Perkenalkan Namaku Kanaya, sekarang aku berumur 24 tahun, Aku adalah CEO dari salah satu perusahaan milik ayahku, setelah aku pulang dari Amerika aku diberi kepercayaan untuk mengelola perusahaan ayah, tak lama kemudian aku menikah dengan lelaki impianku dia begitu tampan dan mempesona semenjak kita satu sekolah di SMA aku mulai tertarik padanya. tapi sikapnya sangat cuek dan dingin padaku, bahkan setelah dia menjadi suamiku dia tidak berubah.
Kami menikah dengan perjodohan yang dilakukan keluarga kami, Meski dia tidak mencintai aku namun aku memaksanya untuk punya anak darinya sebagai tanda bukti bawa aku mencintai nya meskipun aku harus mengorbankan nyawa ku sendiri
Apakah aku bisa meluluhkan hatinya dihari-hari terakhirku.. ikuti kisahku ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eneng Selly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Semua persiapan sudah siap, Meski bukan Defano dan Kanaya yang turun tangan namun kedua ibunya lah yang sangat antusias dalam merencanakan semua detail tentang pernikahan.
Bu Reni dan Bu Nabila sangat senang menyiapkan semuanya, Sedangkan Kanaya dan Defano bekerja sepeti biasanya menjelang pernikahan.
Ada hati yang sakit ketika iya tahu jika Kanaya akan menikah yaitu Elfaro, iya sangat sedih dengan kenyataan itu namun iya mencoba merelakan semuanya hanya untuk kebahagiaan Kanaya.
Satu hari sebelum hari pernikahannya Kanaya mengikuti upacara adat yang miliki nenek moyangnya dulu, iya melakukan ditahan dan juga pengajian dirumahnya.
Beda halnya dengan Defano, seakan iya acuh iya malah bekerja dan pulang malam, meski hatinya tak mau menikah dengan Kanaya namun apalah daya ketika sang ayah yang sudah memberi kepuasan iya Taka bisa menolaknya.
Dihari ini juga Sarah tidak masuk kerja, Sarah bilang iya sakit dan tak mau digangu, ada rasa sedih yang Defano rasa ketika orang yang dia cintai juga ikut terluka.
Namun demi sang ayah dan perusahaan iya mau melakukannya toh hanya sebentar hingga saat Kanaya punya anak dan melahirkan pikirannya.
Defano pulang tepat jam sepuluh malam, iya segera membaringkan tubuhnya dikasur empuknya setelah cape dengan segala rutinitas dan pekerjaannya
Defano dan Sarah bertemu tepatnya pukul tiga dini hari, Defano menghampiri Sarah disebuah Club, disana Sarah mabuk berat iya tak terima jika Defano harus menikah dengan orang lain
Tut... Tut... Tut...
" Halo " ucap Defano yang sedang tidur
" Halo apakah ini benar Tuan Defano " ucap Seseorang dengan menggunakan handphone milik Sarah
" Ini no handphone Sarah kenapa bisa ada di Anda .. " tanya Defano sambil melotot
" Maaf Tuan, Nona Sarah sedang mabuk berat, bisakah anda membawanya karena Club kami mau tutup " ucapnya
" Share lokasinya saya akan segera Kesana " ucap Defano langsung bangun dan mengganti bajunya
Defano segera menuju garasi dan memerintahkan penjaga rumah untuk membukakan gerbang
" Tuan, bukannya sebentar lagi acara akad nikah anda " ucap sang penjaga merasa heran karena jam segini majikannya menaiki mobil
" Jangan berisik, buka gerbangnya aku ada urusan Sebentar " ucapnya dengan wajah galak
" Baik Tuan " ucapnya langsung membuka gerbang tersebut, Defano segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi mengingat kekasihnya mabuk dan sendirian di Club
Sesampainya disana iya segera membayar minuman yang diminum Sarah dana segera menggendongnya menuju mobilnya. Lalu iya membawanya Apartemen milik Sarah, karena sebenarnya apartemen itu hadiah ulang tahun yang Defano berikan pada Sarah jadi iya mengetahui password apartemen itu.
