NovelToon NovelToon
Dave And Davina

Dave And Davina

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Fanfic / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Ragazza Belle

Dave Abraham(33) telah berani berikrar di hadapan sahabat-sahabatnya, bahwa ia tidak akan pernah menikah seumur hidupnya dengan wanita mana pun, meski ia sendiri sangat menyukai wanita. Yah, Dave adalah seorang donjuan kaya raya, berwajah tampan dan sangat ahli menaklukkan hati setiap wanita.

Davina Arista (20) adalah seorang gadis cantik yang terpaksa harus hidup di jalanan ibu kota karena terusir dari rumahnya sendiri. Ibu tiri dan dua kakaknya telah membuat Davina kehilangan tempat tinggal hingga harus hidup bersama anak-anak jalanan lainnya. Namun, suatu ketika seorang anak jalanan yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri jatuh sakit. Davina yang tak memiliki uang harus terpaksa mengambil jalan pintas demi menyelamatkan adik angkatnya. Davina terpaksa mencopet dompet milik seorang pria yang sialnya adalah Si pemain wanita Dave Abraham.

Penasaran dengan bagaimana kisah mereka, yuk baca sekarang?❤😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragazza Belle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

Tidak ada wartawan, tidak ada tamu undangan, yang ada hanya keluarga inti saja dan adik-adiknya Davina. Pernikahan sembunyi ini dilakukan atas permintaan dari Dave. Pria itu memaksa ibu dan ayahnya agar mau mengizinkan keinginannya ini. Meski sempat keberatan, namun ibu dan ayah Dave akhirnya menyetujui keinginan putra mereka. Davina tidak terlalu peduli dengan hal itu. Karena Davina tau bahwa Dave menikahinya hanya untuk membuat ibunya diam dan tak menuntutnya lagi agar segera menikah.

" Maafkan ibu Davina. Apa kau tidak merasa keberatan jika pernikahan ini di sembunyikan dari publik? " Tanya ibu Selia saat memeluk tubuh Davina yang terbalut gaun pernikahan indah hasil rancangan butik langganan keluarga Abraham.

Sambil tersenyum manis Davina mengangguk.

" Tidak bu. Saya paham dengan apa yang diinginkan oleh Dave "

" Ibu tidak mengerti kenapa anak itu harus merahasiakan pernikahannya. Padahal kan dia sendiri yang meminta ibu untuk segera melamarmu sayang " Bu Selia mengusap pelan surai panjang Davina dengan begitu sayang.

" Mungkin dia belum siap saja bu "

Ibu Dave tersenyum kecil.

" Kau baik sekali sih sayang. Begitu pengertian pada Dave. Padahal ibu sekarang sedang merasa kesal padanya. Bisa-bisanya dia menyembunyikan pernikahan ini " Gerutu ibu Dave

" Tidak apa bu. Yang terpenting kami sudah menikah kan"

" Iya kau benar. Sudah lama ibu meminta Dave untuk menikah tapi dia tetap saja menolaknya. Ibu sampai sudah lupa berapa banyak wanita yang ditolaknya. Dave gemar sekali bermain-main dengan para wanita, karena itulah dia tidak mau menikah. Tapi sekarang anak brengsek itu memintaku untuk segera melamarmu. Entah apa yang membuat dia berubah secepat itu "

Dia berubah karena ingin membuat ibu berhenti memintanya menikah

" Semoga saja setelah menikah denganmu, Dave akan berhenti bermain-main dengan para wanita tidak jelas di luar sana "

" Ibu jangan khawatir, saya rasa Dave akan berubah seiring berjalannya waktu "

" Ibu harap pun begitu sayang "

Setelah mereka semua makan malam bersama, ibu dan ayah Dave pamit untuk pulang. Sebelum pulang bu Selia dengan sayang memeluk Davina. Ia merasa senang memiliki menantu yang baik dan cantik seperti Davina. Selia merasa semuanya ini seperti mimpi baginya. Sudah lama ia mengharapkan Dave segera menikah. Untungnya Davina datang dan membawa kabar gembira untuknya. Sepeninggal ibu dan ayah Dave, Morgan bersama kelima adiknya juga akan pulang menuju rumah Dave. Kini kelima adiknya sudah tinggal di rumah Dave.

" Kakak cantik sekali " Puji Dami sambil menatap kagum Davina.

" Terima kasih Dami " Davina tersenyum.

" Amel pengen seperti kakak kalau sudah besar nanti " Sambung Amel yang sedang memegang gaun Davina. Mengagumi keindahan gaun putih berkilau itu.

" Sina juga mau seperti kakak"

" Dami juga ! " Seru gadis kecil itu.

