NovelToon NovelToon
Dinikahi Komandan Galak: Istriku Legenda Forensik

Dinikahi Komandan Galak: Istriku Legenda Forensik

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / CEO / Penyelamat / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

Pernikahan Zoya Ravendra dan Kalandra Dirgantara adalah perjodohan mutlak tanpa tanggal kadaluarsa. Bagi Kalandra, Kepala Unit Reskrim yang ditakuti, Zoya hanyalah istri pendiam yang membebani karena selalu mengurung diri di kamar.

​Namun, pandangan itu hancur saat kasus pembunuhan berantai "The Puppeteer" menemui jalan buntu. Zoya tiba-tiba muncul di TKP, menerobos garis polisi dengan tatapan datar dan berkata:

​"Singkirkan tangan kotormu dari leher korban, Komandan. Dia tidak dicekik. Ada residu sianida di kuku jari manisnya dan lebam mayat ini dimanipulasi."


​Hanya dalam lima menit, Zoya memecahkan teka-teki itu. Kalandra terlambat menyadari bahwa istri yang ia abaikan ternyata adalah "The Scalpel," legenda forensik dunia. Kini, Kalandra tidak hanya harus memburu pembunuh, tapi juga mengejar cinta istrinya yang hatinya lebih sulit diotopsi daripada mayat manapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Mimpi Buruk Zoya

​"JANGAN! JANGAN POTONG DI SANA! ARTERINYA PECAH!"

​Teriakan histeris itu membelah kesunyian kamar yang gelap gulita.

​Kalandra tersentak bangun. Insting tempurnya menyala dalam seperseribu detik. Tangannya langsung menyambar pistol Glock-17 yang selalu dia letakkan di bawah bantal sejak teror Hanggara dimulai. Dia melompat duduk, mengarahkan moncong pistol ke pintu kamar, siap menembak siapa pun yang berani masuk.

​"Siapa di sana?! Keluar!" bentak Kalandra, matanya nyalang menyapu ruangan.

​Hening. Tidak ada penyusup. Tidak ada Hanggara. Pintu kamar masih terkunci rapat dari dalam. Jendela yang dipaku papan kayu juga masih utuh.

​Hanya ada suara napas memburu yang terdengar menyakitkan dari sampingnya.

​Kalandra menoleh cepat. Dia menurunkan pistolnya, lalu melempar senjata itu ke nakas.

​Zoya.

​Istrinya sedang duduk tegak di atas kasur, matanya terbelalak lebar menatap telapak tangannya sendiri. Keringat dingin membanjiri wajah dan lehernya, membuat piyama satin yang dipakainya basah kuyup seolah baru saja kehujanan.

​"Darah... darahnya muncrat..." gumam Zoya meracau. Suaranya bergetar hebat. "Klem... mana klem-nya? Kenapa nggak berhenti?"

​"Zoya!" Kalandra mencengkram bahu istrinya, mengguncangnya keras. "Zoya, bangun! Lihat aku!"

​Zoya tersentak. Dia menoleh patah-patah ke arah Kalandra. Tatapannya kosong, pupil matanya melebar karena teror yang belum hilang. Dia tidak melihat Kalandra. Dia melihat hantu masa lalunya.

​"Mas... dia mati... aku bunuh dia..." bisik Zoya, air mata mulai menetes cepat dari sudut matanya.

​"Nggak ada yang mati. Kamu di kamar. Kita aman," ucap Kalandra tegas namun suaranya melembut. Dia menarik tisu dari meja, menyeka keringat di dahi Zoya yang sedingin es. "Kamu mimpi buruk lagi. Cuma mimpi, Zoya."

​"Nggak... itu nyata. Rasanya nyata banget," Zoya menggeleng panik. Dia mengangkat tangan kanannya.

​Tangan itu—tangan dokter yang biasanya stabil seperti batu karang—kini bergetar hebat. Tremor yang tidak terkendali. Jari-jarinya kejang, bergerak-gerak sendiri seolah sedang memegang pisau bedah yang licin oleh darah.

​Kalandra menatap tangan itu dengan kening berkerut. Dia belum pernah melihat Zoya selemah ini. Zoya yang dia kenal adalah wanita besi yang makan roti lapis di depan mayat korban mutilasi tanpa rasa jijik. Tapi sekarang, wanita ini terlihat rapuh, seperti kaca yang retak seribu.

​"Tenang. Tarik napas," perintah Kalandra. Dia turun dari kasur, berlari kecil ke meja di sudut ruangan untuk menuangkan air mineral ke dalam gelas kaca.

​Kalandra kembali duduk di tepi ranjang. Dia menyodorkan gelas itu ke depan bibir Zoya.

​"Minum dulu. Biar detak jantungmu turun. Kamu hiperventilasi," kata Kalandra.

​Zoya mencoba menjangkau gelas itu dengan tangan kanannya.

​"Biar aku saja yang pegang," tawar Kalandra saat melihat tangan istrinya masih gemetar.

​"Nggak. Aku bisa sendiri," tolak Zoya keras kepala. Egonya sebagai dokter menolak untuk terlihat cacat.

​Zoya memaksakan jari-jarinya mencengkram gelas kaca itu.

​Namun, saraf motoriknya mengkhianati otaknya.

​Klontang!

​Gelas itu beradu keras dengan gigi Zoya karena tangannya menyentak tak terkendali. Air tumpah membasahi dagu dan lehernya. Pegangannya meleset. Gelas itu terlepas jatuh.

​Kalandra dengan sigap menangkap gelas itu sebelum menghantam lantai, meski sebagian isinya sudah tumpah membasahi sprei mahal mereka.

​"Zoya..."

