Demi pengobatan sang ibu Laura rela menyewakan rahimnya untuk seorang Ceo ternama di Indonesia.
Setelah melahirkan Laura memberikan salah satu putrinya kepada Mario. Dan membawa putri satunya lagi bersama dirinya.
Setelah kedua putri Mario dan Laura tumbuh dewasa, satu persatu permasalahan muncul.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.21
Mario melangkahkan kakinya, menuju tempat dimana Laura berada. Tanpa kata dia langsung memeluk Laura dengan erat.
"Mario," desisnya dalam hati, bertahun-tahun lamanya berpisah dan tak bertemu. Tak membuat Laura lupa akan Mario, bahkan dia sangat hafal dengan wangi parfum yang selalu Mario kenakan. Akhirnya Laura pun menangis dan tanpa sadar membalas pelukan Mario. Mereka larut dalam kesedihan dan kerinduan yang mendalam.
Setelah selesai melepas rindu, Mario melerai pelukannya. Dan menangkup wajah Laura dengan kedua tangannya, dan menghapus air mata yang membasahi pipi cantik tersebut. 18 tahun berlalu tapi dia masih tetap cantik.
"Aku merindukanmu, Laura sangat." Lirih Mario.
Laura mendorong tubuh Mario, dengan susah payah. Dan menggeleng menatap mantan suaminya tersebut.
"Kamu bukan milikku, lagi Mario." Ucap Laura, membalikan badannya dia tak ingin hatinya kembali goyah dan kembali jatuh hati pada lelaki, yang menjadi cinta pertamanya tersebut.
Walau dalam hati kecilnya, dia juga merindukan Mario. Tapi dia ingat jika Mario milik Dania. Laura melangkahkan kakinya, dengan cepat Mario menahan tangan Laura dan hampir limbung, jika Mario tidak ada.
"Lepas, apa maumu? Kita sudah berpisah dengan baik, kamu yang memilih dia, kamu yang membuatku seperti ini." Bentak Laura, dengan mata berkaca-kaca.
"Laura maafkan aku, beri aku kesempatan sekali saja." Mohon Mario, dan Laura pun menggelengkan kepalanya. Dia tidak mau sesuatu terjadi kepada putri-putrinya.
"Tidak Mario, kita sudah berakhir. Jauh sebelum ini aku selalu memberimu kesempatan. Bahkan kamu selalu menyia nyiakan kesempatan itu." Lirih Laura.
"Ikut aku." Bukannya menjawab, Mario malah membawa Laura pergi dari taman tersebut, Mario yang butuh udara segar di sore hari, nyatanya dia dipertemukan dengan wanita yang sudah merubah hidupnya dan memporak porandakan hatinya, sungguh takdir yang sangat aneh.
….
Sedangkan ditempat lain, tepatnya di restoran Jepang. Yumna dan Keano terlebih dulu membayar makanan mereka, sedangkan Yusra, dan Hito mereka memilih berbincang terlebih dulu.
"Ra, itu Keano kan? Bos pemilik cafe yang kamu tadi interview itu. Masa kamu lupa sih."
"Masa sih, aku kan gak tahu dia bosnya atau bukan. Tapi tadi sekilas sih aku lihat dia, yang mencuri perhatianku hanya satu, gadis yang bersama Keano." Tutur Yusra, menatap gadis disamping Keano.
"Mungkin pacarnya, kenapa? Kamu cemburu yah?" goda Hito, membuat Yusra mencebik.
"Bukan," kesal Yusra.
"Gadis itu, mirip banget sama aku." Celetuk Yusra, dari tadi memang Yusra memperhatikan gadis yang duduk tak jauh dari dirinya dan Hito.
Yusra tak menyangka gadis itu, begitu mirip dirinya hanya saja dia berambut hitam panjang, dan memakai kacamata jadi tidak begitu jelas.