" Iya, jika kalian sudah besar kalian akan menikah juga seperti kakak " Sela Davina. Ketiga adiknya langsung melompat-lompat bahagia. Dave yang masih duduk sendirian di dekat meja makan hanya menatap dari jauh interaksi Davina dengan adik-adiknya.

Mata Dave tidak berhenti memandangi keindahan bentuk tubuh Davina yang terbalut gaun putih mahal yang terlihat cocok untuk gadis itu. Meski Davina masih berumur dua puluh tahun, namun pesona yang di miliki oleh gadis itu tidak kalah dengan wanita-wanita dewasa yang pernah menjadi teman kencannya.

" Dia sangat cocok dengan gaun itu " Gumam Dave sambil menyesap minumannya.

Tak lama Morgan terlihat mengajak adik-adik Davina untuk pergi dan kembali ke rumah. Dan setelah itulah Dave baru berdiri lalu menghampiri Davina yang tinggal seorang diri.

" Kalau begitu giliran kita yang pergi dari ruangan ini, istriku "

Sontak Davina langsung memutar tubuhnya dan menatap Dave.

" Istri ?? " Wajah wanita itu sudah terlihat ingin tertawa.

" Ya, istri. Bukankah kita sudah resmi menjadi pasangan suami istri ? "

" Tentu saja pak. Tapi, kita hanya menikah karena ingin mendapatkan keuntungan semata dari pernikahan ini. Anda cukup memanggil saya, Davina saja. Kata istri itu terdengar menggelikan " Davina terkekeh kecil sembari melambaikan sebelah tangannya di depan wajah Dave.

" Kalau begitu kau juga harus memanggilku, Dave. Hilangkan panggilan pak dan bahasa formalmu itu, Davina "

" Apa boleh saya melakukannya, pak ? " Tanya Davina.

" Kau boleh melakukannya. Tapi, bukan berarti kau berani melewati batasanmu. Ingat, bahwa kau masih budakku "

" Aku ingat, Dave Abraham. Kau boleh memerintahku dengan semaumu tapi ingat.....kau tidak bisa memintaku untuk melakukan kontak fisik denganmu. Kau harus mengingatnya, Dave karena itu sudah termasuk di dalam kesepakatan kita berdua "

" Aku akan mengingatnya "

" Bagus. Aku senang mendengarnya. Sekarang dimana kamarnya? " Tanya Davina dengan tenang dan santai. Dave akhirnya melangkah lebih dulu melewati Davina yang masih tersenyum bangga.

Tunggu saja waktunya. Akan kupastikan suatu hari nanti, aku akan mendapatkan tubuhmu, Davina Arista.

Dave melangkah lebar di ikuti Davina dari belakang. Gadis itu masih tersenyum puas di belakang Dave. Ia puas karena berhasil membuat wajah Dave berubah muram. Pria itu pasti kesal dengannya. Tapi kesepakatan sudah di buat dan Dave tidak akan pernah bisa melakukan hal yang satu itu padanya.

Meski aku budakmu, tapi aku tidak akan pernah memenuhi kebutuhan biologismu, Dave Abraham yang cabul.

Davina hampir tergelak sendiri. Kata cabul memang cocok untuk pria itu, mengingat treck recordnya selama ini yang gemar bergonta-ganti teman kencan.

" Kamar yang bagus. Wah, wah mereka juga menghiasnya dengan kelopak mawar " Gumam Davina begitu mereka sudah masuk ke dalam kamar pengantin mereka. Pernikahannya dan Dave memang di langsungkan di hotel berbintang. Karena itulah pihak hotel pasti telah mempersiapkan kamar hotel ini semaksimal mungkin agar pelanggannya bisa menghabiskan malam pertama yang panas dengan bahagia.

Dave membuka jasnya dengan kasar mengabaikan komentar Davina. Gadis itu berjalan ke kamar mandi untuk memeriksa bagian dalamnya juga.

" Dave, mereka juga menaburkan kelopak bunga mawar di dalam bath up. Kau ingin berendam bersama kelopak bunga mawar itu tidak?! " Teriak Davina dari dalam kamar mandi.

" Kau kampungan sekali ! " Balas Dave dengan kesal.

" Hahaha ! Kau baru tau sekarang, kasihan sekali ! " Seru Davina yang sudah melangkah keluar dari dalam kamar mandi.

" Aku bisa saja menerkammu sekarang " Ancam Dave saking kesalnya dengan ketangguhan gadis kecil di depannya.

" Dan aku bisa saja menendang milikmu, jika kau berani melakukannya " Davina balik mengancam.

" Kau....."

