Sebuah dunia masa depan, dimana patung-patung para dewa jatuh dari langit, dan hanya dengan mengucapkan nama dewa/kisah dewa seseorang akan memperoleh warisan para dewa, dan juga tentang kengerian semesta, dimana para jenius dari seluruh alam semesta akan memperebutkan Takhta Kaisar Agung!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rlll0411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
Hari ini adalah hari upacara pencerahan yang di adakan oleh Akademi Tinggi Zero One tempatnya berada, biasanya orang biasa harus membayar mahal untuk bertemu dengan patung dewa, namun hari ini acara di selenggarakan oleh sekolah, sehingga para siswa bisa bertemu dengan patung dewa tanpa biaya.
Dan hari ini, sekolah telah mengeluarkan biaya besar untuk mengundang patung Dewa Raja legendaris!
Akademi masa depan sudah berubah, studi budaya hanya bagian kecil, yang paling penting adalah belajar pengetahuan latihan, berusaha menjadi lebih kuat.
Di depan ada tiga patung dewa, yang tengah adalah seorang pria tua yang mengenakan jubah setengah putih, berjanggut dan bertubuh tegap, memegang tombak tongkat, dengan kulauan cahaya agung yang menyelimutinya.
Di sebelah kanan adalah patung seorang pria tampan, wajahnya tegas, di tangan kanan-nya terdapat pedang panjang berpalang merah, di dadanya tergantung kalung salib, dan di kakinya menginjak tengkorak naga.
Sedangkan patung terakhir berbeda sepenuhnya dari dua yang sebelumnya, patung itu tidak menimbulkan tekanan atau kilauan, seperti patung batu biasa.
"Xiao Yu, apa kamu sudah memutuskan untuk membangunkan patung dewa yang mana?" Yun Xian'er mendekatkan bibirnya di telinga Su Yu, memberikan sensasi geli yang menggetarkan.
Benar, di antara patung dewa di depan, patung tengah adalah Dewa Utama dalam mitologi Olympus, Raja Dewa Zeus, sementara yang lain adalah Malaikat Agung Michael yang di puja dalam agama cahaya suci, diceritakan bahwa ia adalah tangan kanan Tuhan, malaikat agung di surga, kedudukannya hanya di bawah Tuhan Yehuwa.
"Aku ingin membangunkan yang itu!"
Qian Yu menunjuk patung dewa yang terakhir, yang tidak bercahaya, itu adalah patung dengan wajah kera, memegang tongkat panjang dari besi tajam, mengenakan mahkota ungu bersayap phonix, dan mengenakan sepatu awan sutra.
Meskipun tidak ada kehadiran sinar cahaya Dewa, juga tidak ada kekuatan Dewa yang terpancar, namun terasa nuasa keanggunan dan keagungan yang menakjubkan.
"Xiao Yu, jangan membuat keputusan bodoh, kakak tahu kamu memiliki ambisi yang besar, tapi makhluk mitos dewa-kera tersebut telah membuat terlalu banyak orang gagal, tidak pernah berhasil di panggil ribuan tahun."
Yun Xian'er menasehati Qian Yu dengan lemah lembut, dia memiliki sifat yang lembut, terutama terhadap Qian Yu, selama bertahun-tahun ia tidak pernah menghardik Qian Yu, bahkan jika dia ingin melakukan sesuatu yang bodoh hari ini, dia tetap bersikap lembut.
Patung dewa Zeus dan Mikael sudah di panggil, meskipun warisan mereka sudah tidak ada, namun bagi mereka yang sungguh-sungguh memanggil dengan bakat yang baik, mereka dapat menerima berkah Dewa.
"Xiao Yu, dengan bakatmu, mungkin kamu bisa mendapatkan atribut petir dari Zeus atau bahkan petir kematiannya. Meskipun guntur, angin dan hujan tidak terlalu kuat, itu juga cukup bagus.
Memilih Mikael juga bisa mendapatkan kemampuan cahaya, mengapa harus memilih patung dewa yang tidak di kenal?"
"Kakak Xian, percayalah padaku, aku pasti akan berhasil." Ucap Qian Yu.
"Anak bodoh.."
Yun Xian tersenyum tipis, bibir merahnya meninggalkan jejak di dahi Qian Yu.
"Pergilah, sekarang giliranmu."
"Kak Yu!!" Teriak seorang pria gemuk dari kejauhan, Kemudian pria gemuk tersebut berlari kearah Qian Yu.
