NovelToon NovelToon
Bai Anshu STORY.

Bai Anshu STORY.

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:39.5k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Menemukan batu bintang, tersambar petir lalu koma tiga hari. Setelah bangun semua berubah, rumah jerami reot perlahan menjadi mewah dan nyaman. Bubur sayuran liar hilang dari meja makan, berganti dengan nasi dan gandum wangi.
Setiap hari akan ada ikan, daging, telur, yang kesemuanya cuma dapat mereka makan setahun sekali.

Bagaimana bisa perubahan itu terjadi pada keluarga miskin tanpa bakat dan kemampuan..?

Apa sebenarnya yang dialami gadis itu saat koma tiga hari..?

Batu bintang, benda apa dan darimana asalnya itu...?

Ikuti perjalanannya dan dapatkan jawabannya di Bai Anshu Story.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

Seperti yang telah dijanjikan, akhir pekan adalah waktu bagi Bai Anshu dan para wanita dari berbagai usia berkumpul dibalai desa guna membuat aneka permen, maltosa dan Guodanpi.

Selepas makan siang, Bai Anshu bersama ketiga sepupu perempuan dan Meng-Meng, otw lokasi dengan menaiki gerobak keledai berisi perkakas masak serta beberapa bahan makanan.

Para bibi juga telah menyiapkan banyak bahan yang disebutkan oleh Bai Anshu kemarin lalu.

Dimulai dari buah Haw, Kesemek, serta kurma merah.

Ubi jalar, dan labu pumpkin, bumbu pelengkap, juga diikut sertakan.

Selain itu ada pula bermacam kacang-kacangan, gula, wijen, aneka macam kismis, susu, dan popcorn beras ketan.

Camilan pertama yang Bai Anshu demonstrasikan pengolahannya ialah Guodanpi.

Ada delapan tahap dalam pembuatan camilan yang memiliki rasa manis, asam dan segar itu.

Langkah pertama, cuci bersih buah Haw, Kesemek dan Jujube. Buang bagian bijinya, serta batang yang tertinggal.

Masukkan dalam panci, tuang air hingga buah terendam seluruhnya, lalu rebus selama dua puluh menit atau sampai benar-benar lunak.

Jika sudah empuk, angkat, tumbuk kemudian saring untuk memisahkan kulit dan sisa biji yang tertinggal, sehingga menghasilkan bubur buah halus.

Campurkan bubur buah dengan sirup gula, dan air sisa rebusan. Aduk rata sembari dilumatkan kembali, agar teksturnya benar-benar lembut.

Untuk tambahan pilihan rasa, selain original. Bai Anshu membuat varian Guodanpi wijen.

Tuang adonan kedalam kuali tembaga anti lengket, masak dengan api kecil, sambil terus diaduk hingga air menyusut, mengental seperti selai.

Siapkan loyang yang sudah dialasi kertas minyak, ratakan dengan ketebalan 1-2 mm.

Panggang dengan suhu paling rendah selama tiga jam, atau sampai teksturnya lengket namun tidak lembek basah saat dipegang.

Setelah dingin, kupas lembaran adonan dari kertas minyak, gulung rapat, lalu potong-potong sesuai selera.

Bisa juga diiris lembaran seukuran tiga jari, atau kotak.

"Wijen sangrai ini juga bisa diganti dengan kenari, almond, kacang tanah, atau kastanya. Yang terpenting harus dihaluskan terlebih dulu."

Bai Anshu juga mengajarkan mengubah lembaran kertas minyak menjadi seperti angpau, yang nantinya untuk mengemas Guodanpi atau makanan lain agar lebih cantik.

"Shu-ya, apa semua buah-buahan bisa digunakan..?"

"Tentu bibi, terutama yang memiliki ketebalan daging dan serat, seperti mangga, Loquat, apel, dan stroberi."

Selanjutnya membuat permen maltosa buah.

