NovelToon NovelToon
Me Vs Police

Me Vs Police

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:510.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nad Nanad

kisah seorang dokter internship yang bertemu dengan seorang polisi yang menurutnya sangat menjengkelkan dan terjebak pernikahan dengannya akibat kejadian suatu malam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nad Nanad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 3

Saat ini aku sudah berada di dalam rumah Pak Dean  bermain dengan Nayla yang terus saja memanggilku momma.

Sementara pak Dean dengan asyiknya tidur di atas sofa, dia pikir aku ini baby sister? Dan untuk kemeja bang Satya ia sudah memesan ojek online untuk mengantarkannya ke rumah.

Setelah beberapa lama bermain, Nayla mulai rewel dan menangis sejadi-jadinya ku coba menenangkannya dengan cara menghibur dia segala cara telah ku coba namun nihil dia tetap saja menangis.

Akhirnya ku putuskan untuk membangunkan Pak Dean yang sama sekali tak terusik oleh suara tangisan Nayla yang nyaring memenuhi seisi ruangan.

Beberapa kali aku membangunkannya namun sama sekali tak mengganggu tidurnya, kuputuskan untuk ke dapur membuatkan Nayla susu mungkin dia kelaparan.

Tak berapa lama, aku keluar dengan membawa sebotol susu dan tentu saja mengacak-acak dapur pak Pakpol itu untuk mencari susu serta botol susu Nayla siapa suruh dibangunin gak bangun-bangun juga.

Aku memberikan susu itu pada Nayla dan benar saja dia langsung meminumnya sepertinya dia benar-benar kelaparan. Setelah meminum susu di botol yang hampir tandas itu, Nayla pun tertidur di dalam gendonganku ia mungkin kelelahan setelah bermain.

"Pak, pak saya pulang duluan ya udah sore ini Nayla udah tidur." Aku menepuk-nepuk pipinya untuk membangunkan dari tidurnya.

Ia pun mulai mengumpulkan kesadarannya lalu mengangguki perkataanku, saat aku mulai berbalik untuk pulang tiba-tiba tanganku dicekal olehnya.

Lagi-lagi debaran tak biasa ini hadir membuatku grogi di depannya, aku tidak bisa menyimpulkan bahwa aku suka padanya. Tidak semudah itu! Perasaan ini mungkin hanyalah rasa kagum atau obsesiku saja padanya.

"Terima kasih". Ucapnya sambil mengubah posisinya untuk duduk. Aku hanya membalas dengan senyuman lalu meninggalkan rumahnya menuju rumahku sendiri.

***

Setelah satu hari libur, aku kembali bekerja dan kebetulan aku dapat shift sore. Aku datang 20 menit lebih awal sebelum jam kerja, agar aku dapat leluasa mempersiapkan keperluanku saat melayani pasienku.

Rumah sakit tempatku bekerja ini lumayan besar dan fasilitasnya juga lengkap. Aku merasa beruntung bisa kerja disini bersama Ify sahabatku.

"Bisa kita mulai dok?" Tanya Leny seorang suster yang biasa menemaniku.

"Oke sekarang." Jawabku dengan ramah.

"Pasien pertama atas nama ibu Renata."  Ucap Leny memanggil nama pasien.

Saat pasien atas nama ibu Renata itu mulai memasuki ruangan, aku mulai memperhatikannya sambil mempersilahkan dia duduk di depanku.

Dia menatapku lekat, mulai dari ujung kaki hingga rambutku tak luput dari penglihatannya. Setelah merasa puas memperhatikanku dia mulai tersenyum.

Sekilas dia terlihat mirip dengan Leily Sagita yang biasa berperan di sinetron sebagai mertua jahat yang sering menyiksa menantunya. Aku jadi bergidik ngeri saat mengingat akting-aktingnya dan ujung-ujungnya mendapat azab.

"Keluhannya apa Bu?"  Tanyaku memecah keheningan diantara kami.

"Gini dok saya itu sering sakit kepala udah coba minum obat sakit kepala gak mempan terus tengkuk saya ini berat kayak angkat beban." Ucap bu Renata.

"Saya periksa dulu ya Bu."

