NovelToon NovelToon
Pangeran KW Salah Server

Pangeran KW Salah Server

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Fantasi Isekai / Komedi
Popularitas:750
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Kiano (18), remaja narsis asal era 2050, apes total! Tersesat di stasiun kuburan tua, ia malah mencabut golok pusaka dan membebaskan Tengkorak Hideung, jin buronan yang kini menempel padanya.

Niatnya mau pulang ke Jakarta Barat, Kiano malah terdampar di Kerajaan Bunian dan dikira Pangeran Wirasada yang kabur. Alhasil, kaus mewahnya disita, menyisakan kolor kuning Upin-Ipin, dan ia dipaksa ikut Kencan Buta Maraton dengan ratusan putri jin yang wajahnya bikin jantungan! Tanpa sinyal 6G dan dikepung dedemit Sunda kuno, mampukah pangeran KW ini selamat dari kejaran dan penyihir peminum darah, Nini Kalingking?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Kemunculan Tengkorak Hideung

Coba aja gue bawa Golok Pusaka milik Papi, batin Kiano merana sambil menatap riak air kolam.

Seenggaknya si Mbah Golok Sakti bakalan bantuin gue buat keluar dari dunia gaib ini.

Kiano mendadak kangen dengan jin penunggu golok warisan keluarganya. Golok pusaka turun-temurun pemberian Reno Alvarez itu sengaja tidak ia bawa dari rumah. Alasan Kiano simpel: malas ribet di jalan kalau harus menenteng-nenteng barang antik. Buat pembaca setia karya Author sebelumnya, kalian pasti sudah sangat akrab dengan kehebatan si Mbah Golok Sakti ini. Tapi sayang, penolong setianya itu sekarang ketinggalan di dunia modern tahun 2050.

‘KAU BUTUH BANTUANKU, ANAK MUDA?!’

BOOM!

Sebuah suara berat dan menggelegar tiba-tiba menggema langsung di dalam tempurung kepala Kiano. Anehnya, riak air kolam sama sekali tidak bergetar, menandakan hanya Kiano yang bisa mendengar suara mistis itu.

Kiano tersentak kaget lalu celingukan. Ia menatap satu per satu wajah para dayang di sekeliling kolam yang semuanya berwujud perempuan berbaju kemben.

Kok kayak ada suara aki-aki, ya? Tapi ini jelas bukan suara cempreng si Mbah Golok punya gue. Yang ini suaranya jauh lebih berat, ngebass, dan nyeremin kayak knalpot racing borongan, batin Kiano bergidik ngeri.

Apa jangan-jangan... salah satu dayang di sini ada yang waria alias wanita jadian-jadian?!

"Mbak... Mbak yang konde gede, tadi lo ngomong sesuatu ya ke gue?" tanya Kiano curiga pada dayang senior di sebelahnya.

Dayang itu menghentikan gerakan menggosok bahu Kiano lalu mengerutkan dahi bingung. "Mbak? Nama saya Astari, Pangeran. Bukan Mbak. Dan saya dari tadi sama sekali belum berbicara lagi karena fokus menggosok daki di leher Anda."

"Ah, lo bohong ya? Terus suara gaib aki-aki siapa dong yang barusan numpang lewat di kuping gue?" cecar Kiano merinding.

Dayang Astari tersenyum maklum, mengira sang pangeran KW sedang berhalusinasi. "Mungkin Anda hanya salah dengar karena kelelahan, Yang Mulia. Nah, proses penyucian tubuh sudah selesai. Mari kita kembali ke kamar. Kami akan membantu Anda berpakaian dan merias diri agar tampak rupawan di depan para putri."

Kiano menelan ludah pasrah saat tubuhnya digiring keluar kolam. Namun, di dalam hatinya, ia tahu persis kalau suara misterius tadi bukan sekadar khayalan.

****

Setelah para dayang dengan sigap mendandani Kiano hingga penampilannya menjelma bak pangeran tampan di negeri dongeng, mereka semua serentak pamit undur diri.

"Pangeran Wirasada, tugas kami sudah selesai," ucap Astari sembari membungkuk hormat dengan sangat anggun. "Paduka Raja dan Ratu sudah menanti Anda di ruang makan kerajaan. Setelah itu, Anda harus langsung berangkat untuk menghadiri acara kencan buta dengan para putri dari negeri seberang. Kereta kuda bersayap juga sudah siap menunggu di depan gerbang istana."

Kiano hanya bisa melongo lebar. Ia tidak mengiyakan, apalagi menolak. Di dalam otaknya yang mulai korsleting, ia cuma memikirkan satu hal: gimana caranya kabur dari dunia dedemit ini hidup-hidup!

Astari dan rombongannya berjalan mundur, lalu keluar dan menutup pintu kayu raksasa itu rapat-rapat. Mereka meninggalkan Kiano yang masih mangap kuadrat di depan cermin rias emas. Jika saat ini Kiano sedang berada di tempat pembuangan sampah Jakarta Barat, mungkin satu geng lalat tawuran sudah masuk dan bersarang di dalam mulutnya. Untungnya, saat ini dia sedang berada di istana steril milik bangsa jin sunda kuno.

