Lelah menjadi budak korporat di kota besar tanpa hasil dan malah dikhianati oleh orang terdekatnya, Yao Wi memutuskan menyerah dan pulang ke kota kelahirannya yang miskin dan terbelakang. Namun, siapa sangka keputusannya untuk menyerah justru menjadi titik balik hidupnya saat sebuah sistem misterius tiba-tiba aktif di kepalanya.
Ding!
[Selamat datang, Tuan Rumah Yao Wi.]
[Sistem ini bertujuan untuk membantu Anda mengubah kota kelahiran Anda yang tertinggal menjadi kota paling makmur di bumi.]
[Aturan Utama Sistem: Tuan rumah akan menerima seratus ribu setiap hari dari setiap jiwa yang terdaftar resmi sebagai warga kota ini.]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Sreett.
Tirai jendela kamar hotel terbuka secara otomatis saat sinar matahari pagi menyentuh sensor kacanya.
Yao Wi menggeliat pelan di atas kasur mewahnya yang berukuran raksasa.
Hari ini perasaannya sangat luar biasa karena ia tahu kerajaan bisnisnya akan resmi beroperasi.
Ding!
[Hari baru telah dimulai di Kota Linzhou.]
[Populasi saat ini tercatat sebanyak 50.000 jiwa tanpa ada perubahan signifikan.]
[Dana harian sebesar 5.000.000.000 telah berhasil ditransfer ke rekening prioritas Tuan Rumah.]
Yao Wi tersenyum lebar melihat saldo di ponselnya yang kini menembus angka enam miliar lebih.
Uang ini seolah mengalir dari mata air abadi yang tidak akan pernah kering sampai kiamat tiba.
Ia segera bangkit dan mandi menggunakan air hangat yang menenangkan otot-ototnya.
Setelah mengenakan setelan jas kasual rancangan desainer ternama yang dibelikan Manajer Li, ia turun ke lobi hotel.
Ting!
Pintu lift terbuka dan Yao Wi melangkah keluar menuju lobi utama yang hari ini terlihat jauh lebih tenang dari kemarin.
Di salah satu sofa kulit di sudut lobi, duduk seorang wanita muda yang penampilannya membuat Yao Wi hampir tidak mengenalinya.
Wanita itu langsung berdiri tegak saat melihat Yao Wi mendekat.
"Selamat pagi, Tuan Bos," sapa Shen Yue dengan nada yang sangat tegas dan profesional.
Yao Wi menatap asisten pribadinya itu dari atas ke bawah dengan tatapan penuh penilaian.
Shen Yue tidak lagi mengenakan kemeja kebesaran dan celana pudar seperti gembel kemarin siang.
Ia kini memakai setelan jas kerja wanita berwarna abu-abu gelap yang sangat pas membalut tubuh langsingnya.
Rambutnya yang kemarin berantakan kini disanggul rapi ke belakang, memperlihatkan leher jenjangnya yang putih bersih.
Riasan tipis di wajahnya berhasil menyembunyikan lingkar hitam kelelahan, memancarkan aura seorang eksekutif wanita tingkat atas yang dingin dan cerdas.
"Kau menggunakan uang muka gajimu dengan sangat baik rupanya, Shen Yue," puji Yao Wi sambil tersenyum tipis.
"Penampilan adalah senjata utama di medan perang bisnis, Tuan Bos, saya tidak mungkin mempermalukan nama Anda di luar sana," jawab Shen Yue dengan sangat percaya diri.
"Bagus, itulah jawaban yang ingin kudengar dari mulut seorang CEO sementaraku," balas Yao Wi puas.
"Ayo kita berangkat sekarang, markas besar kita sudah menunggu untuk diresmikan."
Mereka berdua berjalan keluar dari lobi hotel menuju pelataran parkir tempat Range Rover hitam milik Yao Wi terparkir dengan gagah.
Banyak mata staf hotel yang mencuri pandang ke arah mereka berdua dengan tatapan penuh rasa iri dan kagum.
Vroom!
Yao Wi menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya membelah jalanan pagi Kota Linzhou yang masih sedikit berkabut.
"Tuan Bos, jika boleh saya tahu, di mana tepatnya lokasi kantor kita?" tanya Shen Yue sambil membuka tablet barunya.
"Apakah Anda menyewa sebuah ruko di pusat kota atau menyewa lantai di gedung perkantoran tua?"
Yao Wi hanya tertawa kecil mendengar tebakan asisten jeniusnya tersebut.
"Menyewa ruko? Itu sangat tidak sejalan dengan visiku," jawab Yao Wi santai dengan sebelah tangan memegang kemudi.
"Aku membeli seluruh tanah dan bangunan plaza tua di distrik selatan kemarin siang."
Mata Shen Yue langsung melebar mendengar lokasi yang baru saja disebutkan oleh bosnya itu.
