NovelToon NovelToon
Anak Kembar Mafia

Anak Kembar Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:59.3k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Hana Yasmin adalah lambang dari ketegaran wanita yang luar biasa. Enam tahun yang lalu terpaksa diusir dari rumah orang tuanya sendiri karena telah mengandung benih pria yang tidak dia kenal. Sebuah tragedi kelam merenggut paksa kesucianya. Trauma mendalam itu sempat meruntuhkan dunia Yasmin. Namun, takdir berkata lain. Bayi yang dititipkan dalam tahimnya lahir sepasang malaikat kecil laki-laki dan perempuan yang ia beri nama Fatir dan Fathia.

Yasmin berjuang sendiri membesarkan anak kembarnya itu hingga tumbuh menjadi anak yang cerdas, padahal masih usia 5 tahun dan sekolah TK. Yasmin yang bekerja di restoran bertemu Marco Bellini. Pria itu jatuh cinta kepadanya bahkan mengajak menikah dan berjanji untuk membesarkan si kembar, tapi rasa trauma membuat Yasmin tidak mudah untuk menerima.

"Yasmin, menikahlah denganku demi kamu dan anak-anak."



Apakah Yasmin akhirnya menerima Marco? Bagaimana kisah selanjutnya? Kita ikuti kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

"Panas!" Pria itu berteriak keras, mengibaskan lengannya yang basah. Wajahnya yang tampan berubah merah dan menatap Yasmin tajam.

Darah Yasmin serasa berhenti mengalir. Tangannya gemetar saat meraih tisue di atas meja, dengan perasaan takut berusaha menyeka dan membersihkan noda kopi di lengan jas pria itu.

"Maaf... maafkan saya, Tuan... sungguh tidak sengaja..." kata Yasmin tercekat, nyaris tak terdengar.

Pria itu tidak menjawab, membiarkan saja ketika Yasmin melipat jasnya ke atas dan mengelap kulit tangannya yang sedikit merah. Namun, pria berwajah asing itu justru menatap Yasmin yang menunduk, tanpa wanita itu sadari.

"Dasar wanita bodoh! Kerja tidak becus!" Sergah salah satu teman pria itu, menampilkan wajah penuh amarah ke arah Yasmin, karena menurutnya berani-beraninya membuat bosnya kepanasan dan menodai jas mahalnya.

Yasmin semakin takut, ketika hendak menjawab, suara derap sepatu berjalan ke arahnya. Dia adalah Rina, datang membawa amarah yang siap meledak. Namun, sebelum mengeluarkan kata-kata pedas ia menatap tiga pria yang tegang itu lalu minta maaf.

"Karyawan Anda ini kerja sembrono, menumpahkan kopi ke tangan bos saya, kalau sampai melepuh, siap-siap restoran ini ditutup!" Ancam salah satu pria.

"Baiklah Tuan, kami mohon maaf, dan berjanji akan segera memecat wanita ini!" Rina mendelik ke arah Yasmin.

Namun, kata-kata makian Rina belum selesai terucap, pria yang terkena tumpahan kopi itu perlahan mengangkat tangannya. Gerakannya tenang namun berwibawa, satu isyarat halus yang langsung membuat Rina dan kedua bawahannya terdiam.

Lagi-lagi menatap Yasmin lekat, sorot matanya yang tadi tajam kini berubah sulit dibaca, antara curiga, heran, dan sesuatu yang lain yang tak bisa Yasmin mengerti.

"Jangan pecat wanita ini, besok saya akan datang lagi ke restoran ini dan memberi hukuman dengan cara saya sendiri." Kata pria itu, lalu beranjak pergi diikuti anak buahnya.

Yasmin tertegun, matanya membelalak tak percaya. Ia sama sekali tak menyangka pria itu akan menahan kemarahan Rina dan bawahannya. Entah hukuman apa yang akan pria jangkung itu berikan besok, Yasmin tidak peduli, yang terpenting tidak dipecat dari restoran ini demi dua buah hatinya.

Rina melengos geram ke arah Yasmin yang membersihkan tumpahan kopi, lalu kembali mengawasi pekerja yang lain. Begitu lantai bersih, tatapan Yasmin tertuju ke kolong kursi di mana pria tadi duduk. Kertas tebal tergeletak di sana, Yasmin ambil benda tersebut.

