NovelToon NovelToon
Takluknya Boss Kecil Mafia

Takluknya Boss Kecil Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Action
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: NoorBee

Aruna (25tahun) adalah wanita karir sukses, cantik, dan mandiri yang hidupnya terusik oleh teror "kapan nikah" dari orang tuanya. Lelah dengan tekanan tersebut, Aruna memutuskan melepas penat di sebuah kelab malam bersama sepupu-sepupunya. Malam itu, di bawah pengaruh alkohol, ia terlibat cinta satu malam (one night stand) dengan seorang pria tampan nan karismatik. Betapa terkejutnya Aruna saat terbangun di apartemen dan mendapati pria tersebut adalah teman akrab sepupunya sendiri. Syoknya bertambah berkali-kali lipat saat mengetahui fakta baru: pria itu ternyata seorang berondong yang usianya jauh di bawah Aruna. Hubungan tak terduga ini mendadak rumit ketika si pria enggan menjauh dan justru menawarkan solusi gila untuk menghadapi orang tua Aruna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoorBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14.Kehadiran Sang Tiran Sterling

Hari semakin siang, jam digital di dinding ruang tamu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Tiba-tiba, suara bel apartemen Aruna berbunyi nyaring. Ketukannya terdengar aneh, berbunyi dua kali dengan jeda yang sangat teratur, tegas, dan sarat akan intimidasi.

Ting tong. Ting tong.

Tubuh Aruna seketika menegang di tempat. Gavin yang sedang bersandar di kepala tempat tidur langsung menoleh ke arah pintu kamar dengan tatapan mata yang mendadak berubah menjadi waspada dan tajam.

"Biar gue yang cek, Kak," ujar Gavin, bergerak bersiap menurunkan kedua kakinya dari atas ranjang.

"Jangan gila, kamu baru selesai dijahit beberapa jam yang lalu!" potong Aruna tegas. Dengan satu gerakan tangan, ia menekan bahu Gavin yang sehat agar pemuda itu tetap diam di tempatnya.

"Biar saya yang buka. Pak Max pasti masih berjaga di depan."

Aruna melangkah keluar dari kamar utama, merapikan kemeja flanel longgar yang dikenakannya, lalu menarik napas dalam-dalam sebelum membuka pintu utama apartemen.

 Namun, begitu daun pintu terbuka, pasokan udara di paru-paru Aruna kembali tersedak. Sosok yang berdiri di hadapannya bukan hanya Max.

Seorang pria matang berusia awal tiga puluhan dengan setelan jas abu-abu mewah potongan Savile Row berdiri tegak di ambang pintu. Auranya begitu dingin, dominan, tiran, dan sangat mengintimidasi hingga udara di koridor apartemen mewah itu terasa membeku seketika. Pria itu adalah Dominic Alexsie Sterling. Kakak kandung Gavin sekaligus sang kepala keluarga mafia tertinggi, pria yang empat bulan lalu sempat menolak mentah-mentah rencana perjodohan aliansi bisnis dengan Aruna di meja makan.

"Selamat pagi, Aruna," sapa Dominic. Suaranya berat, tenang, namun memiliki tekanan yang sanggup membuat lawan bicaranya bertekuk lutut. "Maaf jika kedatanganku mengganggu waktu istirahatmu sepagi ini."

Aruna menelan ludah dengan susah payah. Ia mengangguk, mencoba sekuat tenaga mempertahankan ketenangannya sebagai seorang eksekutif muda di depan raja dunia bawah. Ini adalah kali pertama Aruna menyadari secara nyata bahwa aura dingin Dominic adalah aura pemimpin mafia yang begitu pekat dan nyata.

"Tuan Dominic... Silakan masuk," ucap Aruna formal.

Dominic melangkah masuk ke dalam apartemen dengan langkah anggun yang penuh wibawa, diikuti oleh Max di belakangnya yang tampak menjinjing sebuah koper kecil berlogo baja tebal yang terkunci rapat.

Dominic tidak langsung melangkah menuju kamar tempat adiknya dirawat. Ia justru berjalan ke ruang tamu, duduk di sofa utama milik Aruna dengan santai, melipat satu kakinya, lalu menatap Aruna dengan pandangan menilai yang sangat tajam dari balik helai rambutnya yang rapi.

