NovelToon NovelToon
BENANG PUTUS KARENA CINTA PERTAMA

BENANG PUTUS KARENA CINTA PERTAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Pelakor
Popularitas:62.5k
Nilai: 5
Nama Author: Barra Ayazzio

Dhita selalu percaya bahwa pernikahan yang ia bangun dengan Reza adalah rumah yang kokoh—tempat ia menaruh seluruh harapan, kasih sayang, dan kesetiaannya. Namun semua runtuh ketika cinta pertama Reza kembali muncul, menghadirkan bayang-bayang masa lalu yang tak pernah benar-benar padam.

Dalam hitungan hari, Dhita yang selama ini berjuang mempertahankan rumah tangga justru dipaksa menerima kenyataan pahit: Reza menceraikannya demi perempuan yang pernah ia cintai bertahun-tahun lalu. Luka itu dalam, merembes sampai ke bagian hati yang Dhita pikir sudah kebal.

Di tengah serpihan hidup yang berantakan, Dhita harus belajar berdiri lagi—menata hidup tanpa sosok yang selama ini ia sayangi, menghadapi pandangan orang, dan menerima bahwa beberapa cinta memang ditakdirkan berakhir. Namun Tuhan tak pernah meninggalkan hati yang hancur. Dalam perjalanan menyembuhkan diri, Dhita menemukan kekuatan yang tak pernah ia sadari, serta harapan baru yang perlahan mengetuk pintu hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Barra Ayazzio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Pengakuan

Baru saja Dhita akan membantah perkataan Tari, terdengar suara mobil memasuki pekarangan rumah. Dhita bangkit, karena dia yakin itu mobil suaminya. Tujuannya mau menyambut dan bertanya banyak hal tentang Tari, yang menurut ibu mertuanya setuju untuk menikah kembali. Namun belum juga Dhita meraih gagang pintu keluar, Bu Lastri sudah mendahuluinya.

"Biar ibu aja yang menyambutnya.” Katanya sambil mengibaskan tangan Dhita yang hampir meraih gagang pintu. Dhita hanya bisa pasrah, walaupun dadanya terasa sesak.

Dhita mengikuti Bu Lastri berjalan ke halaman untuk menyambut Reza yang baru saja memarkirkan mobilnya. Terlihat Reza keluar dari mobil dengan senyum sumringah. Reza terlihat mencium punggung telapak tangan Bu Lastri dan memeluknya.

"Kok telat Za?”

"Biasalah Bu, di jalan banyak halangannya.” Reza berkata sambil melepaskan pelukannya.

"Sayang, kok jam segini sudah di rumah?” Reza sedikit terkejut melihat keberadaan Dhita.

"Iya tadi pulang ketemu klien gak ke kantor lagi.” Dhita berkata sambil meraih telapak tangan suaminya, dia menciumnya takzim.

"Gak apa-apa. Malah lebih baik ada Dhita di antara kita, biar gak usah ngumpet-ngumpet lagi.”

"Maksudnya apa Bu? Tolong jelaskan Mas, ada apa ini?”

"Kita bicara di dalam aja.” Reza berkata sambil menarik nafas panjang.

"Rezaaaa, kamu tambah ganteng aja.” Tari langsung bangkit dari duduknya saat mereka masuk ke ruang tamu. Tanpa ada rasa sungkan karena ada Dhita istrinya di situ, Tari memeluk erat Reza. Reza terlihat gelagapan mendapatkan perlakuan seperti itu. Dia berusaha mendorong tubuh Tari yang dibalut pakaian serba ketat dan minim.

"Tolong jaga sikap Mbak, aku istri sahnya.” Dhita berkata sambil menatap muka Tari yang masih tersenyum sumringah karena bertemu Reza.

"Sudah-sudah, kita bahas masalah pernikahan Reza dan Tari saja. Gak usah bahas yang lain-lain.” Bu Lastri menatap Dhita, Reza, dan Tari bergantian.

"Kok bahas masalah pernikahan Mas Reza dan Tari Bu? aku juga belum tentu mengizinkan Mas Reza nikah lagi.” Dhita berkata sambil menatap tajam mertuanya.

"Kalau gak mengizinkan, lebih baik kamu mundur saja!” Bu Lastri memberikan ultimatum.

"Mas katakan, apakah benar kamu setuju menikah lagi dengan mantan pacarmu itu?”

Terlihat Reza menarik nafas panjang, dia menatap Dhita, Bu Lastri, dan terakhir Tari. Lalu dia menunduk, dan terdengar suaranya lirih. "Maafkan aku, Sayang!”