Larutkan 75 bagian berat gula pasir atau batu, bersama maltosa dan air masing-masing 25 bagian ke dalam panci. Panaskan hingga mencapai suhu 150°C.

Jika sudah mencair rata, angkat, campurkan esens buah, kismis, dan popcorn beras ketan.

Tuang adonan dalam loyang tahan panas yang telah diolesi minyak.

Dinginkan adonan dengan meletakkan loyang diatas baskom berisi air dingin.

Saat adonan suam-suam kuku serta masih lentur, bentuk permen sesuai selera, lalu kemas dengan kertas minyak setelah benar-benar dingin dan mengeras.

Untuk umbi jalar dan labu kuning, diubah menjadi dendeng dan dodol.

Metode yang dipraktekkan sama seperti pembuatan Guodanpi.

"Ubi jalar ini juga bisa kita jadikan sale atau manisan madu. Prosesnya melalui tiga kali pengukusan dan pengeringan." kata Anshu.

Para wanita berbeda generasi tampak sangat fokus menyimak, dengan tangan bekerja mengikuti arahan.

"Selain itu, ubi jalar, talas, konjac, bisa kita ubah menjadi keripik dan kerupuk renyah dengan rasa gurih serta pedas." sambung Bai Anshu.

"Biji labu bisa kita jadikan kuaci. Cukup cuci bersih lalu jemur hingga kering, rebus bersama garam, kemudian sangrai sampai kandungan air menghilang agar awet disimpan." oceh Anshu tanpa lelah.

Selanjutnya bermacam permen susu dan marshmallow rasa kacangan-kacangan serta buah-buahan.

Metode pembuatan candy milk fruit serta kacang, sama seperti mengolah permen maltosa.

Begitu juga dengan Marshmallow. Bedanya hanya dalam pencetakan dan pendinginan.

Permen marshmallow, setelah dilelehkan, campur kismis dan kacang-kacangan, aduk hingga rata, angkat, tuang dalam loyang, lalu gilas menggunakan rolling pin hingga rata.

Setelah dingin, potong-potong sesuai selera, bungkus dengan kertas minyak.

"Potongan permen dan bungkusnya harus berbeda agar mudah dalam memilihnya." komando Anshu, memberi contoh cara mengemas dan mengiris adonan.

"Makanan ini semua belum ada dipasaran, kalau dijual pasti laris manis."

"Hei, tahun baru nanti kita bisa menyajikan camilan dan permen ini, meja dirumah tidak akan kosong lagi." pekik senang nyonya tua Pei, menatap berbinar hasil karyanya bersama ibu-ibu PKK dan remaja putri karang taruna. (canda)

"Benar sekali, tahun baru nanti kita tidak perlu menahan malu jika ada yang bertamu kerumah karena sudah bisa menyajikan banyak camilan."

"Selain itu, ini bisa kita jadikan oleh-oleh jika mengunjungi saudara dan tetangga."

"Kalau memiliki uang untuk menyewa toko dikota, kita bisa memulai bisnis kios khusus camilan dan permen."

"Itu ide bagus, tapi sayang toko dikota sewanya sangat mahal."

"Shu-ya, hebat, sungguh diberkati desa kita ini. Terimakasih Shu-ya...!"

Obrolan penuh kegembiraan tercipta, seraya mencicipi semua camilan yang dari siang hingga petang ini dibuat.

"Jika bibi-bibi mau membuka kios camilan, aku bisa membantu menyediakan tempatnya." sambar Bai Anshu.

"Benarkah..?"

Bai Anshu mengangguk.

"Bagaimana caranya..?" tanya nenek Pan.

"Bibi cukup membuat semua makanan yang sudah kita pelajari, nanti aku akan membelinya. Untuk masalah penjualan ditoko, biar menjadi urusanku."

Para bibi saling bertukar tatapan, otak mereka mencerna lamban akan maksud dari Bai Anshu.

