NovelToon NovelToon
Badgirl Vs Ketos

Badgirl Vs Ketos

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: blackblue_re

Si Raja Es yang merupakan Ketua Osis SMA Generasi Bangsa, dipertemukan dengan badgirl kelas mujaer yang belangsak dan petakilan. Berulang kali membuat masalah, berulang kali ngebuat Elang kesal. Benci jadi cinta? Udah biasa.

Apa jadinya kalau cinta menjadi benci,

Lalu harus dipertemukan lagi oleh semesta?

Badgirl vs Ketos started>>>

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blackblue_re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#21. Vlog Ketemu Setan Beneran!

"Oi Kunyuk! Gimana udah lo siapin barangnya?!" tanya Selatan dari kejauhan sambil menutup bagasi mobil, yang dipanggil tidak merasa tersinggung dipanggil Kunyuk karena ia maklum, Selatan pelupa dengan nama orang. Semoga ia juga lupa nafas, doa Alaska.

Alaska mengambil kamera, senter dan cairan berwarna merah yang menyerupai darah.

"Kak Gabriel mana?" tanya Alaska balik, Selatan merenggut kesal karena pertanyaannya dianggurin.

"Kalo gue punya adek kayak dia, kempes pankreas gue." pikirnya menatap Alaska seperti zombie gak kebagian nasi maulid, beuh sangar.

"Solehah, bantuin gue!" bentak Gabriel yang rusuh sendiri karena daster putihnya sempit.

"Ini gue mau jadi setan atau mau lomba berenang? Sempit amat bajunya arrggh!!" protes Gabriel memakai daster putih dibantu Selatan.

"Btw gue bukan Solehah, bangsul," decih Selatan.

"Oh."

"Kok kezel ya?"

"Kuy masuk! Samlekom ahli kubur, numpang leuwat," gumam Gabriel namun hembusan angin ditengkuknya membuat ia merinding.

"Kenapa?" Selatan berhenti melihat Gabriel memegang tengkuknya.

Bisa dibilang dia takut setan, padahal namanya kalo disingkat setan, lah malah takut sama sodara sendiri. Menurut Selatan, mending dilempar ke empang buaya daripada kudu ketemu mas dan mbak setan

Serem mhang, terasa sampe ke selangkangan.

Pintu gerbang mereka lompati dan tanpa izin masuk kedalam sekolah yang sepi. Lampu memang menyala di setiap kelas namun auranya masih tetap mencekam.

Braaak...

Sebuah kursi terjatuh, membuat Selatan terkedjoet dan refleks memeluk Alaska. Yang dipeluk nutup hidung, Selatan bau air kobokan warteg.

"Ah cemen lo," ledek Gabriel mengecek kedalam namun hanya sepi yang mengisi seluruh ruangan. Tanpa mahkluk hidup yang bisa dijadikan alasan kenapa jatuhnya kursi guru didepan.

"Perasaan gue aja atau..?" Gabriel terus menajamkan penglihatannya menatap diluar jendela yang tidak memiliki gorden.

"Oii! Kenapa?" ucap Selatan membuat gadis tersebut menoleh sebentar lalu balik menatap jendela dengan wajah aneh.

"Perasaan gue kali, masa iya ada yang gelantungan dipohon nangka jam 12," ucapnya dalam hati menepis pikiran aneh yang berkalut diotaknya.

Sedangkan Alaska sudah dari awal menghidupkan kamera, mengarahkannya ke segala arah namun tidak ada yang aneh. Ketika ia mengarahkan kesampingnya, mata Alaska membulat sempurna.

"Setan!!" pekiknya.

"Onta arab, ngapain sih lo?" gertak Gabriel menutup wajahnya yang tersorot kamera.

"Ahiya lupa, gapapa nanti di cut." Alaska menggaruk tengkuknya dan mereka tiba ditempat yang paling menyeramkan dan memiliki banyak cerita, gudang sekolah.

****

Selatan melajukan mobil ke rumah Gabriel, sekarang sudah jam 02.51 pagi dan mereka memilih untuk menginap dirumah Gabriel sambil mengedit video tadi.