Kiano mulai berpikir keras. Ia mondar-mandir di atas karpet beludru sampai keringat dingin sebesar biji jagung mulai bercucuran dari pelipisnya.

"Aduh, gue harus kabur lewat mana, sih?!" Kiano frustrasi.

Matanya mendadak melirik ke arah jendela kayu besar di sudut kamar. Tanpa buang waktu, Kiano langsung berlari kencang menuju jendela tersebut—yang jaraknya cukup jauh karena luas kamar ini mirip lapangan futsal.

Kiano membuka daun jendela, melongokkan kepalanya ke bawah, dan seketika pucat pasi.

"Buset! Tinggi amat, Coy!" umpat Kiano, mendadak vertigo.

Ternyata, kamar istana ini posisinya berada di ketinggian yang tidak masuk akal, mirip kamar penthouse di gedung Burj Khalifa Dubai.

Kiano menelan ludah bergidik ngeri. Mustahil bagi remaja jompo seperti dia untuk melompat dari atas sini tanpa alat bantu. Kiano tidak mau jika takdir estetisnya di tahun 2050 harus berakhir tragis menjadi adonan seblak ceker remuk di dasar istana jin!

'Kau butuh bantuanku, Tuan? Aku bersedia menolongmu.'

Suara berat nan asing tadi kembali bergema, menggetarkan gendang telinga Kiano. Kiano tersentak mundur sampai punggungnya menabrak kusen jendela. Matanya bergerak liar, menatap ke segala penjuru sudut kamar yang sepi.

"Woy! Siapa lo?! Keluar gak! Jangan main petak umpet ya!" teriak Kiano, sok berani padahal lututnya sudah gemetaran.

‘Apakah Anda sudah melupakan saya, Tuan?’

Kiano mengerutkan keningnya dalam-dalam. Tuan? Sejak kapan gue miara jin? Perasaan asisten rumah tangga di rumah Papi Reno semuanya manusia tulen!

‘Wajar saja. Kepala Anda pasti mengalami benturan energi yang hebat saat nekat mencabut golok pusaka di kuburan stasiun gaib itu. Saya... Tengkorak Hideung, Tuan.’

JLEG!

Asap hitam pekat mendadak keluar dari lantai, berputar badai, lalu menjelma menjadi sesosok jin pria bertubuh kekar dan tinggi besar.

Penampilannya sangat mengintimidasi: memakai jubah hitam legam, berambut panjang awut-awutan, dan memiliki kumis tebal melintang yang super garang.

"Astagfirullahaladzim! Dedemit mamba! Tolooong!" Kiano spontan menjerit histeris. Ia langsung balik badan, lari tunggang-langgang, lalu meringkuk ngumpet di pojokan kamar di balik lemari emas.

Namun, baru dua detik mendekam di pojokan, Kiano mendadak mengernyitkan dahi. Ia menepuk jidatnya sendiri.

Eh, bentar... Kenapa gue malah lari dan ketakutan setengah mati sama begituan? batin Kiano heran. Gue kan udah kebal dan biasa banget liat penampakan si Mbah Golok di rumah Papi!

Ya, Kiano memang tidak asing dengan dunia gaib karena jin pelindung warisan keluarganya memiliki selera fashion yang sangat estetik. Si Mbah selalu menampakkan diri dengan setelan jas slimfit yang rapi, sepatu pantofel mengkilap, dan kacamata hitam ala bodyguard kelas atas. Sangat jauh berbeda dengan jin di depannya yang kelihatan seperti belum keramas selama tiga abad.

Mengingat hal itu, sisa-sisa harga diri Kiano yang sudah amburadul mendadak bangkit kembali. Ia berdeham kecil, merapikan baju pangerannya yang sedikit kusut, lalu keluar dari tempat persembunyian dengan dagu terangkat.

"Ehem! Aduh, sorry ya, Mas Bro. Tadi gue refleks panik gara-gara lo nongolnya gak pake permisi, minimal ketok pintu dulu lah," ucap Kiano santai, mencoba menyembunyikan detak jantungnya yang masih maraton. "Tapi serius, gue beneran gak kenal lo siapa. Lo salah server kali?"

"Tidak, Tuan. Saya tidak salah server, apalagi salah alamat," ucap Tengkorak Hideung tegas.

Ia langsung berlutut dengan satu kaki di depan Kiano, menundukkan kepalanya yang berambut gondrong. "Saya adalah pelayan Anda sejak Anda menyelamatkan saya dari belenggu sihir kutukan yang menyegel saya di kuburan itu. Mulai detik ini, saya akan mengabdi pada Anda seumur hidup saya, Tuan!"

1
Protocetus
Wuih cepet amat nulisnya Thor 💪
Soobin Chan: lumayan, udah hampir setahun juga nangkring di lapak sebelah. dari jaman bapaknya kiano SMA sampai punya anak. dan anaknya sekarang pindah kesini😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!