transmigrasi seorang anak yang rajin
yang ingin menjadi seorang dokter hewan,tapi karna kecelakaan dia terbunuh,lalu dia terlempar ke dunia dimana para penjinak monster ada.
sketika kerajinannya berubah menjadi malas,dia tidak mau adanya masalah
apakah dia berhasil menjadi tamer terkuat dengan sifat malasnya, atau dia akan terus bermalas-malasan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang Penguasa Langit Malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan Remein Si Kambing.....
_TEMER MONSTER_
"Karena semua udah mengontrak hewan, nanti jam 9 pagi kita akan melakukan pertarungan Temer. Pemenangnya bakal dapat hadiah: Kristal Atribut. Kristal atribut bisa diminta jika menang. Di sekolahan ada Kristal Api, Air, Tanah, Udara, Petir, Kegelapan, Tanaman, dan Cahaya. Barang siapa yang menang bisa memilih kristal atribut sesuka hati," ucap Pak Guru.
"Kristal atribut adalah kristal yang bisa mengaktifkan atribut. Saat monster kontrak membuka atribut dia bisa melakukan evo ke bentuk atribut. Dan atribut juga adalah salah satu syarat menuju Bintang Biru. Gitu paham kan?"
Lalu tak lama waktu pun berjalan seperti biasa. Di saat jam 8.30 aku menemukan sebuah monster yang menarik.
"Sistem, scan monster itu," ucapku.
"Anda sendiri aja. Sistem lagi males. Dan lagi hos kan juga punya Mata Kebenaran, lihat aja sendiri ntar paham kok," notif sistem.
"Lu ni jadi sistem yang guna dikit napa," balasku kesal.
"Tuan rumah males, sistem juga males. Mending sistem rebahan aja," balas sistem.
"Ajir terpaksa deh," ucapku sambil mengaktifkan Mata Kebenaran.
*Nama:* Serigala Berbulu Domba
*Kualitas:* Sampah
*Atribut:* Sampah
*Kekuatan:* Rata Bawah
"Mantap tu Serigala Berbulu Domba," ucapku.
"Kekuatan Rata Bawah, sistem apa artinya?" tanyaku.
"Gitu aja tanya. Itu artinya monster itu gak guna," balas sistem pasrah.
"Kalau gitu kontrak aja," ucapku.
Lalu dengan cepat aku mengontraknya.
DING. Monster kedua berhasil dikontrak.
*Nama:* Serigala Berbulu Domba
*Kualitas:* Sampah
*Tingkat:* Kualitas tidak mencukupi untuk membuka tingkat
*Bintang:* 0. Tidak bisa ditingkatkan dan tidak bisa dikembangkan
*Serangan yang dimiliki:*
Cakar Licik. Serangan lain tidak bisa dibuka karena efek kualitas sampah.
DING...
"Selamat si pemalas berhasil menjinakkan monster sampah lagi."
DING... "Tuan rumah mendapatkan skill gabungan. Syarat penggunaan: harus 3 monster yang kualitasnya sama. Jika syarat kurang maka akan gagal," notif sistem.
"Wih dapat skill baru. Eh bentar, syaratnya 3 monster kualitas sama, dan gue punya 2 tinggal satu lagi," ucapku.
"Eh Mir, lu sedang apa? Pasti mau rebahan. Monster sampahmu gak ingin tanding ya?" ucap Linda.
"Sialan dasar cewek sialan, tapi bener juga gue kan bisa rebahan ya hahaha. Makasih monster sampahku," ucapku.
"Eh malah ngelunjak," ucap Linda langsung berjalan pergi.
Tak lama Linda pergi, aku lihat pohon dan cuacanya juga indah.
"Cuacanya sangat indah, ini membuatku ingin tidur," ucapku sambil berjalan ke bawah pohon tersebut. Tak lama gue pun tidur.
