NovelToon NovelToon
Aku Memilih Pergi

Aku Memilih Pergi

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:275.6k
Nilai: 5
Nama Author: Intar

Berawal dari kejadian beberapa tahun lalu, Intan bertekad untuk menjadi seorang pengacara agar dapat membela hak-hak orang tuanya.

Gayung pun bersambut, seorang pengacara terkenal yang dikenalnya 1 tahun lalu menawarkan dirinya untuk menjadi sekretarisnya.



Intanpun menerima tawaran itu dan bekerja di sana. Seiring berjalannya waktu, akhirnya merekapun menjalin hubungan. Hubungan mereka terlihat sangat bahagia hingga akhirnya Intan mengetahui bahwa Pak Hendra sudah mempunyai istri dan anak.

Bagaimana kisah selanjutnya? Silahkan di baca dalam novel "Aku memilih pergi"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 3- Percakapan dua sahabat

Setelah mendapat restu dari orang tuanya, esoknya Intan pun segera mengabari Pak Hendra.

"Assalamualaikum, maaf mengganggu waktunya pak, saya sudah mengambil keputusan, saya menerima tawaran bapak," tulis Intan di pesannya.

Pesan terkirim. Namun, hingga setengah jam kemudian belum juga ada balasan masuk.

"Mungkin Pak Hendra masih sibuk sehingga pesannya belum dibaca.” Intan menggumam.

Tak berapa lama ponselnya berdering. Sebuah panggilan masuk. Tertera nama Pak Hendra di layar ponselnya. Dengan sedikit gugup Intan menjawab panggilan itu.

"Halo, assalamualaikum," ucap Intan sedikit sungkan.

"Waalaikumussalam," jawab suara diseberang.

"Maaf pak, saya mengganggu waktunya.”.

"Nggak apa-apa kok, kamu nggak usah sungkan begitu. Tadi saya sedang ada sidang jadi ponsel saya atur mode diam, makanya pesan kamu saya belum balas," balas Pak Hendra menjelaskan.

"Iya, nggak apa-apa kok pak," sahut Intan.

"Jadi kapan kamu kesini?" tanya Pak Hendra kemudian.

"Terserah dari bapak saja, saya ngikut."

"Oke. Kalau begitu hari Jumat kamu kesini ya, karena hari Selasa ada sidang dengan klien besar dan saya butuh orang untuk menyiapkan segala sesuatunya," ujar Pak Hendra.

"Baik pak.” Intan mengangguk meski berbicara lewat ponsel.

"*Oh iya, satu lagi. Nanti biaya transportasi pakai dulu uangmu nanti sampai disini saya akan menggantinya*," ucap Pak Hendra lagi.

“Iya, Pak.”

"Oh iya, satu lagi.” Hendra terkekeh karena selalu hampir lupa apa yang akan dikatakannya. “Setelah sampai disini kamu langsung ke rumah yang sudah saya siapkan, supaya kamu nggak usah repot-repot nyari kontrakan lagi. Nanti supir saya akan menjemput dan mengantar kamu kesana.” tawar Hendra yang sebenarnya adalah perintah.

"Nggak usah pak. Nanti saya nginap di kosan Dina saja," sahut Intan yang merasa tidak enak.

"Nggak apa-apa, tempati saja rumah itu sementara, karena kosan Dina jauh dari kantor. Sementara beberapa hari ini kamu harus mempersiapkan segala sesuatunya. Lagian rumah itu juga tidak ada yang tinggali. Daripada kosong mendingan ditinggali."

Hendra memang memiliki beberapa rumah. Namun hanya satu yang ia benar-benar tinggali yang sekaligus dibuat untuk menjadi kantornya. Ia masih muda tapi sudah memiliki banyak properti. Beruntung sekali nanti perempuan yang akan dinikahi Hendra.

Intan berpikir sejenak lalu kemudian menyetujuinya. Lagian benar juga kata Pak Hendra. Kalau dia nginap di kosannya Dina pasti memakan waktu yang banyak. Lebih praktis jika dia menerima tawaran Pak Hendra. Mungkin itu juga sudah dipikirkan Pak Hendra.

"Baik Pak."

"Ya sudah, kalau begitu saya lanjutkan kerjaan dulu. Assalamu'alaikum," tutup Pak Hendra dengan salam.

"Waalaikumussalam," balas Intan kemudian menutup telponnya.

Setelah menutup panggilan dari Hendra, Intan kemudian mendial nomor Dina untuk memberi tahu bahwa dia tidak bisa menginap di kosnya. Dia sudah memberitahu sahabatnya itu beberapa saat yang lalu.

"Halo Assalamualaikum Din," sapa Intan.

"Iya Waalaikumussalam Tan, ada apa?" tanya Dina. Pasalnya sahabatnya itu belum lama selesai menelponnya.

"Begini Din, aku ngga jadi nginap di kosanmu," ucap Intan mengutarakan maksudnya.

"Kenapa? Kamu punya teman dekat selain aku disini? Aku sakit hati mendengarnya Tan," ucap Dina sambil bercanda.

