NovelToon NovelToon
One Sweet Day With You

One Sweet Day With You

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:138.9k
Nilai: 5
Nama Author: NonAden119

Andai Hugo mencintainya, Ana akan memilih untuk tetap bertahan dan tinggal di rumah besar itu bersamanya. Tapi Hugo tak mencintainya, pria itu membencinya karena menganggap Ana telah menipunya hingga terpaksa harus menikahinya.

Ana memilih pergi setelah menandatangani surat gugatan cerai dari Hugo. Dengan sisa uang yang di milikinya, Ana memulai kehidupan barunya di kota lain seorang diri.

Tiga tahun berlalu, kabar mengejutkan datang dari salah satu kerabat Hugo yang tanpa sengaja bertemu dengannya. Ana dihadapkan pada satu pilihan sulit, hingga pada akhirnya Ana memutuskan datang menghadiri pemakaman mantan papa mertuanya.

Pertemuannya kembali dengan Hugo memberinya kesadaran baru, bahwa jarak dan waktu tak mampu mengikis rasa cintanya pada pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NonAden119, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Cerita sebenarnya

Hugo berlari cepat menuju ruang rawat inap papanya, dilihatnya sudah banyak orang berkumpul di luar menunggunya. Begitu melihat kedatangannya, wajah-wajah itu tampak lega.

“Kau harus tetap kuat dan bersabar menghadapinya,” kata seorang kerabatnya yang langsung memeluk bahunya dan menepuknya pelan. “Hanya Kau satu-satunya harapan papamu.”

Hugo mengangguk sopan, “Aku akan selalu mengingat ucapan Paman,” sahutnya kemudian, tersenyum sebelum melangkah masuk.

Untuk menjaga ketenangan pasien, pihak rumah sakit hanya mengizinkan satu orang saja yang boleh masuk ke dalam ruang inap pasien. Ketika dokter menghubungi Hugo tadi dan menyampaikan padanya kalau jantung papa sempat berhenti berdenyut, ia langsung bergegas pergi dan meninggalkan semua urusan di kantor pada asistennya Yuda. Beruntung nyawa papa masih tertolong, berkat kesigapan dokter yang merawatnya.

Hugo menarik kursi di dekat papanya dan duduk perlahan, ditatapnya lekat wajah teduh di hadapannya itu yang kini lelap tertidur. Di genggamnya tangan papanya dan ditempelkannya di dahinya. “Aku belum menghubunginya bukan berarti Aku tak peduli pada keinginan Papa. Aku sayang Papa, tapi Aku belum bisa memaafkan semua yang telah dilakukannya padaku.”

Mata papa mengerjap, gerakan tangan Hugo barusan mengusik tidurnya. Perlahan-lahan mata itu terbuka sempurna. Papa menggerakkan tubuhnya, mencoba bangun. Tapi Hugo menahannya.

“Mana Ana? Leo katakan, dia bertemu dengannya kemarin.” Mata papa liar menatap sekitarnya, mencari-cari sosok Ana.

Hugo menahan diri dan berusaha tetap bersikap tenang, ia sudah menyuruh orang untuk mencari Leo yang entah pergi ke mana setelah bertemu dengan papanya. Ia harus bicara dengan sepupunya itu. Menurut keterangan pamannya, papa langsung merasakan sesak setelah bicara dengan Leo.

“Ana tidak ada, Pa. Dia tidak datang kemari.” Hugo membantu papanya berbaring kembali, dirapikannya selimut yang menutupi tubuh papanya hingga batas dada. “Kalau memang Ana merasa pernah berhutang budi pada Papa, dia pasti akan datang menemui Papa.”

Nama itu meluncur dengan mudahnya keluar dari bibirnya, setelah sekian lama ingin dilupakannya. Wajahnya kembali kaku, rasa bencinya pada wanita itu masih bercokol kuat dalam hatinya.

“Dia benar-benar tidak ingin bertemu denganku lagi,” ucap papa dengan mata berkabut. “Papa bersalah padanya. Harusnya Papa tidak melakukan itu pada kalian berdua.”

“Apa yang ingin Papa katakan?” Tanya Hugo mengernyit bingung saat tangan papa mencekal kuat pergelangan tangannya. Berulang kali papa mengatakan kalau ia yang bersalah, dan Hugo hanya mendengarkan tanpa bertanya apa maksud ucapan papanya itu.

