NovelToon NovelToon
Sistem Penguasa

Sistem Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dunia Lain / Fantasi
Popularitas:82.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lukman Adiansyah

Ada seorang pemuda bernama Dou Zhun, dia pemuda pemalas, yg setiap hari hanya tidur dan makan, dia tinggal di rumah miliknya sendiri yg jarang keluar dari rumahnya,.

Suatu hari dia terbangun dari tempat tidurnya dia kaget rumahnya telah di pindahkan ke sebuah hutan belantara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukman Adiansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencoba Menerima Kenyataan !!

**Dou Zhun mencari seseorang di sekitar hutan**

Dou Zhun akhirnya kembali ke rumahnya dengan wajah murung. Dia mencoba menenangkan diri dengan mencari makanan terlebih dahulu. Setelah mengisi perutnya, dia kembali ke kamarnya dan tidur, berharap ketika bangun semua itu hanya mimpi buruk, dan ponsel serta sinyal TV-nya kembali bisa digunakan.

Di Kota Vrede yang dekat dengan Hutan Kematian, warga dan para kultivator sedang heboh membicarakan suara menggelegar yang berasal dari hutan tersebut. Penguasa Kota Vrede mendengar suara itu dan mencoba menenangkan warga serta petualang di kotanya dengan memberikan pengumuman di balai kota. Dia menawarkan quest khusus untuk penyelidikan ke dalam Hutan Kematian kepada guild petualang dan klan besar di kota.

Siapapun yang berhasil mengetahui asal dari suara tersebut dan melaporkannya kepada penguasa kota akan diberi hadiah 100.000 Kristal Energi tingkat tinggi dan 1 juta Koin Emas sebagai imbalannya.

Karena pengumuman tersebut, banyak petualang yang biasanya hanya memasuki hutan sampai perbatasan batas aman, kini mencoba menjelajah lebih dalam ke Hutan Kematian. Hutan tersebut berisikan monster-monster yang sangat menakutkan, sehingga mereka harus ekstra hati-hati agar tidak salah melangkah dan menemui kematian karena keserakahan.

**Pagi Selanjutnya**

Dou Zhun bangun dan membuka matanya, berharap ponsel dan TV-nya kembali memiliki sinyal. Namun, ketika dia membuka ponselnya dan melihat sinyalnya masih tanda silang, dia menghela napas dan mengutuk.

"Sial, ternyata ini bukan mimpi," katanya sambil mencubit pipinya sendiri. "Haaah, sepertinya aku harus pasrah dengan keadaan ini. Toh aku sudah menyiapkan segalanya di rumah. Apa yang harus aku khawatirkan? Mungkin paling buruk aku mati dimakan binatang buas yang memaksa masuk ke rumahku."

"Mungkin lain kali aku keluar, aku akan membawa pisau dan peralatan yang berguna untuk melawan binatang buas. Aku juga perlu mencari makanan dan seseorang untuk bertanya, atau memasang tanda bantuan di sekitar hutan dekat rumahku untuk memberitahukan keberadaanku. Mungkin nanti ada yang melihat tanda tersebut dan datang ke sini menemukanku."

"Aku bisa meminta tolong kepada mereka untuk membelikanku stok makanan yang mulai habis atau setidaknya memberitahukan di mana aku berada saat ini," pikir Dou Zhun. "Menurutku, tempat ini tidak terlalu buruk. Cukup sejuk dan nyaman, udaranya pun sangat bagus, tidak seperti di kota yang penuh polusi dan sesak dengan orang-orang. Tempat ini cukup luas, anggap saja sedang liburan atau berkemah di hutan."

Dou Zhun mulai menerima keadaan dan mencoba menghadapi kenyataan yang terjadi. Walau dia masih belum mengetahui tempat apa ini atau di mana dia berada saat ini, sambil tidur di kasurnya, dia memikirkan langkah apa yang harus diambil ke depannya dan barang serta persiapan apa yang nanti dia bawa untuk besok.

Di kedalaman hutan, ada rombongan petualang yang sedang bertarung dengan monster. Lokasinya cukup jauh dari rumah Dou Zhun, berada di luar area batas energi kehidupan yang dipancarkan oleh rumahnya. Mereka berada cukup dekat dengan perbatasan area energi rumah Dou Zhun.

Saat para petualang itu bertarung dengan monster besar yang memiliki capit dan gigi besar, mirip kepiting raksasa dengan duri hitam di sekelilingnya berukuran sebesar mobil, mereka kelelahan. Setengah dari pasukan mereka terbunuh, dan yang tersisa memiliki luka parah. Untungnya, mereka juga berhasil melukai monster tersebut dengan parah hingga monster itu pergi.

Ketika mereka hendak pergi, salah seorang dari rombongan melihat cahaya yang biasanya hanya ada di pintu keluar Hutan Kematian. Mereka melihat ke atas dan melihat monster raksasa yang sangat besar di tempat tersebut, namun tidak lama kemudian monster itu menghilang.

"Lihat, ada cahaya matahari di sebelah sana," kata salah satu dari mereka.

Mereka berdiskusi terlebih dahulu sebelum mencoba memasukinya, takut itu adalah jebakan yang dibuat monster itu untuk menarik mereka ke sana dan menyebabkan kematian mereka. Akhirnya, mereka semua memutuskan memberikan tanda di lokasi itu dengan jimat penanda lokasi. Kondisi mereka tidak memungkinkan untuk pergi ke sana. Mereka harus kembali, menguburkan teman-teman mereka yang meninggal, menyembuhkan yang terluka, dan memulihkan tenaga mereka terlebih dahulu.

---

1
Jacky Hong
dah gak lanjut lagi kah?
Lebah Ganteng
Luar biasa
Kang Comen
system Sihir + system kultivasi pula
jdi keder
Kang Comen
tolol sih terlalu bergantung am system
Kang Comen
tolongkah tingkah kek gitu jgn ditulis berulang-ulabg
Kang Comen
klo mc nya gk Full Op' Ane delet lgi ni nopel.
Bisma
Luar biasa
Bisma
Lumayan
Nia Oppo
maaf sebelumnya thor,kalau bikin cerita jangan terlalu terburu"jadi alur ceritanya gak nyambung,
Roby: maklum Kak Ngerjainnya Malam Mungkin Karna Ngantuk Jadi Salah Ngetik heheh
total 2 replies
Durian Anget
kok jadi gini dah dialog nya
Durian Anget: padahal bagus dialog sebelum nya sih menurut saya.
total 5 replies
Durian Anget
dahlah
Durian Anget
bukankah point nya cuma 10k terus buat buka toko 10k, harus nya habis dong, kok ini masih kesisa?
Durian Anget: bentar kan si MC sebelum nya gaada poin, terus dapet 10k hasil dari bangun desa malaikat, nah terus di gunain 10k nya itu buat UP sistem, berarti habis dong? nah harus nya udah gabisa bukan fitur shop, karena poin nya habis.
total 2 replies
Durian Anget
kenapa harus heh? dan kenapa dialog karakter nya gini?
Durian Anget
ad typo
Fendi Kurnia Anggara
up
bren: ini gimana tadi yuki namanya sekarang yin yang diajak
total 1 replies
Zoelf 212 🛡⚡🔱
wee
Fendi Kurnia Anggara
up up
Nia Oppo
lanjut thor
Roby
siap Kak
Roby
ok makasih kak Sarannya Maap Kalau Agak Kurang Dalam Penulisan Dan Alur Soalnya Ya Maklum Novel inpirasi Agak Kurang Karna Lagi Banyak masalah Mohon Dimaklumi👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!