"Marco Bellini?" Yasmin membaca kartu nama. Ia yakin jika kartu tersebut milik salah satu dari tiga pria tadi. Yasmin masukan kartu itu ke dalam saku, lalu melanjutkan pekerjaan dalam pengawasan Rina yang banyak protes hingga waktu berganti.

Sore itu menjelang senja, suasana restoran mulai sepi saat para pengunjung perlahan pulang. Karyawan sibuk membereskan meja, mencuci peralatan, dan menyimpan bahan makanan. Yasmin bergerak lambat, tubuhnya terasa pegal linu seharian berjalan melayani tamu. Namun, rasa lelah itu terasa ringan dibandingkan beban berat yang terus menghimpit dadanya. Pikirannya tak lepas dari ancaman ibu Retno pagi tadi, uang sewa kontrakkan yang belum lunas itu adalah ancaman bagi tempat tinggal dirinya dan kedua anaknya.

Dengan hati berdebar, tangan dingin, dan napas yang tertahan, Yasmin memberanikan diri melangkah menuju ruang kantor kecil di belakang restoran. Di tempat ibu, Rina biasanya menyelesaikan administrasi harian. Yasmin tahu ini berisiko, ia tahu atasan wanita itu sangat pemarah dan tidak suka karyawan meminta uang di luar jadwal gajian, tapi ia tak punya jalan lain lagi. Yasmin ingin anak-anaknya tetap bisa tidur nyenyak walau di kontrakkan kecil.

Di depan pintu ruangan, Yasmin diam sejenak, mengumpulkan sisa keberanian. Mengusap wajahnya pelan, berusaha menahan rasa takut, lalu mengetuk pintu perlahan.

"Masuk!" suara ketus Rina terdengar dari dalam.

Yasmin membuka pintu perlahan, lalu masuk dengan langkah ragu-ragu. Menatap Rina yang duduk di balik meja, sedang mencatat sesuatu di buku tebal, wajahnya tampak serius.

"Ada apa lagi kamu, Yasmin? Sudah selesai semua pekerjaanmu?" tanya Rina tanpa menoleh, nadanya sudah terdengar tidak ramah.

"Sudah, Bu... semua sudah beres," jawab Yasmin, tangannya saling menggenggam di depan perut.

"Ya sudah, pulang sana!" usirnya kesal.

"Maaf mengganggu sebentar, Bu... Saya... saya mau minta tolong," ucap Yasmin terbata-bata.

Bu Rina meletakkan pulpennya, lalu menatap Yasmin dengan tatapan tajam.

"Minta tolong apa lagi? Jangan bilang mau minta waktu libur, ya. Ingat, kamu sudah telat hari ini."

Bibir Yasmin terasa kaku, tapi ia teruskan berucap.

"Bukan begitu, Bu... tapi saya mau kasbon sedikit dari gaji bulanan. Saya butuh banget buat bayar sewa tempat tinggal. Pemiliknya sudah menagih berkali-kali, kalau sampai diusir kasihan anak-anak saya, Bu. Saya janji, pas gajian dipotong saja," Yasmin berkata tanpa jeda, selagi ada keberanian berbicara yang sebenarnya dengan harapan permintaan dipenuhi.

Bukan mengabulkan permintaan Yasmin, Rina justru menggebrak meja sekeras-kerasnya hingga berbunyi nyaring. Dilanjutkan dengan bentakkan, membuat Yasmin menyeret kakinya mundur.

 "Pagi telat datang, bikin saya emosi, sore-sore minta kasbon! Kamu pikir uang restoran ini boleh metik dari pohon?" Rina mendelik hingga bola matanya nyaris keluar dari kelopak. Yasmin semakin ngeri dibuatnya.

"Maaf... maafkan saya, Bu..." hanya itu yang mampu terucap dari mulut Yasmin. Ia segera membalikkan badan, bergegas keluar dari ruangan itu sebelum ia menangis tersedu-sedu di depan Rina.

Ia berjalan keluar dari restoran saat langit sudah mulai gelap. Angin sore tidak bergerak, membuatnya kepanasan. Namun itu tidak seberapa karena masih lebih panas hatinya, lantaran ucapan Rina.

