[Lanjut dari novel Rebirth of parasite queen]
“kesempatan kedua yang didapatkan akan aku gunakan untuk melindungi semua yang berharga bagiku.”
Outbreak yang terjadi sembilan bulan lalu membuat dunia berubah drastis. Dunia dimana manusia sudah kehilangan tahta sebagai raja yang berdiri di puncak rantai makanan.
Alien datang dari gerbang yang menghubungkan antar dimensi, monster merangkak keluar dari dasar dungeon. Munculnya predator baru membuat umat manusia di ujung kepunahan.
Namun ditengah keputusasaan itu manusia kembali diberikan harapan yang disebut sebagai 'Sistem'.
Berkat sistem manusia sekali lagi memiliki harapan untuk bertahan dan mendaki puncak rantai makanan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon orpmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar dari teman
“Ram….”
“Ramaaa….”
“Woy Rama Lo mau mati yak!.”
Vina berteriak pada Rama yang tiba-tiba saja bengong menatap skill book tingkat legendaris ditangannya. Rama yang tersadar dari lamunan segera mendapati jika lantai terbawah dungeon yang mereka tempati tengah bergetar dengan keras seolah mau runtuh.
“Apa yang terjadi, kenapa dungeon bergetar hebat?.” Rama menjadi begitu panik, namun dua segera menyadari apa yang sedang terjadi saat dia melihat sebuah bola seukuran bola baseball yang di pegang oleh Vina.
“Kau mengambil dungeon core nya?.” Rama bertanya dengan nada datar, “Ya memang. Bukankah memang itu tujuan kita ke mari?.” jawab Vina seolah merasa tidak melakukan kesalahan apapun. “Kenapa kau diam saja? Kita harus segera keluar dari goa ini sebelum dikubur hidup-hidup.” lanjut Vina yang kemudian menyimpan bola bercahaya itu di dalam kotak item lalu mengambil sebuah gulungan kertas.
“Haaaah…. Kau baru saja merusak momen bahagia ku.” Rama menjadi kesal pada Vina yang menggangunya saat sedang mengingat masa-masa di dalam game Reastream online.
“Momen bahagia? Kau ingin mengatakan jika melamun di dalam goa yang akan runtuh adalah sebuah momen bahagia?. Tuan Rama aku sarankan agar anda segera menemui seorang psikiater secepatnya.” Vina menatap pemuda itu dengan tatapan jijik, sebelum akhirnya dia mengaktifkan mantra di gulungan kertas bertuliskan rune sihir dengan tinta emas.
[Dungeon escape] sebuah item wajib yang penting dimiliki oleh para petualang yang ingin memasuki dungeon, terutama mereka yang akan mengambil dungeon core. Item dungeon escape berisikan mantra yang akan membuat pemakainya langsung dipindahkan di luar dungeon saat diaktifkan. Tentu item ini begitu serba guna seperti misalnya jika sedang dalam keadaan genting melawan monster, pengguna bisa langsung kabur dengan menggunakan item ini.
Atau beberapa orang kaya mungkin memiliki alasan jika terlalu malas untuk naik tangga lantai demi lantai untuk kembali ke permukaan, sehingga mereka menggunakan item yang harganya lebih dari 100 juta per item ini seenak jidat mereka.
“Dungeon Escape.” Vina mengaktifkan mantra pada gulungan. Gadis itu merasakan jika Mana miliknya terhisap sedikit oleh gulungan hingga akhirnya kertas itu terbakar hingga tanpa sisa, detik berikutnya tubuh Vina perlahan menghilang menjadi bintik-bintik cahaya.
Haaah…! Melihat kepergian Vina, Rama pun berniat untuk menggunakan dungeon escape miliknya. Tapi setelah mencari-cari dia tidak menemukannya, tentu kehilangan gulungan skill dungeon escape membuat pemuda itu panik. Selain harganya yang mahal item itu juga begitu penting agar seseorang tidak tertimbun reruntuhan goa bekas dungeon yang seperti saat ini sedang mengancam nyawanya.
“Sial, tidak ada waktu untuk mencari, aku harus segera keluar!.” Rama sempat berpikir jika gulungan skill miliknya jatuh saat bertarung dengan raja Hayam Wuruk, tapi melihat jika goa akan segera runtuh membuat Rama tanpa pilihan segera berlari menuju pintu keluar.
“AAAAA….” Rama berlari secepat yang dia bisa, sementara dibelakangnya lorong-lorong goa mulai longsor. Jika Rama menurunkan kecepatan larinya sedikit saja reruntuhan dibelakangnya pasti akan membuat tubuh Rama menjadi daging geprek.
Rama membutuhkan waktu tida jam untuk sampai ke tingkat terbawah dungeon, tapi dia kini dapat kembali dari lantai terbawah menuju pintu keluar hanya dengan waktu kurang dari 20 menit. Itu dikarenakan setelah dungeon mati semua monster didalamnya akan menghilang beserta item yang ada.
Tidak ada yang tahu kemana semua monster dan item itu pergi saat goa bekas dungeon longsor. Bahkan para petualang yang ikut tertimbun di dalam reruntuhan dungeon pun tidak pernah ada yang ditemukan. Banyak spekulasi tentang ini, ada yang menyebutkan jika saat dungeon mati maka semua yang ada didalamnya akan dikembalikan ke dimensi tempat mereka berasal.
