NovelToon NovelToon
Tersandung Cinta, Sang CEO Posesif Terlalu Mencintainya

Tersandung Cinta, Sang CEO Posesif Terlalu Mencintainya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Kembang

Seraphina Lim kembali ke Jakarta dengan label yang memalukan — anak haram keluarga konglomerat Lim.

Dibuang sejak kecil, dibesarkan oleh keluarga lain, dan kini dipanggil pulang hanya untuk dijadikan bidak politik. Saudari tirinya yang menggantikan posisinya selama 20 tahun menganggapnya sampah. Ayah kandungnya ingin menjodohkannya dengan putra keluarga paling korup di Jakarta.

Tapi Seraphina bukan gadis lemah yang bisa diinjak.

Di malam pertamanya di Jakarta, takdir mempertemukannya kembali dengan Reynard Hartono — pewaris tunggal Hartono Group, pria paling berkuasa dan paling berbahaya di kota ini. Dingin, posesif, dan tak pernah tersentuh oleh wanita manapun...

...kecuali dia.

"Kau adalah hartaku yang paling berharga."

Reynard sudah menunggunya selama empat tahun. Dan kali ini, dia tidak akan melepaskannya — tidak peduli berapa banyak musuh yang harus dihancurkan.

Identitas palsu. Cinta obsesif. Balas dendam yang manis.

Ketika rahasia terbesar keluarga Lim terbongkar, seluruh Jakarta akan tahu — gadis yang mereka injak-injak selama ini, justru adalah pewaris sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Kembang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31

Bab 031

Rapat Darurat Natasha

Untuk pertama kalinya sejak datang ke Jakarta, ancaman esok hari tidak membuat dada Seraphina berat. Ia bersandar lagi pada Reynard, mendengar detak jantungnya di bawah telinga, dan membiarkan malam Teluk Mutiara menutup mereka dari dunia luar sedikit lebih lama.

Ketenangan itu hanya bertahan sampai Minggu siang.

Natasha muncul di ruang makan Teluk Mutiara dengan izin yang entah bagaimana sudah ia dapatkan dari gerbang depan, membawa tablet, kacamata hitam, dan wajah yang mengatakan bahwa ia datang bukan untuk bertamu, melainkan untuk menyidang.

Seraphina berdiri dari kursi. "Bagaimana kau bisa masuk?"

"Dengan nama lengkap, wajah mahal, dan kalimat 'saya sahabat pemilik hati tuan rumah'," jawab Natasha.

Reynard yang sedang menuang teh berhenti. "Pemilik hati?"

"Jangan senang dulu, Pak Hartono. Statusmu terdakwa."

Sejuta yang berbaring di dekat pintu langsung mengangkat kepala. Dalam dua detik, anjing besar itu berdiri, mengendus udara, lalu berjalan mendekat seolah ia juga ingin mencatat jalannya sidang.

"Tidak," kata Reynard pada Sejuta.

Sejuta duduk. Matanya tetap menatap Natasha dengan rasa ingin tahu yang sangat tidak membantu.

Natasha menunjuk Sejuta. "Bahkan anjingmu sudah tahu duluan, kan?"

Seraphina menutup mata sebentar. "Tasha."

"Tidak. Hari ini gue bicara."

Lima belas menit kemudian, rapat darurat resmi dimulai di ruang keluarga Teluk Mutiara. Jason datang setelah Natasha mengirim pesan berisi tiga belas tanda seru. Michelle hadir lewat panggilan video, Jessica ikut dari layar kecil dengan wajah baru bangun, dan Reynard duduk di sofa tunggal seperti direktur utama yang sedang menghadapi audit internal paling tidak rasional dalam hidupnya.

Seraphina duduk di samping Reynard, tetapi menyisakan jarak aman satu bantal. Natasha langsung menunjuk jarak itu.

"Lihat. Masih sok rahasia di depan gue."

Jason mengangkat tangan. "Sebagai moderator tidak resmi, aku menyarankan kita mulai dengan kronologi."

"Lo diam." Natasha memutar badan ke arahnya. "Lo tersangka utama."

Jason menunjuk dirinya sendiri. "Aku?"

"Kemarin lo terlalu tenang. Tidak ada orang normal yang melihat Rey dan Sera saling sapa 'Bu Sera, Pak Rey' sambil atmosfernya seperti iklan parfum lalu tetap makan cumi bakar dengan santai."

Jason batuk. "Aku memang santai."

"Bohong."

Michelle di layar tersenyum kecil. "Aku juga curiga sejak malam Sera tidur di apartemenku dan Rey datang menjemput."

Natasha memutar kepala sangat pelan ke arah layar. "Ci Michelle."

"Aku tidak tahu pasti. Hanya curiga."

Jessica mengangkat tangan dari layar lain. "Aku curiga sejak foto sofa. Yang Tasha kirim sendiri."

Natasha menatap Jessica seolah dikhianati negara.

Seraphina menutup mulut, menahan tawa.