"Bagaimana kondisi Alex?" tanya Dominic, memilih menggunakan nama kecil adiknya yang sering digunakan oleh internal Sterling.

"Sekarang dia sedang beristirahat di dalam, kondisinya sudah stabil setelah dijahit," jawab Aruna kaku, memilih tetap berdiri tegak di dekat meja makan, enggan duduk terlalu dekat dengan pria berbahaya itu.

Dominic mengangguk pelan, ekspresi wajahnya datar tanpa riak. Ia memberikan satu isyarat tangan kecil kepada tangan kanannya. Max dengan sigap maju, meletakkan koper baja tersebut di atas meja kaca ruang tamu, lalu membukanya dengan bunyi klik yang nyaring.

Di dalam koper itu, tampak dua buah ponsel pintar khusus berwarna hitam legam, sepasang jam tangan pintar berspesifikasi militer, beberapa bundel dokumen tebal bertanda segel merah, dan sebuah kartu akses berwarna perak metalik.

"Empat bulan lalu, aku menolak rencana perjodohan kita di meja makan karena aku menganggap pernikahan aliansi korporat hanya membuang-buang waktu dan berpotensi menambah titik lemah bagi bisnis utamaku," ucap Dominic tanpa basa-basi, menatap lurus ke dalam netra almond Aruna.

"Tapi takdir rupanya memiliki selera humor yang cukup menarik. Adik bungsu kesayanganku justru menyerahkan seluruh jantung dan nyawanya kepadamu hanya dalam waktu satu malam."

Aruna membelalakkan matanya sempurna. Wajahnya yang berstruktur dewi itu mendadak memanas, memerah padam karena kombinasi antara rasa malu yang membakar dan ketegangan.

"Aku ke sini bukan untuk melarang atau mencampuri hubungan kalian. Alex sudah dewasa dan dia memiliki hak untuk memilih wanitanya sendiri," lanjut Dominic, nada suaranya kini berubah menjadi sangat serius dan dingin.

"Tapi karena Alex sudah membawa namamu masuk ke dalam radar pribadinya, kelompok Barat jelas tidak akan tinggal diam. Mulai hari ini, namamu sudah resmi terdaftar sebagai aset krusial yang wajib dilindungi oleh seluruh jaringan keluarga Sterling."Dominic mengetuk jarinya di atas dokumen tebal bersegel merah di atas meja kaca.

"Itu adalah dokumen pengalihan unit tim proteksi rahasia. Mulai hari ini, dua agen terbaikku akan mengawasi apartemen dan kantor Mahesa Group tempatmu bekerja dari jarak jauh selama dua puluh empat jam penuh. Ponsel pintar dan jam tangan pintar di dalam koper itu memiliki jalur enkripsi khusus yang terhubung langsung ke satelit keamanan pribadiku. Jika kamu mendeteksi situasi darurat sekecil apa pun, cukup ketuk layar jam tangan pintar itu atau tekan satu tombol di ponsel pintarmu, dan pasukanku akan sampai di lokasi dalam waktu tiga menit."

Aruna tertegun, menatap fasilitas proteksi gila kelas kakap dunia bawah yang kini tersaji di depannya. Skala keamanan ini bahkan jauh lebih ketat daripada sistem proteksi milik CEO Mahesa Group sekalipun.

"Tuan Dominic, ini... apa tidak terlalu berlebihan? Saya hanya seorang wanita karier biasa yang mengurus pemasaran."

"Tidak ada istilah 'biasa' setelah kamu berani menyentuh adikku, Aruna," potong Dominic dingin, namun jika Aruna jeli, ada secercah kilat bangga yang tipis di matanya terhadap pilihan sang adik.

"Alex terluka parah semalam hanya demi memastikan tempat tinggalmu ini tetap aman. Aku tidak akan membiarkan pengorbanan nyawanya menjadi sia-sia. Anggap seluruh fasilitas ini sebagai hadiah perkenalan resmi dariku sebagai calon kakak iparmu."

Tepat saat kalimat itu selesai diucapkan, pintu kamar utama terbuka dengan bunyi derit pelan. Gavin muncul di ambang pintu, bertelanjang dada dengan satu tangannya memegangi bahu kirinya yang diperban tebal. Ia menatap kakak kandungnya dengan pandangan jengkel yang sangat ketara.