"Ah bosen gue, daritadi setannya gak nongol!" sahut Selatan sambil mengemudi.

"Dia nongol lo yang teriaknya paling kenceng, ketemu ulat bulu aja lo sampe kencing dicelana," ucap Gabriel dibelakang sambil menutup mata, lelah.

Selatan memberhentikan mobil dan mereka memasuki rumah beriringan.

"Kok gue ngerasa ada yang aneh disini?"

Gabriel melamun tanpa sengaja menabrak punggung Selatan yang sudah berhenti didepan pintu.

"Telor macan! Melamun mulu kerasukan ntar!"

"Bodo," jawab Gabriel langsung masuk kerumah dan otw kekamar tidur, sedangkan kedua temannya tidur dikamar sebelah.

Baru beberapa saat memejamkan mata, duo sengklek disebelah kamarnya berteriak membuat ia ingin menenggelamkan mereka ke empang biar digigit ikan piranha.

"AAA! GABRIEL!!!!" teriak mereka, Gabriel menyingkap selimutnya lalu pergi kekamar sebelah, ia menatap di layar laptop Alaska yang kini histeris ketakutan.

Sejak mereka memasuki gerbang wanita itu terus tersorot oleh kamera, entah sengaja menampakkan kehadirannya. Namun mereka yakin daritadi hanya mereka bertiga yang berada disekolah, mereka yakin!

Mereka susah payah menelan saliva, puncaknya adalah ketika Gabriel berpura-pura menjadi hantu, mengejar Alaska dan Selatan. Gabriel melihat video yang sedang di pause tersebut. Saat Gabriel mengejar mereka, wanita itu tepat dibelakangnya, Wanita yang bermata hitam bak lorong yang tak berujung, gigi taring berdarah serta senyuman bengis mampu membuat siapa saja yang melihatnya merasa tertekan.

Gabriel mempercepat videonya sampai mereka masuk kedalam mobil, dan... oh, God! Dia masuk bersama mereka dan duduk di kursi belakang bersama Gabriel, Selatan dan Alaska di kursi depan.

Mereka saling menatap tanpa tahu apa yang harus dilakukan, Alaska melanjutkan pekerjaannya mengedit video.

Gabriel dan Selatan apa kabar? Selatan meringkuk dikasur, takut-takut nanti ada yang colek, sedangkan Gabriel duduk sambil main game.

Memangnya siapa yang tidak takut kalau melihat hal ganjil yang jelas dimata, seperti yang dirasakan Gabriel. Dia takut kalau hantu itu numpang dirumahnya. Apalagi kalau cuma numpang makan.

"Selesai," ucap Alaska lega bercampur takut, Gabriel mengirim video tersebut ke hpnya lalu mengirimkannya ke grup chat wa 'Squad Generasi Bangsa' yang adminnya teman sebangkunya sendiri, Andri.

Belum ada yang melihat kirimannya, Gabriel meletakkan hp diatas nakas lalu kembali ke kamar.

"Oy mau kemane lu? Ntar dia nongol qoid lo! Hiiiii," ucap Selatan kembali menutup tubuhnya dengan selimut.

"Besok lo sekolah, Tan?" tanya Gabriel diujung pintu, tanpa memedulikan ucapan Selatan.

"Sekolah, mau liat siapa aja yang masih sanggup sekolah liat cewek serem divideo tadi." 

"Oke, hati-hati kalian berdua." Gabriel menutup pintu dan Selatan menarik selimut dengan kasar.

"Apa maksud lo hati-hati?" teriaknya. Gabriel kembali membuka pintu sebentar.

"Kalo ada yang manggil jangan lo samperin, Jangan pernah bangun sampe pagi! jadi tepung lo kalo berani ngeliat." Gabriel sudah pergi meninggalkan Selatan yang jantungnya sedang disko ajeb ajeb, dag-dig-dug-serrr.

****

"Gabriel!!!" teriak Selatan subuh-subuh, ia baru saja sholat subuh. Yap, berandal tapi tetap ingat tuhan, itu baru keren. Begitu juga Alaska yang dari tadi ngekor, takut ditinggal.