Di tangannya menggenggam uang receh untuk membayar angkutan hingga basah karena telapak tangannya berkeringat, di hatinya ada rasa sakit yang mendalam, dan di benaknya hanya ada satu pertanyaan. Ya Allah, sampai kapan hamba harus menelan semua kepahitan ini sendirian?

Bukan mengeluh tentang apa yang yang sudah menjadi takdir dalam hidupnya. Tetapi kenapa semua orang yang berada di dekatnya sejak dulu selalu menyakiti? Sonya, Mila, Leny, tiga manusia itu penyebab kehancuran dirinya, kedua orang tuanya yang sudah benar-benar membuangnya. Pria biadab yang dulu menghancurkan hidupnya.

Dan sekarang ibu Retno dan Rina pun tidak pernah mengerti sedikitpun. Jika ingat semua perjalanan hidupnya, Yasmin rasanya ingin menyerah.

Namun, teringat wajah Fathia dan Fatir yang menjadi penyemangat hidupnya. Yasmin kembali menyeka air matanya dengan kasar. Sekeras apa pun dunianya dulu hingga hari ini, ia harus tetap pulang dan tersenyum di depan kedua malaikat kecilnya.

Yasmin menunggu angkutan hingga hari menjadi gelap, tapi tidak ada satupun yang lewat. Bayangan Fatir dan Fathia menunggu kedatangannya dengan cepat, Yasmin rasanya ingin terbang agar cepat tiba di rumah.

 Di saat kegelisahan melanda dada Yasmin. Mobil merah tiba-tiba berhenti tepat di depannya. Seorang pria menurunkan kaca.

"Ayo naik."

...~Bersambung~...

1
Les Tary
Marco emang payah sekelas Mafia kakap asal gelap celop aja apalagi sekelas Rina🤭🤭
Eka ELissa
nah loh.....
bingung....tu...Marco mo jawab apaan....
Lia siti marlia
nah bagus yasmin kamu harus tegas sama marco🥺🥺🥺
🌷💚SITI.R💚🌷
hadeeh klu wanita udh gila harta dan nsfsu ga mikir bahsya dan baik tdky
Hera sasuwe
riweh nih masa lalu marco buat gregetan sampe emosi
Lisa Halik
lagi thor makin penasaran...sudah bagi gift juga
Lia siti marlia
waduh c rossa udah berani ngancam pake senjata siap siap kamu di kulitin sama marco rossa😂
ardiana dili
lanjut
Eka ELissa
alah ....ngimpi kwe Ross....
jgn kan knyataan dlm mimpi juga Marco GK bkln blik Karo kwe tau....🤣🤣🤣🤣🫣
Eka ELissa
waduh siapa lagi ini yass......
bnyak bgt ....bikin syok nya....dri kmrin 🤣🫣
Les Tary
Marco emang Rossa sudah kamu janjiin apa bisa senekat itu
Lisa Halik
gift menyusul thor...semangat updatenya
Teh Yen
ini pasti cewek yg kmr Dateng ke rmh Marco yah ,,.ktnya udh d usir Marco kok dia balik lagi sih
Teh Yen
waduh smoga Emil engg bilang ke Yasmin deh nanti nanti aj taunya gt hehe 😁
🌷💚SITI.R💚🌷
ujian kamu blm tuntas yasmin mungkin msh panjang,,apa lg berhadapan sm cewe kaya ditu yg tsk tau mslu..apa nanti² tuh cewe² marcopolo trs berdatangan ya trmasuk runa..wah yasmin kewalahan dan diap² genhatan senjaya lg nih
🌷💚SITI.R💚🌷
ini cewe selalu nyari gara² ya..tr lama² du buang ke antartika deh sm marcopolo
Bunda HB
Saya ada bu jasmin klo 2jt...tk bantu byr.👍🙏🫡🤣
Lia siti marlia
kondisi yasmin sekarang memang gak kekurarang masal uang masalah makan tapi hati yasmin masih harus terus menerus menghadapi oarang orang yang ada di masa lalu marco 🥺🥺🥺entah sampai kapan 🤔🤔🤔
ardiana dili
lanjut
Les Tary
Kasihan Yasmin semenjak menikah sama Marco ada aja drama dari org masa lalu Marco
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!