Mereka memang sangat akrab dan sudah seperti saudara. Dina sudah banyak membantu Intan ketika kuliah dulu. Dina yang mengurus kebutuhan kuliahnya Intan waktu pertama, karena Intan masih gadis desa yang polos dan masih belum tahu apa-apa. Sebenarnya Intan dan Dina berasal dari desa yang berbeda hanya sama daerahnya. Dina sendiri memilih untuk bekerja sebagai pegawai di Kantor Pajak.

"Bukan begitu Din, aku langsung disuruh ke rumahnya Pak Hendra sesampai di Surabaya. Aku nggak enak kalau harus menolak. Apalagi aku langsung dijemput sama supirnya" jawab Intan dengan wajah sedikit sedih.

Padahal dia ingin sekali bertemu dengan Dina karena sudah lama mereka tak bertemu. Kesibukan masing-masing menjadi alasannya. Intan dengan studinya sedangkan Dina dengan pekerjaan kantornya.

"Perhatian banget sih Pak Hendra. Jangan-jangan dia suka sama kamu Tan. Kalo nggak, kenapa juga sampai suruh jemput segala, hahaha," goda Dina.

"Kamu apa apaan sih Din. Yaa nggak mungkinlah Pak Hendra suka sama aku. Dia kaya, ganteng, mana mungkin suka sama aku yang hanya gadis kampung. Tapi bisa jadi sih, kayak yang sering ku baca di novel-novel itu. Seorang CEO jatuh cinta pada cleaning service" ujar Intan sambil terkekeh. Dia tahu sahabatnya itu hanya bercanda makanya dia balas bercanda juga.

"Betul itu. Yang namanya cinta kan nggak mandang gadis kampung atau gadis kota," goda Dina lagi.

Intan terbahak. Ia semakin merindukan sahabatnya itu. Kapan lagi mereka akan bercanda seperti ini secara langsung.

"Udah ah. Kamu lanjutkan pekerjaanmu, nanti bosmu bisa marah kalau lihat pegawainya kerjaannya nelpon melulu. Bisa bisa kamu langsung dipecat, hahahaha," canda Intan.

"Mana berani dia pecat aku. Aku kan pegawai paling disayang disini," balas Dina sambil bersikap angkuh namun bercanda.

"Iiihhh sok kepedean loh, hahahaa," ejek Intan.

"Suka suka gue lah!" balas Dina tak mau kalah.

"Udah udah Aku nyerah. Aku kalah, puas loh," sela Intan dengan tertawa.

"Hahahaha," Dina tertawa terbahak bahak hingga beberapa pegawai melihat ke arahnya. Setelah sadar kalau dirinya menjadi perhatian, Dina pun sontak menutup mulutnya. "Ya udah, Tan. Aku lanjutin kerja dulu ya. Kamu hati-hati. Kabari aku kalau sudah sampai di surabaya. Ok," ujar Dina.

"Ok.. Kamu juga hati-hati ya. Nanti aku kabari kalau sudah disana. Assalamualaikum," ucap Intan mengakhiri pembicaraan.

"Waalaikumussalam." balas Dina sambil menutup telponnya.

Intan menarik nafas. Sebentar lagi dia akan kembali mengarungi kehidupan seperti sebelumnya. Tinggal sendiri dan jauh dari orang tua.

1
Yulia Wati
aku kok jdi jngkl k s intan ya htinya yg terlalu lemah tinggalin dulu Napa
Yulia Wati
intan htinya terlalu lemah dgombl8nbdkit aza udah seneng dasar bucin
Yulia Wati
mksdnya Hendra udah nikah Fong hadeh 🤦‍♀️🤦‍♀️gmna sana intan
Yunerty Blessa
singkat tapi mantap..aku sangat³ suka sekali dengan alur cerita nya..😘😘
Yunerty Blessa
akhirnya cerita nya pun selesai..singkat,padat dan memang the best..
terbaik kak thor 🥰🥰
mantap.
Yunerty Blessa
Intan pun bodoh.. tunggu dulu dari Hendra baru buat keputusan..
Yunerty Blessa
pasti terbongkar juga kebusukan mu Susan
Yunerty Blessa
jahat sekali kau Susan.. pasti ada balasan nya
Yunerty Blessa
asyik deh..
Yunerty Blessa
moga saja Hendra dan Susan cepat bercerai dan bersatu dengan Intan
Yunerty Blessa
pindah rumah saja Hendra.. Susan sudah tau,,bisa bahaya
Yunerty Blessa
ketemu lagi..
Yunerty Blessa
rasakan Hendra.. itulah akibatnya karna kau tak jujur
Yunerty Blessa
Hendra bodoh betul³ bodoh.. jujur saja pada Intan..
Yunerty Blessa
Hendra pun bodoh tidak mau jujur saja.. daripada bohong karna kalau Intan tau pasti akan sakit hati
Yunerty Blessa
jujur saja Hendra,,itu lebih baik
Yunerty Blessa
mantap Hendra..
Yunerty Blessa
seperti nya ada sesuatu yang disorokkan oleh Hendra dari Intan..
Yunerty Blessa
nikah saja Hendra.....kan halal.
Yunerty Blessa
diam² ada cinta tumbuh diantara mereka berdua..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!