Papa lalu meminta Hugo untuk membantunya duduk. Hugo menuruti permintaan papanya itu, meski merasa khawatir mendengar bunyi napas papa yang mulai tersengal.

“Kau ingat kejadian malam itu, saat Kau pulang dalam keadaan mabuk? Ana yang membantumu ke kamar.”

“Aku ingat.” Hugo mengangguk, ia ingat dengan jelas. Hidupnya berubah sejak malam itu, ia naik ke ranjang yang salah dan terbangun keesokan harinya dalam keadaan kacau. Dan yang memalukan lagi, pintu kamar di depannya terbuka dan papanya berdiri marah di sana.

Melihatnya tampilan dirinya yang seperti bayi baru lahir, sementara Ana meringkuk di dekatnya menutupi tubuh polosnya dengan selimut. Dengan suara menggelar, papa langsung memintanya untuk bertanggung jawab.

Ia kacau, tak bisa menjelaskan apa yang sudah dilakukannya pada Ana. Ia terlalu mabuk dan lupa segalanya. Tak bisa berbuat apa-apa, apalagi dilihatnya Ana menangis dan tampak ketakutan. Ia pasrah saat itu dan tak mampu menolak keinginan papanya. Hingga berselang seminggu setelah malam kejadian, ia dan Ana menikah. Acaranya sangat sederhana dan terkesan tertutup, hanya dihadiri oleh kerabat dekat saja.

Hari itu juga ia memboyong Ana ke rumah baru mereka, papa terlihat sangat senang dengan pernikahan mereka dan menghadiahi sebuah rumah lengkap dengan segala perabotnya. Tiga bulan usia pernikahan mereka, tak sekalipun Hugo mau menyentuh Ana lagi. Meski serumah, Hugo selalu pulang malam dan sibuk dengan pekerjaannya.

Lalu semua terungkap ketika Hugo pulang ke rumah sore hari dan tidak mendapati Ana di sana. Wanita itu sedang keluar bersama temannya dan kembali saat malam hari dengan diantar seorang pria muda. Entah apa yang merasuki pikiran Hugo saat itu, ia marah melihat Ana bersama pria lain. Mereka bertengkar dan berakhir di ranjang.

“Tidak terjadi apa-apa malam itu,” gumam Hugo dengan tatapan nanar dan suara teramat pelan. Ia mengetahui kebenaran kalau Ana masih suci dan ia merasa tertipu. Ia merasa dijebak seolah mereka telah melakukan perbuatan terlarang hingga harus menikahi Ana.

“Papa hanya ingin melihatmu menikah, dan wanita itu adalah Ana.” Papa terdiam sejenak, menghela napas dalam. “Papa yang mengatur semuanya. Papa yang meminta Ana untuk mau melakukannya, Membuat kalian seolah sedang bersama. Ana sempat menolak, tapi Papa berusaha meyakinkan dirinya karena Papa tahu Ana mencintaimu sejak lama.”

“Papa?” Hugo terkejut bukan main mendengar pernyataan papanya, ia mengira Ana yang sudah menipunya selama ini.

“Dengarkan Papa, Papa akan ceritakan semuanya. Dan setelah Kau mengetahui semuanya, tolong berhenti membenci Ana. Dia tidak bersalah, Papa yang salah. Papa hanya ingin melihatmu menikah lagi dan itu dengannya.”

Hugo tak bisa berkata-kata lagi, ia mengesah pelan dan kembali bergumam menyebut nama papanya yang perlahan menarik napas dan dari bibirnya mengalir sebuah cerita kejadian sebenarnya sebelum ia terjaga dan membuka mata di pagi hari itu.

“Papa jangan salah paham, tidak terjadi apa-apa pada kami berdua,” kata Ana dengan suara bergetar, ia terkejut melihat kemunculan papa di dalam kamarnya saat Hugo bertingkah seperti orang lupa diri dan terus berusaha memeluk dan mencium Ana. Pakaian yang melekat di tubuhnya sudah lepas semua berserakan di lantai kamar. Lalu tak lama kemudian laki-laki itu jatuh tertidur di ranjang dengan tubuh menin dih Ana.

