Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.
"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.
"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"
"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.
Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28 - Identitasnya terungkap
...Chapter 28...
...----------------...
Tepat pulang sekolah, Nadia menatap sebuah dress berwarna hijau daun yang terlihat cantik dan estetik. Itu pemberian Axion untuknya, mereka baru saja pulang tadi.
"Tak ku sangka, Kak Axion benar-benar memberikan-ku gaun indah ini untuk menemaninya nanti malam."Ucap Nadia tersenyum senang.
Ia tak tahu bahwa gaun yang terlihat indah itu bisa membawa Mala petaka untuknya nanti malam.
...--------------------------------...
Clarissa menatap Robert yang kini sedang memijat punggungnya sendiri, Sejak pulang sekolah, Pemuda itu terlihat kelelahan. Apakah ini efek dari obat tidur yang ia berikan?
"Robert?"
Robert menoleh, Menatap Clarissa yang datang menemuinya di halaman belakang depan mess pelayan. Clarissa tersenyum dan mengulurkan sebuah jas dan kemeja baru yang terlihat sangat mahal.
"Aku membelikan mu ini untuk ikut bersama-ku ke pesta keluarga Mia. Apa kau bersedia menjadi partner-ku?" Clarissa berbicara sambil tersenyum malu.
Robert menatap sekotak pakaian mahal itu, Matanya terlihat lebih tajam, Ini adalah kesempatan bagus untuknya mencari rekan untuk Menjebak keempat keluarga ternama yang terkenal di seluruh kota itu.
"Tentu saja! Aku akan ikut bersama-mu."Ucap Robert dengan cepat mengambil pakaian itu, Pemuda itu tersenyum senang. Membayangkan hal yang seharusnya tak bisa ia bayangkan.
"Aku senang, Oh yaa...aku punya baju yang ingin aku buang, Tetapi masih terlihat sangat bagus. Baju ini terbuat dari kain mahal yang berasal dari luar negeri. Aku ingin memberikannya pada Nadia, Sebagai permintaan maaf-ku, Tapi aku tak tahu caranya..."
"Tenang saja, Biar aku yang memberikannya padanya."Ucap Robert dengan cepat. Mendengar hal itu, Clarissa menaruh sekotak gaun wanita di sebelah Robert.
"Terima kasih Robert, Kau memang yang terbaik."Ucap Clarissa tersenyum.
Clarissa pergi menuju rumahnya, Diam-diam Robert tersenyum penuh arti. Ia akui bahwa beberapa hari ini ia sangat menyukai Clarissa, Gadis itu cantik, Berbakat dan lembut. Tetapi ia tetap ingin melanjutkan rencananya. Yaitu menghancurkan 4 keluarga utama terpandang di kota.
Keluarga William, Bellen, Kenny dan Roxsiana. Untuk itu ia membutuhkan Nadia, Sebagai pionnya yang berada di keluarga William. Ia harus berbaikan dengan Nadia, Bagaimana pun caranya.
Mata pemuda itu jatuh pada gaun pemberian Clarissa, Benar kata Clarissa. Gaun itu masih terlihat bagus, Bukankah Nadia akan sangat senang bila menerima gaun itu.
"Aku akan segera berbaikan dengan Nadia."Ucap Robert tersenyum. Ia membawa masuk jas dan pakaian wanita itu.
...--------------------------------...
Malam tiba, Ini saatnya Clarissa pergi memenuhi undangan keluarga kenny, Clarissa datang bersama keluarganya. Begitu pun Axion. Pemuda itu mencuri-curi pandang pada Clarissa, Ternyata gaun pilihannya sangat cocok di tubuh gadis-nya itu.
Keluarga bellen dan William terlihat mengobrol bersama, Jalinan persahabatan mereka terlihat kental, Terlihat bagaimana dekatnya nyonya dayanti dan nyonya amrita.
"Jeng! Kamu cantik sekali malam ini!" Dayanti memuji amrita, Amrita terlihat malu mendengarnya.
"Haduh, Masih pintar memuji ya kamu, Kamu juga cantik banget, Seperti aktor film yang sering aku tonton."Puji amrita. Kedua wanita itu mengobrol dengan heboh.
"Mari tuan Louis."Ucap tuan Delano, Daddy Axion mengajak Louis (Daddy Clarissa) Untuk duduk bersama. Mereka mengobrol soal bisnis dengan serius.
Di sini, Axion dan Clarissa saling memandang, Axion mengedipkan satu matanya, Berniat menggoda Clarissa. Clarissa berusaha bersikap angkuh. Namun dalam hati ia tersenyum.
"Clarissa, Itu tuan Ryan Kenny, Dan nyonya Selena Kenny." Ucap Robert tersenyum senang. Ia mengajak Clarissa untuk duduk di bangku yang berada di depan.
Melihat Robert bersama Clarissa begitu mesra, Nadia tak mau kalah, Gadis itu ikut menarik Axion ke arah depan, Pusat perhatian pesta ini harus dirinya.
"Hadirin sekalian, Terima kasih sudah datang ke dalam pesta yang kami selenggarakan. Aku Ryan Kenny selaku tuan rumah merasa sangat senang!" Ucap tuan Kenny di atas podium.
Para rekan bisnis dan teman semuanya mendengarkan sambil tersenyum, Ada juga yang menikmati pesta.
