Tisha adalah seorang gadis yang tinggal bersama bininya. Iya dibohongi oleh bibinya sendiri. Dan hampir terjadi pernikahan sedarah. Selain itu bibi Tisha seorang yang mata duitan. Iya tega menghancurkan hidup keponakannya sendiri. Bahkan iya rela mengorbankan Tisha hanya demi uang. Dan seseorang yang tega merenggut kehormatannya. Bahkan Pria itu dan Ibunya tega membunuh Tisha. Hingga pada akhirnya Tisha bisa membuka semua kejahatan pria dan wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
penderitaan 2
" kamu tenang saja tisya... aku akan membantu kamu untuk membersihkan nama kamu. " kata rafi. " aku akan bantu kamu untuk membuktikan ke semua orang bahwa kamu tidak bersalah tisya. " kata rafi lagi. " Terima kasih pak.. " kata Tisya. " udah kamu jangan nangis lagi ya.. ada aku disini.. aku siap jadi pendengar setia curhatan kamu sya.. aku akan selalu ada buat kamu.. sya.. " kata rafi kembali. " terimakasih atas kebaikan bapak padaku.. tapi pak bapak jangan terlalu baik sama aku " kata Tisya.. " ssssttt.... " rafi menutup kedua bibir Tisya dengan telunjuknya.. " kamu ngomong apa sih sya... kamu ga perlu berterimakasih.. sama aku". kata rafi lagi. " sya.. kalo diluar gini jangan panggil aku bapak dong.. aku berasa tua kalo kamu panggil bapak.. ini bukan di kantor.. jadi kamu panggil aku rafi aja ya.. " pinta rafi.. " tapi pak.. ? " kata Tisya seolah heran dengan sikap rafi kali ini. " sya.. kamu itu bukan sekedar bawahan aku.. tapi kita ini teman kalo di luar.. sya.. kakak kamu kan teman aku.. jadi kamu sudah aku anggap sebagai adek sendiri.. " kata rafi pada Tisya.. " jadi jangan panggil bapak ya.. panggil aja rafi " kata rafi. " baik Pak.. eh maksud aku rafi.. " kata Tisya yang merasa canggung dengan panggilan barunya kepada rafi. " sebenarnya dalam hati rafi, dia merasa senang dengan batalnya pernikahan Tisya.. karena dia masih memiliki harapan untuk mendapatkan hatinya Tisya. tapi disisi lain rafi juga tidak tega melihat Tisya sedih seperti ini. ingin sekali rafi menampar perempuan itu dan menonjok wajah laki laki itu alias Rendi. sesekali rafi juga, merasa kesal juga dengan Riyan kok bisa bisanya Riyan tiba tiba meninggalkan Tisya.. dasar laki laki. " cek cek cek ( sambil menggeleng geleng kan kepala). " sya.. sekarang aku antar kamu pulang ya.. " kata rafi lagi. " iya raf.. aku juga pengen rebahan di rumah.. aku ingin istirahat raf.. " kata Tisya. " dan akhirnya mereka pun pulang.. sesampainya di rumah, Tisya langsung rebahan dan memandang langit langit kamar.. masih tidak percaya dengan apa yang terjadi tadi.. hingga tidak terasa air matanya menetes lagi. hatinya benar benar hancur dan kecewa. bahkan iya malu dan merasa jijik dengan dirinya sendiri.. " hiks hiks hiks.. ya Allah.... hatiku sakit, benar sakit hari ini. aku tidak tahu harus bagaiman.. dan aku juga tidak tahu apa yang harus aku lakukan ". ya Allah.. kuatkanlah aku.. ikhlaskan hatiku ini ya Allah.. bimbinglah aku selalu dijalanmu. lalu Tisya beranjak dari tempat tidur nya.. iya langsung mandi dan mengambil wudu lalu iya melaksanakan solat.. selesai solat iya menengadahkan tangan nya lalu berdoa " ya Allah jika ini ujian dari mu makan berilah aku kekuatan untuk menghadapinya. ya Allah jika ujian ini membuat aku lebih dekat lagi denganmu maka berilah aku ke ikhlasan. ya Allah yang maha adil tunjuk kanlah kebenaran bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah. ya Allah aku hanya manusia lemah dan tidak bisa apa apa tanpa pertolongan darimu. ya Allah siapa pun orang yang ingin berbuat jahat padaku maka berikanlah dia mereka hidayah, sadarkanlah mereka. termasuk bibi murni berikan dia hidayah.. ya Allah aku tahu tidak ada Tuhan selain engkau.. ya Allah.. hilangkan lah rasa gundah dan rasa sedih di hatiku.. dan lindungilah hatiku dari rasa dendam.. kabulkanlah doaku ya Allah.. aamiinn.. " dalam doanya Tisya. sementara Riyan.. entah kemana dia saat ini dan HP nya pun tidak bisa dihubungi. " ting tong.. (rafi berkali kali memencet bel yang ada di depan pintunya. ) Riyan kemana si.. apa dia tidak ada di rumah ya.. dan HP nya pun tidak bisa dihubungi.. hmm dasar Riyan.. ga pernah berubah dari dulu.." percakapan sendiri rafi.
pov Riyan..
dalam keheningan Riyan termenung.. iya juga tidak percaya dengan apa yang terjadi.. tapi egoisnya Riyan meninggalkan Tisya begitu saja.. tanpa mempedulikannya.. " sekarang gue kecewa banget.. bukannya gue ga peduli terhadap Tisya.. yang telah meninggalkan dia sendiri tadi di acara.. tapi gue berasa malu banget terhadapnya.. ternyata selama ini bibi murni membohongi gue.. aku tidak menyangka kalo bibi murni setega ini sama gue.. bukan hanya gue yang dia bohongin tapi juga adik gue Tisya.. ternyata dia adalah adikku.. ternyata selama ini Tisya tinggal dengan bibi murni penuh dengan kebohongan.. atas dasar apa dia berbohong seperti ini.. dan sekarang aku juga tidak tahu dia menghilang kemana.. maafin kakak Tisya bukannya kakak tidak peduli terhadapmu tapi kakak benar benar tidak menyangka.. entah bagaimana nasibmu sekarang..
Suara seorang wanita yang tiba-tiba memanggilku. "Ada apa, Bi?" jawabku.
Ya wanita yang ku panggil Bibi itu adalah Bibi ku.
bla bla bla bla