NovelToon NovelToon
NADIR

NADIR

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:214.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Juanda Afipasari Silaen

"Nyatanya, semua tak seindah kelihatannya"
Binar Latisha Orzia

"Kamu rapuh, aku tahu itu. Aku akan menjadi perekat hidupmu"
Awan Buana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juanda Afipasari Silaen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nadir ~ Cie - cie

Datang, kembali, pergi, tetap kembali.

Malam itu cukup dingin hingga membuat lengan mungil Binar gemetar.

Binar meniup niup telapak tangannya supaya tetap hangat, tapi angin malam yang sepertinya ingin hujan tidak hanya mendinginkan telapak tangan Binar melainkan sekujur tubuh Binar dan sekarang Binar mulai menggigil.

Awan yang sedang menatap kedepan kearah orang orang yang sedang berlalu lalang memalingkan wajahnya kearah Binar.

Awan membuka kemeja yang ia kenakan dan memakaikan kebadan Binar, hal itu membuat Binar sontak kaget dan menoleh kearah Awan.

"Gak usah nolak." ucap Awan datar.

Binar hanya mangut mangut, Awan tersenyum kecil melihat Binar yang menurut.

Tangan besar Awan mulai mengacak ngacak rambut Binar, membuat Binar lagi lagi membulatkan matanya, pipinya kembali memerah.

Awan yang menyadari aksinya itu terlalu berlebihan langsung mengehentikan gerakan tangannya.

"Sorry." ucap Awan kemudian memalingkan wajahnya kearah lain dan bertingkah absurd. Rambut Binar di biarkan acak acak.

"Jahat lo," ketus Binar.

Awan menoleh tak paham.

"Udah ngacak ngacak gak di rapiin, jahat!" ketus Binar kemudian merapikan rambutnya yang berantakan, tapi tangannya ditahan oleh Awan.

"Biar gue gak jahat lagi? Gue harus rapiin rambut lo? " tanya Awan sambil menaikan satu alisnya.

Binar diam, entah mengapa Awan belakangan ini sering membuatnya terdiam dan menurut begitu saja.

Awan kemudian merapikan rambut Binar dengan lembut, sentuhan tangan besarnya dikepala Binar membuat Binar tertegun, Binar menatap kearah Awan, raut wajahnya yang dingin dan hidungnya yang mancung membuat Binar mulai menyadarinya, Awan tampan.

"Naksir entar lo liat gue kayak gitu," lirih Awan masih merapikan rambut Binar.

Binar langsung melotot, mungkin ini memang benar, Awan titisan cenayang.

Setelah selesai merapikan rambut Binar, Awan langsung memalingkan wajahnya kembali kedepan lurus. Sedangkan Binar menatap kearah Awan sejenak lalu kearah langit, melihat Bulan yang mulai tertutupi oleh awan gelap.

"Liat," tunjuk Binar keatas membuat Awan ikut mendongak.

"Awan hitam mulai nutupi bulan, kayaknya bakalan hujan." ucap Binar.

Awan masih melihat keatas tak menjawab.

"Tapi ada yang aneh," ucap Binar membuat Awan mengerutkan dahinya. "Apa? "

"Awan disini gak mendung, berarti gak bakalan hujan," Binar menunjuk kearah Awan sambil tersenyum. Binar mencoba menggoda Awan, dia ingin membuat Awan baper, masa iya Binar aja yang baper terus.

"Gimana Awan disini mau mendung," Awan melihat kearah Binar, "Kalau ada penangkalnya disini." tatapan Awan seperti mengatakan Binarlah penangkalnya. Dan sekarang, Binar lagi lagi yang baper, padahal dia yang berniat membuat Awan baper.

"Lo lgi sakit yah? " tanya Awan tiba tiba.

"Enggak,"

"Kenapa muka lo sering merah gitu," Awan menunjuk kearah pipi Binar yang memerah, sial, Awan melihat pipinya yang merah kayak tomat. Dengan cepat Binar langsung memegang pipinya dan berusaha setenang mungkin.