“Huaaaaa…” Rama melompat kearah pintu keluar, sementara goa sudah sepenuhnya runtuh. “Gila Lo Ram, saya pikir kau memang ingin bunuh diri.” Vina yang sedang menikmati bir kaleng menyambut kedatangan Rama. Gadis itu kemudian melempar bir dingin pada pemuda yang masih terkapar di tanah karena kelelahan.
“Gluk gluk gluk... Puaaah…” Rama meminum semua bir dingin dalam satu kali teguk. “Scrol dungeon escape milikku hilang jadi terpaksa lari hingga keluar dari dungeon.” lajut Rama setelah merasa agak tenang.
“Oh, saya pikir kau memang ingin mati.”
“Nggak lah, mana mungkin saya bisa mati sebelum mengatakan perasaanku pada Rara.”
Vina hanya diam saat mendengar perkataan Rama barusan, hingga akhirnya dia memutuskan untuk segera kembali. “Dah lah, yuk kita balik ke bunker.” kata Vina tanpa menoleh sedikitpun. Rama yang tidak merasakan keanehan apapun hanya bisa merasa senang saat akhirnya dia dapat pulang kerumahnya untuk beristirahat.
Namun saat keduanya berniat untuk segera kembali ke markas ASF, tiba-tiba Vina mendapat pesan singkat dari violet yang menyuruhnya untuk segera membuka channel guild Rising Noob. Melihat pesan itu Vina langsung mengetahui apa yang sedang terjadi.
“Akhirnya mereka akan segera pulang.” Vina pun segera membuka layar sistem untuk menonton live streaming yang sedang dilakukan oleh teman-temannya.
***
Di sebuah negara daratan Eropa.
“Stirb du verabscheuungswürdiger Mensch.”
kata seorang tentara berseragam hitam dengan logo Suastika merah di lengan kirinya. Mendengar perkataan dari tentara berkumis kotak itu membuat salah satu dari tujuh remaja yang berusaha mengalahkannya menjadi sangat kesal.
“Ngomong apa sih Lo!.” bentak seorang gadis berkulit sawo matang dan memiliki rambut platinum. Miky dengan 6 temanya yang merupakan pendiri dari Guild Rising Noob, saat ini dia tengah menghadapi master dungeon yang terletak di sebuah wilayah negara Jerman.
[Note : karena cukup disayangkan jika melewatkan pertempuran besar antara pasukan Nazi dengan Rising Noob, jadi mari kita mundur beberapa saat sebelum pasukan Miky berhadapan langsung dengan sang dungeon master]
Sudah lebih dari 3 bulan pasukan Raid dungeon Rising Noob mengeksplorasi dungeon yang tidak disangka-sangka bisa memiliki hingga 100 lantai. Namun perjalanan panjang mereka akhirnya menemui titik akhir setelah mencapai lantai ke 110 dimana itu merupakan ruang master dungeon.
Namun tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mengalahkan master dungeon 110 lantai. Seolah telah memasuki dimensi yang berbeda, dungeon master room tidak lagi terlihat seperti goa sempit melainkan sebuah dataran bersalju dengan suhu ekstrem.
Semua orang yang melihat pemandangan itu pasti akan mengira jika telah keluar dari dalam dungeon. Namun berbeda dari para anggota Rising Noob yang merupakan veteran penaklukan dungeon. Mereka semua sadar jika masih berada di dalam penjara bawah tanah karena sudah sering mengalami situasi yang serupa.
Luar biasa! Dua kalimat yang muncul dibenak semua orang termasuk mereka yang melihat secara live. Itu disebabkan oleh penjaga dari ruang dungeon master bukan hanya satu monster melainkan ratusan ribu tentara zombie dengan seragam tentara yang ditakuti pada masanya.
Puluhan ribu Tank berbaris melindungi sebuah bukit dimana diatasnya terdapat basecamp militer berukuran besar yang lebih mirip dengan istana kerajaan, sementara langit dipenuhi oleh pesawat tempur dan balon zeplin dengan persenjataan lengkap.
Banyak pihak yang tidak senang mendengar kabar jika pasukan penakluk dungeon dari guild Rising Noob yang dikabarkan sudah musnah kembali melakukan siaran live.
Tiga bulan di dalam sebuah sarang Monster adalah waktu yang lama terlebih pasukan Rising Noob yang merupakan guild terkuat biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa jam untuk menyelesaikan sebuah dungeon.
Namun itu terpatahkan dengan kemunculan pasukan Rising Noob di live streaming channel mereka, membuat kabar-kabar buruk yang sebagian besar disebarkan oleh para Haters menjadi tidak berguna.
Tapi kekecewaan para Haters tidak berlangsung lama, mereka kembali melihat harap.
Harapan akan kematian atau munculnya aib pada guild terkuat saat ini.
<
<
< < Kolom komentar pada live streaming dipenuhi oleh para Haters yang berdoa untuk kegagalan Raid dungeon master. *** Bersambung.
2.cara pembawaan ceritanya pun bagus
3.character development pun bagus
apalagi pas FL(Female Lead) nya balas dendam sama pamannya, itu rasanya puas bet
Recommended banget nih novel
mwhehehehe
gimana kelanjutan artemis AK vina
tetap semangat dan jaga kesehatan thor