NovelToon NovelToon
Anak Kembar Mafia

Anak Kembar Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:59.3k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Hana Yasmin adalah lambang dari ketegaran wanita yang luar biasa. Enam tahun yang lalu terpaksa diusir dari rumah orang tuanya sendiri karena telah mengandung benih pria yang tidak dia kenal. Sebuah tragedi kelam merenggut paksa kesucianya. Trauma mendalam itu sempat meruntuhkan dunia Yasmin. Namun, takdir berkata lain. Bayi yang dititipkan dalam tahimnya lahir sepasang malaikat kecil laki-laki dan perempuan yang ia beri nama Fatir dan Fathia.

Yasmin berjuang sendiri membesarkan anak kembarnya itu hingga tumbuh menjadi anak yang cerdas, padahal masih usia 5 tahun dan sekolah TK. Yasmin yang bekerja di restoran bertemu Marco Bellini. Pria itu jatuh cinta kepadanya bahkan mengajak menikah dan berjanji untuk membesarkan si kembar, tapi rasa trauma membuat Yasmin tidak mudah untuk menerima.

"Yasmin, menikahlah denganku demi kamu dan anak-anak."



Apakah Yasmin akhirnya menerima Marco? Bagaimana kisah selanjutnya? Kita ikuti kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Yasmin mendelik merah ketika mendapati Marco sedang bercengkrama dengan si kembar di dalam kontrakkan selagi dia tidak ada. Melihat hal itu, Marco segera berdiri menghampiri Yasmin yang masih berdiri di pinggir pintu.

"Yasmin, aku datang pagi-pagi mau menjemput kamu," ucapnya sedikit ragu.

"Lain kali kalau mau datang ke tempat ini kasih kabar dulu. Karena kelancangan kamu itu bisa membuat saya dan anak-anak diusir dari kontrakkan ini!" Ketus Yasmin, wajahnya melengos tajam. Pagi-pagi sudah dibuat kesal oleh dua orang.

"Maaf, saya hanya ingin menjemput kalian," Marco tampak takut melihat tatapan Yasmin, walau sebenarnya bisa beralasan bagaimana caranya menghubungi Yasmin? Sedangkan nomor handphone Yasmin pun ia tidak punya.

Yasmin hendak menolak tapi si kembar lari keluar sudah menggendong ransel.

"Bunda... Om Marco mau jemput kita loh, terus Kak Fatir suruh masuk. Nggak apa-apa kan, Bun? Kata Bunda, kita harus saling menjaga silaturahmi, terus kalau ada tamu, kata bunda harus menerima dengan baik karena termasuk... termasuk... apa Kak Fatir?" Fathia melirik Fatir.

"Ibadah," Fatir melanjutkan.

Jleb.

Yasmin menarik napas panjang, karena terjebak dengan nasehatnya sendiri. Tetapi ia segera mengait tangan mereka berbicara di telinga anak-anak mencoba untuk menjelaskan.

"Tapi kalian juga harus bisa memilah sayang... yang Bunda maksud itu tamu yang sudah kita kenal."

"Tapi kan Kami sudah kenal Om Marco dari kemarin Bunda..." jawab Fatir kencang dan di dengar oleh Marco.

"Sudahlah Yasmin, saya antar, nanti terlambat loh," Marco melirik arloji yang melingkar di pergelangan.

Yasmin pun akhirnya ke dalam ambil tas karena tidak mau kena marah Rina. Mereka berjalan kaki beriringan menuju sekolah.

Marco tidak mau kehilangan kesempatan untuk melihat kondisi sekolah anak-anak. Sesampainya di halaman, pria itu menjadi pusat perhatian.

"Eh, lihat Mbak. Yasmin sama siapa ya?" tanya salah satu wanita yang sama-sama mengantar anaknya ke sekolah, menatap Yasmin dan Marco seperti pasangan suami istri.

"Wah, itu sih tidak diragukan lagi pasti Ayah si kembar."

"Masa sih?" Dahi wanita itu berkerut tidak percaya.

"Lihat wajah pria asing itu dan bandingkan dengan si kembar. Mirip banget kan..." Seru teman wanita memperhatikan Marco yang menggandeng tangan Fatir sementara Yasmin menggandeng tangan Fathia, hingga di depan pintu sekolah.

Merasa menjadi perbincangan, Yasmin segera meninggalkan tempat itu. Marco yang tidak mau kehilangan kesempatan untuk berduaan bersama Yasmin segera mengejar.

"Yasmin... ayo masuk..." Marco cepat menekan remote mobilnya, khawatir angkutan datang lebih dulu.

"Saya naik angkut saja," Yasmin masih juga keras kepala.

"Yasmin, sekarang sudah jam berapa? Kalau kamu naik angkutan masih menunggu, belum lagi di tengah perjalanan nanti sering berhenti. Kamu tidak mau terlambat kan?" Marco memberi gambaran panjang lebar.

