Menceritakan seorang laki-laki berusia 29 tahun namun belum kunjung menikah, namun penasaran dan jatuh cinta dengan pesona tetangganya yang begitu menggoda namun tetangganya telah bersuami. Bagaimana kelanjutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bel Bel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 3
Di tempat kerja
Raka kepikiran dengan tetangganya yaitu Nadia. Dia sering melamun memikirkan Nadia hingga seringkali membuat kesalahan dalam bekerja.
“Ka Raka hei.” Panggil Adit, rekan kerja Raka.
“Ada apa?” Tanya Raka.
“Kamu mikir apa sih? Kenapa malah ngeprint laporan minggu lalu sih.” Kata Adit.
“Astaga aku lupa, tunggu aku print lagi laporan minggu ini.” Kata Raka.
“Kamu kenapa? Mikir apa sih?” Tanya Adit.
“Aku kepikiran tetanggaku.” Kata Raka, Raka pun akhirnya menceritakannya semua kepada Adit.
“Wah kayaknya dia naksir sama kamu Ka, tapi hati-hati ya takutnya dia hanya jadikan kamu pelampiasan saja, secara kan dia ldr sama suaminya.” Kata Adit.
“Semakin aku mengenalnya semakin aku penasaran sama kehidupan pribadinya Dit.” Kata Raka.
“Masalahnya dia kan sudah punya suami, jangan sampai kamu jadi perusak rumah tangga orang loh.” Kata Adit.
“Terus aku harus gimana?” Tanya Raka.
“Cuek aja sama dia, kamu tertarik sama dia memangnya? Naksir sama dia?” Tanya Adit.
“Gimana ya, bodinya itu loh aduhai banget, memang dia pakai baju ya normal-normal saja tapi tetap saja mata lelaki nggak bisa berbohong.” Kata Raka.
“Jadi pengen lihat, nanti aku mampir ke rumahmu ya.” Kata Adit.
“Hmmmm dasar, iya mampir aja.” Kata Raka.
Raka stalking Nadia di story wa nya, ternyata Nadia seringkali memposting dirinya bersama suaminya.
“Mbak Nadia tiap hari bikin status ya, dia sering bikin status sama suaminya mungkin dia kangen sama suaminya, suaminya kok kelihatan tua memangnya beda usia berapa tahun ya sama mbak Nadia, jadi penasaran sama mbak Nadia, dia memang baik, cantik, perhatian, manis dan bodinya bikin laki-laki nggak kuat.” Kata Raka dalam hati.
Tanpa sadar dia tidak sengaja menyukai status wa dari Nadia, namun dia belum sadar. Tak lama kemudian, Nadia mengirim pesan kepada Raka.
“Terima kasih sudah menyukai statusku mas.”
“Hah menyukai status? Astaga gila gila gila kok bisa sih aku menyukai statusnya mbak Nadia.” Kata Raka. Raka pun membalasnya dengan.
“Maaf tadi kepencet mbak, nggak sengaja maaf ya.”
**
Raka dan Adit pulang bersama, Adit kali ini ikut ke rumah Raka karena dia juga penasaran dengan Nadia.
“Mau makan apa Dit? Aku tadi masak nasi tapi nggak ada lauknya.” Kata Raka.
“Beli lauk aja simple Ka.” Kata Adit.
“Mau lauk apa? Aku sekalian keluar beli gallon.” Kata Raka.
“Bebas aku, terserah deh.” Kata Adit.
“Apa ya? Penyetan gimana mau nggak?” Tanya Raka.
“Mau, sambelnya request yang pedes banget ya.” Kata Adit.
“Ok, aku keluar dulu, kalau mau mandi tinggal mandi aja, pakai handuk yang warna biru.” Kata Raka.
“Ok, rumahnya Nadia yang mana Ka?” Tanya Adit.
“Sebelah kanan beda dua rumah saja.” Kata Raka.
“Ok hehe, itung-itung cuci mata lah Ka.” Kata Adit.
“Hmmm ngawur, aku pergi dulu ya Dit.” Kata Raka.
Adit pun langsung mandi.
Setelah mandi ada yang mengetuk pintu rumah Raka.
“Siapa ya? Jangan-jangan si Nadia?” Tanya Adit dalam hati.
Adit pun segera membuka pintu pagar rumah Raka hanya mengenakan handuk yang melilit tubuhnya.
“Iya.” Kata Adit, dan ternyata benar yang datang adalah Nadia.
“Maaf dengan siapa ya? Kebetulan Raka sedang pergi sebentar.” Kata Adit.
“Oh saya Nadia tetangga sebelah, ini saya ada lauk buat mas Raka, nanti tolong sampaikan makanan ini untuk mas Raka ya, permisi.” Kata Nadia.
“Oh iya mbak terima kasih banyak ya, apa nggak ditunggu didalam saja mbak, silahkan masuk mbak.” Kata Adit.
“Nggak usah mas, permisi ya.” Kata Nadia langsung pergi.
“Iya mbak terima kasih makanannya.” Teriak Adit.
“Gila cakep banget mbak Nadia, bodinya aduhai meskipun pakai baju Panjang tetap saja mata laki-laki nggak bisa bohong.” Kata Adit.
Tak lama kemudian Raka datang.
“Ngapain diluar? Ayo makan dulu.” Kata Raka.
“Barusan mbak Nadia kesini nganterin makanan, aku suruh nunggu didalam nggak mau, cakep banget ternyata mbak Nadia, bodinya seksi banget gila, aku juga mau kalau modelannya kayak mbak Nadia.” Kata Adit.
“Ngawur, dia sudah punya suami. Ayo makan dulu, lapar banget.” Kata Raka.