Tak berapa lama aku sudah menyelesaikan kegiatan memeriksa pasien dengan alat-alat kesehatan yang disediakan dan menyimpulkan hasil pemeriksaannya.

"Dokter ini cantik ya! masih muda lagi." Pujinya kepadaku.

Aku hanya tersenyum canggung.

"Namanya siapa dok?"

"Nama saya Anna Bu." Jawabku seramah mungkin.

"Dokter Anna ini kalo dilihat-lihat masuk kategori kriteria calon mantu saya loh."

"Ibu bisa aja, tapi saya belum kepikiran untuk nikah Bu." Jawabku sambil menuliskan resep obat untuknya.

"Beneran nih dok ntar nyesal loh, saya cuma punya satu anak namanya Adit dia juga dokter cuma sekarang ini dia lagi di Singapura ambil spesialis jantung. Ia dulu pernah nikah sih tapi sama anak SMA yang masih labil yang katanya dihamili anak saya, padahal ia cuma jebak anak saya supaya mau nikahin dia, saya gak suka sama dia jadi habis dia lahiran saya suruh anak saya tinggalin dia dan lagi pula saya tidak yakin anak yang dikandungnya itu cucu saya."

Perkataannya itu membuatku membelalakkan mata tak percaya bisa-bisanya ibu ini menceritakan perihal rumah tangga anaknya kepadaku.

Apakah ia benar-benar serius ingin menjadikanku menantunya? Ah melihat wajahnya yang mirip Leily Sagita sudah membuatku ngeri untuk menjadi menantunya apalagi mendengar ceritanya bahwa ia menyuruh anaknya untuk meninggalkan istrinya, benar-benar mertua kejam persis akting Leily Sagita:v

"Sudah selesai dok? Ini pasien di luar pada nungguin."

Ucap Leny menyelamatkanku dari suasana seperti ini.

"Oh iya sus silahkan panggil pasien selanjutnya."

Jawabku pada Leny.

"Kalo gitu saya numpang duduk disitu dulu ya dok, nunggu supir saya jemput." Tunjuknya pada sebuah sofa panjang di sudut ruangan.

"Silahkan Bu."

"Pasien selanjutnya atas nama ibu Laila." Panggil Leny pada pasien selanjutnya.

Seorang ibu yang berpenampilan anggun berumur sekitar 50 masuk ke ruanganku sambil tersenyum pada Leny dan juga padaku beda sekali dengan ibu yang satu tadi yang memandang Leny dan aku dengan pandangan sinis tetapi saat menelisik penampilanku dia mulai tersenyum.

Aku dan ibu Laila berbincang-bincang sangat akrab saat konsultasi denganku dia begitu hangat bahkan Leny dan ibu Renata pun tak luput ia ajak bicara. Namun apa reaksi dari ibu Renata saat Bu Laila mengajaknya bicara? Ia hanya memandang bu Laila dengan tatapan sinis persis seperti tadi. Sepertinya ia kurang suka dengan keakrabanku dengan bu Laila. Dan yang kulihat dia mengomel sendiri di tempatnya lalu setelah itu keluar dengan menghentak-hentakkan kakinya di lantai.

"Dokter Anna udah punya calon belum nih?" Tanya Bu Laila padaku.

"Calon apa ya Bu?" Tanyaku mulai was-was jangan-jangan ia juga mempromosikan anaknya padaku seperti Bu Renata tadi.

"Ya calon suami lah dok, saya punya anak yang belum nikah-nikah juga padahal usianya udah pantes buat nikah tapi alasannya selalu sama yaitu belum punya calon. Jadi saya berinisiatif cari jodoh buat anak saya dan sepertinya dokter Anna ini cocok."

Hmm ... Sudah kuduga pasti ujung-ujungnya promosiin anaknya.

"Saya punya dua anak yang satu perwira polisi yang saya ceritakan tadi, dan yang satunya perempuan tapi sudah meninggal karena bunuh diri."  Ujarnya memasang wajah sedih.

"Saya turut berdukacita Bu."

"Tapi sudahlah saya sudah ikhlas. Konsultasinya udah kan dok?" Ucapnya sambil berusaha kembali tersenyum.

