" Aku percaya suatu saat nanti kita akan saling mencintai dan menyayangi, walaupun sekarang kita disatukan dalam ikatan pernikahan karena perjodohan, Tetapi hati seseorang siapa yang akan bisa menebaknya " Fadly ".
" Aku tidak tau apakah aku pantas bersanding dengan dirimu yang hampir sempurna di mata diriku, berbeda dengan aku yang jauh dari kata sempurna untuk menjadi wanita idaman " Azura".
Namun aku percaya kalau kita memang sudah di takdirkan bersama, maka semua kesulitan dan cobaan akan bisa kita hadapi bersama hingga pada saatnya yang kita rasakan adalah kebahagian setiap harinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novi yanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part Dua Puluh Satu
" Iya sayang, kamu jangan lari-lari begitu " jawab Faldy yang melihat Azura mulai berlari ke arahnya.
Azura yang sudah sampai di depan Fadly dam kedua wanita tersebut langsung saja memeluk lengan suaminya dengan manja sambil menampilkan semyum manis ke fadly namun ketika melihat ke arah dua wanita di depannya dengan seperkian detik wanita itu langsung saja merubah mimik mukanya menjadi tidak bersahabat.
" Ini siapa Mas ? " tanya Azura pada Fadly dengan suara yang sangat manis namun Faldy yakin didalam hati istrinya kini perempuan itu sedang merasakan cemburu.
" Kenalin Mbak saya Fani dan ini temen saya Rika " ucap perempuan yang meminta tolong pada Fadly tadi.
Sebagai bentuk rasa kesopanan, Azura pun menyambut uluran tangan perempuan itu, apalagi Azura tidak ingin di marahi oleh suaminya karena bersikap tidak sopan pada orag lain.
" Saya Azura dan ini suami saya Fadly " jawab Azura cepet.
" Yasudah kalau begitu kami permisi dulu mbak, kita mau jalan-jalan dulu " pamit Azura cepat sambil menarik lengan Fadly sebelum kedua perempuan itu mengobrol lebih banyak lagi dengan suaminya.
" Eh, iya mbak, mas dan terima kasih banyak atas bantuanya " jawab Fani setelah merasakan suasana yang mulai terlihat tidak bersahabat.
Fani dapat melihat bahwa Azura terlihat sangat tidak suka padanya, padahal dirinya tidak bermaksud apa-apa hanya sekedar ingin meminta tolong.
Dan dirinya juga mengetahui bahwa Fadly datang bersama istrinya karena ketika mereka melihat tadi Azura sudah duluan berlari kedepan hingga mereka mengira Fadly berlibur seorang diri.
" Iya sama-sama mbak, kita permisi dulu " pamit Fadly dengan sopan.
Sepasang suami istri yang masih menjadi pengantin baru itu kembali melanjutkan jalan-jalannya namun berbeda dengan pertama tadi, Azura kerap menampilkan expresi senang dan ceria, kini perempuan itu malah menampilkan muka jutek dan kesal.
" Kita mau kemana lagi sayang " tanya Fadly berpura-pura tidak tau kalau Azura sedang kesal padanya.
Namun beberapa menit menunggu pertanyaan Fadly tidak juga kunjung mendapatkan jawabannya hingga Fadly kembali bertanya.
" Kamu nanti malam pengen makan apa Dek?
atau mungkin kamu ada rekomendasi tempat makan yang ingin kamu kunjungi ? " Tanya Fadly lagi namun tak juga mendapat jawaban hingga akhirnya Fadly mengajak Azura untuk duduk di pinggir pantai sambil menunggu moment sunset.
" Ayo duduk dulu di sini kita tunggu sunset dulu ya, habis itu baru kita pulang ke resort " ucap Fadly.
" Kamu marah sama Mas ya Dek? " tanya Fadly meskipun ia sudah tau kalau Azura sedang marah namun ia tetap berpura2 tidak tau.
Karena tidak juga mendapatkan jawabannya akhirnya Fadly membaringkan kepalanya di paha Azura sambil berbaring di atas Pasir dengan pemandangan laut dan sunset yang terlihat sangat indah membuat moment itu terlihat sangat romantis.
Posisi Fadly yang berbaring di atas paha Azura dengan muka yang mengadap ke atas muka Azura membuat Fadly lebih leluasa memandang muka istrinya yang terlihat sangat sempurna di matanya.
Azura sendiri yang merasa di perhatikan secara intens oleh suaminya merasa malu, karena walau bagaimanapun hubungan mereka belum terlalu lama sehingga membuat dirinya malu diperhatikan dengan begitu intes oleh orang yang kini sudah menjadi suaminya hingga Azura pun menutup muka Fadly dengan tangannya.
" Ihhh Mas jangan ngeliatin begitu, malu tau ngak " ucap Azura malu hingga membuat Faldy gemas hingga tertawa.
" Sama suami sendiri kok malu, lagian Mas juga udah ngeliat semua yang ada di diri kamu, kok masih malu aja " jawab Fadly menggoda Azura.
Azura yang mendengar Fadly menggodanya langsung saja mencubit badan dan pinggang Fadly hingga lelaki itu mengaduh kesakitan hingga bangun dari paha Azura.
" Rasain kamu " jawab Azura tertawa sambil berlari meninggalkan Fadly sendiri.
" Ya ampun sayang, kamu kok jahat banget sih, baru nikah udah KDRT aja " jawab Faldy sambil berlari menyusul Azura.