"Diakan sama Keano, coba besok kamu cari tahu apa dia kerja di sana atau tidak." Usul Hito, Yusra yang mendengar usul dari sahabatnya tersebut langsung tersenyum sumringah.
"Kamu memang pintar, Hito." Gemas Yusra, sambil mencubit pipi Hito.
"Iyalah, aku pintar, tampan, dan mapan." Sombong Hito, membuat Yusra mencebik tapi terkekeh kemudian.
"Ya udah sekarang abisin, makanannya abis itu kita pulang. Nanti kamu kena marah lagi."
"Iya." balas Yusra singkat, dan mereka melanjutkan kembali makan.
****
Mobil Keano
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Keano.
"Aku sedang memikirkan, siapa ayahku Keano."Jawab Yumna, sambil menyandarkan punggung ke jok mobil, dan menatap langit-langit mobil.
"Kamu gak pernah tanya sama, ibumu?" tanya Keano.
Yumna pun menggelengkan kepalanya, dengan tersenyum getir dia mulai bicara.
"Tiap aku bertanya, Ibu selalu berkata dia tidak tahu. Lalu malamnya aku selalu memergoki dia menangis sambil menatap sebuah foto. Diam-diam aku selalu mencari foto itu, tapi Ibu selalu menyimpannya dengan rapi." Yumna menghembuskan napasnya secara perlahan.
Kaeno yang mengerti akan kesedihan sahabatnya pun, mengelus puncak kepala Yumna dengan sayang.
"Nanti aku bantu, aku akan cari tahu siapa ayah kamu. Yah jadi gak usah di pikirkan, kamu hanya perlu mikirin aku aja." Goda Keano, membuat Yumna memukul tangannya dan ikut terkekeh.
"Gombal terus." Cebik Yuman, walau begitu dia senang jika karena Keano orangnya sangat menyenangkan.
"Aku serius, Yumna." Ucap Keano, membuat Yumna terdiam.
"Aku sayang sama kamu, saat kita pertama bertemu. Gadis manis yang menolongku dari preman." Kata Keano, membuat Yumna mengingat kejadian beberapa tahun lalu, saat di mana dia yang baru pulang. Menemukan Keano sudah tak berdaya dikeroyok preman.
"Yah, aku gak akan lupa." Yumna tersenyum manis, senyum yang menular pada Keano.
"Jadi, bagaimana? Kamu mau jadi kekasihku?" tanya Keano, untuk yang kesekian kalinya dia menyatakan cinta pada Yumna, tapi Yumna selalu menolak dirinya. Dengan alasan yang sama sekali Keano tidak suka.
Padahal orang tua Keano, tidak mempermasalahkan gadis yang Keano cintai. Terlebih lagi bunda Zalfa menyukai Yumna.
Keano menatap Yumna yang sedang berpikir.
"Baiklah, aku mau jadi pacar kamu." Putus Yumna, membuat Keano senang luar biasa.
"Serius, Na?" tanya Keano tak percaya.
"Ya, kalo kamu gak percaya ya sudahlah." Dengan cepat Keano menggeleng, dan menjawab dengan lantang bawah Yumna adalah kekasihnya.
"Terima kasih sayang, sudah mau menerimaku." Ucap Keano, dan menggenggam tangan Yumna.
"Sama-sama." Balas Yumna.
Bersambung…
Maaf typo
Readers : biar tambah sesat ya Jum
Otor : peribahasa Jumiiiiiiiiiii
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Keano & Yumna pun gumoh berjamaah
hhuueekkss
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mario Bros : APA YANG KAMU LAKUKAN JUMIRAH SLAVINA !!!!
Jumi : istri'mu Kamu kasih makan sampah ya., mulut"y bau
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
melihat s' Dani cinta s' Dani
dasar bedeb4h.,🤣🤣🤣🤣
t i d a k a d a....
Mario Bros : apaan sih Jum.. ikutan aja
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
😄
Mario Bros pun terkapar tak berdaya..