NovelToon NovelToon
Kakakku Sweet But Psycho

Kakakku Sweet But Psycho

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Elga Cadistira dr

Aku dicintai oleh kakak laki-lakiku secara tidak wajar. Aku ingin lari tetapi dia selalu bisa menemukan tempatku sembunyi.


{Nama tokoh, author ubah.}

! Cerita ini cuma iseng-iseng aja. Jadi jangan berekspektasi tentang alur dsb !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elga Cadistira dr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Dia sedang libur. Sungguh menyebalkan sekali setiap hari selalu melihat wajahnya. Apalagi ketika dia mengambil cuti hari ini. Entah karena alasan apa. Tch!

Aku hanya melengos melewatinya ke dapur. Lalu mengambil air minum dari kulkas. Sedangkan Calvin tampak sedang menonton pertandingan sepak bola klub kebanggan Inggris.

Sedikit kutahu, dia tampaknya suka dengan klub sepakbola Inggris. Apakah jangan-jangan Calvin ambil cuti kerja hari ini karena ingin menonton pertandingannya di televisi?

Ah, kenapa aku jadi memikirkannya?

"Clara, kemarilah," perintah Calvin tepat saat aku akan pergi ke lantai dua.

Aku sontak berhenti lalu menoleh padanya. "Kenapa?" Aku tak mau berdekatan dengannya lagi. Berada di dekatnya itu berbahaya.

"Drama yang kau sukai sudah mulai tuh," kata Calvin mengganti channel tv.

Aku melirik ke televisi. Benar yang dikatakannya. Drama romantis kesukaanku akhirnya sudah tayang lagi. "Lalu kenapa kau masih ada di sini?" Secara tak langsung aku mengusirnya.

"Memangnya kenapa kalau aku masih di duduk di sini?" Calvin malah melempar tanyanya padaku.

"Tidak perlu. Aku akan menontonnya di kamar," ketusku. Melengos pergi, lalu masuk ke kamar.

Aku berbaring di kasur sambil membuka laptopku. Mencari channel drama kesukaanku di aplikasi video. Setelah ketemu, aku meraih bantal dan memeluknya, fokus menonton drama.

Tak terasa kehadiran Calvin di kamar, membuat konsentrasiku terganggu; Calvin masuk ke kamarku tanpa permisi. Aku mencoba mengabaikannya saja. Meskipun dia tampan, ketampanannya tidak dapat mengalihkan perhatianku dari para aktor itu.

"Clara, aku punya pizza..."

"Pizza apa?" Aku tergoda. Menyebalkan. Dia malah membawa pizza. Makanan yang sangat kusukai.

Kulihat isi boxnya, pizza berukuran sedang ini terlihat masih hangat. Sepertinya baru datang beberapa menit lalu.

Aku mengambil sepotong pizza itu lalu menggigitnya. "Ini enak sekali!" gemasku.

"Jadi, bisakah kita menonton dramanya bersama?" kata Calvin.

Aku mengangguk. Ah dasar aku. Baru disogok pizza saja sudah luluh. Dasar lemah aku!

Akhirnya kami menonton drama bersama ketika dia ikut naik ke atas kasur. Duduk di belakangku sambil memainkan rambutku. Dia tak memakan pizza, selain kubiarkan mengacak-acak rambutku.

"Apa shampoomu masih ada?" tanya Calvin.

Aku hanya mengangguk. "Um."

"Besok pagi keramas lagi," kata Calvin lebih mirip memerintah.

Aku hanya asal mengiyakan. Lalu dia menghirup dalam aroma rambutku lagi.

Tepat ketika drama menampilkan adegan ciuman, aku tersentak membeku. Harusnya aku tidak menontonnya bersama keluarga. Karena drama romantis yang ditonton jadi terasa seperti film horror.

Sontak aku langsung menutupi layar laptop itu, menyembunyikannya dari Calvin sambil sedikit mengintipnya.

"Kenapa kau menyembunyikannya dariku? Aku juga ingin melihat," protes Calvin. Aku menggeleng tegas.

"Lebih baik kau tidak melihatnya. Karena ada adegan berdarah-darah sampai organ dalamnya keluar! Itu bikin mual!" bohongku.

"Benarkah?" Sontak Calvin menahan tanganku dari laptop. Sehingga layarnya terpampang jelas di depan mata kami, tepat saat adegan ciuman intens itu sedang berlangsung.

Sialan! Aku malu sekali!!!

"Walah..." gumam Calvin.

Wajahku terasa panas. Aku merasa merah padam sekarang. Calvin juga tidak bersuara. Kami seolah sama-sama membeku dalam kecanggungan.

Tiba-tiba saja aku merasakan sesuatu yang janggal dari area belakangku. Seperti ada sesuatu yang mengganjal. Tapi apa ya?

Aku beranjak. Tapi tangan Calvin menahan pinggangku dari belakang. Dia memelukku dengan erat. Aku jadi kaku.

"Hey, Clara. Apa kau mau mengetahuinya?" bisik Calvin di telingaku.

"Apa maksudmu?"

Lalu Calvin pindah posisi duduk di depanku. Seketika pandanganku ternodai oleh pusat tubuhnya yang menegak dari balik celana. Sial. Jangan lihat!

"Apa kau ingin membelainya?" tanya Calvin.

Sial! Sial! Dia gila atau apa! Apanya yang dibelai! Mendadak otakku jadi blank!!!

"A-apa maksud ka--kak?" Aku hanya bisa meringis. Berpura-pura tidak melihat sesuatu di sana.

1
Rafisqi Haikal
lanjut ka💪💪💪
Rini Setiyowati
lanjut thor
Pahabol Tamina
lanjut dong
Crystal
Next dong thorr, semangatt💪
Elga Cadistira: Iya kak 🥰
total 1 replies
Ade Hidayah
up
Pahabol Tamina
lanjut
Ai laelasari
bagus ceritanya, semangat kak
Ai laelasari
Aku udah kasih bintang 5 jangan lupa mampir di karya aku ya kak "Youth love"
Elga Cadistira: done ya kak. makasih
total 1 replies
Crystal
Seruuu thorr, sepertinya kedua kakaknya gk ada yg waras, semangat ya thorr lanjut
Crystal
Lanjut thorrr, penisirinn
Naomi~
******* apa. jirr
Naomi~: oh my god 🗿
total 2 replies
Edha Suraeda
lanjut thor
seblak dower
Hai kk semangat terus berkarya nya ya! jangan lupa mampir juga di karya pertama ku..
ʀᴇ🅝︎_🆁︎ᴇɴ [🅖︎ᴀɴs]✓
Lanjut thor
Wawa
lanjut thor
~y~
semangat tho
~y~
di tunggu yaa crzy up nya
Michelle Avantica
lanjut thor 💪
Michelle Avantica
kena penyakit Brother complex nih Demian..lanjut thor💪
Ratih Kusuma
lanjutkan thor.....keren ceritanya... awalnya jha ud buat penasaran apalagi bab selanjutnya...pasti tambah jd penasaran...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!