NovelToon NovelToon
7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Teen / Tamat
Popularitas:168.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ega Endrawati

Alhena tidak pernah berhenti memikirkan Althara dari 3 tahun setelah Althara meninggalkan nya tanpa sebab. Alhena terus di hantui pertanyaan apa yang membuat Althara pergi, padahal sebelum nya mereka baik-baik saja, bahkan mereka selalu mengucapkan janji tidak akan pernah meninggalkan satu sama lain. Tapi kenapa sekarang Althara meninggalkan Alhena tanpa pamit ?
Ada apa dengan Althara ?
Apa Alhena telah membuat kesalahan sampai Althara pergi ?
Apakah Althara menyembunyikan rahasia besar dari Alhena ?
Bisakah Alhena memaafkan Althara setelah Althara kembali ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Endrawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Haruskah aku melupakan nya ?

Malam hari di kamar ku.

Aku melempar tas jinjing besar ku ke atas kasur, menghempaskan diriku juga ke tempat tidur dan melentangan kedua tangan ku disana, menatap langit-langit kamarku dan melihat manik manik bintang yang menempel di sana yang akan menyala jika ruangan gelap.

Aku menyukai bintang, amat sangat menyukai nya, bahkan hampir semua barang-brang ku berbentuk bintang dan bergambar kan bintang. Termasuk kalung yang sedang ku kenakan ini, bintang ini hanya separuh saja, dan separuh lain nya ada di Althara, karena dia lah yang memberikan kalung separuh bintang ini kepada ku pada 4 tahun yang lalu sebelum dia menghilang.

Aku jadi mengingat nya kembali, aku jadi teringat perkataan dia yang dulu “jangan pernah berubah tetap seperti ini, menjadi Alhena yang aku kenal apapun yang terjadi”

Aku masih selalu memikirkan kalimat itu, apa yang di maksud Althara adalah ini ? Dia ingin aku jangan berubah walaupun dia meninggalkan ku ? Sungguh gila memang keinginan nya, mana mungkin aku bisa bertahan mencintai nya dengan keadaan seperti ini ? Mencintai seseorang namun tidak ada wujudnya seperti hantu.

Keesokan nya aku kembali bekerja dengan suasana hati yang masih terasa hampa , namun akan sedikit terlupakan dengan sibuk nya pekerjaan ku.

Seseorang berdiri di hadapan ku ketika aku sibuk di depan komputer samping meja kasir .

Aku tahu dia adalah customer,aku menyiapkan senyumanku sebelum aku menatap nya dengan terus menyelesaikan sedikit lagi pekerjaan ku disana.

“Silahkan Pak ada yang bisa saya ban….tu” ucap ku sedikit terkejut melihat siapa yang berdiri di hadapanku.

Rey.

Dia berdiri dengan senyum manis nya menatap ku.

“Hay, lagi sibuk ya?” Tanya nya, membuatku lebih terkejut.

“Hah ? Oh iya” aku terkejut karena aku bingung dengan pertanyaan nya yang seolah olah kita sudah saling kenal.

“Mas nya belum di layani ya, sebentar saya panggil pelayan dulu” baru saja aku hendak mencari pegawai untuk melayani nya namun dia menahan ku dengan mengangkat tangan nya.

“Udah, udah ko aku udah di layani, meja aku di sebelah sana, aku kesini bareng temen-temen aku” ucap nya sambil menunjuk meja favorit nya kemarin.

Segerombolan itu mungkin adalah teman-teman laki-laki ini yang di ceritakan Riani kemarin.

Aku mengangguk dengan bingung dan menatap kembali Rey. Seolah bertanya 'lalu mau apa?'

“Kemarin kita baru kenalan sebentar aja kan?”

“Hah ?” Spontan ku yang masih saja kikuk.