Memang hanya itu kata yang keluar dari bibir Reza, namun akibatnya sangat dahsyat. Dhita berteriak kalap, dia melemparkan bantal kursi dari genggamannya.

"Kamu jahat Mas, apa salahku hah? Hingga kamu tega menduakanku dengan wanita ini?”

Dhita berlari ke kamar. Dia tidak menyangka suaminya tega menyakitinya. Padahal semua hal yang dituduhkan ibu mertuanya belum terbukti. Dan yang membuat dia kecewa juga, Reza sama sekali tidak membelanya saat ibunya menuduh bahwa dia mandul.

"Sayang, maafkan aku, aku terpaksa menyetujui permintaan ibu.” Reza menghampiri Dhita yang masih telungkup di atas tempat tidur.

"Seharusnya kamu bisa menjelaskan ke ibu, kalau kita belum sempat periksa. Lagian belum tentu juga aku yang bermasalah Mas, bisa jadi masalahnya ada di kamu.”

"Mana bisa ibu mengerti, Sayang. Kan kamu tahu sendiri gimana keras kepalanya ibu.”

"Tapi tetap kamu salah, Mas. Seharusnya kamu menolak menikahi wanita itu.”

"Gak bisa, Sayang.”

"Gak bisa?” Dhita langsung bangkit dari tidurnya, dia menatap Reza dengan dada turun naik.

"Ya gak bisa, kalau ibu sudah menentukan A, aku bisa apa?”

"Walaupun itu menyakiti istrimu sendiri, Mas?”

"Maafkan aku, Sayang!”

"Atau jangan-jangan kamu malah senang ya, dapat menikahi wanita seksi itu?”

"Tidak begitu, Sayang.”

"Jujur sama aku Mas, sebelum dia ke sini, berapa kali kamu bertemu dengannya?” Terlihat Reza menunduk, dia tidak berani menatap Dhita yang saat itu sangat berapi-api.

"Jawab yang jujur, Mas!”

"Dalam 3 bulan ini hampir setiap hari, karena perusahaannya ada kerjasama dengan perusahaanku.”

"Oohhh pantas saja akhir-akhir ini kamu tugas luar terus, ternyata karena ada dia. Aku tahu sekarang, kamu mau menikahi dia bukan karena dipaksa ibu, tapi memang keinginan sendiri, ya kan?”

"Gak gitu, Sayang.”

"Aku yakin begitu. Baiklah, kalau kamu tetap mau menikahi wanita itu, lepaskan saja aku. Aku tidak sudi diduakan.”

"Sayang, kamu jangan gitu dong. Aku masih mencintai kamu.”

"Kalau itu pilihanmu, bagus. Toh keberadaan kamu juga sudah tidak ada gunanya di samping Reza.” Tetiba Bu Lastri masuk ke dalam kamar.

"Sudah lah Za, talak aja istrimu itu. Buat apa dipertahankan? Toh dia yang memilih mundur.”

"Tapi Bu … “ Reza menatap ibunya.

"Jangan mengemis cinta Za, masih banyak wanita yang mau padamu. Kamu kan tampan dan mapan, mudah sekali menjerat wanita cantik yang selevel denganmu. Liat tuh Tari, dia wanita berpendidikan yang pantas mendampingimu. Selain cantik, dia juga keturunan keluarga yang subur.” Bu Lastri menatap Reza yang tertunduk lesu.

"Sudahlah Za, lepaskan Dhita demi Tari!” Bu Lastri balik badan dan keluar dari kamar.

"Mas, aku memilih mundur. Aku gak mau dimadu. Aku akan memilih pengacara untuk mengurus perceraian kita.”

"Sayang, kamu sadar apa yang kamu katakan?”

"Sadar sesadar-sadarnya, Mas. Sekarang, silahkan Mas keluar dari rumah ini, karena selama ini aku yang membayar cicilannya. Uang yang Mas berikan untuk DP rumah ini, nanti akan aku kembalikan.”

"Sayang, kamu jangan terbawa emosi. Pikirkan perjuangan kita selama ini!”

"Mas jangan naif, Mas kan sudah tahu apa konsekuensinya apabila diantara kita ada yang selingkuh? Jadi biarkan aku mengalah. Aku akan pergi dari kehidupanmu.”

"Ok, kalau itu memang maumu. Moga kamu gak akan menyesal mengambil keputusan itu.”

"Aku akan lebih menyesal bertahan dengan laki-laki pengkhianat.” Dhita menatap laki-laki di depannya.

