NovelToon NovelToon
Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:39k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Alena berdiri dengan gugup di depan cermin rias yang memantulkan wajahnya yang begitu cantik memukau. Gaun pengantin yang membalut tubuhnya menambah kecantikan gadis itu. Hari itu adalah hari pernikahannya dengan Reno, pria yang sudah 3 tahun menjalin cinta dengannya.

Namun, hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia itu hancur karena satu telepon dari calon suaminya.

“Alena… aku tidak bisa datang. Selena pingsan dalam perjalanan ke hotel. Kita tunda pernikahannya ya”

Wajah Alena mengeras, bukan satu dua kali hal ini terjadi, dia hafal betul seperti apa kakaknya itu. Bahkan kedua orang tuanya juga selalu memihak pada Selena.

Dengan wajah tegas, Alena berdiri di depan semua orang.

"Saya, Alena Bagaskara, menyatakan pernikahan antara saya dan Reno Sebastian dibatalkan!"

Aula pernikahan menjadi riuh, namun Alena tak peduli. Dia melangkah keluar bahkan mengabaikan ancaman dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

03

.

Alena mengerjapkan matanya menerima rangsangan cahaya yang masuk ke dalam retinanya. Tadi setelah berendam dengan air hangat, lalu mencoba melepaskan semua beban dalam hatinya dan memilih untuk tidak lagi peduli apapun, gadis itu lalu tidur dengan nyenyak. Dan siapa sangka dia bahkan baru terbangun ketika hari telah sore?

Alena membuka pintu kamarnya berniat turun ke lantai bawah untuk mengisi perutnya yang tidak diisi sejak pagi tadi. Namun, langkah gadis itu terhenti ketika ponsel yang berada di atas nakas tiba-tiba berdering. Alena pun membalikkan kembali badannya, urung untuk keluar kamar.

Alena mengambil ponsel itu lalu duduk di tepi ranjang dengan mata melihat ke arah layar ponselnya. Ada nama Rika di sana, temannya yang bekerja di rumah sakit tempat Selena dirawat. Alena mengerutkan kening beberapa detik sebelum akhirnya mengangkat telepon itu.

"Halo…?"

"Alena... kamu sedang di mana?" terdengar suara temannya dengan nada pelan seolah sedang berbisik.

"Aku?" tanya Alena tak mengerti. “Tentu saja ada di rumahku. Ada apa memangnya?" tanya Alena penasaran.

"Oh, syukurlah… aku kira kamu nekat bunuh diri gara-gara batal nikah? Habisnya dari tadi aku mencoba menghubungimu tapi tak tersambung.”

“Sialan kau!" umpat Alena dengan nada yang dibuat kesal, padahal tentu saja itu hanya pura-pura. Ia tahu sahabatnya hanya bercanda. “Ada apa? Buruan bilang! Aku lagi lapar ini, mau buru-buru makan."

Di seberang sana Rika memutar bola matanya malas. Dia juga tahu Alena hanya pura-pura kesal. “Aku itu ngubungin kamu karena mau ngasih info penting. Tapi kayaknya kamu gak butuh? Ya sudahlah gak jadi."

“Apa sih? Buruan ngomong! Aku PHK dari pertemanan juga kau!”

"Iya deh iya. Dasar gak sabaran,” gerutu Rika. Sahabat Alena itu pun kemudian menceritakan semua yang ia lihat saat ia sedang bertugas. Mulai dari Reno yang datang sambil menggendong Selena yang dalam kondisi pingsan, hingga hasil diagnosa dokter bahwa sebenarnya Selena sama sekali tidak apa-apa. Namun, Selena yang meminta dokter untuk berbohong pada Reno. Dan juga fakta bahwa dokter itu yang memeriksa Selena itu sebenarnya adalah teman Selena.

