NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Pemuas Badboy Kampus

Terpaksa Menjadi Pemuas Badboy Kampus

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Gymora Sasami seorang mahasiswa yang terkenal akan kepintarannya, dia juga putri tunggal keluarga kaya.
Dia selalu dipuji dan dieluh-eluhkan di kampus.
Namun, citra yang sebelumnya sudah dibangun olehnya terancam dihancurkan oleh seorang Badboy kampus yang tidak sengaja memergoki dirinya digudang saat sedang memuaskan dirinya sendiri.
Pagi itu digudang, Draka Nilon mengambil alat yang ada ditangan Gymora, hal itu membuat Gymora yang akan mencapai titik kepuasannya terkejut.
"Aku tidak menyangka, seorang wanita cantik yang terkenal pintar dan jual mahal di kampus melakukan hal yang tidak terpuji seperti ini," sindir Draka.
Gymora langsung menutup tubuh bagian bawahnya.
"Draka aku mohon, jangan sebarkan video itu!" pinta Gymora.
Melihat Draka yang diam, Gymora terus memohon.
"Karena kamu terus memohon dan berlutut, baiklah kita buat kesepakatan. Kalau kamu ingin aku tidak menyebarkan videomu itu. Kamu harus melayaniku!"
Kedua bola mata Gymora membelalak, mengingat dia belum pernah melaku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9.

Gymora sedikit bingung, melihat mobil mewah Draka.

Ia tahu, mobil ini yang sebelumnya ditumpangi olehnya saat Draka membawanya ke rumah sakit.

Melihat wajah curiga yang ditunjukan oleh Gymora, Draka seperti menyadari sesuatu.

"Mobil ini aku meminjam temanku!" ucap Draka bohong.

Tapi Gymora bisa melihat dengan jelas, jika Draka sedang membohongi dirinya. Ia bisa melihat jelas dari kedua bola mata Draka.

Gymora memilih memalingkan pandangannya ke arah lain, karena kalau dipikir-pikir. Mau Draka berbohong atau pun tidak padanya.

Semua itu tidaklah penting dan tidak ada hubungan dengannya.

Nyatanya ia yang selama ini terkenal pintar, memiliki kedua orang tua yang mapan dan bergelimpang harta.

Nyatanya, hidup yang ia jalani sangatlah sulit bahkan serba kekurangan.

Mobil yang dikemudikan Draka berhenti disebuah bangunan apartemen mewah kelas atas.

Draka mematikan mesin mobil, lalu ia berkata pada Gymora. "Kamu tunggu dimobil dulu, aku mau menghubungi temanku sebentar!"

Tanpa banyak protes atau pun bertanya, Gymora menjawab dengan anggukan .

Draka berkata dengan nada marah dari balik telepon. "Dylan. Kamu jadi orang jangan nggak tahu diri, aku akan sudah mengirimkan pesan padamu. Untuk menukar kamar apartment kita!"

Dylan adalah asisten pribadi Draka.

Walaupun Draka jarang pergi ke perusahaan ayahnya, ataupun menampilkan diri dibeberapa jamuan penting.

Tapi sebenarnya ia sudah membangun sebuah perusahaan sendiri dibidang teknologi kecerdasan.

Jadi intinya, selama ini Draka memang pura-pura jadi orang bodoh dan idiot.

Di ujung telepon, Dylan bingung saat mendengar permintaan atasannya.

Ia pikir, Draka saat mengiriminya pesan untuk menukar unit apartemen itu adalah sebuah lelucon atau pun candaan.

Mengingat unit apartemen Draka sendiri berada dilantai paling atas dan tergolong unit yang paling mewah, bahkan satu lantai hanya milik majikannya itu seorang bahkan ada kolam renang pribadi didalamnya.

Sedangkan unit apartemen miliknya, unit apartemen mewah standar pada umumnya.

Itu saja ia membelinya dengan mencicil.

"Dylan. Apakah kamu mau aku antarkan surat pemberhentian kerjamu sekarang?" Ucapan Draka dari balik telepon langsung membuyarkan lamunan Dylan.

Tanpa banyak berkata ia langsung meminta maaf dan berniat mengantar kuncinya.

Sementara Gymora yang masih berada didalam mobil, pikirannya kosong.

Hatinya terlalu sakit sekarang ini. "Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Gumamnya.

Tak berselang lama Dylan datang, lalu memarkirkan mobilnya dengan jarak yang lumayan jauh dari mobil Draka.

Tanpa basa basi, Draka langsung menegur Dylan. "Sepertinya sekarang kamu sudah nggak ingin jadi asisten pribadiku lagi!"

"Maafkan saya Tuan Draka." Dylan memasang wajah yang menyedihkan.

Bahkan kantung mata Dylan terlihat membesar.

Karena beberapa hari ini, semua urusan perusahaan dilimpahkan ke Dylan.

Sedangkan Draka, otaknya hanya dipenuhi dengan wajah si cantik Gymora.

Gymora benar-benar mengalihkan dunia Draka.

Apalagi, mmmm bagian bawah itu yang tidak sengaja dilihatnya.

Jika mengingatnya Draka merasa tubuhnya menjadi panas dingin.

Draka sendiri tidak mungkin melepaskan tangan kanannya.

Ia pun berkata pada Dylan. "Oke sekarang kamu aku maafkan! Tapi sekarang kamu menginap dulu dihotel atau tempat lain. Aku akan menyewa apartemen milikmu!"