​"Maaf," potong Zoya cepat. Dia menarik tangannya, menyembunyikannya di balik selimut seolah tangan itu adalah aib memalukan. "Maaf basah... aku ganti spreinya sekarang..."

​Zoya hendak bangkit dengan panik, tapi Kalandra menahan tubuhnya. Dia mendorong Zoya kembali duduk bersandar di headboard.

​"Persetan sama sprei basah," kata Kalandra tajam. Dia meletakkan gelas itu kembali ke nakas.

​Kalandra meraih tangan kanan Zoya yang bersembunyi di balik selimut. Zoya mencoba menariknya, tapi tenaga Kalandra jauh lebih besar. Kalandra menggenggam tangan yang tremor itu dengan kedua tangannya yang besar dan hangat, mencoba menularkan ketenangannya.

​"Lihat tangan ini," ucap Kalandra, menatap jari-jari Zoya yang masih berkedut. "Ini bukan tremor biasa. Kamu ketakutan setengah mati."

​Zoya memalingkan wajah, menggigit bibir bawahnya sampai memutih. Dia tidak mau suaminya melihat sisi lemah ini.

​"Kenapa?" tanya Kalandra menuntut. "Hanggara memang bajingan, dia psikopat. Tapi kamu Zoya. Kamu dokter forensik paling gila yang pernah aku kenal. Kamu yang nantang dia di TV kemarin. Kamu yang analisis potongan jantung sapi tanpa kedip."

​Kalandra mempererat genggamannya, memaksa Zoya menatap matanya.

​"Kamu tiap hari main sama mayat, Zoya. Kamu lihat otak berceceran, usus terburai, kamu anggap itu sarapan pagi. Kenapa sekarang kamu gemetar kayak gini cuma gara-gara mimpi?"

​Hening sejenak. Hanya suara isak tangis tertahan dari Zoya.

​"Jawab aku," desak Kalandra lembut. "Apa yang kamu takutkan? Mayat nggak bisa gigit, Zoya. Mereka nggak bisa nyakitin kamu."

​Pertahanan Zoya runtuh. Tembok es yang selama ini dia bangun hancur berkeping-keping. Dia menatap Kalandra dengan mata basah yang penuh keputusasaan.

​"Bukan mayat, Mas," jawab Zoya lirih, suaranya pecah. "Aku nggak pernah takut sama mayat."

​Zoya menatap tangan kanannya yang masih bergetar di dalam genggaman Kalandra.

​"Yang aku takutkan itu pasien hidup," bisik Zoya, air matanya jatuh menetes ke punggung tangan Kalandra. "Pasien hidup... yang mati di tanganku karena pisau bedahku meleset."

1
Wirly Pena
semangat thor, karya yang bagus 👍

halo teman2, dukung dan baca " aku istri mu bukan babumu "

terimakasih 🙏
David Daniel
🤣🤣🤣🤣🤣🤣kacau...
Santi Sari
hemzzz kukira zoya punya pembekalan diri yg plot twisz ternyata kagakkk🤣 ,,
Atik Kiswati
gt aja tamat nya....
David Daniel
dr semua novel di noveltoon ,novel ini paling bagus dan berbobot.
Farida Dalle
Benaran thor? udah tamat... keknya gak rela, semoga ada S2nya, mau tahu keseruan dn kelucuan baby Altair🥰terimakasih thor semoga ttp semangat dan sehat selau agar bisa memberei hiburan yg bermanfaat dan lucu utk pembaca setiamu🙏😇salam kenal utk semua pembaca yg se frekuensi🥰
Farida Dalle
Mamer koq belum dikasi tahu thor, tntang kehamilan Zoya, mau tahu kehebohannya kek gimn, secara sdh lama menunggu cucu🙏😂🤔
Farida Dalle
whaaaaat... beneran pak komandan??? hadiah utk istri tercinta itu nyicil? pasti pak komandan bercanda, iya kan, iya kan? 😂🤣
Farida Dalle
Thor, bikin yg lebih romantis lg yah utk pasutri ini, biar ceritanya makin keren, selau suka klu tokoh2nya orng2 genius, jd kita yg baca ada tambah pengetahuan jg, ceritanya dpt, pengetahuannya jg dapat, pokoknya semangat terus thor dan sehat selalu🤲😇🥰
Lasria Simamora
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍
Npy
ala2 konoha banget ini..dtg diakhir 🤣🤣🤣
Npy
sayang ini gak mgkn.. sumpah gk mgkn.. utk meletakan kunci mobil ke saku celana dr kaca yg sdkt trbuka., ini bener2 hy sdkt trbuka kan ya, sebab utk meletakan kunci mobil ke saku celana orang yg pingsan di dalam mobil itu pasti tidak cukup dgn kaca mobil yg hy trbuka sdkt. ini mgkn typo yaa., mgkn mksdnya melempar kunci mobil dr kaca mobil yg trbuka sedikit.
tenang author, ngopi dulu/Coffee/ semua udh okay,,penasaran kami masih di level manteb kok/Rose/gassss puolll/Heart/
Npy
gila.., Berani banget ni wanita.. Berani sama Nekad, kadang2 beda tipissss tapi tetep slayyyyy/Casual//Rose/
Npy
bau2 pocecifff tuan/Chuckle//Proud//CoolGuy/
Npy
🤣
Npy
okayyyy pak Komandan saatnya Panen "cemburu" 🤣🤣/Coffee/
Npy
mabuk perasaan gak tuchhh/Chuckle//Facepalm//Facepalm/
Npy
astagaaa sempet2nya mode drama korea😍🤭🤭 🤣
Npy
/Heart/
Npy
/Facepalm//Slight//Facepalm//Grin/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!