_POV berpindah ke arena pertandingan. Di sana arena begitu mega, dan dipenuhi banyak senior. Di tengah-tengah arena Pak Guru Loki muncul._
"Pertandingan persahabatan akan dimulai. Kita akan acak siapa lawan kelas baru," ucap Pak Loki sambil menunjuk layar.
Nama dan foto siswa-siswi satu sekolahan diacak... Tak lama nama-nama itu pun muncul di layar pertandingan:
Alinda [Monster: Rusa Awan, Kualitas: Tinggi] vs Lindia [Monster: Serigala Bulan, Kualitas: Tinggi]
Konan [Monster: Harimau Malam, Kualitas: Jenderal] vs Amir [Monster: Kambing Putih, Kualitas: Sampah]
Linda [Monster: Elang Angin, Kualitas: Tinggi] vs Zaskia [Monster: Beruang Salju, Kualitas: Tengah]
Dikin [Monster: Cobra Malam, Kualitas: Jenderal] vs Soly [Monster: Gajah Harimau, Kualitas: Jenderal]
Lily [Monster: Rubah Bunga, Kualitas: Atas] vs Melfi [Monster: Singa Gerhana, Kualitas: Raja]
"Untuk saat ini 10 murid ini yang akan bertanding. Jika salah satu dari mereka mendapat kemenangan pertama, para senior dan murid lain bisa menantangnya. Hadiah akan diberi ke pemenang, tapi kalau pemenangnya dikalahkan oleh penantang maka hadiahnya akan diberikan ke penantang," ucap Pak Guru Loki.
Semua lihat tuh di layar pertandingan kedua. Konan yang memiliki monster tingkat Jenderal melawan monster tingkat Sampah. "Hahaha plot armor apa tuh, hahaha," ucap salah satu dari tribun. Dan saat mereka melihat layar mereka juga tertawa terbahak-bahak.
"Bakal jadi tontonan yang menarik nih hahaha. Monster Sampah lawan monster kualitas Jenderal. Walaupun mereka semua masih di Bintang 1 Putih tapi kualitas Jenderal tidak bisa dianggap enteng. Dan lebih kocaknya lawannya itu seekor kambing wkwkwk," ucap para penonton.
"Pak Guru Guren, kenapa tuh murid bisa kena sih? Monsternya di luar nalar, dan kualitasnya sangat mematikan yaitu kualitas Sampah," ucap Kepala Sekolah menepuk jidat.
"Mana saya tahu Kepala Sekolah. Dia itu males banget. Padahal di belakang kambing itu ada kelas Raja, eh dia males melangkah, dan memilih kambing yang sudah di depan mata," ucap Pak Guru Guren.
"Dia bakal buat sekolah kita diinjak-injak oleh sekolah lain kalau mereka tahu tontonan ini," ucap Kepala Sekolah.
"Tapi Pak, lihat semua murid kita punya minimal kualitas Jenderal bahkan Raja. Sekolah kita gak bakal diinjak-injak kok, malah mereka takut sama tuh siswi," ucap Pak Guren sambil menunjuk Melfi.
"Untung aja ada tuh siswi. Nanti bisa nutupin siswa sampah itu," ucap Kepala Sekolah.
"Kita lihat aja Pak, gimana kekuatan kualitas Raja," ucap Pak Guren.
"Setelah pertandingan ini siswa Amir harus segera dikeluarkan dari sekolah," ucap Kepala Sekolah dengan kesal.
Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 9. "Kita akan melaksanakan pertandingan. Peserta pertama: Alinda vs Lindia. Kedua peserta masuk arena," ucap Pak Loki.
Lalu Alinda dan Lindia mulai memasuki arena. Di sana terlihat kedua cewek itu sangat fokus dan berhadapan satu sama lain.
"Dengarkan, jika salah satu dari monster kalian tidak bisa bertarung maka dinyatakan kalah. Kalian mengerti?" ucap Pak Loki.
"Mengerti," jawab mereka serempak.
"Kalau gitu, pertarungan dimulai. Kedua peserta keluarkan monster kalian," ucap Pak Loki.
"Keluarlah Rusa Awan," ucap Alinda.
