NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Arka

Kisah Cinta Arka

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Patahhati / CEO / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.6
Nama Author: Sifa

Follow ig 👉 @sifa.syafii
Fb 👉 Sifa Syafii

Arka adalah seorang laki - laki anak semata wayang dari pasangan pak Hendro dan bu Widya. Dia tidak pernah jatuh cinta sebelumnya, hingga akhirnya cintanya berlabuh pada seorang gadis yatim piatu bernama Tia. Perjalanan cinta mereka tidak mudah tentunya lantaran kedua orang tua Arka menentang hubungan mereka.

Bagaimana akhir dari kisah cinta Arka? Dengan siapakah dia akan menikah? Yuk langsung saja simak ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Keesokan harinya Tia bangun pagi seperti biasanya. Namun kali ini matanya terasa berat untuk dibuka karena bengkak setelah menangis semalaman. Ia mengambil ponselnya yang tidak jauh dari tempatnya berbaring dan berharap ada pesan masuk dari Arka seperti pagi-pagi sebelumnya. Ia berharap perpisahan tadi malam hanyalah mimpi buruk belaka. Tidak lama kemudian ia tersenyum saat melihat ada sebuah pesan masuk.

Arka : Selamat pagi sayang. I love you.

Itu lah pesan dari Arka setiap paginya. Meskipun kata-kata itu sama setiap harinya bagaikan templat, tapi Tia tidak pernah menghapusnya. Pesan dari Arka di pagi hari adalah semangat bagi Tia. Andaikan baterai yang habis, kini sudah terisi ulang dengan penuh lagi.

Tia : Selamat pagi juga cintaku.

Setelah membalas pesan Arka, Tia bangkit dari tempat tidur lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap berangkat kerja.

***

Rumah Arka

Setelah mengirim pesan pada Tia, Arka bangkit dari tempat tidurnya lalu mengecek kembali semua barang barangnya yang akan ia bawa ke Amerika. Karena kalau ada barang yang tertinggal, akan sangat sulit untuk mengambilnya kembali. Amerika - Indonesia bukanlah jarak yang dekat.

Arka bangkit saat mendengar suara dari ponselnya yang menandakan ada pesan masuk. Ia pun tersenyum saat mengetahui isi pesan itu. Setelah itu ia menempelkan ponsel itu di depan dadanya seraya memejamkan mata dan tersenyum.

“Kamu akan selalu ada di dalam hatiku Tia … “ gumam Arka.

Setelah mandi dan berganti pakaian Arka keluar dari dalam kamarnya dan menuju meja makan. Di sana sudah ada Bu Widya dan Pak Hendro yang menunggunya untuk sarapan pagi bersama.

“Selamat pagi Pa … Ma … “ sapa Arka lalu duduk di depan mamanya. Pak Hendro dan Bu Widya menganggukkan kepalanya.

“Sudah kamu siapkan semua barang-barang kamu Arka?” tanya Pak Hendro sambil menunggu istrinya mengambilkan sarapan untuknya.

“Sudah Pa … “ jawab Arka singkat lalu mengambil makanan untuk sarapannya.

“Kita akan berangkat nanti sore, jadi siang ini kamu bisa istirahat terlebih dahulu,” imbuh Pak Hendro lagi.

“Apa boleh Tia ikut mengantar ke bandara?” tanya Arka pada papanya.

“Ngapain kamu mengajak gadis itu?” sahut Bu Widya seraya menatap Arka yang berada di depannya.

Pak Hendro menendang kaki Bu Widya di bawah meja supaya tidak berselisih dengan Arka. Ia tidak mau kalau sampai Arka membatalkan keberangkatannya ke Amerika hanya gara-gara masalah sepele.

“Iya tidak apa-apa Arka,” balas Pak Hendro seraya tersenyum.

Paling tidak ini adalah pertemuan terakhir mereka. Batin Pak Hendro.

Sore hari Arka, Bu Widya, dan Pak Hendro berangkat ke tempat kerja Tia dengan seorang supir yang mengemudikan mobilnya. Arka ingin memberikan kejutan pada Tia, sehingga ia tidak memberitahunya.

