Joya harus menghadapi kenyataan saat ia jatuh cinta pada Boy, anak majikannya. Perbedaan status sosial yang tinggi diantara keduanya, membuat Joya bertekad lulus kuliah dan bekerja sebelum siap menerima Boy. Tapi Boy tidak bisa menunggu Joya dan bersiap untuk sebuah pernikahan.
Akankan Joya berhasil mewujudkan impian majikannya?
Sesion kedua tentang anak-anak Joya dan Boy yang mulai tumbuh dewasa dan mengenal cinta mereka masing-masing.
Disisipi juga dengan episode-episode spesial yang tidak kalah serunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanny Rama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(Menikah) - Ngidam
Joya sedang membersihkan bahan masakan bersama bibi pembantu, saat Nyonya Lastri pulang membawa buah-buahan.
Hari itu dia tidak masuk kerja karena sakit, kepalanya pusing dan badannya panas. Nyonya Besar sudah meminta Joya ke dokter bersamanya, tapi Joya hanya ingin istirahat di rumah.
Bau duren memenuhi dapur saat Nyonya Lastri membuka plastiknya. Joya merasa pusing, perutnya mual, ia berlari ke kamar mandi dan muntah-muntah disana.
Bibi pembantu ikut masuk ke kamar mandi, sementara Nyonya Lastri tersenyum. Ia pergi mengambil sesuatu dari lemari di kamarnya,
Ny. Lastri : “Joya, coba tes pakai ini.”
Joya menerima test pack yang disodorkan Nyonya Lastri. Ia mencium bau duren lagi, dan kembali muntah-muntah.
Nyonya Besar yang sedang istirahat di kamarnya, keluar kamar untuk melihat apa yang terjadi.
Ny. Besar : “Ada apa Lastri? Joya kenapa?”
Nyonya Lastri berbisik pada Nyonya Besar yang langsung menelpon dokter Risman.
Ny. Lastri : “Bibi, tolong bawa keluar durennya dari dapur. Bungkus plastik double ya.”
Nyonya Lastri memberi perintah pada bibi pembantu. Joya keluar dari kamar mandi, tubuhnya gemetar karena terus memuntahkan sarapannya.
Ny. Lastri : “Joya, ayo test dulu, mb bantu ya.”
Nyonya Lastri membawa Joya ke dalam kamar mandi. Beberapa menit kemudian, Joya keluar dipapah Nyonya Lastri yang memberikan hasil test pack ke Nyonya Besar.
Ny. Besar : “Akhirnya Boy berhasil ya.”
Joya yang tidak mengerti apa-apa, hanya terdiam memegangi perutnya yang sakit.
Dokter Risman datang, memeriksa Joya.
dr. Risman : “Nyonya kapan terakhir datang bulan?”
Joya melirik kalender diatas nakas, sudah sebulan lebih dia tidak datang bulan. Setelah lewat enam bulan sejak pernikahannya dengan Boy, Joya baru menyadari datang bulannya terlambat.
Joya : “Sudah sebulan lebih, dokter. Saya kenapa ya, dok?”
dr. Risman : “Selamat ya, Nyonya. Anda sedang hamil, perkiraannya baru dua bulan.”
Joya memegang perutnya yang masih rata. Nyonya Besar memeluk Joya,
Ny. Besar : “Selamat ya nak, kau akan jadi ibu. Boy… sedang apa anak itu sekarang?”
-------
Sementara Boy sedang meeting dengan staf-nya membahas laporan bulanan perusahaan.
Asistennya menyela meeting yang sedang berjalan memanas dengan pencapaian target yang kurang 1,00% dari bulan lalu.
Asisten Boy : “Pak Boy, ibu anda menelpon. Sesuatu yang penting tentang istri anda.”
Boy menghentikan meeting, ia pergi ke sudut ruangan, bicara pada ibunya.
Boy : “Ibu yakin…?”
Boy menghentikan ucapannya, ia mendengar suara orang muntah di belakang ibunya.