"Keluarlah Serigala Bulan," ucap Lindia.
Rusa Awan dan Serigala saling berhadapan dengan sikap perlawanan yang kental dari mereka.
"Kalau begitu kita hitung sama-sama: 3... 2... 1... mulai," ucap Pak Loki dan disusul hitungan mundur para murid.
"Aku gak sungkan lagi. Serigala Bulan gunakan cakarmu, serang dia dengan Moon Claw," ucap Lindia.
Seketika serigala itu dengan cepat menerjang rusa itu, tapi Alinda tidak tinggal diam. Dia menyuruh rusa tersebut menggunakan skill Perisai. Skill itu seketika menahan serangan serigala itu. Tapi Lindia meminta serigalanya menggunakan gigitan ke tubuh yang tidak terlindung perisai. Serigala itu terus berlari dengan cepat sampai saat perisai itu sudah habis waktu dan menghilang, serigala itu menggunakan kesempatan itu untuk menggigit leher Rusa Awan. Rusa itu mencoba mengekang kepalanya, namun gigitan serigala itu tidak terlepas. Lindia pun menyuruh serigalanya untuk mencakar tubuh rusa itu berkali-kali. Tapi Alinda tidak membiarkannya, dia pun menyuruh rusanya menggunakan skill Ledakan Suara. Suara yang melengking membuat serigala itu melepaskan gigitannya. Setelah gigitan terlepas Alinda memerintahkan monsternya menggunakan Serudukan Mega. Skill itu membuat serigala milik Lindia terpental, namun masih bisa bertahan. Lindia pun membalas serangan itu dengan cakaran, sehingga sebelum serigala itu langsung menerjang kembali dan mengenai kepalanya. Tapi rusa itu sangat kuat, dia masih bisa bertahan. Serangan mereka terus menerus bertabrakan, tak berapa lama keduanya kelelahan.
"Alinda, kita akhiri ini dengan serangan terkuat kita," ucap Lindia.
"Kalau itu yang kau inginkan, mari kita lakukan," ucap Alinda.
"Serigala Bulan, gunakan Semburan Bulan," ucap Lindia.
"Rusa Awan, gunakan Angin Topan," balas Alinda.
Seketika semburan dan angin topan berhadapan, membuat lapangan di arena terselimuti kabut dan desiran angin. Saat masih di kabut, rusa Alinda menyeruduk serigala itu dan membuatnya pingsan.
"Serigala Bulan tidak bisa melanjutkan pertandingan. Pemenangnya Alinda," ucap Guru Loki.
Tepuk tangan dan sorakan terdengar meriah karena kekuatan keduanya seimbang.
"Sekarang kita masuk ke pertandingan kedua: Konan melawan Amir. Kedua peserta silakan memasuki arena," ucap Pak Loki.
Namun yang terlihat hanyalah Konan.
"Eh tunggu, di mana peserta Amir?" tanya Pak Loki.
Lalu Lindia berkata, "Pak, Amir ketiduran di belakang sekolahan."
"Eh apa?" ucap Pak Loki kaget.
"Linda, bangunkan dia suruh ke arena," perintah Pak Loki.
"Baik Pak," balas Linda.
Seketika Linda pun berjalan ke arahku.
Saat aku masih tertidur, jeweran pun terasa.
"Ah sial, siapa yang ganggu pameran ini untuk rebahan," ucapku kesakitan dijewer Linda.
"Amir, bangun. Mereka mencarimu," ucap Linda.
"Mencariku? Perasaan aku tidak punya fans deh," balasku.
"Fans kepala lu. Ini pertandingan kedua, lu lawan Konan," ucap Linda.
"Owalah hanya pertandingan aja. Mending lanjutin mimpi makan semangka," ucapku.
"Makan nih," ucap Linda sambil menamparku.
"Waduh, sakit bodoh," ucapku.
"Makanya sekarang berangkat ke arena. Kalau gak mau gue tampar lagi," ucap Linda.