Sesampainya Arka di depan café tempat Tia bekerja, ia keluar dari dalam mobil dan menunggu Tia di depan café seperti biasanya. Tidak lama kemudian Tia keluar dengan tersenyum bahagia saat melihat Arka di depan café seperti biasanya. Arka pun membalas senyumnya lalu menarik tangan Tia masuk ke dalam mobilnya. Tia terkejut saat melihat Pak Hendro dan Bu Widya di dalam mobil. Senyum yang sedari tadi tersungging di bibirnya kini mendadak pudar.

“Masuklah!” ucap Pak Hendro pada Tia. Tia pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum canggung.

“Terima kasih,” balas Tia.

Di dalam mobil suasana sangat canggung dan hening. Tidak ada yang mengeluarkan suara sama sekali. Tia pun tidak berani bertanya pada Arka mau ke mana mereka saat ini.

Sesampainya di area parkir bandara, kini Tia pun mengerti. Ini adalah saat terakhir ia bisa menggenggam tangan Arka. Mereka berempat turun dari mobil dan masuk ke bandara. Supirnya menyusul di belakang dengan membawakan koper mereka.

“Jaga dirimu baik-baik … “ pesan Arka sebelum berangkat seraya memegang kedua bahu Tia yang kini berada di hadapannya. Tia menganggukkan kepalanya dengan menggigit bibir bagian dalamnya tanpa bisa berkata apa-apa. Matanya yang berkaca-kaca menatap mata Arka. Dadanya terasa sangat sakit dan berat untuk bernafas.

Rasa takut kehilangan kini menjelma menjadi nyata bagi Tia. Ia tidak bisa menghindari ini. Arka memutuskan untuk pergi demi kebahagiaan mereka di masa depan. Tia mencoba tersenyum saat Arka pergi meski lara hati menangis melepasnya. Andaikan orang tua Arka tahu betapa mereka sangat saling mencintai. Ingin sekali rasanya Tia memeluk Arka untuk yang terakhir kalinya sebelum Arka pergi. Namun, Tia takut tidak mampu menahan air matanya.

“Sampai jumpa sayang… “ ucap Arka sebelum pergi dan mengecup kening Tia.

“Iya Arka,” balas Tia dengan suara lirih hampir menangis. Ia mencoba tersenyum sebisa mungkin walaupun itu berat.

Arka berbalik dan berjalan bersama kedua orang tuanya menjauhi Tia. Tia menyaksikan Arka berjalan menjauhinya. Tia pun berbalik lalu menutup bibirnya yang bergetar dengan telapak tangannya. Tetesan air mata pun lolos dari pelupuk matanya. Ia memukul dadanya yang terasa sangat sakit. Sedari tadi ia menahan supaya tidak menangis di depan Arka. Ia tidak mau Arka melihatnya bersedih. Ia berjalan dengan bahu bergetar dan berderai air mata.

Tidak lama kemudian Arka kembali dan berlari mendekati Tia lalu memeluknya dari belakang. Tia menghentikan langkah kakinya dan memejamkan matanya. Ia menghirup napas dalam-dalam untuk melegakan dadanya yang terasa berat untuk bernapas. Ia tahu yang memeluknya adalah Arka. Arka membalikkan tubuh Tia supaya menghadap ke arahnya. Setelah itu ia memeluk tubuh Tia dengan erat dan menangis bersama.

“Aku mencintaimu Tia … “ ucap Arka di sela tangisnya.

“Aku juga sangat-sangat mencintaimu Arka … “ balas Tia sambil bersandar di dada Arka.

“Arka ayo cepat! Nanti kita ketinggalan pesawat,” ujar Pak Hendro yang menunggu perpisahan mereka.

Arka pun melepas pelukannya pada tubuh Tia.

“Jaga dirimu baik-baik. Tunggulah aku pulang,” ucap Arka seraya membelai pipi Tia yang banjir air mata. Tia menganggukkan kepalanya dengan bibir bergetar. Arka pun tersenyum lembut lalu pergi meninggalkan Tia yang menyaksikan kepergiannya.