Alena mengambil nafas dalam-dalam mendengar kebenaran yang diungkap oleh temannya. Walaupun sebenarnya sudah lama ia curiga bahwa sakitnya Selena selama ini hanya berpura-pura, tetap saja kekesalan itu masih ada. Apa sebenarnya tujuan Selena? Apa hanya karena ingin merebut Reno darinya? Kalau memang ia menyukai Reno, kenapa tidak minta saja terus terang. Dengan senang hati ia akan memberikannya.

“Sepertinya bukan itu alasan Selena. Ia bukan menyukai Reno. Ia hanya ingin mengambil apapun yang seharusnya menjadi milikku.” Alena menarik kesimpulan dari semua yang telah ia lihat selama ini.

“Sudahlah," ucap Alena. “Aku tidak peduli apa dia benar-benar sakit atau hanya pura-pura."

“Kok gitu? Ya gak bisa dong! Harusnya kamu jelasin semua itu pada Reno dan kedua orang tuamu. Mereka harus tahu seperti apa Selena sebenarnya."

Alena tersenyum sendiri mendengar Rika yang bahkan terdengar lebih marah daripada dirinya.

“Buat apa?" tanya Selena acuh. “Aku malas ikut dalam sandiwara Selena. Lagipula dengan kejadian ini, aku justru tahu Reno bukan orang yang pantas aku pertahankan. Malah lebih bagus pernikahan kami batal. Aku juga tidak sudi hidup dengan pria yang tidak bisa menjadikan aku prioritas."

“Iya sih," ucap Rika. “Terus kamu mau ngapain sekarang? Jadi kamu akan membiarkan Selena begitu saja? Padahal aku pengen banget kamu datang ke rumah sakit terus jambak rambut dia.”

Alena tertawa terbahak-bahak mendengar sahabatnya yang terdengar begitu kecewa. "Kamu pikir aku apaan? Bukan levelku main jambak-jambakan. Lagian sandiwara seperti itu suatu saat juga akan terbongkar dengan sendirinya. Biarkan saja sekarang mereka begitu membela dia. Semakin mereka menyayangi Selena, akan semakin sakit saat mereka tahu telah dibohongi."

“Haahh…” Rika membuang nafas lelah. “Ya sudahlah. Aku gak akan menang debat sama kamu. Ya udah bye. Aku mau lanjut kerja lagi."

*

Setelah sambungan telepon berakhir, Alena melanjutkan niatnya untuk turun ke lantai bawah. Sesampai di ruang makan, seorang pelayan bergegas melayaninya. Sambil makan, ia membuka ponselnya. Namun, tidak ada sesuatu yang menarik baginya.

Saat ia hendak menutup ponselnya, tiba-tiba ponsel itu berdering membuatnya sedikit terjingkat. Gadis itu menghela nafas berat saat melihat Reno sebagai kontak pemanggil.

“Mau apa sih dia?" gumamnya. Namun, tak urung ia menggeser tombol hijau dan mengaktifkan fitur loudspeaker karena masih ingin melanjutkan makan.

“Alena…?!” Suara keras dari Reno terdengar bahkan sebelum ia sempat mengucapkan kata “hallo".

“Ada apa?" tanya Alena dengan suara yang tak begitu jelas karena sambil mengunyah makanan. Dari nada suaranya ia tahu Reno sedang kesal, atau lebih tepatnya marah. Tapi ia tidak peduli.

"Kenapa kamu membatalkan pernikahan?” tanya Reno keras. "Aku sudah bilang, pernikahan itu hanya ditunda, bukan dibatalkan. Kita bisa menggelar pernikahan setelah kakakmu keluar dari rumah sakit. Apa kamu tidak paham dengan kata-kataku? Sekarang semua jadi seperti ini, saham.perusahaanku ikut anjlok gara-gara postingan dari beberapa tamu. Apa yang akan aku katakan kalau papa dan mamaku pulang dari luar negeri dan bertanya? Mereka tidak bisa datang karena harus menunggu Oma di rumah sakit, dan kalau mereka tahu pernikahan batal, mereka bisa murka. Apa kamu tidak sadar, itu akan menjadi masalah pada hubungan kerja dua perusahaan?!"