"Jadi," kata Natasha dengan suara sangat tenang, yang justru terdengar lebih berbahaya, "gue adalah orang pertama yang diberi tahu secara resmi, tetapi orang terakhir yang sadar secara mental?"

Jason mengangkat satu jari. "Sejuta mungkin lebih dulu."

Sejuta mengeluarkan suara rendah, entah setuju atau hanya bosan.

Natasha mengambil bantal sofa dan melemparkannya ke Jason. Jason menangkapnya sambil tertawa.

"Pengkhianat semua," kata Natasha. "Gue yang paling vokal melindungi Sera, tapi kalian semua diam-diam sudah menonton drama premium."

Reynard akhirnya bicara. "Aku tidak memberi tahu siapa pun."

Natasha menoleh padanya. "Kau tidak perlu memberi tahu. Kau berjalan ke ruangan seperti orang yang sudah menandai wilayah dengan tatapan."

Seraphina tersedak teh.

Reynard mengambil tissue dan memberikannya padanya tanpa berpikir. Gerakan itu terlalu natural. Semua orang melihat.

Natasha menunjuk mereka berdua. "Lihat! Ini maksud gue!"

Seraphina menerima tissue dengan telinga panas. "Aku salah minum."

"Lo salah pacaran diam-diam di depan orang yang punya mata."

Jason bersandar di kursi, tertawa sampai bahunya bergetar. "Tasha, jangan marah. Secara teknis, kau tetap yang pertama diberi tahu resmi."

"Teknis tidak menyembuhkan harga diri."

Michelle berkata lembut, "Yang penting Sera memilih memberitahumu dulu. Itu artinya dia percaya."

Kalimat itu membuat Natasha berhenti. Bantal kedua yang sudah ia pegang turun perlahan. Ia menatap Seraphina, lalu batuk kecil seolah menyingkirkan emosi yang tidak mau ia tampilkan.

"Ya. Itu benar." Ia mengangkat dagu. "Baiklah. Gue menerima jabatan sebagai penjaga rahasia utama."

"Tidak ada jabatan itu," kata Seraphina.

"Ada mulai hari ini."

Reynard menatapnya datar. "Apa ruang lingkup jabatan itu?"

"Pertama, memastikan kau tidak menyakiti Sera. Kedua, memastikan Sera tidak sok kuat sendirian. Ketiga, mengawasi perempuan-perempuan yang mencoba mendekatimu dengan alasan keluarga, bisnis, atau sakit kepala palsu."

Jason bersiul pelan. "Itu jabatan penuh waktu."

"Gue berbakat."

Seraphina seharusnya menghentikan mereka. Namun melihat Natasha duduk dengan tablet di pangkuan, Jason tertawa tanpa beban, Michelle dan Jessica tersenyum dari layar, dan Reynard menerima semua kekacauan itu demi dirinya, ia merasakan sesuatu yang hampir asing: lingkaran kecil yang tidak menuntutnya jadi alat siapa pun.

"Tapi serius," kata Natasha setelah keributan mereda. "Batas publiknya apa? Siapa saja yang boleh tahu?"

Seraphina menatap Reynard sebentar, lalu menjawab sendiri. "Kalian berlima boleh tahu. Di luar itu, belum. Astoria masih di fase pilot. Lim dan Wijaya masih mencari celah. Aku tidak mau hubungan ini menjadi senjata untuk menekan proyek."

Reynard mengangguk. "Keputusan Sera."

Natasha memandangnya, lalu mengangguk juga. "Jawaban benar lagi. Menyebalkan."

Jessica di layar menguap. "Jadi kami harus pura-pura bodoh kalau lihat mereka saling tatap?"

"Kau tidak perlu pura-pura," kata Jason. "Cukup jangan komentar."

"Itu sulit untuk Tasha," kata Michelle.

"Hei."

Rapat darurat itu akhirnya berubah menjadi makan siang kacau. Reynard memesan tambahan dim sum, Jason berusaha memberi Sejuta potongan bakpao yang langsung dihentikan tatapan dingin tuan rumah, dan Natasha mencatat sesuatu di tablet dengan judul besar yang sengaja ia perlihatkan: Protokol Pacar Rahasia Sera.

Di tengah kekacauan itu, ponsel Jason berbunyi.

Ia melihat layar, lalu ekspresinya berubah.

Natasha langsung menangkapnya. "Apa?"

Jason menggaruk alis. "Besok malam aku tetap buat dinner kecil untuk merayakan proyek Dinas. Guest list seharusnya teman dekat dan beberapa partner."

"Seharusnya?"

"Ada nama yang masuk lewat undangan keluarga."

Seraphina sudah tahu sebelum Jason menyebutnya.

Jason mengangkat ponsel, wajahnya meringis. "Yolanda Lim."

Ruangan yang tadi riuh mendadak tenang.

Natasha tersenyum pelan, terlalu manis untuk disebut aman.

"Bagus," katanya. "Besok aku pakai lipstick merah."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!