Boy : “Apa Joya baik-baik saja? Boy pulang sekarang…”
Boy memutuskan telpon, ia menatap seluruh peserta rapat.
Boy : “Rapat hari ini saya tunda, segera perbaiki target bulan ini. Silakan keluar.”
Wajah Boy yang dingin segera berganti menjadi senyuman yang hangat. Ia meminta asistennya menghandle sisa hari itu, sementara ia ingin cepat pulang.
-------
Joya masih muntah-muntah, Nyonya Lastri sampai membantunya berdiri.
Ny. Lastri : “Apa yang kau inginkan Joya? Kau ingin makan sesuatu?”
Joya menggeleng, ia sudah merasa lebih baik. Boy yang sudah datang, langsung masuk ke kamar.
Boy : “Joya, kau baik-baik saja?”
Boy melihat wajah Joya pucat.
Joya : “Aku baik-baik saja. Cuma…”
Joya masuk lagi ke kamar mandi, ia mencium bau parfum Boy.
Joya : “Boy, ganti baju dulu sana. Baumu…”
Boy kebingungan dengan kondisi Joya.
Ny. Lastri : “Sudah, Boy. Ganti dulu bajumu, jangan pakai parfum dulu. Joya sedang ngidam, itu biasa di awal kehamilan.”
Nyonya Lastri masih memegangi Joya yang muntah lagi.
Boy menemani Joya di dalam kamar, ia sudah berganti baju, mengelap leher dan lengannya dengan tissue basah, sehingga bau parfumnya menghilang.
Joya : “Boy, aku mau makan mie goreng isi telur mata sapi diatasnya.”
Boy melarangnya karena gizinya kurang, tapi Joya mulai menangis.
Boy : “Baik, baik sebentar.”
Boy turun ke lantai bawah, memanggil bibi pembantu,
Boy : “Bi, tolong buatkan mie goreng dengan telur mata sapi diatasnya.”
Bibi pembantu segera membuatkannya, sementara Boy menemui ibunya.
Boy : “Bu, apa wanita hamil boleh makan mie goreng?”
Nyonya Besar tersenyum,
Ny. Besar : “Joya sedang ngidam ya? Berikan saja apa yang dia mau, yang penting bayi kalian sehat. Kamu yang sabar ya. Sudah mau jadi ayah, harus lebih sabar sama istrimu kalau dia minta sesuatu. Kalau gak diturutin, nanti anak kalian ileran loh.”
Boy cuma mengangguk saja, ia kembali ke kamarnya, melihat Joya sedang menghabiskan mie goreng dengan lahap.
Boy : “Masi mual? Ada yang kau mau makan lagi?”
Joya mengelus perutnya yang buncit karena makan mie goreng.
Joya : “Boy, kok sudah pulang?”
Tiba-tiba Joya merasa mual lagi, ia mencoba menahan untuk tidak muntah, tapi tidak bisa.
Joya masuk ke kamar mandi, mengeluarkan mie goreng yang tadi dimakannya. Boy yang panik, berteriak memanggil ibunya.
Ny. Besar : “Ada apa, Boy? Joya muntah lagi?”
Boy menggendong Joya keluar dari kamar mandi.
Ny, Besar : “Sebaiknya kita bawa Joya ke dokter kandungan.”
-------
Dokter kandungan memberi obat penahan mual dan vitamin untuk Joya,
Dokter Kandungan : “Kalau masih mual, sampai tidak bisa makan, datang lagi ya.”
Ketika berjalan keluar dari rumah sakit, Joya melihat penjual rujak lewat di dekat pintu masuk rumah sakit.
Joya “Aku mau rujak, Boy.”
Boy mengernyitkan dahinya, ia kuatir karena Joya belum makan dengan benar, malah minta rujak.
Boy : “Nanti perutmu sakit, kita pulang saja, minta bibi buatkan rujak.”
