NovelToon NovelToon
Cinta Lama, Dendam Baru

Cinta Lama, Dendam Baru

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / CEO
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cilia

Tujuh tahun lalu, Kirana Ayu Pradipta ditinggalkan tanpa penjelasan oleh kekasihnya, Raditya Alamsyah Wibowo. Kirana pergi tanpa tahu kebenaran, membangun hidup dan kariernya dari nol, tumbuh jadi perempuan tegar yang tak lagi percaya cinta. Tujuh tahun kemudian, mereka bertemu kembali. Bukan sebagai sepasang kekasih, tapi sebagai rival bisnis dalam tender proyek properti terbesar di Jakarta. Radit yang dingin berusaha merebut kembali hati Kirana, sementara Kirana harus memilih antara membalas dendam, melindungi perusahaannya, atau membuka hatinya lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

XXI - Ruang Terlarang

Dimas dan Valerie merajut rencana mereka, dan Radit di sisi lain kota Jakarta tidak tahu apa-apa soal persekutuan itu. Yang ia tahu, sejak pulang dari rumah sakit, Hartono memilih untuk beristirahat di rumah, mengikuti saran dokter meski ia jelas tampak enggan setiap kali ia dipaksa menjauh dari urusan bisnis yang selama ini jadi seluruh hidupnya.

Radit sendiri belum pulih dari percakapan mereka di rumah sakit — ancaman ayahnya dan Keputusan yang ia ambil sendiri untuk menyerah pada tekanan itu. Bayangan wajah Kirana di ujung lorong yang terus menghantuinya setiap hari sejak ia memilih berbalik pergi tanpa mencoba untuk mendekat. Ia sudah mengirim beberapa pesan singkat pada Kirana sejak saat itu, sebagian besar tidak dibalas, sebagian lagi dibalas dengan jawaban singkat yang begitu profesional.

Semoga proyeknya lancar, balasan terakhir Kirana, dikirim tiga hari lalu, tanpa satu kata pun yang menyinggung kejadian di basement malam itu, tangan yang pernah bertaut, atau malam yang mengubah segalanya bagi Radit.

Ia membaca pesan itu berkali-kali, mencoba mencari kehangatan di balik kalimat yang begitu dingin, tapi tidak menemukan apa-apa selain jarak yang semakin jauh di antara mereka.

Radit datang berkunjung ke rumah kediaman Hartono sore itu, membawa dokumen yang perlu ditandatangani ayahnya, tapi ia menemukan rumah keluarga Wibowo kosong — ibunya sedang menghadiri acara arisan, sementara para asisten rumah tangga sibuk menyiapkan makan malam di dapur.

Ia mengetuk pintu kamar ayahnya, menemukan Hartono sedang tertidur, napasnya terlihat teratur untuk pertama kalinya sejak insiden serangan jantung itu. Radit berdiri sejenak di ambang pintu, menatap sosok ayahnya yang tampak begitu rapuh — begitu berbeda dari sosok otoriter yang selalu ia kenal di sepanjang hidupnya.

Ia memutuskan untuk tidak membangunkannya dan berbalik menuju ruang kerja pribadi ayahnya yang terletak hanya beberapa pintu dari kamar tidur utama — ruangan yang sejak kecil selalu terasa seperti wilayah terlarang baginya, tempat Hartono menyimpan segala rahasia bisnis yang tidak pernah ia bagikan pada siapa pun, termasuk keluarganya sendiri.

Pintu itu tidak terkunci.

Radit ragu sebelum akhirnya melangkah masuk, hati nuraninya bergejolak,n tidak ingin mengganggu ruang privasi ayahnya. Tapi ada dorongan yang kuat, yang memaksanya untuk masuk ke dalam sana, sejak percakapan mereka di rumah sakit.

Ruangan itu dipenuhi rak buku tinggi dan lemari kayu jati, aroma kertas tua dan parfum khas ayahnya masih tersisa di udara. Radit berjalan perlahan menuju meja kerja Hartono di tengah ruangan, matanya menyapu setiap sudut ruangan.

Ia teringat masa kecilnya, bagaimana ruangan ini selalu tertutup rapat setiap kali ayahnya sedang bekerja, bagaimana ia dan ibunya tidak pernah diizinkan masuk untuk sekadar bertamu. Sebagai anak, ia menganggap itu bagian dari kewibawaan seorang kepala keluarga yang sibuk. Sekarang, berdiri di ruangan yang selama ini begitu asing baginya, ia mulai bertanya-tanya rahasia apa saja yang selama ini disembunyikan di balik pintu yang selalu tertutup itu.