Yasmin pun berpikir dan akhirnya memutuskan masuk ke dalam mobil mewah itu. Kali ini Marco mengendara lebih cepat karena tidak mau mengecewakan Yasmin. Memastikan akan tiba di restoran tepat waktu.

Dalam perjalanan, Marco sesekali mengajak Yasmin bicara, tapi wanita itu hanya menjawab seperlunya saja, bahkan ketus jika merasa tersinggung hingga tiba di restoran.

"Terima kasih," ucap Yasmin begitu turun dari kendaraan.

"Sama-sama, nanti sore aku jemput ya," kata Marco. Tetapi Yasmin sudah meninggalkan dirinya. Padahal Marco hendak minum kopi lebih dulu.

Sementara Yasmin tidak ingin kedatangannya bersama Marco diketahui oleh Rina dan teman-temannya. Karena apapun yang Yasmin lakukan saat ini, salah di mata atasannya itu.

Yasmin tidak tahu jika Rina ternyata sudah memperhatikan dari kaca pintu masuk. Begitu Yasmin menginjak lantai restoran Rina menariknya kasar.

"Kamu itu janda punya anak dua yang tidak diketahui siapa Bapaknya Yasmin, sadar diri dong! Jika mau cari target baru bukan Marco orangnya! Kamu tahu siapa pria itu?!" Tandasnya membuat dada Yasmin sakit, lebih sakit daripada dipukul dengan benda tajam.

"Maaf Bu," hanya itu jawaban Yasmin, ia cepat-cepat ke ruangan hendak ganti baju seragam sebelum pelanggan datang. Tiba di kamar yang sepi itu Yasmin menenangkan perasaannya dulu, sudah mengorbankan harga diri tidak menolak ketika diantar Marco supaya tidak terlambat tetapi kenapa masih juga dimarahi?

"Yasmin..." sapa Lila yang juga baru datang.

"Kenapa kamu sedih begitu?" Tanya Lila memastikan, walau di hatinya sudah menebak bahwa Rina lah penyebab Yasmin sedih begitu.

"Tidak apa-apa kok, La..." Yasmin seketika tersenyum tipis tidak mau kekesalan bu Retno dan Rina membuat mod nya pagi ini buruk. Mereka sat set ganti pakaian lanjut bekerja.

************

.

Di tempat yang berbeda, Marco baru saja tiba di sebuah bangunan bekas gudang yang kini berfungsi sebagai markasnya, aura di wajahnya kini berubah drastis.

Senyum lembut dan tatapan hangat yang belum lama ia tunjukkan kepada Yasmin, Fatir dan Fathia, lenyap seketika. Berganti dengan raut wajah dingin, tajam, hingga menimbulkan rasa takut bagi siapa pun yang melihatnya. Begitu ia melangkah masuk, semua anak buahnya yang sedang berkumpul langsung berdiri, tapi kepalanya menunduk.

"Kalian semua, dengarkan saya!"

Marco duduk di kursi besar, menyandarkan punggungnya sambil menatap puluhan anak buahnya satu per satu dengan pandangan membunuh.

"Bagaimana hasil kerja kalian?!" Tanyanya seolah tidak mau ada kegagalan.

"Beres Tuan..." Jawab anak buahnya, perwakilan dari mereka melaporkan hasil kerja anggotanya.

"Urusan tanah yang jauh dari wilayah kota sudah beres. Sekarang fokus kita pindah ke target berikutnya," perintahnya tidak mau dibantah.

Semua anak buahnya menduduki kursi kosong, fokus pada lembaran kertas di tangan bos.

Marco membentangkan peta wilayah di atas meja, jari-jarinya menunjuk tepat pada sebidang tanah strategis di pinggiran kota.

"Kalian sudah tahu tanah ini milik siapa?" Tanyanya kepada anak buahnya yang ia tugaskan untuk menyelidiki.

"Sejauh ini kami belum bisa memastikan milik siapa Tuan, tapi hasil terakhir yang kami dengar dari para perangkat, tanah tersebut tidak ada pemiliknya."

"Bagus, tanah itu harus kita kuasai dalam waktu dua minggu. Jangan biarkan ada pihak yang menghalangi, baik dengan cara halus maupun kasar. Saya tidak peduli berapa biaya yang harus dikeluarkan atau siapa yang harus tersingkir. Siapa pun yang gagal, akan menanggung risikonya, kalian mengerti?!"

"Kami paham Tuan... tapi bagaimana seandainya pemiliknya tiba-tiba datang dan memberi perlawanan?"

"Saya tidak ingin mempunyai anak buah yang bodoh!" Tandas Marco menatap anak buahnya menusuk.

Suasana ruangan seketika hening, tak ada yang berani membantah. Di balik sosok yang melindungi Yasmin dan anak-anaknya, ternyata Marco sosok penguasa gelap yang tak segan menghancurkan siapa saja yang menghalangi jalannya menuju puncak kekuasaan.