Bukannya marah dan menarik Hugo keluar, papa malah tersenyum senang. “Memang tidak terjadi apa-apa, dia hanya berusaha memelukmu. Dan Kau tidak akan mengatakan hal ini padanya. Cukup hanya kita saja yang tahu.”

“Apa maksud Papa?”

“Sekarang Kau dengarkan Aku!” Papa mengangkat tangannya saat Ana mencoba menginterupsi, lalu bicara dengan nada lembut. “Lelaki di dekatmu itu pernah gagal berumah tangga dan ia lebih memilih mati dalam kesendirian dari pada melakukannya lagi. Hanya Kau satu-satunya yang bisa menyelamatkannya dari keinginannya untuk terus menyendiri seumur hidupnya. Dia tak akan pernah menikah lagi dan memberikanku penerus jika itu tergantung pada keinginannya sendiri. Hanya ini satu-satunya cara agar ia menikah lagi.”

“Aku tidak mau melakukannya, Pa.” Ana menggeleng kuat. “Aku tidak ingin menipunya. Tidak seharusnya kami menikah karena sesuatu hal yang tidak dilakukannya.”

“Aku tak memintamu untuk menipunya, yang perlu Kau lakukan hanya mengikuti apa yang Aku katakan.”

“Aku tak akan melakukannya,” sahut Ana keras kepala.

“Kau akan tetap melakukannya!” tegas papa tak beranjak dari sana, menatap tajam ke arah Ana. “Anggap saja itu balasan atas sikap baikku selama ini padamu. Menikahlah dengan Hugo dan berikan Aku cucu.”

Aargkh! Hugo mere mas kasar rambutnya mengingat semua cerita papa. Ia terus duduk menemani papanya hingga malam. Menjelang tengah malam napas papa kembali sesak, dokter segera melakukan tindakan namun sayang nyawa papa tidak tertolong lagi. Hugo langsung menelepon nomor Ana dan mengabarkan perihal papanya yang sudah tiada. Entah wanita itu akan datang melihat papa untuk terakhir kalinya atau tidak, Hugo tak pernah berharap.

▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎

1
Jetva
ini yg aq suka..ga perlu beranak pianak hingga ratusan episode..pe dek tp padat n sesuai tema..
Jetva
Ana kereeeen....biarkan dia tersiksa...udh dapat perawan tp marah krn merasa ditipu...ditipu juga tp balasanx lu dpt brg ori bukn bekasan...
Jetva
Hugo udh jatuh tp enggan mengakui klo dia terluk akibat jatuh☺☺☺..gengsi dipertahankan...entar ditinggal lagi bru kerasa...
Jetva
setelah tau cerita yg sebenarx..apakah Hugo masih membenci..??????
Bunga Cinta
Bagus bgt Karya mengandung kasih, sayang dan Cinta🌹❤️❤️❤️
Bunga Cinta
Terima kasih autor💕💕💕💕💕💕♥️
karya ini mengandung rasa cinta dan kasih 🌹
Lenni Namora
Luar biasa
a57w
ceritanya bagus, tidak bertele-tele
Mba Wie
Luar biasa
Kadek Bella
smangat,, bagus ceritanya nggak bertele-tele,, trima kasih
Bunda
ikutan mampir Thor🙏🏻
Yulia
Luar biasa
reza indrayana
Mampir nich Thor ..., kisah yg menarik...👍🏻👍💙💙💛💙💙🫰🏻🫰🏻😘😘😘
Kinara (Hiatus)
saran Thor : menurut sy agak aneh dg kata "hampir lupa". Karena itu merupakan syarat utama & Ana adl org terdekat Ibu pemilik cafe tsb. Seharusnya justru itu menjadi pembahasan utama di awal. Kan sdh merasa aneh dl, knp syaratnya Ana harus jd ART di tmp pemberi dana. Jd seharusnya itu dibahas di awal saat membicarakan dg Ana. Maaf ya Thor 🙏
Kim Ye Jin
semangat say 😚
Seo Ye Ji
Top dah, good luck say 😙👍👍👍
@yo jung shi💖
menyalah akakku ❣❣❣❣
MrsJuna
❣❣❣❣❣
Juna murat
Terbaik untukmu say 🥰🤗💝😚💖
captain Ri 👨‍✈️
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!