NovelToon NovelToon
PRINCESS AZURA

PRINCESS AZURA

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:154.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Putri Azura dari kerajaan Utara, menikah dengan pangeran Xavier, putra Mahkota kerajaan Selatan. Xavier membenci Azura saat mengetahui wanita itu hanya memanfaatkannya demi pernikahan politik. Semua orang yang pernah dekat dengan Azura pun berpaling darinya dan menganggapnya wanita jahat yang haus akan kekuasaan.

Namun, apakah sang putri benar-benar jahat? Atau dia hanya menjadi boneka politik yang berusaha bertahan hidup?

Nanti akan terungkap bahwa di balik keanggunan dan kepintarannya, Princess Azura diam-diam melindungi Xavier dan orang-orang yang dia sayangi dari bahaya yang jauh lebih besar. Kebencian perlahan berubah jadi keraguan, hingga akhirnya kebenaran mengejutkan terkuak, kebenaran tentang betapa pahitnya kisah hidup Azura dan cintanya yang tulus terhadap Xavier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepura-puraan yang sempurna

Pesta pernikahan berlangsung meriah. Aula istana yang megah itu dihiasi ribuan lilin dan karangan bunga langka yang harumnya memenuhi seluruh ruangan. Para bangsawan, utusan kerajaan sahabat, hingga pejabat tinggi dari dua kerajaan saling bersalaman, tersenyum, dan bersulang demi kedamaian yang kini terikat lewat pernikahan politik itu.

Namun, di tengah kemeriahan itu, tak banyak yang menyadari ada ketegangan antara pengantin yang bisa meledak kapan saja.

Xavier berdiri di sisi Azura, wajahnya tetap datar. Setiap kali ada tamu mendekat memberi ucapan selamat, ia hanya mengangguk sekilas, sesekali tersenyum tipis yang sama sekali tidak sampai ke matanya.

Azura memaksakan senyumnya, menyambut setiap tamu dengan sopan, menunduk anggun, dan menjawab ucapan selamat dengan nada lembut namun hati-hati, seolah sedang berjalan di atas tepi jurang yang curam.

Satu per satu kerabat dan sahabat Xavier berjalan ke arah mereka. Halver mendekat, menatap keduanya bergantian dengan tatapan yang sulit diartikan, lalu menepuk bahu Xavier singkat sebelum beralih menatap Azura dengan pandangan menyelidik. Basten dan Edel mengucapkan selamat dengan nada sopan namun canggung, tak ada lagi kehangatan seperti saat mereka menganggapnya sebagai Emely yang lemah dan butuh perlindungan.

Saat giliran Akari dan Sabella beserta suami mereka, Denis dan Ansel mendekat, jantung Azura seolah berhenti berdetak sesaat. Ia menatap wajah dua wanita yang dulu pernah begitu dekat dengannya, yang dulu sering  membawakan makanan enak, menemani saat ia takut sendirian, dan memeluknya erat seolah ia saudari kandung mereka sendiri.

Kini, tatapan itu sama sekali berbeda. Tidak ada kehangatan, tak ada senyum, bahkan tidak ada kebencian yang meledak-ledak. Yang ia lihat hanyalah kekecewaan yang begitu dalam, dingin, dan jarak yang tiba-tiba terasa begitu jauh

Mata Akari menatapnya lekat-lekat, seolah sedang melihat orang asing yang pernah masuk ke dalam rumahnya lalu menusuk punggungnya diam-diam. Sabella menundukkan pandangan sesaat, lalu mengangkatnya kembali dengan ragu, namun tidak ada keinginan untuk menyapa lebih dari sekadar sopan santun.

"Selamat atas pernikahannya, tuan putri Azura," ucap Akari datar, suaranya jauh lebih dingin dari biasanya, tidak ada sapaan sayang seperti dulu.

Di sebelahnya, Denis menatapnya tajam, matanya menyiratkan kewaspadaan tinggi.