Anak buah Marco pun bergerak dengan cepat sesuai tugas masing-masing. Menyisakan beberapa penjaga di luar sana yang berdiri tegak di beberapa titik dan beberapa pekerja bagian dalam.

"Sekarang panggilkan Onta dan Gagak!" Perintah Marco kepada pria yang memijat punggungnya dari belakang.

"Baik Tuan..." Pria itu membungkuk lalu pergi, tidak lama kemudian kembali bersama Onta dan Gagak.

"Saya Tuan..." ucap dua pria bertato itu dengan wajah ketakutan.

"Kalian ini bodoh sekali! Kenapa membungkam mulut nenek tua saja tidak becus?!" Bentaknya menggelegar ke seluruh ruangan.

"Maaf Tuan... Kami sudah menyelesaikan tugas, tapi jika nenek tua itu masih macam-macam, kami akan bertindak lebih keras."

"Lakukan! Jangan banyak bicara!" tegas Marco kali ini suaranya tidak sekeras sebelumnya, tapi tatapannya lebih tajam dari semua senjata yang berjejer di ruangan itu.

.

Di salah satu pasar tradisional, seorang wanita paruh baya memborong belanjaan dengan semangat, karena menurutnya mendapat rezeki nomplok.

"Yasmin ternyata sekarang uangnya banyak," batinya sambil memilih daging yang segar. Namun, senyum itu lenyap ketika dua orang yang mengikutinya sejak berangkat tadi masih terus mengawasi.

"Itu kan orang yang kemarin malam ke rumah? Aku yakin itu orang-orang suruhan Yasmin," gumamnya lirih.

Ia cepat-cepat merampungkan belanja lalu berjalan keluar membawa dua plastik besar, karena berat, sesekali berhenti. Ia tengok kanan, kiri dengan perasaan takut diikuti oleh dua orang tadi.

Hingga tiba di tempat parkir motor yang sepi, ketika hendak menata belanjaan tersebut ke atas motor. Dua bilah pisau mengkilap nempel di wajah sisi kiri dan kanan. Bergerak sedikit saja maka benda tajam tersebut akan menggores pipinya yang tembem.

...~Bersambung~...

1
Les Tary
Marco emang payah sekelas Mafia kakap asal gelap celop aja apalagi sekelas Rina🤭🤭
Eka ELissa
nah loh.....
bingung....tu...Marco mo jawab apaan....
Lia siti marlia
nah bagus yasmin kamu harus tegas sama marco🥺🥺🥺
🌷💚SITI.R💚🌷
hadeeh klu wanita udh gila harta dan nsfsu ga mikir bahsya dan baik tdky
Hera sasuwe
riweh nih masa lalu marco buat gregetan sampe emosi
Lisa Halik
lagi thor makin penasaran...sudah bagi gift juga
Lia siti marlia
waduh c rossa udah berani ngancam pake senjata siap siap kamu di kulitin sama marco rossa😂
ardiana dili
lanjut
Eka ELissa
alah ....ngimpi kwe Ross....
jgn kan knyataan dlm mimpi juga Marco GK bkln blik Karo kwe tau....🤣🤣🤣🤣🫣
Eka ELissa
waduh siapa lagi ini yass......
bnyak bgt ....bikin syok nya....dri kmrin 🤣🫣
Les Tary
Marco emang Rossa sudah kamu janjiin apa bisa senekat itu
Lisa Halik
gift menyusul thor...semangat updatenya
Teh Yen
ini pasti cewek yg kmr Dateng ke rmh Marco yah ,,.ktnya udh d usir Marco kok dia balik lagi sih
Teh Yen
waduh smoga Emil engg bilang ke Yasmin deh nanti nanti aj taunya gt hehe 😁
🌷💚SITI.R💚🌷
ujian kamu blm tuntas yasmin mungkin msh panjang,,apa lg berhadapan sm cewe kaya ditu yg tsk tau mslu..apa nanti² tuh cewe² marcopolo trs berdatangan ya trmasuk runa..wah yasmin kewalahan dan diap² genhatan senjaya lg nih
🌷💚SITI.R💚🌷
ini cewe selalu nyari gara² ya..tr lama² du buang ke antartika deh sm marcopolo
Bunda HB
Saya ada bu jasmin klo 2jt...tk bantu byr.👍🙏🫡🤣
Lia siti marlia
kondisi yasmin sekarang memang gak kekurarang masal uang masalah makan tapi hati yasmin masih harus terus menerus menghadapi oarang orang yang ada di masa lalu marco 🥺🥺🥺entah sampai kapan 🤔🤔🤔
ardiana dili
lanjut
Les Tary
Kasihan Yasmin semenjak menikah sama Marco ada aja drama dari org masa lalu Marco
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!