"Kak, jangan mulai menakut-nakuti cewek gue. Kelompok Barat yang berani menyusup semalam udah gue bersihin sampai ke akar-akarnya," protes Gavin dengan nada suara baritonnya yang ketus.

Dominic bangkit berdiri dari sofa empuk Aruna. Ia membetulkan kancing jas Savile Row-nya yang rapi, sama sekali tidak memedulikan protes atau tatapan sebal dari adik bungsunya.

"Gue cuma memastikan investasi hati lo nggak bangkrut di tengah jalan akibat kecerobohan lo sendiri, Lex," sahut Dominic datar, memberikan serangan balik yang membuat Gavin mendengus kesal.

Dominic kemudian melangkah anggun menuju pintu keluar apartemen dengan Max yang mengekor di belakang. Namun, tepat sebelum kakinya melangkah keluar dari ambang pintu, sang tiran dunia bawah itu menghentikan langkahnya. Ia menoleh ke arah Aruna, lalu mengulas sebuah senyum miring tipis yang sarat akan misteri seorang pebisnis ulung yang cerdas.

"Oh ya, Aruna. Tolong ingatkan Alex agar tidak telat datang ke jadwal main golf bersama ayahmu akhir pekan ini. Ayahmu, Om Fiki Erros, sudah berulang kali menelepon sekretaris pribadiku sejak subuh tadi hanya untuk memastikan apakah adik bungsuku ini jadi datang atau tidak. Nikmati hari kalian."

Klik.

Pintu utama apartemen kembali tertutup rapat dan terkunci otomatis, meninggalkan kesunyian yang mendadak canggung.Aruna termangu, menatap ponsel pintar satelit, jam tangan pintar, dan dokumen proteksi resmi bersegel merah di atas meja kacanya. Ia kemudian beralih menatap Gavin yang kini kembali menyembunyikan wajah seriusnya, berganti dengan cengiran tanpa dosa yang sangat menyebalkan di ambang pintu kamar.

Dinding es Aruna benar-benar telah runtuh total hari ini, digantikan oleh sebuah kenyataan baru yang luar biasa gila, seluruh sisa hidup dan masa depannya kini telah dijaga ketat oleh jaringan mafia paling ditakuti di benua ini, semua hanya karena ulah satu malam bersama sang berondong.

***

1
Jingga
Menarik, fresh, menghibur
Alam2719
Thor, sehari up tiga kali yah????
QueenBee: di usahkan tiga kali yah, pagi, siang sama malam🙏🙏
total 1 replies
Alam2719
gw juga kecewa kalau jadi papa fiki
Alam2719
Thor, ganteng amat si gavin!!
QueenBee: iyah aku juga merasa dia ganteng banget🤣
total 1 replies
Musafa87
Thor thor, visul yang lain dong, 🤣🤣🤣
QueenBee: hahahaha.... oke aku usahakan yah kaaaa 😍
total 2 replies
Musafa87
Gavin lo ganteng amat!!!! sesuai ekspektasi gw 😍😍😍😍😍
QueenBee: terimakasih kaaa
total 1 replies
HD1
aruna run 🤣
hayroco
berondong obses🤣
hayroco
berondong meresahkan
Anonymous333
ih seru thor!!!
Anonymous333
vin, tokcer amat lo 🤣
Jingga
sumpah, seru 🤣🤣🤣
Jingga
anjrit, hamil 🤣🤣🤣🤣
Jingga
cantik banget cewenya 😍
Bocil323
thor kapan up lagi, rame dong 🤣🤣🤣
Bocil323
ighhh ko gemes 😍😍😍
Bocil323
wkwkwkwkwkkw malah di restuin sama om fiki 🤣🤣🤣
Bocil323
please banget, mau satu berondong yang kaya gini!!!
Bocil323
evan rey, usil banget loh 🤣🤣🤣
Bocil323
aaaahhhhh!!! asli bagus banget, suka banget!!!!! karakter cowonya kuat, dan cewenya cantik banget!!! dom juga kepala mafia tapi secy banget kata gw mah!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!