"Plaza tua di distrik selatan? Tapi Tuan Bos, tempat itu sudah hancur lebur dan terbengkalai selama lima belas tahun lebih," protes Shen Yue dengan dahi berkerut.
"Bangunannya nyaris rubuh dan butuh waktu minimal satu tahun penuh untuk merenovasinya menjadi tempat yang layak huni."
"Itu kalau kau menggunakan kontraktor normal dari kota miskin ini, Shen Yue," potong Yao Wi dengan nada penuh rahasia.
"Aku menggunakan tim konstruksi khusus dari luar negeri yang bekerja dengan cara yang tidak bisa kau bayangkan."
Shen Yue masih merasa sangat skeptis dan curiga dengan ucapan bosnya.
Bahkan tim konstruksi terbaik di ibu kota pun mustahil bisa menyulap bangunan hancur seluas dua hektar dalam waktu semalam.
Ciiiit!
Yao Wi menginjak rem dan menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang kawasan plaza tua tersebut.
Namun, pemandangan yang tersaji di balik kaca depan mobil membuat napas Shen Yue seketika terhenti.
Plaza tua yang dindingnya berlumut dan atapnya hancur itu kini sudah menghilang tanpa sisa.
Sebagai gantinya, berdiri sebuah bangunan megah berlantai enam yang seluruh fasadnya terbuat dari kaca hitam mengkilap.
Pilar-pilar baja berlapis kromium menopang bagian depan gedung dengan desain futuristik yang sangat menakjubkan.
Di bagian paling atas gedung, terdapat sebuah logo holografik berukuran raksasa yang menyala terang dengan tulisan LINZHOU CORP.
Halaman pelataran yang kemarin penuh debu dan kerikil kini telah berubah menjadi lantai paving blok halus dengan taman kecil yang tertata sangat asri.
"I-ini... ini tidak mungkin, apakah saya sedang berhalusinasi pagi ini?" gagap Shen Yue dengan mulut terbuka lebar.
Ia mengucek matanya berkali-kali, mengira ia salah minum obat atau belum sepenuhnya bangun dari tidur.
Yao Wi tersenyum sangat lebar melihat reaksi syok yang luar biasa dari asistennya itu.
Inilah kehebatan dari fitur cetak biru renovasi super cepat milik sistem yang menghabiskan dana tiga miliar rupiah semalam.
"Selamat datang di markas besar kerajaan bisnis kita, Shen Yue," ucap Yao Wi sambil mematikan mesin mobilnya.
Ia turun dari mobil dan berjalan santai menuju pintu masuk utama gedung yang terbuat dari kaca tebal.
Shen Yue buru-buru berlari menyusul bosnya dari belakang, kakinya terasa seperti jeli karena masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Wush!
Pintu kaca otomatis itu terbuka dengan suara desisan pelan yang sangat mulus, menyambut kedatangan sang pemilik sah.
Hawa sejuk dari pendingin ruangan pintar langsung membelai wajah mereka berdua.
Bagian dalam gedung itu jauh lebih gila daripada bagian luarnya.
Lantai lobi utamanya terbuat dari marmer putih tanpa sambungan yang memantulkan bayangan mereka dengan sangat jernih.
Di tengah lobi, terdapat sebuah meja resepsionis melingkar yang dijaga oleh sistem kecerdasan buatan dengan layar sentuh holografik.
"Tuan Bos... teknologi ini... bahkan perusahaan tempat saya bekerja di Beijing dulu tidak memiliki sistem secanggih ini," bisik Shen Yue sambil menatap sekeliling dengan merinding.
"Berapa banyak triliun yang Anda habiskan untuk menyewa tim konstruksi yang bisa melakukan sihir seperti ini dalam semalam?"
Yao Wi memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya dan menatap lurus ke depan.
"Uang bukanlah masalah untukku, yang penting adalah efisiensi dan kecepatan," jawab Yao Wi mengelak dari pertanyaan teknis tersebut.
"Sekarang gedung raksasa ini sudah siap pakai lengkap dengan segala perabotan canggihnya, tapi masalahnya gedung ini masih kosong melompong tanpa karyawan."
Shen Yue langsung tersadar dari rasa kagumnya dan kembali ke mode profesionalnya sebagai seorang CEO.
Otak jeniusnya langsung berputar cepat merencanakan ratusan strategi dalam hitungan detik.
"Tuan Bos benar, kita memiliki infrastruktur dewa tapi tidak memiliki prajurit," ucap Shen Yue dengan mata menyipit tajam.
"Saya akan segera membuka lowongan pekerjaan skala besar secara daring siang ini juga untuk mengisi pos-pos penting."
Yao Wi mengangguk setuju dan berjalan menuju lift kaca di ujung lobi yang langsung mengarah ke ruang direktur utama di lantai puncak.