“Hahahhah, kenapa setiap aku tanya kamu cuma jawab dengan 'hah' aja ?” Baginya ini lucu, namun awkward untuk ku. Karena aku sama sekali tidak mengenal nya dan tidak berniat sekali untuk bisa berkenalan di keadaan seperti ini.

“Kamu kayak nya karyawan baru disini ya ? Karena aku seperti baru lihat kamu disini”

Aku berusaha untuk tenang berbincang dengan laki-laki ini, karena bagaimanapun dia adalah pelanggan restoran ku.

“Ngga, saya pekerja lama kok disini, cuma saya jarang melayani customer seperti kemarin, jadi mungkin mas baru lihat saya kemarin”

“Kaku banget jawab nya” ledek nya sambil tersenyum.

“Santai aja, aku cuma mau kenalan aja sama kamu” aku tersenyum malu kepadanya.

“Nama kamu kemarin siapa ? Alhin … Al..”

“Alhena” potong ku membenarkan.

“Alhena” turutnya sambil menganggukan kepala tanda mengerti.

Aku hanya terus tersenyum kaku kepadanya sambil kembali mengotak atik komputer di hadapan ku, berharap dia mengerti bahwa aku sedang bekerja.

“Oke, kayak nya kamu lagi sibuk banget, aku permisi yaa”

Aku hanya mengangguk kecil kepadanya tanpa menjawab.

“Sorry udah ganggu”

“It’s Ok”

“Selamat bekerja. Alhena” ucapnya dengan benar-benar manis sambil tersenyum kepadaku.

Sedangkan aku terus menunjukan wajah bingung dan kikuk ku kepadanya.

Setelah beberapa jam aku dan seluruh karyawan sibuk dengan ramai nya pengunjung, aku dan Riani menyempatkan diri untuk berisitirahat keluar. Aku dan Riani pergi ke Restuarant Junkfood membeli makanan yang pasti akan di terima perut kami dan membuat kenyang perut kami. Tidak seperti makanan Restaurant kami yang hanya memiliki porsi sedikit dan rasa begitu aneh.

“Al, lo sama sekali ga ada tertarik gitu buat deketin Daniel?” Tanya nya,yang tiba-tiba saja,membuat ku menatap dia dengan sinis.

“Jangan mulai deh ri, gua lagi gamau bahas hal itu” ketus ku dan kembali melanjutkan makan burger ku.

Riani menatap ku dengan pilu.

“Al, mau sampai kapan sih lo kayak gini?” Ucapan nya yang masih saja tak ku hiraukan, aku terus berpura pura untuk tidak mendengarkan nya.

“Lo nyiksa diri lo sendiri kalo kayak gini terus,kali-kali lo harus coba buka hati lo buat orang lain, ya seengganya sampai lo ngerasa udah bener-bener lupain masa lalu lo”

“Rii, please” aku benar-benar malas mendengarnya.

Riani diam menatap ku.

“Ini bukan saat nya buat kita bahas tentang itu oke, mending sekarang lo habisin makanan lo karena kita harus kembali ke Restaurant, disana lagi rame kita ga bisa lama lama di luar” ucap ku dengan ketus dan kembali makan. Aku mendengar helaan nafas Riani.

Aku tahu maksud Riani itu baik, dia sangat mengkhawatirkan ku dengan apa yang sedang aku alami, dia begitu perhatian dan hanya ingin yang terbaik untuk ku,namun aku pun tidak tahu bagaimana aku bisa mulai membuka hati untuk orang lain, jika hatiku saja masih berharap Althara kembali.

Lalu aku memikirkan apa yang di ucapkan Riani.

‘Sampai kapan aku akan terus seperti ini?’

Pulang dari resto aku tidak melajukan motorku ke rumah, namun ke suatu tempat di puncak. Ke caffe ‘milky way’ atau dalam artinya adalah galaxy bima sakti. Tempat dimana kita bisa menyaksikan milyaran bintang di sana,di sebuah caffe yang berada di puncak,dan berjarak cukup jauh dari hiruk pikuk jakarta. Ini akan selalu menjadi tempat favorite ku walaupun sudah terlalu banyak kenangan yang sangat menyakitkan yang akan aku ingat. Namun tempat ini pun selalu menjadi obat penenang ku di kala aku sedang gundah.