Sebuah lemari kecil di sudut ruangan menarik perhatiannya, berbeda dari lemari-lemari lain yang berukuran besar dan berisi dokumen bisnis — lemari ini tampak lebih personal, dengan kunci kombinasi yang, untungnya, masih menggunakan angka yang sama seperti yang selalu dipakai ayahnya untuk mengunci barang-barang pribadinya – tanggal pernikahan orang tuanya.

Radit membuka lemari itu dan menemukan setumpuk map berlabel tahun-tahun tertentu, tersusun rapi sesuai tanggal terbit. Ia menyapukan jarinya di sepanjang deretan map itu, membaca labelnya satu per satu, ia jadi sadar, betapa telitinya ayahnya dalam urusan arsip dokumen.

Matanya berhenti pada satu map bertuliskan tahun yang begitu ia kenali — tahun ketika hidupnya berubah total, ketika ia dipaksa meninggalkan Kirana tanpa penjelasan, tahun 2019.

Ia mengeluarkan map itu, duduk di kursi kerja ayahnya, membukanya dengan jantung berdegup kencang.

Isi map itu jauh lebih lengkap dari yang pernah ia bayangkan — bukan cuma dokumen transaksi bisnis, melainkan catatan pribadi Hartono sendiri, ditulis tangan dalam buku catatan kecil yang terselip di antara tumpukan dokumen-dokumen resmi yang ia simpan.

Radit semakin dekat dengan putri Bambang Pradipta. Ini tidak bisa dibiarkan. Bambang akan segera menyetujui merger dengan Wijaya Group kalau hubungan mereka semakin serius. Aku perlu mengambil tindakan sebelum hubungan ini terlalu dalam untuk dipisahkan.

Radit merasakan darahnya membeku membaca kalimat itu. Ia terus membaca, halaman demi halaman, menemukan bagaimana ayahnya, sejak awal, merencanakan kehancuran bisnis Bambang Pradipta untuk membuka jalan bagi aliansi yang jauh lebih menguntungkan dengan keluarga Wijaya, orang tua Valerie.

Rencana sudah berjalan sesuai jadwal. PT Cahaya Nusantara Investama berhasil menyusup dengan investasi yang akan melemahkan arus kas Pradipta Development dalam tiga bulan ke depan. Setelah itu, aku akan memastikan Radit memahami bahwa hubungannya dengan Kirana harus diakhiri.

Radit menutup mata sejenak, mencoba mencerna kalimat itu. Tiga bulan. Ayahnya sudah menghitung semuanya, bahkan sebelum ia dan Kirana benar-benar menyadari hubungan mereka sedang diawasi dan sedang dijadikan bagian dari sebuah rencana yang jauh lebih besar.

Radit membalik halaman berikutnya, tangannya makin gemetar, matanya membaca kalimat-kalimat dingin, yang sangat penuh perhitungan, seolah nasib begitu banyak orang cumasekadar angka dalam strategi bisnisnya.

Ia teringat malam ketika ayahnya tiba-tiba memanggilnya ke ruang kerja ini. Ayahnya, dengan nada tenang dan meyakinkan, menjelaskan bahwa hubungannya dengan Kirana akan membawa konsekuensi yang buruk bagi bisnis keluarga. Saat itu Radit percaya, ia tidak pernah menduga "masalah keuangan" itu adalah hasil rekayasa ayahnya sendiri.

Radit akhirnya setuju mengakhiri hubungan itu setelah aku jelaskan konsekuensinya. Anak itu masih terlalu naif, terlalu dikuasai emosi, tapi setidaknya ia cukup patuh padaku. Rencana aliansi dengan keluarga Wijaya bisa dilanjutkan sesuai jadwal.

Radit meletakkan buku catatan itu, tangannya gemetar hebat, dadanya terasa sesak hingga sulit bernapas. Ia tidak cuma menemukan bukti ayahnya menghancurkan bisnis Bambang Pradipta. Ia menemukan bahwa dirinya sendiri, hubungannya dengan Kirana, adalah alasan utama di balik seluruh rencana itu. Kehancuran itu direncanakan secara detail, karena Hartono ingin memutuskan hubungan mereka.

Ia adalah alasannya.

Cinta pertamanya, kebahagiaan yang pernah ia rasakan bersama Kirana, adalah pemicu kehancuran yang merenggut nyawa ayah perempuan yang begitu ia cintai.