"Proyek terbaru kami bernama Nusantara smart city. Pembangunan kawasan kota pintar selebar 500 hektar dari kota timur utara.Target : Wilayah mandiri pertama se-ibu kota."Ucap tuan Kenny, Ucapannya disambut meriah semua tamu undangannya.
"Selamat tuan Kenny."Ucap Louis dan Delano dari bawah podium. Semuanya bertepuk tangan.
"Terima kasih tuan William dan tuan bellen." Ucapnya.
"Selamat tuan Kenny." Ketiga lelaki parubaya itu menoleh, Menatap seorang lelaki rekan bisnisnya yang jarang sekali memunculkan diri.
"Terima kasih tuan Roxsiana, Setelah sekian lama, Senang bertemu dengan anda."Ucapnya tersenyum canggung.
Keluarga terpandang nomor 4 itu jarang sekali bersosialisasi. Kyle Roxsiana, Ketua asosiasi keamanan kota. Keluarganya berkerja di bidang impor dan keamanan.
"Senang bertemu dengan anda juga."Jawabnya datar, Ia datang bersama dengan istri dan putrinya.
Istrinya bernama Yoana Roxsiana, Sedangkan putrinya bernama Joana roxsiana. Gadis dengan rambut sedikit pirang dengan wajah jutek, Semua gadis di ibu kota tak pernah mengundang gadis itu, Melihat wajahnya yang selalu jutek menatap semua orang.
Pesta yang tadinya begitu tenang kini justru menjadi riuh. Joana mendatangi Nadia dan Axion, Gadis itu menatap Nadia dari atas sampai bawah wajahnya menyiratkan ketidaksukaan.
"Gaun ini! Beraninya kau memakainya!"
Para gadis Ibu kota terlihat terkejut dengan apa yang sedang terjadi, Joana terlihat sangat marah menatap gaun milik Nadia.
"Sebenarnya ada apa?"
"Apa nona Nadia ada masalah dengan nona Joana?"
"Wah seru sekali!"
"Nona Joana, Ada apa?" Bingung Nadia, Joana tidak berbicara lagi.
"Pelayan, Copot baju ini!" Teriak Joana, Menyuruh salah satu pelayan.
"Nona, Ada apa. Apa sebenarnya salahku?!" Nadia bertanya dengan bingung, Apa yang salah dari gaunnya?
"Ini gaun yang aku titipkan pada madam gloria untuk ku pakai pergi keluar negeri menghadiri pertunanganku, Berani sekali kau memakainya!" Teriak gadis itu, Kedua matanya sangat tajam.
"Nona, Sebenarnya aku..."
"Axion, Kemari kamu!" Dayanti memanggil Axion dengan wajah Marah.
"Jika kau bersikeras menolongnya, Mommy akan memecat Nadia."Ucap dayanti dengan isyarat, Nadia yang paham hanya bisa diam.
Nadia menatap Axion dengan wajah cemas, Hari ini bahkan Axion tak bisa menolongnya. Pemuda itu bahkan hanya bisa menatapnya, Tetapi ia juga takut meminta pertolongan pemuda itu, Nyatanya dayanti sudah mulai memainkan perannya sebagai Tuan rumah.
"Nona...Ini pemberian seseorang, Dan mungkin hanya....kebetulan sama."Ucap Nadia terbata,
"Aku tidak peduli! Sekarang panggil madam gloria! Bagaimana bisa dia memberikan gaunku pada orang lain! Gaunku ini hanya khusus di buat untuk-ku!" Teriak gadis itu dengan nada sarkas.
Tak lama, Wanita bersanggul putih dengan gaun glamor itu datang, Wajahnya pucat dan bergetar.
"Maafkan kelalaian butik kami nona, Aku akan segera memecat pelayan yang menjual gaun anda, Maaf..."
"Maaf? Kau pikir dengan maafmu aku masih bisa memasang wajahku di depan umum, Memangnya siapa gadis itu, Beraninya kau memberikan kain mahal yang sengaja aku beli dari luar negeri itu pada orang lain!" Ucap Joana dengan nada yang sangat tinggi.
Nadia tak kuat menopang tubuhnya, Kakinya lemas, Wajahnya pucat, Dan jantungnya berdebar hebat.
"Nona, tuan muda Axion lah yang membelikan nya pada Nadia!" Claudia datang dengan khawatir, Ia yang lumayan berpengaruh itu mencoba membela Nadia.
"Tuan muda Axion? Nyonya dayanti...benarkah putra anda dengan lancang merebut gaun-ku untuk wanita simpanannya?!" Tanya Joana menatap dingin dayanti.
Dayanti menghela nafasnya, Wajahnya yang awalnya biasa saja menjadi dingin.
"Nadia hanya anak pelayan di rumah kami, Putraku hanya berbaik hati membelikannya gaun. Putraku tidak tahu bahwa itu gaun nona Joana. Atas nama keluarga William, Tolong maafkan putraku." Ucap dayanti meminta maaf dengan elegant.
DEG!
Nadia menatap semua orang, Tatapan yang awalnya begitu mengaguminya kini menatapnya dengan sinis dan remeh.
"Kau? Anak seorang pelayan?" Claudia menatap Nadia dengan jijik.
TBC
like dan komen.