Pelayan datang menghampiri ku dengan membawa nampan di tangan nya.

“Ini hazelnut latte nya mbak silahkan” pelayan itu menyimpan pesanan ku di atas meja.

Aku tersenyum ramah kepadanya.

“Tumben banget mba kesini nya malem banget”

setidak nya sekali atau dua kali dalam sebulan aku selalu datang kesini, dan membuat aku menjadi pengunjung tetap caffe ini selama beberapa tahun.

“Iya resto lagi rame tadi” jawab ku sambil tersenyum dia pun menundukan kepala dan pergi meninggalkan ku.

Aku mengambil cangkir besar ku dengan kedua tangan, merasakan hangat nya coffe ini di telapak tangan dan meneguk nya sedikit demi sedikit merasakan kenikmatan minuman hangat masuk kedalam tenggorokan ku dan menghangatkan tubuhku.

Ku tatap lagi lampu-lampu kota yang indah di hadapan ku dan mengingat suatu kalimat.

‘Kalo di langit malam mendung ga ada bintang, kamu bisa liat pemandangan lampu kota ini,anggap aja ini bintang, sama saja banyak dan kelap kelip kan?’

Mataku kembali basah mengingat Althara. Begitu menyakitkan rasanya, terlalu sulit aku untuk melupakan semua kenangan indah bersama dia. Terlalu indah masalalu dengan nya, hingga aku tidak sanggup membuka hatiku untuk orang lain. Aku terlalu mencintai nya bahkan sampai saat ini. Aku begitu sakit karena terlalu mencintai nya, aku begitu sakit karena cinta ku ditinggalkan disaat aku berharap kita bersama selamanya.

Aku sungguh berharap keajaiban akan datang,dan berharap bintang yang aku tatap setiap harinya bisa menyampaikan rasa rinduku kepadanya, aku begitu yakin bintang yang aku lihat setiap malam nya adalah bintang yang sama yang kan selalu di lihat oleh Althara walaupun aku tidak tahu dia ada di bagian bumi sebelah mana.

1
Jetva
MAKANYA BUKAN MAKNNYA...
Jetva
MAKANYA BUKAN MAKANNYA...
Sita Sit
apapun alasannya kok aku tetep kesel ya sama athara ,pergi gitu aja,paling gak ,ngabarin dong,apalagi itu tiap semester kan pulang,bisa kan nemui Alena sebentar aja
Sita Sit
makanya al ,sejak awal harusnya kamu jujur sama Alena tentang kepergian mu,bikin sakit hati orang aja Al kamu tu
Sita Sit
alasan nya apa ya si althara ninggalin Alena gitu aja,harusnya ya ngasih kabar gitu,sampai 6 th lo
Sita Sit
kenapa althara ninggalin Alena gitu aja y
Sita Sit
seru nih ,next
Sita Sit
mampir
Dy
Luar biasa
velina
bnyk bngt yg ngicer alhena busettt
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Chyntia Rizky 🖋️
mampir disini 🎉 semangat yaaa
Mariam R RIa
suka Thor dan langsung jadi favorit
Dian Ferdiana
ceritanya bagus banget
Fatim Ummu Ayes
si jaelangkung...
Fatim Ummu Ayes
ini nantix jadi pemicu pertengkaran gk ya? secara se alhena gk mo jujur k suami
Fatim Ummu Ayes
jelangkung tuh si roni
Fatim Ummu Ayes
kirain si roni bakalan ngebuat tata ngejar" dia..
Fatim Ummu Ayes
gini nih... kalo cintax penuh ambisi
Fatim Ummu Ayes
ujung"nya seneng bangett....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!