Kemudian setelah pria gemuk tiba di sisinya, mengangkatnya dan meletakkan Qian Yu di pundaknya, seolah-olah ia membawa karung beras.
"Qian Yu, cepat, giliran kita sekarang, kali ini aku pasti akan membangkitkan kekuatan petir Zeus, nanti aku akan bisa melindungimu, jika ada yang mengganggumu katakan saja padaku." kata si anak gemuk dengan penuh semangat.
Si anak gemuk memiliki kekuatan yang besar, Qian Yu sama sekali tidak bisa melawan, ia hanya bisa di tarik maju oleh si anak gemuk.
Dengan menggali ingatan, akhirnya dia tahu siapa orang ini, si anak gemuk bernama Hao Pangzi, salah satu sahabatnya.
Namun, berbeda dengan Qian Yu, Hao Pangzi memiliki bakat yang sangat tinggi, meskipun badan-nya gemuk, namun tingkat kekuatan-nya sangat tinggi, dia adalah salah satu yang terbaik di Akademi Tinggi Zero One.
Sementara Qian Yu hanya berada di kelas menengah di Akademi Tinggi Zero One, tidak bisa di bandingkan dengan Hao Pangzi yang merupakan yang terbaik.
Pengembangan Qi sangat sulit, umumnya hanya di mulai setelah dewasa, dengan usia dewasa dalam era ini ditetapkan pada usia sembilan belas tahun.
Karna pembuluh darah manusia perlu perlahan-lahan memperluas hingga usia sembilan belas tahun sebelum mengkristal, pada saat itu merupakan waktu terbaik untuk berlatih kultivasi.
Sebagian besar siswa juga akan memanggil dewa antara usia delapan belas hingga sembilan belas tahun, dengan harapan mendapatkan perlindungan dewa.
Satu-satunya hal yang dapat dilakukan sebelum usia sembilan belas tahun adalah menyerap Qi secara tidak sadar untuk menyuburkan tubuh, melalui jumlah Qi yang diserap selama periode ini, seseorang dapat mengetahui seberapa besar bakatnya.
Selama periode ini, tergantung pada bakat yang berbeda, kekuatan fisik akan memiliki perbedaan yang signifikan, misalnya Qian Yu saat ini memiliki kekuatan seratus kilogram di lengan tunggalnya, sedangkan Hao Pangzi memiliki tiga ratus kilogram.
"Ini adalah memanggil nama dewa, bagaimana bisa kamu tidak bersemangat!" si anak gemuk membelalakkan matanya.
"Ayahmu setuju kamu memanggil Zeus?"
Dengan ingatkan masa lalu, Qian Yu tahu bahwa latar belakang anak gemuk tidaklah sederhana, dia adalah generasi kedua dari keluarga yang terhormat.
"Sudah setuju, ayah mengatakan akan sangat bagus jika aku bisa mendapatkan kemampuan petir Zeus, meskipun guntur dan angin tidak terlalu kuat itu juga merupakan hal yang bagus." si anak gemuk tidak bisa menahan senyum liciknya.
Petir adalah atribut utama Zeus, dan itu adalah kemampuan terkuatnya, meskipun guntur hampir sama, tapi itu berbeda, harus mengendalikan cuaca dulu agar bisa melepaskan guntur, tapi kemampuan petir tidak perlu melakukan panggilan cuaca dan bisa langsung menyerang.
"Maukah kamu memanggil yang itu bersamaku?"Qian Yu menunjuk patung dewa yang suram dan gelap di atas panggung, sambil tersenyum lebar.
"Kamu berencana benar-benar mau memanggilnya? Selama ribuan tahun, tidak seorangpun berhasil memanggil patung itu, kamu berani mencoba?" si anak gemuk berbicara dengan suara pelan.
"Jika percaya padaku, ikutilah aku."
Di atas panggung terdapat tiga jalan, yang dipenuhi ratusan anak tangga untuk menuju keatas, ke arah depan patung, jalan anak tangga pertama melambangkan patung Dewa Raja Zeus, jalan kedua melambangkan patung Malaikat Mikael, sementara jalan anak tangga ketiga adalah patung Sun Wukong.
Sebagai idola di kehidupan sebelumnya, Qian Yu ingin mewarisi segala warisan-Nya, anak muda mana yang berani menolak warisan Sun Wukong yang sudah berada di depan mata?