“Mari saya antar pulang Mbak,” ujar supir Arka pada Tia. Tia pun menganggukkan kepalanya lalu mengikuti supir Arka. Ia menoleh ke belakang sekali lagi untuk melihat bayangan tubuh Arka untuk yang terakhir kalinya sebelum keluar dari bandara. Arka pun menoleh padanya juga dan tersenyum hangat dengan mata sendu.

Di dalam mobil, Tia masih menangis sesenggukan. Air matanya terus mengalir tanpa bisa dicegah. Sakit, sangat sakit yang dirasakan hati Tia saat ini. Supir Arka melihat Tia dari kaca spion yang ada di depannya. Ia pun ikut sedih lalu mengusap matanya yang berkaca-kaca. Ia menyodorkan sekotak tisu pada Tia. Tia pun menerimanya dan mengucapkan terima kasih.

1
Tiaalishba Afsana
Akakkk ciusss akuu lebih sukaa kisah cinta arka dri pd yg sebelahhhh🙏
Tiaalishba Afsana
Akakkkk seriussss aku nunggu bertahun² ini,kpn up nya lgiii
Wanda
lanjut kk making seru ceritanya
Mafie Rumiedhy
Kecewa
Mafie Rumiedhy
Buruk
Roshalyndhaa Ajj Daahh
akhirnya yg kutakutkan terjadi🤦‍♀️, tpi yang kuharapkan juga terjadi🤣😂🤭
Roshalyndhaa Ajj Daahh
disini jujur agak tak suka dengan sosok Tia, semoga pas baca novel mereka bisa merubah pandanganku terhadapmu Tia
Roshalyndhaa Ajj Daahh
walau begitu kamu juga tidak bisa berbuat apa-apakan Arka?
mending buka hati dan belajar mencintai Jasmin
Roshalyndhaa Ajj Daahh
eh ternyata sama, kirain Bu Tari tak seperti ibu Widya...tapi syukurnya Rehan tak seperti Arka yang berjuang mndpatkan Tia dan tetap bisa buat ibu dan istrinya akur, walau ibu Tari tetap berusaha mereka bercerai sih
Roshalyndhaa Ajj Daahh
jujur, saya lebih suka cerita Arka dan Jasmin, lucu dan mengalir apa adanya. Semoga mereka jadi keluarga bahagia.
Roshalyndhaa Ajj Daahh
masa sih cuman Arka dan Tia yg tau, emang Salsa dan orang tua Arka tidak datang yah?
padahal penasaran gimana respon ibu Widya melihat Tia, yg lebih dulu jadi menantu pak Adam dan Bu Tari.
Roshalyndhaa Ajj Daahh
walau Tia dan Arka tak berjodoh, tapi mereka selalu di pertemukan 🤭. Gagal jdi suami istri berakhir jadi adik dan kakak ipar.
untung Ibu Tari tak seangkuh ibu Widya, walau awalnya sama tapi akhirnya ia direstui juga
Roshalyndhaa Ajj Daahh
ginikan bagus, tidak saling menyakiti dan mengkhianati.
Roshalyndhaa Ajj Daahh
curiga jodoh Arka Salsa🤔
Roshalyndhaa Ajj Daahh
lirik lagunya pas menggambarkan perasaan Arka, jadi ikut nyanyi🤭
Roshalyndhaa Ajj Daahh
sepertinya selama di Amerika Arka bukan hanya melihat tapi juga ikut terpengaruh budaya di sana, karna suda biasa makanya ketemu Tia langsung nyosor😂.
yah Tia kok jadi perempuan juga terima-terima saja, mau dinikahi ia, dicumbui sama pacar LDR juga ia. antara Cinta dan Nyaman yah Tia🤭
Roshalyndhaa Ajj Daahh
masa gituh sih, adegan tiup mata dianggap mesum🤭🤣😂, klau warga yg dapat mungkin masuk akal yah. Tapi ini dosen, orang ya terpelajar dan pastinya realistis, bisanya paksa nikah rekan sejawat dan mahasiswa sendri, emang mereka ke Swalayan telanjang bulat yah smpe di bilng mesum🤣🤦‍♀️.
lucu aja Thor, penasaran dengan respon Arka🤔
Roshalyndhaa Ajj Daahh
menarik
Retty Nopita
kpn d lanjut lg?
Eliyanah
kpn up nya ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!