Cerita ini menceritakan tentang kedua remaja yang selalu bertengkar di sekolahnya,mereka berdua tidak pernah tau kalau sudah dijodohkan sejak bayii,karena orang tuanya yang sudah bersahabat mulai kecil,dan mereka berjanji akan menjodohkan anak anaknya.
Seyla Wijaya
Anak kedua dari keluarga wijaya,ayahnya bernama Putra Bimo Wijaya seorang pengusaha sukses di kota X dan bundanya bernama Putri Sofya seorang desainer terkenal dikotanya,dan terahir kakaknya yang bernama Candra Putra Wijaya seorang lulusan dari universitas terbaik di kota X.
Nathan Prawira
Anak pertama dari keluarga prawira,papinya bernama Putu Dirga Prawira seorang seorang pebisnis terkenal,maminya bernama Cindy Kurnia Dewi seorang ibu rumah tangga,dan ada adiknya bernama Bagus Prawira seorang siswa SD yang melanjutkan sekolahnya di luar negri.
Semoga kalian suka ceritanya,penasaran kelanjutannya?baca dan ikuti novelku yaa:D
Karya ini diterbitkan atas izin noveltoon Berliana CM,isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya,tidak mewakili noveltoon sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Berliana CM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 3
seyla memang selalu manja dengan kakaknya,kakaknya yang sayang sekali tidak bisa berkata apa apa,hanya hisa menuruti keinginan adeknya itu
"udah sampek,cepetan beli cemilan keburu malem" kata candra
"iya kak iya" jawab santai seyla
30 menit seyla didalam minimarket akhirnya datang juga
"lama banget sih" kata candra dengan cemberut yang kesal menunggu seyla terlalu lama
"iya iya maaf kakakkuuu" jawab seyla dengan wajah imutnya
Jam sudah menunjukkan pukul 19.00
"darimana aja kalian" kata tegas dari ayahnya
"aku ajak seyla main ke mall yah" jawab candra
"apa kamu sudah lupa kalau jam 8 malam kita kedatangan tamu calon suami seyla" kata ayahnya lagi
"iya ayah aku minta maaf" kata candra penuh penyesalan
"maksudnya calon suami seyla apa?" tanya seyla
"kamu akan dijodohkan dengan anak sahabat ayah nakk" jawab bundanya
"tapi bun aku kan masih muda,aku masih ingin menikmati dunia mudaku" jawab seyla memelas
"tidak ada penolakan,cepat kamu mandi pakai baju yang bagus,sebentar lagi calon suamimu datang" kata tegas ayahnya
"iya" jawaban cuek ketus dari seyla
seyla berjalan menaiki anak tangga satu demi satu,sesampai dikamar seyla segera mandi dan berdandan,karena kalau tidak ayahnya akan marah besar kepadanya
Diruang tamu
"wah calon menantu udah datang yaa" kata bunda seyla
"halloo jeng,udah lama kita gak ketemu" kata calon mertua seyla
"dimana anakmuu,yang akan dijodohkan dengan anakku" tanya ayah seyla
"sebentar dia sedang memarkirkan mobil didepan" jawab ayah lelaki itu
"asalamualaikum" kata lelaki itu
"walaikumsalam" jawab orang orang yang berada di ruang tamu
"oh ini calon suami seyla yaa,wah gantengnyaa" kata bunda seyla
"hah seylaa" lelaki itu kebingungan dalam hati mendengar nama seyla
"bun panggil seyla dong" kata ayah seyla
"iya yah" jawab bundanya
Belum apa apa seyla sudah menuruni anak tangga,menggunakan dress pendek berwarna hitam,dan rambut yang terurai membuat ia semakin cantik dilihat
"ah itu seyla" kata bunda
"wah seyla cantik ya udah gede,dulu ketemu masih kecil loh" kata mami lelaki itu
"itu calon suamimu ajak kenalan" kata ayahnya
Tiba tiba
"hah natan,lo kan yang tadi numpahin es ke gw" kata seyla,yappsss lelaki itu adalah nagan,yapss natan prawiraa
"heh lo ngapain disini" kata natan
"loh sudah saling kenal ini?" tanya papi natan
"itu si cewek bunglon pii,yang suka nabrak natan" kata natan
"maksut lo apa bilang gw bunglon,ngajak berantem lo" kata seyla ngegass
"eh udah udah,maafin ucapan natan ya seylaa" kata mami natan
"udahlah gakpapa jeng,maafin seyla juga ya" kata bundanya
"begini nak natan,kamu dan seyla akam menikah minggu depan" kata ayah seyla
"hah,ayah yang serius dong,aku masih sekolahh" kata seyla
"kamu masih bisa sekolah,asal jangan ada yang tau pernikahanmu dengan natan" kata tegas ayah seyla
"bagaimana nak natan?kamu bisa menjaga seyla?" tanya ayah
"insyaallah saya bisa om" jawab natan
Tiba tiba seyla menarik tangan natan menuju balkon dekat kamar seyla
"lo ngapain nerima perjodohan ini" tanya seyla ketuss
"emang kenapa" tanya natan
"lo itu musuh gw,apa kata temen temen kalo gw jadi istri lo hah"
"ya lo jangan ember,ck" kata natan
"serah lo deh" kata seyla pasrah
Tungguin kelanjutan cerita ini yaa:D
Happy Reading❤
ikuti terus novel aku,komen dan saran jangan lupaa yaa❤