"Semoga kau bahagia dengan keputusanmu." katanya, lebih seperti menyampaikan kekecewaannya kepada Azura.

Ansel hanya diam, menggenggam pinggang Sabella erat seolah ingin menjauhkan istrinya dari wanita yang dulu mereka tolong dan percayai itu. Sabella akhirnya membuka mulut, suaranya pelan dan berat.

"Aku mengira ... Aku mengenalmu. Ternyata, semuanya hanya kepura-puraan yang sangat sempurna. Semoga kamu bahagia dengan peranmu ini."

Respon Azura hanya tersenyum percaya diri, berusaha menunjukkan bahwa dia tidak terpengaruh sama sekali.

"Terimakasih, aku pasti bahagia."

Xavier yang berdiri di sebelahnya hanya tertawa kecil sinis, suaranya rendah namun cukup terdengar oleh mereka berempat.

Akari dan Sabella hanya menatapnya sekali lagi dengan tatapan yang penuh kekecewaan itu, lalu berbalik dan pergi, berjalan menjauh tanpa menoleh lagi. Denis dan Ansel mengikuti di belakang mereka, seolah ingin segera menjauh dari wanita yang dulu mereka anggap keluarga itu.

Azura merasakan dadanya semakin sesak, namun ia tetap berdiri tegak, memaksakan senyum itu tetap terukir meski matanya terasa panas dan perih. Ia harus kuat. Ia tidak boleh jatuh sekarang. Masih ada misi yang harus diselesaikan, masih ada nyawa orang yang ia cintai P bergantung padanya.

Pesta berlanjut hingga larut malam hingga para tamu dan pejabat istana satu persatu meninggalkan aula istana. Xavier dan Azura akhirnya diantar oleh dua pelayan istana menuju kamar pengantin yang terletak di sayap paling dalam istana, ruangan yang paling megah dan paling tertutup dari gangguan luar.

Langkah kaki mereka menyusuri lorong panjang yang sepi dengan cahaya remang. Suasana begitu hening, hanya terdengar suara langkah kaki mereka berdua dan detak jantung Azura yang semakin cepat dan kencang.

Azura jujur merasa sangat gugup. Tangannya dingin dan sedikit gemetar meski ia sudah mencoba sekuat tenaga untuk menenangkan dirinya. Ia tahu betul seperti apa perasaan Xavier padanya sekarang, penuh kebencian, rasa jijik, dan rasa dikhianati yang mendalam.

Ia juga tahu betul, tidak akan ada malam pertama seperti pasangan suami istri lainnya. Tidak akan ada kelembutan, tidak akan ada kebersamaan yang hangat. Ia sudah bersiap untuk tidur sendirian di sudut kamar, sementara Xavier mungkin akan pergi ke kamar lain atau setidaknya menjauhinya sejauh mungkin.

Namun, saat pintu kamar besar itu tertutup rapat dan terkunci di belakang mereka, seketika suasana berubah menjadi sangat mencekam. Xavier tidak berkata sepatah kata pun. Ia tidak bergerak ke tempat tidur besar yang tertutup kain sutra putih, tidak juga berbalik meninggalkan ruangan itu seperti dugaan Azura.

Tiba-tiba, Xavier berbalik dengan gerakan kilat. Sebelum Azura sempat bereaksi atau bahkan menarik napas panjang, tangan kasar Xavier sudah mencengkeram kuat lehernya, mengangkat tubuhnya sedikit hingga kakinya melayang di atas lantai.

"Ugh!"

Azura terkejut hebat, napasnya tersumbat seketika. Kedua tangannya langsung berusaha merenggangkan cengkeraman itu, namun kekuatan Xavier jauh lebih besar darinya, cengkeramannya begitu kuat hingga terasa seperti baja yang mencekik nyawanya perlahan namun pasti.