"Oke... oke," ucapku berjalan lalu gelesotan dan tidur lagi.
Tamparan pun mendarat dengan mesra: plak... plak... plak...
Tak lama aku pun sudah sampai di arena dengan kedua pipi yang membengkak.
"He, kenapa pipimu bengkak?" tanya Pak Loki.
"Gorila betina itu yang menamparku," sambil menunjuk Linda.
"Apa lu kata ha?" ucap Linda melot. Pak Loki kena mental lihat muka Linda.
"Ehem..." batuk Pak Loki.
"Kita mulai saja pertandingannya. Konan vs Amir, keluarkan monster kalian," ucap Pak Loki.
"He Amir, apa kambingmu bisa melawan Harimau Malamku?" ucap Konan.
"Entah itu harimau atau naga sekalipun, kambing gue pasti menang," ucap gue percaya diri.
"Oh gitu ya. Keluarlah Harimau Malam," ucap Konan.
Mata Kebenaran aktif.
*Nama:* Harimau Malam
*Kualitas:* Jenderal
*Bintang:* 1 Level 1
*Skill:*
Cakar Malam - Menyerang lawan dengan kekuatan penuh. Serangan ini bisa membuat lawan terkena pendarahan.
Teriakan Sang Jenderal - Teriakan yang membuat lawan mana pun gentar, dan menurunkan serangan lawan. Serangan ini juga meningkatkan pertahanan dan serangan pengguna.
Raungan Putus Asa - Membuat lawan terkena mental. Serangan ini membuat lawan merasa lemah dan lawan bakal terkena stun 5 detik. Serangan ini bisa diaktifkan kalau HP pengguna berada di 10%. Serangan ini juga membuat pengguna mengaktifkan kemarahan. Kemarahan akan meningkatkan semua status tapi menurunkan kepintaran pengguna.
*Kelemahan:* Perut bawah dan paha kaki.
"Owalah jadi itu ya. Monstermu lumayan," ucapku menguap.
"Terus lu mau apa? Keluarin monster mu," tanya Konan.
"Baiklah baiklah. Keluarlah Kambing Putih," ucapku.
Kambingku keluar dengan tatapan kosong melihat harimau.
"Eh lu kenapa? Serang dia, gue mau tidur," ucapku rebahan di samping arena.
"Eh dia sedang apa? Meditasi kah?" ucap penasaran tribun.
"Meditasi apaan, dia itu tidur bego," balas pedas Linda.
"Eh Linda lu kok tau kelakuannya?" tanya salah satu murid kelas lain.
"He bro dengerin. Dia itu males banget, bukan hanya Linda semua kelas juga tahu," ucap Huroi.
"Eh iya," jawab orang itu.
"He peserta Amir, kenapa lu tidur di arena?" tanya Pak Loki.
"Gue udah tahu siapa yang menang dan kalah. Lebih baik gue tidur," ucapku sambil memejamkan mata.
"Terserah lu aja," balas Pak Loki.
Lalu pertandingan pun dimulai. Seperti yang gue tahu, dalam hitungan detik kambing gue terlempar dan pingsan.
Semua orang melongo.
"Eh secepat itu?" ucap salah satu murid.
"He Amir, monster mu nih gimana sih? Harimau gue aja belum nyerang udah pingsan aja," ucap Konan.
Mungkin kalian berpikir mungkin ada plot armor kan, biar kambing gue menang? Gue jawab: itu gak mungkin. Monster Sampah menang lawan monster kualitas Jenderal? Itu mimpi bro. Kalau lu bilang "kan udah ada kelemahannya, kenapa gak dipake?" Gini gini, walaupun kelemahannya di depan mata, kelemahan itu gak bakal keserang. Dari segi kekuatan dan dari segi pertahanan, monster tingkat Sampah lawan tingkat Jenderal itu ya mustahil. Gitu dah, paham kan?
"Wuaah, pertandingan kan udah selesai. Gue balik ya, gue mau lanjut makan semangka di mimpi..."
................Bersambung............