Setelah itu Reza terlihat membereskan baju-bajunya dan memasukkannya ke dalam koper. Dia keluar kamar tanpa menoleh lagi pada Dhita. Reza membanting pintu kamar dengan keras. Tidak lama kemudian terdengar suara mobil meninggalkan halaman.

Sepeninggal Reza, Dhita masih menelungkupkan wajahnya ke bantal. Dia menangis tanpa henti. Tak ada ada angin tak ada hujan, badai itu tiba-tiba datang memporakporandakan ikatan suci pernikahannya.

"Non, sudah hampir Isya, sudah shalat belum?” terdengar suara pintu diketuk.

"Masuk aja Bi!”

"Sudah hampir Isya Non.” Bi Asih melongokkan kepalanya.

"Saya lagi gak shalat Bi.”

"Ooh, kalau gitu makan malam dulu yuk!, ini bibi sudah bikin sup jagung kesukaan Non.”

"Saya belum lapar, Bi.”

"Ayolah Non, jangan biarkan perut Non kosong!”

"O ya Bi, tadi Bibi bilang kalau teman Mas Reza yang tadi itu, pernah ke rumah ini sebelumnya?”

"Oh sering Non, kalau Non dinas luar atau pas Non ke Bandung karena mama Non operasi usus buntu, pasti Pak Reza bawa wanita itu. Malah pernah dibawa nginep di rumah ini.”

"Apa? Nginep?”

"Iya Non. Maafkan bibi ya Non, bibi gak berani bilang ke Non, karena Pak Reza mengancam akan memecat saya, kalau saya melaporkan hal itu ke Non.”

"Waktu nginep suka tidur di mana Bi?”

"Ya di kamar ini Non, bahkan pernah pakai baju tidur Non Dhita.”

"Astaghfirullāhal Adzīm”

"Sebaiknya laki-laki macam Pak Reza itu tinggalkan saja Non. Gak usah dipertahankan!"

"Iya benar Bi, saya memang akan menggugat cerai. Apalagi tahu kelakuan Mas Reza di belakang saya seperti itu.”

"Ya sudah, sekarang Non makan dulu!”

"Baiklah Bi, tapi temenin ya?”

"Iya Non.”

1
Siti M Akil
🤣🤣 hakim itu harus d panasin trs baru bertindak 😄
Himmah Musthofa
makin seru
Himmah Musthofa
keren
Barra Ayazzio: Terimakasih kakak atas apresiasinya 😍🙏
total 1 replies
cholilatul sholihah
nati bukan anak rezw🤭
Arieee
mampus buat reza🤧
Arieee
mampus harta semua melayang 🤧🤧🤧🤧
Yuni Ngsih
Authoooooor ceritramu ku bikin ngeneeees banget kelakuan si Reza tuh kasian istrinya Dhita ....he eh ko ngeyel ini kan ceritra bukan fakta berarti ceritramu bgs bangeeeet bikin yg baca mangkel ky ku...he tapi....untuk Dhita badai pasti berlalu & akan muncul pelangi ..
semangat ok
Barra Ayazzio: Terimakasih kakak atas apresiasinya 😍🙏
total 1 replies
Rania Nia
ach gk serruu..msa ngambill asett nya terllu gampang gt.gk tegang bc nya .pntesann gk ada yg komen2 ya maaf thorr aq blng gt.tp sumpah ctita yg ini antagonis nya mulus² aja.cr nipu nya kog gk ada kendalanya.
Siti M Akil
ky nya hakim gampang d bodohin
Soraya
hadir thor
partini
kalau nikah bagus sih, tapi hakim gimana gitu ga peka ga bisa lihat teman nya suka jadi dia gampang di profokasi
lLy trililly
thour klo bleh jujur dri Awal bkin novel pmeran perempuanya sllu klah ma yg antagonis ..pa lgi yg laki² ma selingkuhannya sllu terdepan ma bhgia ,,mungkin dri stu bnyak yg gk ngelirik fell pmren utama kurang
lLy trililly
kpan sih mereka dpt krmanya ..berasa s reza ma tari pemeran utamanya sllu terdepan
falea sezi
lanjut
lLy trililly
Nunggu Karma reza ma Tari Serta keluarganya
Ayudya
mampir. kak
stela aza
buruan Thor kasih karma buat tari dan Reza yg dahsyat y biar kapok
Wati Anja
semoga ada lanjutannya c, yentang kebahagian dhita❤
Naufal hanifah
/Good//Good//Good/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!