1
Bunda Dzi'3
xavier Pasti datang yaa kaa Mae...
kan ga ada yg bisa kendalikan Xavier di kerjaan Utara skalipun...
ayooo xavier bantu Azura&Orion😭
sr
huaaa tambah lgi thorr mmpung lgi libur gregetan😭
Vie
apakah orion itu sebenarnya adalah anaknya pangeran Xavier gitu? karena dulu pangeran wessel pernah heran mendengar Xavier menyebut dirinya mandul??? iiihhhh plot twist banget deh....
Syifa Azhar
Orion jangan takut mama dan kak roel pasti akan melindungi mu.azura jangan takut sama selir Evelin dan ayah tirimu karena mereka tanpa kamu gak ada artinya apa-apa.kekuasaan cuma menumpang aja sok berkuasa, tunjukan pada mereka kamulah pemilik kerajaan Utara sesungguhnya 💪💪
itin
maju kena mundur kena hidupnya azura saat ini
Nandi Ni
Semoga Xavier mata dan hati serta pikirannya terbuka,ttg kesusahan,kesakitan dan derita Azura,sehingga bisa menolong keluar dr penderitaan itu
Nandi Ni
kasihan sekali...hanya demi kekuasaan nilai kekelyargaan diabaikan,rakus.
Seorang ibu tdk akan rela,anak disakiti dan telantarkan,sungguh biadab mereka.
Hindra Cechen
jgn cuma 2 bab thorrrr
Hanima
👍👍💪
partini
Azura harusnya belajar bela diri juga lah aihhhh jaman bahela putri" kan diajari memanah dan bertarung
ga semua duduk manis
mars
xazier hrus dtg dan bawa pergi azura dan putranya biar terkuak semua pasti itu anak xazier. ayo lnjut ka
Vie
yeeee... go... azura .... go... lawan semua ketidakadilan itu, sudah saatnya kamu bangun dan berdiri tegak tanpa rasa takut dihatimu.... kuatkan hatimu demi anak dan juga masa depanmu.... tenang saja, karena xavier pasti cepat atau lambat akan tau semua kebenaranya, dan dia akan membelamu juga anakmu kalau dia sudah tau semua kebenaranya ...
🌿🌺WINA🌸🌿
Kasian orion sangat menderita masih kecil sangat ketakutan, parahnya lagi gak dikasih makan dan minum sampai kurus lagi sakit demam... evelyn sangat kejam banget memperlakukan anak kecil sampai ketakutan dan trauma...

azura akan berusaha bawa orion pergi kasian anaknya sangat menderita, hati seorang ibu hancur melihat anaknya disiksa...putri azura akan berjuang membebaskan anaknya dan membawa pergi, minta bantuan pangeran xavier zura sebaiknya jujur, pangeran xavier hatinya sangat baik pasti akan membantu menolong anakmu...
faridah ida
semoga Xavier datang ini ...
faridah ida
anak kamu di giniin kamu harus bales Azura , tetutama sama selir dan ayah.tiri kamu , kalau bisa kasih racun mereka semua ...
faridah ida
bawa aja anak kamu sama kamu Azura , nanti kamu kelasin ke Xavier , biar Xavier tahu dan bisa bantu kamu nanti ..
aroem
bagus
🌿🌺WINA🌸🌿
Gregetan sama putri azura gak mau jujur sama pangeran xavier, klo junur dan terbuka pamgeran xavier pasti akan bantu bebasin anaknya azura...

kasian anaknya disiksa dan azura diperlakukan kasar sama xavier, pangeran xavier juga seharusnya selidiki azura secara diam-diam apa yg disembunyikan azura...
darpadai anaknya disiksa terus dan azura diancam akan sebaiknya cerita jujur, jangan disembunyikan terus kebenarannya... kerajaan utara penuh orang jahat dan licik...
pasti pageran xavier bisa bantu bebasin bawa anaknya zura kerajaan barat pasti aman banget....
......bunga
❤️
Atalia
kasian banget ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!