Setelah sampai di apartemen, Defano segera menggendongnya menuju kamarnya dan membaringkannya ditempat tidur itu. seketika Defano heran melihat sekeliling apartemen milik Sarah sangat berantakan.
" Defano.. jangan tinggalin aku... aku ga mau kamu nikah dengan wanita itu " ucapnya mabuk
" Kamu kenapa sih Sarah, ngapain juga kamu ke club, aku kan sudah bilang tunggu sampai dia melahirkan, aku dan dia akan bercerai, aku pasti akan menikahimu " ucap Defano dengan wajah marahnya
" Aku tidak bisa bayangkan kamu punya anak dari wanita lain.. " ucap Sarah
" Ini demi masa depan kita, perusahaan itu akan menjadi milikku sebentar lagi harusnya kamu sabar " ucap Defano
" Aku butuh bukti kalau kamu akan menikahi aku nanti dan akan meninggalkanya " Sarah sambil membuka bajunya
" Apa yang kamu lakukan " tanya Defano heran
" Ayo kita lakukan, toh nanti atau sekarang kita akan melakukannya " ucap Sarah sudah telanjang bulat dihadapan Defano
" Astaga Apa yang harus aku lakukan .. " batin Defano
" Kalau kamu sayang sama aku ayo lakukan, aku ga mau keperjakaan mu disentuh wanita lain selain aku " jawabnya sambil memeluk Defano dari belakang dan mencoba merayunya
" Apa aku harus melakukannya " batin Defano ragu
" Ayo Defano.. aku sudah tidak tahan " ucap Sarah sambil meraba dada Defano dengan nafsunya
Laki-laki mana yang dihadapkan dengan posisi itu tidak tergoda, Defano menatap wajah Sarah dan mereka saling berhadap-hadapan.
" Aku tak mau menodaimu,, karena aku menyayangimu.. hingga saatnya tiba aku akan menyentuhmu " ucap Defano
Sarah yang tak terima dengan penolakan Defano iya segera mencium Defano dengan penuh nafsu, seakan nafsunya sudah diubun-ubun
" Aku harus jadi orang yang pertama yang melakukannya bersamamu " batin Sarah
" Sarah tidak seperti biasanya " batin Defano namun iya menikmati ciuman itu
Sarah pun menarik tangan Defano dan diletakkannya pada payudaranya lalu iya meremasnya dengan memakai tangan Defano tanda jika iya ingin diperlakukan seperti itu.
Defano yang mengerti akan hal itu langsung meremasnya sesuai yang diajari Sarah, Sarah semakin terangsang dan iya mengajak Defano untuk bermain dikasur empuknya, Defano yang sudah bergairah pun tak bisa menolaknya iya segera menuruti keinginan Sarah
Ciuman itu berlangsung lama, tak puas dengan itu lalu Sarah menuntun tangan Defano untuk meraba Daerah kewanitaannya benar saja Sarah merasa sensasi yang berbeda iya benar-benar geli
" Sayang masukan sekarang " pinta Sarah
" Baik lah " ucap Defano yang sudah terangsang juga iya segera melepaskan semua pakaian yang menempel ditubuhnya. Seketika Sarah dibuat kagum oleh nya.
Namun tiba-tiba handphonnya berbunyi tanda seseorang menghubunginya dan tak iya tanggapi, akan tepi telepon itu terus berbunyi tiada henti membuat Defano kesal dan marah
Saat Defano melihat nama orang yang menghubunginya dilatar handphonnya iya kaget dan segera mengangkatnya dengan wajah pucatnya
Kring.... Kring.... Kring...
menyesal memang belakangan...
critanya udh bgus ka, klo bsa d revisi biar readers lbih nyaman lgii bcanya...
smngattt
apa el bkn kk kndung kay ?