Charlotte Audrey Hepburn Merupakan seorang gadis yang mendambakan sebuah kasih sayang dari orang tuanya. Sejak kecil ia di besarkan di panti asuhan tanpa mengenal siapa keluarga kandung nya. Sampai dirinya berusia 18 tahun akhirnya ada seseorang yang menjemputnya menemui Ayah kandungnya. ia terkejut mengetahui bahwa ia merupakan seorang Puteri dari negara Slovenia. Di bawa ke istana awalannya Charlotte pikir ia akan mendapatkan kasih sayang Ayah kandungnya dan kedua kakaknya ternyata ia hanyalah barang sebagai alat perjodohan dengan seorang Pangeran negara Perancis.
Mereka di nikahkan dengan berdasarkan berjodohan. Charlotte sangat mencintai suaminya tetapi sayangnya suaminya sama sekali tidak pernah menyayangi. Malahan dia membawa selingkuhan ke lingkungan istana.
Sampai dirinya di jebak bahwa ia merupakan pelaku yang meracuni selingkuhan dari Suaminya hingga keguguran
Akhirnya Charlotte di hukum mati oleh suaminya sendiri.
Tetapi setelah mati Charlotte terkejut bangun di kamarnya saat panti asuhan.
Sejak itu Charlotte bertekad untuk membalaskan dendam nya.
" Aku Charlotte seorang Puteri dan Ratu yang tidak di inginkan bersumpah akan membalas perbuatan kalian tunggu saja. Pembalasan dari seorang Puteri yang kalian anggap lemah ini."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reiza Muthoharah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sampai Slovenia
" Biarkan saja saya yang membawanya dan kau boleh pergi jangan menatap adik ku dengan tatapan memuja." ucap Darius yang mulai bertingkah posesif. Dirinya tidak senang Princess kecilnya di dekati oleh orang lain.
Pramugara tersebut mengangguk kepalanya sebelum berjalan keluar. Setelah pesawat mendaratkan diri Darius langsung menggendong Charlotte ala bridal style. Charlotte sama sekali tidak terganggu melainkan wajahnya bersembunyi di lekukan leher Darius.
Melihat tingkah menggemaskan Charlotte membuat Darius tersenyum tipis. Ketika Darius keluar dari pesawat sudah banyak para wartawan yang menunggunya di depan bandara.
Para Wartawan penasaran ketika Pangeran Mahkota Slovenia pulang dengan membawa gadis kecil di gendongan nya. Mereka langsung saja mengajukan berbagai pertanyaan tetapi Darius menghiraukan pertanyaan ia langsung memasuki Limosin yang sudah di persiapkan menuju ke Istana.
" Selamat datang kembali Pangeran." ucap Sopir yang menyambut dengan ramah.
Darius sama sekali tidak mempedulikan sambutan sopir tersebut
" Ke istana dan berhati-hati mengendarainya jika tidak kau akan tahu sendiri akibatnya." perintah Darius sekaligus mengancam.
Sopir itu mengangguk kepalanya dengan kaku sebelum mengendarai Limosin dengan perlahan. Ia tidak ingin nyawanya menjadi sasaran Pangeran Mahkota. Tapi dalam hati ia menghembuskan nafas lega ketika Pangeran Mahkota sangat menyayangi Princess anak dari mendiang Ratu.
Selama perjalanan suasana di dalam Limosin terasa hening sampai Charlotte membuka matanya.
" Enngh...Hoam ini dimana Kakak?" tanya Charlotte sambil menggosok matanya.
Darius yang melihatnya langsung mencegah Charlotte.
" Jangan menggosok matamu Princess nanti bisa sakit." ucap Darius memperingati Charlotte.
Charlotte malah cemberut sambil memalingkan wajahnya ke arah kaca mobil matanya langsung berbinar melihat Ibu kota Slovenia yang di kelilingi oleh bangunan berwarna-warni seperti cerita Disney.
" Wah....keren Char suka." ucap Charlotte sambil tersenyum senang.
Melihat Princess nya tidak marah lagi membuat Darius menghembuskan nafas lega. Ia tersenyum melihat Charlotte yang tampak antusias sambil mengelus rambut putih nya yang mirip sekali dengan mendiang Ibunya.
Charlotte yang merasakan helusan langsung mengalihkan pandangannya sambil tersenyum manis melihat Darius.
" Kakak apa nanti Char bisa berkeliling kota?" tanya Charlotte dengan antusias dengan matanya mengeluarkan aura berbinar.
Darius melihatnya tertawa pelan sambil memeluk Charlotte.
" Tentu saja, kakak janji akan membawa Charlotte jalan-jalan." ucap Darius.
Tanpa di ketahui oleh Darius bahwa saat ini Charlotte sedang bersmirk kecil sampai tidak satupun yang menyadari nya.
" Akhirnya aku kembali ke sini lagi." batin Charlotte sambil memikirkan berbagai rencana balas dendam.
Setelah perjalanan yang menghabiskan waktu sekitar 1 jam akhirnya mereka sampai di depan gerbang istana. Charlotte menurunkan kaca Limosin ia melihat sekeliling istana yang sepertinya tidak berubah setelah bertahun-tahun tidak ke sini.
Sedangkan di sisi lain Raja Eduardo bersama Zeline sudah berdiri di depan pintu istana untuk menyambut kedatangan Pangeran Mahkota Darius.
Ceklek....
Pintu Limosin terbuka dan keluarlah Darius dari dalam Limosin. Darius berjalan menaiki tangga dan membungkuk badannya sedikit.
" Salam Ayahanda." ucap Darius dengan datar.
Raja Eduardo yang melihatnya menepuk bahu Darius dengan pelan seolah-olah mereka memiliki hubungan baik antara Ayah dan Anak.
" Selamat datang kembali Pangeran apakah kamu membawanya?" tanya Raja Eduardo to the points.
Darius mengangguk kepalanya mengiyakan ucapan Raja Eduardo.
" Keluarlah Charlotte." ucap Darius yang menyuruh seseorang keluar dari Limosin.
Tidak berapa lama keluarlah Gadis cantik yang memiliki surai putih dan mata abu-abu berjalan menuju ke arah Raja Eduardo yang sedang terpaku.
" Violet...
Continue....
terrllaaallluuuu
dalam kerajaan
apalagi usia 18 th
gendong koala
🤦