"Aku nggak jadi menukar apartemen, takutnya kalau ibuku tiba-tiba datang. Dan melihat kamu ada disana, dia marah dan akan segera mempercepat pertungaan dengan Sachi."

Dan Draka juga tahu, Dylan pasti akan merasa sungkan jika tinggal di apartemen miliknya.

"Tuan, tapi anda bisa membeli unit apartemen baru!"

"Nggak bisa, nanti Gymora pasti curiga. Alasan lainnya aku nggak punya waktu sekarang, sekarang aku akan memberikan uang sewa padamu sebulan penuh." Ucap Draka seraya mentransfer sejumlah uang dari ponsel yang ada ditangannya.

Ting. Ponsel milik Dylan menerima notifikasi.

Kedua bola mata Dylan membuka lebar, bahkan mulutnya menganga. "Astaga Tuan, Anda menyewa apartemen milikku 1 miliar satu bulan."

Draka mengangguk, tanpa menjawab ia segara pergi meninggalkan Dylan yang mematung.

Dylan benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran orang kaya. "Bukankah dari pada membayar satu miliar padanya sebagai uang sewa apartemen perbulan, lebih baik Tuan Draka membeli baru! Mengingat uang direkening pribadi Draka mencapai triliunan."

Dylan menampar dirinya sendiri. "Udahlah lebih baik aku semangat kerja, nanti uang 1 miliar aku gunakan untuk menyewa kamar hotel yang mewah agar bisa tidur nyenyak nanti malam."

Sementara Draka, memang merasa otaknya sulit berpikir jernih. Mengingat jika otaknya itu hanya dipenuhi dengan bayang-bayang Gymora digudang.

Dia yang lumayan panik karena keadaan Gymora jadi hanya kepikiran tentang apartment milik asisten pribadinya.

Draka masuk ke dalam mobil, disana Gymora malah tertidur dengan pulas.

Draka memandangi wajah cantik Gymora, bahkan tatapannya tertuju pada bibir merah muda milik Gymora.

Ia merasa sangat haus, ingin sekali melumat dan mencium bibir gadis itu.

Tapi ia meragu, karena gadis itu sedang tidur.

Ia tidak mau menjadi pria pengecut yang mencari kesempatan disaat orang lain berada dalam kesempitan.

Draka kembali menghubungi Dylan, "apakah semua barang milikmu sudah kamu singkirkan?" tanya Draka, tatapanya tidak pernah teralih pada Gymora yang sedang tidur pulas.

Setelah mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Dylan.

Draka pun menggendong Gymora dengan lembut, menuju ke kamar apartment milik Dylan.

Draka sedikit mengernyit, kala merasa tubuh Gymora sangatlah ringan.

"Apakah selama ini Gymora sering diet ketat? Sampai tubuhnya sekurus ini." gumam Draka penuh kebingungan.

Tapi sekarang, ia memilih untuk tidak memikirkan hal yang tidak penting.

Tak berselang lama, Draka pun sampai di apartemen milik Dylan.

Draka sebenarnya bisa saja membeli apartemen yang baru, tapi ia tidak ingin membuat Gymora curiga.

Suasana apartemen yang sudah pernah ditinggali dan belum pernah ditinggali tentu saja berbeda.

Draka menidurkan Gymora diatas ranjang yang ada dikamar.

"Ternyata apartemen milik Dylan hanya memiliki satu kamar." Desah Draka disertai hembusan napas kasar.

Ia pun memilih untuk segera memesan makanan.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi.

"Ibu ... " Draka buru-buru keluar dari kamar untuk mengangkat telepon dari mamanya.

"Draka ... Hari ini adalah jadwal makan malam mu dengan Sachi. Kamu harus datang, jangan buat dia kecewa lagi," kata Dania dari balik telepon.

Draka yang tidak ingin mendapatkan omelan dari ibunya memilih langsung menyetujui.

Ia menghembuskan napas kasar setelah mematikan telepon.

Tiba-tiba Draka mendengar suara orang seperti berteriak.

Dengan langkah cepat, ia membuka pintu dan melihat Gymora terhuyung di ranjang, wajahnya pucat dan berkerut ketakutan.

Tubuh Gymora bergetar hebat, suara isakannya pecah ketika ia memohon, "Ibu, tolong keluarkan aku dari rumah sakit jiwa ini. Mereka semua jahat, berniat melecehkanku."

Matanya membesar, penuh ketakutan yang menusuk hati Draka.

"Ibu, aku tahu aku salah. Aku nggak akan buat ibu malu dengan nilai 95 itu. Aku janji akan belajar lebih giat, selalu dapat nilai sempurna. Aku juga janji, gak bakal makan es krim lagi."

Draka berdiri terpaku di ambang pintu, dadanya sesak oleh rasa pilu yang sulit diungkapkan.

Ia bukan sosok yang dekat dengan Gymora, jarang menunjukkan kehangatan, namun melihat gadis itu dalam keadaan seperti ini membuat sesuatu di dalam dirinya hancur perlahan.

Tangannya tergenggam kaku, matanya menatap Gymora yang rapuh, berharap bisa meredakan ketakutan itu meski kata-katanya terhenti di kerongkongan.

Di dalam diamnya, Draka merasakan beban yang tak terucap.

"Gymora, apakah selama ini hidupmu memang penuh penderitaan?"

1
Mia Camelia
lanjut thor 😄
cerita nya seruuu👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!