***

Seperti biasa selepas melayani pasien-pasienku aku beristirahat sejenak di ruangan yang sering kupakai mendengar celotehan-celotehan para pasienku contohnya curhat masalah keluarga atau sekedar mempromosikan anaknya padaku seperti Bu Renata dan Bu Laila tadi.

Aku mengecek notifikasi yang terus berdering di ponselku dan ternyata itu hanyalah Abang laknat yang sedang gabut.

BangSat ya🥴

[Dek]

[Kangen]

[Aku]

[Padamu]

[Gabut]

[Agsvshsjggshhsbsnu]

[Fsgvshjsbs]

[Dajsvdksujs]

[Rafsnsbksj]

[Aku tanpamu bodo amat]

[Aku si janda bodong]

[Suami minggat di pohon kedondong]

[Istri bukan janda bukan]

[Dah lah gabut_-]

^^^[Idih stres_-]^^^

Chat dari bang Satya hanya kubalas dengan singkat aku malas sekali meladeni makhluk jadi-jadian yang satu itu, kenapa selalu aku yang menjadi korban kebobrokannya sedangkan pada orang lain sifatnya begitu dingin seolah-olah dia adalah cowok calm yang tidak banyak bicara tetapi kenyataannya Abangku itu begitu cerewet. Kutaruh kembali HPku lalu bersiap-siap untuk pulang. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam dan kulihat Leny juga bersiap-siap untuk pulang.

"Mau bareng Len?".  Tawarku pada Leny.

"Gak usah dok, saya udah telpon suami saya buat jemput". Tolak Leny.  Leny berusia 2 tahun lebih muda dariku ia sudah menikah dan memiliki satu anak perempuan yang kira-kira seumuran dengan Nayla. Ah aku jadi merindukan Nayla apalagi saat ia memanggilku dengan sebutan momma><.

"Ouh kalo gitu saya duluan ya Len".

To Be Continued ...

1
Dwi Ratnaningsih
part 41-43 mana nih
Ridho Widodo
sip simple..
thor...
Ridho Widodo
ana istri goblok.g jujur..sok nutupi mantan pacar pengganggu..cerein aja dean....
sumiati
lanjoot donk thoor
Nurhayati Nia
aku mampir thorr
Hartini Bayu Pratama
lanjut,thor
Sadiah Syarief 🐻😸: next kk
total 1 replies
Maizuki Bintang
lagi thor
rahima humaira(bundae rizky)
tetep semangat thorrr
rahima humaira(bundae rizky): insya allah klw da wktu luang
total 2 replies
bakri Rjaya cell
lanjut thor
Maizuki Bintang
bgs
husnul
lanjut kak syang bgt klo gak d lnjutin 😁 suka ma cerita nya mski gak selesai tetep aj d bca bolak blik dan berharap d selesaikan 🤭
husnul: harus kak semangat buat revisi sm lnjutin cerita nya y 🤗
total 2 replies
indri ramadani
cerita nya di lanjut tor,,.
Nad Nanad (hiatus): Siap, bakalan saya baca ulang dulu soalnya udah lupa sama alurnya hehe...
total 1 replies
Elmiyati
thor tokoh anna jangan dibuat cengeng ,nggak asik dikit2 nangis kyk ank kecil aja
Arie Chrisdiana
suami yg sabar banget tlg anna klau bicara sm suami jgn kasar2, sesabar2nya org ada batasnya nanti klau ditinggal br nyesel dech
Azlen Haslina
luar biasa
Anna Susiana
aku mampir menyimak cerita ini, banyak up nya ya biar tambah seru
Nadia Krismayanti
lanjut donk thor ceritanya bagus, saya nunggu" pas bka gx up up up.
ErNa Nur AnNisa
ceritanya padahal bagus bngt lho Thor
knpa g dilanjutin kisahnya Dean sm Anna
👍🤗
Yuliana Susanti
lanjut lah knp Hiatus pdhal critanya bagus Lo, penasaran banget gimn akhir nya lanjut lah
Mmh Gio
iiih ngga usah kaya gitu kenapa thur. serem banget..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!