"Di disini terlalu dingin." ujar Binar gelegepan.

Awan mangut mangut mendengarnya sambil menatap Binar, "Sini biar gak dingin," Awan menarik badan Binar supaya dekat dengan badannya, tangan kanannya merangkul Binar seraya membuat kepala Binar supaya bersandar di bahu Awan.

Binar tak tau mau berbuat apa, Binar sedikit kaget dengan tingkah Awan tapi dia harus bisa setenang mungkin, Binar mengikuti apa yang dilakukan Awan.

Saat Awan mulai sedikit mendekatkan tubuhnya lagi dengan Binar supaya Binar berada didekapannya, Binar mulai merasakan kehangatan, Awan yang sifatnya dingin ternyata bisa membuat seseorang hangat di dekatnya.

Binar menyukai itu dan Binar menyukai Awan.

Binar mulai memejamkan matanya, hangatnya tubuh Awan membuat dirinya semakin nyaman dan tak ingin melepasnya.

Awan menunduk, melihat kearah Binar yang mulai memejamkan matanya, sudut bibirnya mulai terangkat, tangan Awan mulai mengelus lembut rambut Binar.

"Nar," panggil Awan.

"Hmm," Binar berdehem tak membuka matanya.

"Reygan itu siapa lo? " tanya Awan, pertanyaan yang membuat suasana romantis buyar.

Binar langsung membuka matanya cepat ketika mendengar nama Reygan, entah mengapa dia benci mendengar nama itu. Binar yang tadinya merasa nyaman kemudian menjadi panas, Binar langsung melepas dekapan Awan, Awan terkejut.

"Kenapa?"

"Jangan sebut nama dia lagi." ketus Binar.

"Gue cuman nanyak."

"Gue gak mau bahas dia lagi!" tajam Binar.

"Oo yaudah kalau gitu,"

Awan kemudian menyandarkan badannya ke kursi di belakangnya, jika ada yang bertanya mereka dimana sekarang? sejak perkelahian antara Awan dan Reygan tadi siang, Binar membawa Awan ke taman dekat dengan daerah situ. Binar tak ingin jika Awan bertemu Reygan lagi mereka akan berkelahi.

"Gue gak nyangka," lirih Awan sambil menatap kelangit, Binar mengeritkan keningnya.

"Apa? "

"Gue gak nyangka, bisa deket sama lo, aneh banget rasanya." cibir Awan.

"Maksud lo? " bingun Binar.

Awan menatap Binar serius membuat Binar juga menatapnya serius, "Lo, pake guna guna yah."

Binar melotot, tangannya langsung bergerak mendorong tubuh Awan.

Awan yang didorong oleh Binar malah tertawa karena berhasil mengerjainya.

Binar menatap Awan tajam, tapi hal itu tidak membuat Awan takut.

"Nyebelin," ngambek Binar seperti anak kecil.

"Cie ngambek cie," goda Awan sambil menusuk nusuk jari telunjuknya kelengan Binar.

Binar menepis tangan Awan, "Apasih, nyebelin."

"Gue becanda kali Nar, sorry." mohon Awan, Binar menoleh, wajah Awan sangat lucu, akhirnya Binar tertawa karena ekspresi lucu Awan.

Awan ikut tertawa ketika melihat Binar tertawa.

"Dasar lo yah orang paling nyebelin," Binar membalas Awan, tanganya menarik kecil rambut Awan.

"Sakit woi," lirih Awan.

"Biarin."

Awan mengelus ngelus kepalanya, sepertinya rambut Awan sedikit ikut tertarik oleh Binar.

Binar mengejek Awan dengan menjulurkan lidahnya.

"Bocah," lirih Awan.

"Dari pada lo, mamang mamang, wlekk." Binar masih mengejek Awan.

Entah mengapa Awan menyukai setiap detail hal dari Binar, apa Awan juga suka Binar?