"GABRIELLL!!!" teriak Selatan sekuat tenaga, cewek tersebut sudah main hilang aja sejak subuh.

"Gue mencret njir," ujar Gabriel keluar dari wc dan bicara blak-blakan tanpa malu.

"Ah ciret lu, kirain napa." Selatan mengusap dada takut kalau Gabriel dirampok setan, trus diminta tebusan 200 jt kayak disinetron gitu lantaran Selatan kere.

"Anjir gue masih ngantuk, lanjut lagi apa?" gumam Gabriel.

"Aih kebo, gue rajam lo kalo lanjut tidur," ancam Selatan lalu pergi bersama Alaska untuk pulang memakai seragam sekolah. Sedangkan Gabriel nonton Dora The Explorer dulu mumpung masih subuh kalau lewat iklan ia menonton Mamah Dedeh lagi ceramah sambil ngorok.

#07.20

Hari Selasa yang cerah tanpa secuil pun awan mendung, namun murid SMA Generasi Bangsa banyak yang menghilang ditelan bumi. Hanya guru dan beberapa anggota osis saja yang datang.

Elang mengitari sekolah, bingung dengan apa yang terjadi, bahkan Nauval, Kiki, Rafael dan Daniel tidak sekolah. Elang membuka WhatsApp dengan niat menanyakan kabar keempat temannya, namun grup chat 'squad Generasi Bangsa' membuat ia bingung karena chat yang hampir seribuan.

Ia membuka grup tersebut, dan disanalah akar masalahnya, di bawah video yang dikirim si cicak terdapat tulisan,

'Sma kita terkutuk! Selama satu bulan arwah roh bakal gentayangan mencari tumbalnya, so be carefull kalo lo mau selamat dan gak mau mati bulan ini!!'

Ini dia ngibul no jutsu, versi Gabriel.

"Bast*rd!!!" Elang menggeram kesal, kini ulah si cicak tidak bisa dimaafkan.

1
Zizie Malek
aku fikir 'papa' itu ertinua 'ayah' rupanya 'ngak apa apa'. lebih teliti dlm bahasanya ya Thor supaya pembaca kayak aku tidak keliru. Salam dari Malaysia 🥰
Zizie Malek: #ertinya
total 1 replies
Jennifer Jatam
Luar biasa
Jennifer Jatam
Lumayan
Ran Aulia
😫😫😫😫
Ran Aulia
aduh, malu aku, lg antri nunggu dokter malah ketawa sendiri. 😂😂😂😂😂
Ran Aulia
bagus kak ceritanya, lucu menghibur banget , jadi keinget masa abu putih 😂😂😂😂


terimakasih ya kak ❤️❤️❤️❤️❤️
Ran Aulia
aduh, sakit perutku 😂😂😂😂
Ran Aulia
😂😂😂😂😂
Zizie Malek
aku bacanya agak slow kerana alur ceritanya agak serabutan & kadang tidak nyambung, sebentar di denda, tiba2 di WC eh tiba2 dimarahi guru lagi. mau lanjutan baca tapi rasanya udah malas.

moga kedepannya Thor lebih teliti 👌🏻👍🏻💪
Nana
kangen
hashella
episode yg sblm nya bikin ngakak tapo yg ini kok gw nangis y 😭😭
hashella
gue mbaca ampe mbengek 🤣🤣🤣🤣ᥬ🤣᭄
putra adeeva
anying kluar juga tuh suara lucinta luna 🤣
swrdfs_
mampir baca ulang, btw cerita ini tuh cerita pertama yang gue baca setelah download apk WP, nahh kemarin waktu nyari di WP kok gaada? terus gue kepikiran buat nyari di mangatoon.

ceritanya bagus banget🤩
Mina Fitri Aningsih
bagus
Reina Sahbila
suka banget ma ceritanya diawal dibikin ketawa diakhir dibikin nangis bagus banget pokoknya
Bonaria Simbolon
kapan nih lanjutan up ceritanya thor...knp lama banget.
Bonaria Simbolon
mantulll...😂😂
Nay Mars
kiki lekongbya thor?wkwkwk
Zrhy Wahyuni Nur Bilal
ko temen gabriel menjauh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!