Alena terus saja mengunyah meski kata-kata Reno yang panjang kali lebar terus terdengar dari ponsel yang tergeletak di atas meja tak jauh dari tangannya.

"Alena! Apa kamu tidak dengar aku bicara?!” Suara teriakan Reno kembali terdengar.

"Iya dengar,” sahut Alena cuek. "Lanjut aja. Aku dengerin,” ucapnya lagi. Satu tangannya terulur untuk kembali mengambil lauk dan kembali melanjutkan makan. Tampaknya ocehan Reno sama sekali tak membuat ia terusik.

“Alena, aku benar-benar minta maaf. Tidak datang di hari pernikahan memang salahku. Tapi aku juga tidak melakukan itu dengan sengaja. Itu karena kakakmu yang tiba-tiba pingsan. Lalu bagaimana bisa kamu membatalkan pernikahan secara sepihak?!"

“Alena…! Kamu dengar gak sih? Alena…?!” suara Reno terdengar benar-benar kesal karena Alena sama sekali tak menanggapi ucapannya.

"Iya, iya, aku dengar. Ngomong aja gak usah teriak.” Alena mengambil gelas berisi air putih lalu menenggak separuh isinya sebelum kemudian membersihkan mulut menggunakan tisu, lalu membuang tisu itu ke atas piring yang sudah kosong.

Di seberang telepon Reno mengerutkan keningnya. Ini bukan Alena. Alena tak pernah bersikap cuek seperti ini.

1
Sri Rahayu
Nathan...Nathan modus kamu biar Alena 24 jam mengurus mu sampe mau bayar 3x.lipat gaji nya....cemburu bilang aja 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
benar kt tuan Richard kl Reno bodoh tdk layak utk jd pemimpin Sebastian Group... otak nya lemot🤩🤩🤩🤩🤩
Anonim
kok kesal Pen......15
Oma Gavin
nathan.... nathan gengsi mu setinggi langit aku sumpahin orang kantor ada yg naksir alena biar kamu dapat saingan
Sri Rahayu
mau main kotor nih si Selena...mau nyuruh org mencelakai Alena... org kl berbuat jahat bisa jadi kejahatan nya akan berbalik kpd nya....semoga saja 😡😡😡
Sri Rahayu
setelah kehilangan Alena baru menyadari ternyata Alena berharga 🤪🤪🤪🤪🤪
Rian Moontero
mampiiirrr👍👍
Sri Rahayu
cerdas jg Nathan ada gunanya Alena menandatangi surat kontrak kerja...mampukah Gunawan membayar 10 M utk mengambil Alena dari Nathan 🤪🤪🤪
Sri Rahayu
sifat dengki iri membuat Selena memusuhi adiknya sendiri
Sri Rahayu
sport jantung deh tu Selena mendengar.Alena kerja di Wijaya Group 😇😇😇😇😇
Sri Rahayu
yaeyalah kan Alena skrg aspri nya Nathan 🤪🤪🤪... dasar Reno bego 😡😡😡
Sri Rahayu
rupanya ada udang diatas bakwan, Nathan menolong Alena 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
cepat buang sim card mu Alena...ganti no baru biar Reno tdk bisa menghubungi mu lg...gercep Alena 😘😘😘
vj'z tri
saingan buanyakkkkk ya bro /Facepalm/
Muft Smoker
cemburu dy Lena ,, km gmn sih kurang peka gtuu😆😆😆
Nita Nita
😄😄😄😄maksudnya apa Boz🤣🤣
Hary Nengsih
lanjut
Mundri Astuti
😂😂 bisa jadi len...oi Nathan klo suka bilang...klo cinta nyatakan...ntar diambil org aja lenanya...baru tau
Oma Gavin
sadar alena boss mu lagi cemburu buta tapi ngga ngaku kalau tadi jawaban mu hilang pacar bisa habis kamu besok dikasih kerjaan yg ngga bisa istirahat 🤣
tse
Alena... Alena... kamu ko ya GA Peka sih...
si bos cemburu tuh.... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!