"Dih mamang mamang mana ada genteng gini,"

"Pede banget, emang lo ganteng?"

"Iyalah, kalau enggak, mana mungkin gue berani deketin lo."

Depp

Lagi lagi Awan membuat jantung Binar berdegup kencang.

"Baper cie," ejek Awan ketika pipi Binar mulai memerah, Binar lagi lagi mendorongnya.

"Bisa gak sih gak usah nyebelin."

Awan kembali tertawa melihat tingkah Binar yang lucu, "Iya gak nyebelin lagi deh." Awan menarik Binar kemudian merangkulnya, Bianr ingin melepas rangkulan Awan, tapi Awan masih bersikeras menahan tangannya disana. Binar menyerah menolak rangkulan Awan.

Sejak saat itu Binar mulai menaruh rasa dengan Awan, tapi apa itu benar benar rasa cinta atau hanya sekedar kagum semata.

Binar belum bisa memastikannya dengan tepat.

Hari ini, setiap tawa yang ada, setiap kata yang terlontar dan setiap dentuman waktu yang bergerak, Binar mulai merasakan warna kehidupannya mulai kembali.

Tentang sebuah teka teki yang belum terpecahkan dibenatnya sejak dulu sekarang telah tampak.

Datang, kembali, pergi, tetap kembali adalah sebuah suka yang selalu berpadu dengan duka. Tak ada yang harus di sesali, ini kehidupan, semua orang pernah merasakannya.

Awan mulai menatap Binar, dan ternyata Awan masih penasaran dengan orang yang bernama Reygan tadi.

"Nar," panggil Awan.

"Hmm," Binar tersenyum kearah Awan, "Apa? "

"Lo gak mau ngasih tau Reygan itu siapa?"

1
Capit
😊😊
Capit
aku suka banget ceritanyaa..... mampi juga ke ceritaku ya thor, CLAUDIA
Ilan Irliana
yah...ko sad end k..huaaa
Ilan Irliana
awan udh kek hantu..d dmn2..
isti soemardi
yaa Tuhan rasanya nyesek bangettt inih, thor 😭😭😭😭😭😭😭😭😭 ceritanya bagus.. makasih yaa, thor ☺☺☺☺☺☺
Dsyy
Semangat kk🙃
Juanafif: terimakasih :))
total 1 replies
Miss GD💞
thor ko kaMu tega knpa Misahin si binar Ma si awan,,seriusan taMat thor,trus nasib si juni gMna d penjara apa gila trus perasaan ibu nyah si binar si friska pas tau si binar Meninggal gMna Merasa kehilangan yg aMat sangat kah😭seMpilin extrapart nyah duong thor😁Makasih thor story bagus seMangat trus ok😊😊😊
Miss GD💞: cerita bgus psty saya baca thor😊
total 2 replies
Agathaa ⟭⟬⟬⟭ ⁷
sumpah sedih banget 😭
Agathaa ⟭⟬⟬⟭ ⁷: ada season 2 nya nggak thor ?
total 2 replies
Miss GD💞
huuuh slah besar deh kyak nyah si binar..sahabat yg kyak giMana dulu yg Mesti dpertahanin...sahabat kyak gto Mh buang aja ke laut,,
Yora
baca sambil ngemil
Dsyy
Semangat kk💪💪aku nitip jempol lgi ya 👍ditunggu up selanjutnya 😊

Salam dari author police lgi hate you🤭
LF
Semangat
LF
Lanjut
Nursari
Lanjut! semangat ya💚

Nextnya ditunggu di karyaku sudah UP,
- Psychopath And Me
- Not Until
Yora
lanjut
Dsyy
Aku bawa jempol lgi kakak 🤭semangat 💪💪

#salam dari police l hate you kk🙏
Yora
😆 uuuupppp
Yora
ih kesel
LF
Semangat lanjut
Agathaa ⟭⟬⟬⟭ ⁷
ih sumpah kesel banget aku bacanya 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!