" Tetap ikuti kesepakatan kita, Dave. Kau tidak ingin kita berdua menciptakan peperangan di dalam kamar pengantin ini bukan? Jadi, jangan coba-coba berani melakukannya " Davina tersenyum puas sambil melewati tubuh Dave.

Dengan kasar Dave melangkah cepat, lalu masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu itu dengan kasar.

" Dasar tidak waras "

Setelah beberapa menit, Dave keluar dari dalam kamar mandi dengan tanpa memakai baju. Pria itu hanya mengenakan handuk di pinggangnya. Dengan buru-buru Davina membalikkan tubuhnya, membelakangi Dave. Davina tidak ingin ketahuan merona karena pemandangan itu.

" Kau sedang apa? " Tanya Dave sambil melangkah mendekati Davina.

Dia mendekat mati aku !

" Aku sedang mengirim pesan untuk Akmal " Jawab Davina asal-asalan. Ia berpura-pura menekan tombo-tombol di ponsel ajaibnya. Dave menjulurkan wajahnya sedikit seketika Davina langsung beringsut menjauh.

" Kau sedang apa? " Tanya Davina.

" Melihat ponselmu "

" Privasi "

" Darimana kau mendapatkan ponsel itu? "

" Tentu saja membelinya. Kau kira aku mencuri untuk mendapatkannya "

" Bagaimana bisa kau masih menggunakan ponsel seharga dua ratus ribu itu di tengah-tengah orang ramai yang sudah menggunakan ponsel android ? "

" Tentu saja bisa. Itu bukanlah hal yang sulit bagiku"

" Harusnya kau merasa malu menggunakan ponsel seperti itu ? " Ejek Dave.

" Aku akan merasa malu bila aku menggunakan ponsel mahal sedangkan kehidupanku terbilang di bawah rata-rata "

Davina bangkit dan meletakkan ponsel mininya di atas nakas. Ia bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan meninggalkan Dave yang masih serius menatap ponselnya.

" Sial, dia selalu saja membuatku merasa kasihan. Kenapa kau harus terlahir miskin, Davina ! Coba kau terlahir kaya dan beruntung seperti wanita lain, aku mungkin akan dengan senang hati menyiksa hidupmu" Gerutu Dave.

Ia ingin menyiksa gadis itu, tapi kehidupan Davina sangat-sangat menyedihkan. Dave sebenarnya tidak ingin mempedulikan ponsel murahan gadis itu, tetapi ia tetap saja menelpon Morgan untuk membelikan ponsel keluaran terbaru untuk Davina seperti yang jelas-jelas di lakukannya saat ini. Sungguh perasaan yang merepotkan. Kutuk Dave dalam hati.

To be continued....

Happy reading, love you guys😘

1
3sna
imajinasiku ini diluar negri eeh mlh ada lomba 17an,langsung ambyaarrr kabeh
kyo
Luar biasa
Sri Widjiastuti
hadeeeh..
Sri Widjiastuti
penasaran sekali 😇😇😉
Nesi Yuspianah
ok
Rahmawaty❣️
Jd stebel apa itu dompet di isi duit 5 jt😂 ampe kga bisa ktutup kali tuh dompet
Nurrina Sulaiman
menarik...
S.L Fadjarwati
Biasa
Chandra Dollores
bisa bisanya ga mo berenti baca kegilaan Davina dg Dave
padahal waktu baca sudah habis ditandai dg perolehan 50 poin
tp tetap aja nanggung klo ga finish ini hari juga
Sarmila Ghaniyya Rahma
baru pertama kali baca karya mu thor aku dibuat jatuh cinta dg karyamu love sekebon buat author ♥️♥️♥️♥️♥️
Sarmila Ghaniyya Rahma
bagus bgt karya mu thor
Chandra Dollores
wkwkwkwkwkwkek Davina gila.. sekalian telanjangi aja si Dave lalu pel tubuhnya sekalian
Nana Subah
😆😆😆😆😆😆😆🤣🤣🤣🤣🤣🤣
nanti ku lihat lagi karyamu yg lain.....
Nur Sanah
bagusnya thor lara jodohnya morgan😅
Nur Sanah
mulai sedih lagi nich
Nur Sanah
dave kaya anak kecil dipasar malam.ngk mau pulang🤣
Nur Sanah
dave lagi dikerjain sama davi mulai dari polisi rajia sampai ke pasar malam😅
Nur Sanah
mengapa dave kayA orang bodoh yaa.kali uda sangat jatuh cinta pada davi kali yaa.jadi apa yang diinginin davi.dave mau aja😅😅😅
Nur Sanah
punya mertua sangat penyayang dan humoris.😍
Nur Sanah
lanjut thot
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!