"Begini, semua makanan yang bibi produksi dirumah, berikan kepadaku dan akan aku lunasi langsung. Untuk urusan penjualan, aku yang menangani. Bisa dibilang aku ini pengepulnya."

"Ah, jadi maksudnya, kami cukup membuat lalu kau akan menampungnya, dan kami tidak perlu bersusah payah menjualnya sendiri kekota..?" tanya bibi Zhao.

"Tepat sekali..!"

"Jadi, mau urusan makanan ini laku terjual atau tidak, itu sudah bukan menjadi beban kami..?"

Bai Anshu menjawab iya.

"Wah, ide bagus. Kita tidak perlu membuka lapak lagi, cukup mengolah saja sudah langsung mendapatkan uang."

"Benar, aku setuju...!"

"Tapi syaratnya, semua olahan makanan hanya boleh diberikan kepadaku. Jika ada yang menjajakannya sendiri atau menjual kepengepul lain, maka aku tidak akan mau lagi mengambil camilan dari orang tersebut."

"Tidak masalah, dengan cara ini aku malah beruntung karena akan banyak waktu mengurus rumah."

"Iya benar, aku bisa mencari kesibukan yang lain lagi."

"Em, aku pun dapat membantu suami dan mertuaku bekerja diladang."

Opini positif yang sarat akan harapan saling bersahutan, menggema memenuhi balai desa senja ini. Riuh ramai penuh keakraban dan kegembiraan.

"Jika semua setuju, aku akan secepatnya mencari toko untuk disewa agar sesegera mungkin kios camilan kita ini bisa beroperasi." kata Anshu.

"Baik...!"

"Aku setuju Shu-ya...!"

"Aku juga..!"

"Jika ada kakak perempuan yang mau menjaga tokonya, katakan saja padaku. Setidaknya aku membutuhkan tiga orang."

"Baik...!"

"Minggu depan kita berkumpul kembali untuk membuat bermacam kue kering ya bibi, kakak perempuan..?"

"Oke Shu-ya...!"

Semua camilan serta permen dibagi rata, setelahnya membersihkan perkakas kotor dan aula kampung bersama-sama.

Wajah-wajah berseri berkat mengkonsumsi air suci, semakin bertambah berkilau penuh antusiasme dan keceriaan.

Sebelum pulang, Bai Anshu mendatangi tiga sumur desa guna mengaliri kembali air suci.

1
Erna Fkpg
wah kira kira tokonya dibuat usaha apa lagi sama syu er
Datu Zahra
kaya raya wes pokoknya 🥳
Sabrina
Romansa anak muda mulai bermekaran nih🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻSENJA
wakakaak 😂
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻSENJA
pengetahuan anshu ga kaleng2 emang
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻSENJA
ini berkat bai anshu 💪
Datu Zahra
cakep, rumah baru dan perasaan baru, uhuy 🤩
Nur Janah
Mksh ka udah up lgi...🙏🙏🙏
Maria Lina
makasih bnyk"ya thor ud ditambah 1 bab lgi 🙏🙏🙏🙏😍😍😍😍
Santi
ada bunga2 yg mekar,, 🤭
Maria Lina
mkasih ya thor sll up double tiap har..ni ky ksh vote biar outhor tetap 💪💪💪🙏🙏😍😍
ainie lee
next kak
Erna Fkpg
terimakasih untuk upnya 😘😘😘
Datu Zahra
gula dan saus laris manis, bakal gempar ada gula murah
Datu Zahra
akhirnya ada up juga, thanks kak 🫶
Maria Lina
iy kk aku suka klo outhor nya tiap hari up double"thor ya
Nur Janah
makin seru ceritanya,
mksh ka udah double up di hari minggu,,🤭🤭moga sehat sllu,💪
Maria Lina
kok siang thor ud ditunggu dri subuh lo thor..tpi makasih thor ud up ny n dikira gk lgi 🙏🙏😍😍
Datu Zahra
lanjut kak
Datu Zahra
good job Anshu 🥳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!