolah membersihkan debu yang menempel di saa. Kemudian ia berbisik lirih di telinga Raisa.

"Aku yang lebih dulu mengenal siapa suamimu itu, Raisa. Bahkan aku sudah mengenalnya luar dan dalam. Hati dan tubuhnya pernah aku miliki. Begitu juga sebaliknya, hubungan kami memang sedekat itu."

Harusnya Raisa tidak terpancing dan tidak marah mendengar apa yang baru saja diucapkan Fana. Sebab, ia dan Dava memang tidak pernah memiliki hubungan khusus. Pernikahan mereka saja palsu. Tapi, rasanya hati ini tidak terima, ntah tidak terima karena Fana secara tidak langsung merendahkan dirinya atau karena Fana mengumbar hubungan special yang dia jalin bersama Dava. Sungguh, ini aneh sekali.

1
Retnomaulida
bagus
Nur Adam
smgt ujtk krya mu thior
Tri Sulistyowati
salam sehat juga buat othor
Tri Sulistyowati
suami kayak gitu koq dipiara. mbok diracun
Tri Sulistyowati
sabar Raisa.. nasibmu belum ditentukan
Andalucia Doellah
widih marathon alurnya..tp suka sih sm cerita yg gk bertele tele..sukses y thor
Maghfiroh Azza
karya yg bagus😘
Vina na oby
lanjut cerita Amora Thor,🤭
Dwi Trisna
taamaatt..mkch kak
Violla: macama kk
total 1 replies
Rini akbarini
apakah pertahanan Dava akan runtyh dan memutuskan punya anak dari Raisa kalo sampai yudha ingin merebut cinta Raisa kembali???
lanjut kakakakk...
💖💖💖💖
Nani kusmiati
lanjut.
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor...
Raisa beda loh mas Dava dr cewe2 yg lain 😁
Nani kusmiati
jangan diam saja Dava bela tuh istri kamu,yang sudah di hina,tetap semangat lanjut author 👍🏻👍🏻👍🏻
Nani kusmiati
lanjut.
Eri Sibur
lanjutkan nanggung thor
aku_aja
semangat kak♡
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Nani kusmiati
Hore akhirnya si yono di hajar oleh Dava, sekalian Dava bayar hutang Risa sama si rentenis tua itu, lanjut author 👍🏻👍🏻👍🏻
Rabiatul Addawiyah
Jujur sj Raisa.. terutama ttg hutang sm ibumu.
Dian Rahmawati
lanjut cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!