Radit duduk di kursi kerja ayahnya, menatap namanya sendiri tertulis berulang kali di halaman-halaman itu, disebut bukan sebagai korban, melainkan sebagai alasan.

Suara langkah kaki di koridor membuatnya tersentak. Radit buru-buru menutup buku catatan itu dan memasukkannya kembali ke map, tangannya bergerak cepat di tengah pikirannya yang masih dipenuhi kekacauan.

Ia tidak tahu bagaimana harus menghadapi ayahnya sekarang.

Tidak tahu bagaimana harus menghadapi Kirana dengan kebenaran yang jauh lebih menyakitkan.

Untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun, Radit merasakan kemarahan yang jauh lebih besar terhadap pria yang telah membesarkannya — kemarahan yang tidak akan bisa ia sembunyikan lagi seperti yang selama ini selalu ia lakukan demi menjaga kedamaian keluarganya.

Selama ini ia selalu menganggap kepatuhannya pada Hartono adalah bentuk bakti seorang anak, cara menghormati orang yang telah membesarkannya. Sekarang, ia terduduk di tengah reruntuhan kepercayaan itu, ia menyadari bahwa kepatuhan itu selama ini cuma alat yang dimanfaatkan Hartono untuk mengendalikan hidupnya, memutuskan siapa yang boleh ia cintai demi keuntungan pribadi.

Ia berdiri, memandangi ruangan yang selama ini jadi simbol otoritas ayahnya, kini terasa berbeda—bukan lagi tempat dari seorang pemimpin keluarga, melainkan sarang tempat rencana kejam disusun tanpa sedikit pun mempertimbangkan nyawa orang-orang yang akan hancur karenanya.

Bagaimana ia bisa menatap mata Kirana dan mengatakan itu semua? Bagaimana ia bisa berharap perempuan itu masih sanggup mencintainya setelah tahu keberadaannya sendiri adalah alasan di balik semua penderitaan yang telah ia alami?

Ia memikirkan Kirana, bagaimana ia harus menghadapinya mulai saat ini. Di saat ia harus mengaku bahwa cinta mereka sendiri, telah menjadi pemicu tragedi yang merenggut begitu banyak dari kehidupan perempuan yang begitu ia cintai.

Radit meletakkan map itu kembali ke tempatnya, menutup lemari perlahan, mencoba menata napasnya yang masih memburu. Ia keluar dari ruang kerja ayahnya dengan langkah berat, membawa beban yang kini terasa jauh lebih berat dari yang batas kekuatannya.

1
Dian Meilani
bagus kk , pnasaran alurnya gimana
m.marsela
kalau masih sayang, kenapa melepaskan sih duit, kepo banget sama alasannya ninggalin kirana
Ade Chubi
Radit hebat 👍
Ade Chubi
selalu nyerang pihak perempuan nya ,kalo menyerang Radit , Valerie tau akan konsekuensinya 😂😂
Cilia: Radit punya kuasa ka😂
total 1 replies
m.marsela
padahal ada orang baru yang siap untuk selalu ada
tapi orang yang pernah memberi luka justru masih selalu memenangkan ruang di hati.
Cilia: Terlsdang masa lalu selalu menang ka… huhu
total 3 replies
Raudhatul Zannah
buat penasaran kak ceritanya, semangat ya kak
Ery Sithi Badriyyah
seru bgt ceritanya
Ery Sithi Badriyyah
seru ceritanya lanjut yuk
white star ⭐
bikin ketagihan membacanya
mary dice
Nah gitu dong Kirana 🔥🔥 ditunggu gebrakan-gebrakanya melawan m
para musuh 💪💪
Arni Arlinawati pratiwi
semangat anak ku sayang..
helena
lanjut thoor
m.marsela
Fix lanjut baca, penasaran banget
Putri Ayu/PqxxyZ
Sangat merekomendasi ceritanya... Yang belum baca wajib baca sih ini
Cilia
Penjelasannya bisa dibaca di bab-bab selanjutnya! Makin seru loh😆
Putri Ayu/PqxxyZ
terjadi salah paham ya...tapi kenapaa gak dijelasin sih malah ilang 😊
Putri Ayu/PqxxyZ
yuk bisa yuk cari cowok selain Raditya...💪💪 🤭
Cilia
Terimakasih atas dukungannya kak❤️
Raudhatul Zannah
semangat kak
Wawan
Satu iklan dan mawar buat mu Thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!