Joya merajuk, ia mulai menangis seperti anak kecil minta permen tapi tidak dikasi. Akhirnya Boy mengalah dan memborong rujak dengan buah yang dipilih Joya.
Boy menyetir kembali ke rumah sambil sesekali melirik Joya yang sedang makan rujak di mobil.
Boy benar-benar pusing dengan ngidam Joya, ini pengalaman pertamanya menjadi calon ayah. Biasanya Boy tidak akan membiarkan siapapun makan di dalam mobilnya, tapi kali ini dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Setelah menghabiskan satu bungkus rujak, Boy mendengar suara dengkuran halus di sampingnya. Joya sudah tertidur.
Mereka sampai di rumah, tapi Joya belum bangun juga. Pelan-pelan Boy menggendong Joya ke kamar mereka, sementara bibi pembantu mengeluarkan obat Joya dan rujak dari dalam mobil Boy.
Ny. Besar : “Boy, bagaimana Joya?”
Nyonya Besar memasuki kamar mereka, ia mengelus kepala Joya yang tertidur.
Boy : “Biarkan dia tidur dulu, bu. Dokter bilang kalau masih muntah sampai tidak bisa makan, kita harus ke rumah sakit lagi. Tadi Joya makan rujak. Boy takut dia sakit perut. Tapi Joya malah menangis.”
Nyonya Besar tertawa, ia menggandeng lengan Boy keluar dari kamar.
Ny. Besar : “Dulu waktu ibu mengandungmu, juga sama. Ayahmu sampai pusing memenuhi semua permintaan ibu, karena ibu akan menangis kalau tidak dapat. Bersabarlah.”
-------
Tengah malam, Boy yang sedang tidur di samping Joya, merasa hidungnya gatal, ia terbangun mendapati Joya tersenyum memandangnya.
Joya : “Boy, aku mau Mcd.”
Boy : “Kalau aku tidak membelinya, kau akan menangis sekarang kan?”
Joya mengangguk dengan semangat,
Joya : “Aku ikut.”
Boy tidak bisa melarang Joya, mereka berdua akhirnya pergi ke restaurant cepat saji yang buka 24 jam itu.
------
Terima kasih atas like, komentar, kritik dan sarannya. Ini pertama kalinya author menulis novel karena hoby author memang menulis.
Biasanya author hanya menulis cerpen dan sudah punya beberapa cerpen yang ingin author kembangkan jadi novel.
Semoga suka dan tunggu novel-novel author berikutnya ya.
Klik profil author untuk melihat novel yang lainnya.
Jangan lupa vote ya....
----
mohon ijin promot karya novel aku ya kak..
silahkan mampir ya kakak kakak semua di karya aku
"I Love You Nurse" &
"Aku Bukan Bidadari Surgamu"
Bantu like, komen dan vote nya ya kak
Trimaksh kak🙏🏻
ketua mafia qo ya lugu bangeeettt....
wong MP qo cuma lari muter muter....kejar kejaran.....po dolanan tho yoooo.....????
othor yaa gitu......bikin cerita qo menurunkan harkat martabak para MAfia ato gangster ywng sangar n cerdik.....🙈🙈🙊
lhaaa.....neng cerito iki.....ketua mafia qo OON bin BLOON.....malam pertama qo ngejar ngejaran .....harus e kan jaran jaranan......
wkwkwkwk ngakaaaakkk......😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
jempol se kecamatan dah buat othor..... timpuk an sd RT buat Nanda.....kejaaaaarrr teruusss....bu Ana.....sampe gemppoooorrrr....
😀😀😀😀😀😀😀😀😀😀😀
j
reques menantu yang miskin dan si cewe dari keluarga kaya tapi ternyata si mennatu itu kaya cuma pura2 miskin/terkena penyakit lalu sembuh and diam2 bantu si istri kaya crita si denny wang dan friska ye (menantu hebat) atau si alex(menantu hebat seperti dewa) atau si dennis wu dan angel xia(menantu bodoh)