NovelToon NovelToon
Duda Somplak VS Bocah Tengil

Duda Somplak VS Bocah Tengil

Status: tamat
Genre:Duda / Berbaikan / Pernikahan Kilat / Beda Usia / Tamat
Popularitas:98.5k
Nilai: 5
Nama Author: Shizi

Witing tresno jalaran soko kulino. Seperti itulah orang-orang berkata.

dari yang awalnya tidak suka, dan selalu mengejek bahkan mengumpat lelaki yang bernama Brian. Lelaki berusia 37 tahun, seorang duda, dan Keysa berusia 18 tahun.

Hingga sebuah insiden mempersatukan mereka, dan dalam hati Keysa tak pernah menyangka bahwa dirinya akan menikah dengan seorang duda. Dengan usia yang terpaut jauh.


Penasaran dengan kisah mereka, yuk baca dengan judul Duda somplak VS Bocah Tengil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shizi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Bertemu Om-om menyebalkan lagi ( Key membuat ulah)

Key merasa frustasi dengan kelakuan lelaki yang cocok di panggil Om itu, karena merasa dirinya tidak membuntutinya, namun apa yang terjadi? Justru Key di tuduh seperti itu.

"Hye Om, apa anda merasa paling sempurna dan paling tampan sedunia, dan paling mengesankan lalu—."

Hup.

Gluk.

"Minum tuh jus, biar gak nyerocos mulu dari tadi."

Key yang masih mengoceh tidak menyangka bahwa laki-laki tua itu dengan beraninya langsung menyodorkan minuman dan meletakkan sedotan di bibir Key, yang tengah mengomel.

Setengah gelas jus jeruk tandas oleh Key, tanpa ragu dan takut. Ia pun langsung memberikan gelas itu pada lelaki yang tengah menatapnya sinis.

"Apa lihat-lihat," sungut Key dengan wajah tidak suka.

"Kau—."

"Apa!" tantang Key dan dengan sengaja memotong ucapan lelaki tersebut.

Ckckck.

Lelaki yang bernama Brian itu pun langsung melengos pergi meninggalkan Key dan Ayu, karena sepertinya bisa-bisa tertular sifat bar-bar kalau terus-terusan berurusan dengan Key.

"Pergi sana yang jauh." Suara Key yang keras. Mampu membuat orang saling menatapnya.

"Key, ikut aku." Ayu pun langsung menyeret Key keluar cafe.

"Apaan sih Yu, main tarik saja." Key mendengus karena tiba-tiba saja Ayu mengajaknya keluar, namun dengan paksaan.

"Lagian kamu memangnya kenal dengan Om-om tadi? Bisa-bisanya tiap kali bertemu selalu berantem," cerocos Ayu yang tak mengerti dengan dua manusia, namun berbeda umur.

"Aku gak kenal Yu, siapa itu laki-laki tua. Kamu lihat sendiri kan tadi, kalau itu orang terus saja cari gara-gara." Key pun mencoba memberi penjelasan karena memang dirinya sama sekali tidak kenal.

"Ya sudah, sekarang lebih baik kita pulang. Aku udah gak mood buat cari cangkru'an lagi," ujar Ayu yang memilih Key untuk di ajaknya pulang. Rasa malu yang diperoleh karena ulah teman dan orang yang tidak dikenalnya. Membuat Ayu enggan untuk kembali masuk.

Akhirnya Key dan Ayu memilih pulang dan tidak jadi jalan-jalan.

30 menit, Key juga sudah berada di halaman rumah. Namun, saat dirinya hendak masuk. Ada beberapa anak kecil sedang memanjat pohon mangga, tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu pendek.

Key yang saat itu berniat untuk ikut naik.

"Woe ... bocah-bocah," sapa Key pada anak-anak yang berada di atas pohon mangga.

"Hye, juga Kak. Mau ikut naik?" ujar bocah laki-laki yang diperkirakan berusia 10 tahun.

"Tentu dong. Kali saja ada mangganya yang matang, lumayan bisa dibuat jus." Key yang saat itu berujar, tidak membutuhkan waktu lama karena sekarang sudah berada di atas pohon.

Key dan beberapa anak lelaki sedang menikmati mangga matal yang ia ambil, sehingga kulitnya berserakan di bawah. Sampai ada salah satu yang terkena jatuhan isi mangganya.

Pluk.

"Duh, apa ini? Sakit pula kena kelapa, eh kepala! Gara-gara habis kejatuhan sepertinya ini otak agak gesrek." Yah, yang kejatuhan isi mangga saat ini adalah Bu Endang, suaminya Bapaknya Keyla.

Bu Endang belum menyadari bahwa anaknya masih berada di atas, karena motor yang ia tumpangi di letakkan sedikit jau dari rumah. Tujuannya agat Ibunya tidak melihatnya yang tengah menikmati pemandangan di atas pohon.

Pluk.

Lagi, Bu Endang kejatuhan lagi dan saatnya beliau mendongak ke atas untuk melihat ulah siapa itu.

"Dasar anak bandel, pulang kerja bukannya pulang ini malah naik ke atas pohon." Bu Endang bergumam dengan menahan geram pada Key.

"Keylaaaa!"

Aaaaaa.

Bruk.

"Duh panta*ku sakit," keluh Key yang terjatuh di atas pohon.

"Woe ... anak-anak bandel turun gak kalian!" seru Bu Endang yang tengah memarahi anak-anak yang ada di atas pohon.

Akhirnya semua turun dan berlari secepat mungkin agar tidak mendapat tambahan amarah dari sang pemilik pohon.

"Berdiri kamu," titah Bu Endang pada Key yang masih terduduk di tanah karena merasa panta*nya yang terasa sakit .

"Ampun Bu ... ampun!" belum juga sakit akibat jatuh yang belum mendingan, sekarang ditambah jeweran oleh sang Ibu yang merasa geram.

"Jangan harap Ibu mau melepaskannya," ujar Bu Endang yang tak bisa lagi menahan amarah.

"Kamu itu wanita, harusnya kelakuan kamu itu tidak pantas seperti barusan! Apa yang akan dibilang sama para tetangga, punya anak yang bandel ditambah bar-bar pula." Key diam dan sekarang tidak lagi berteriak karena dirinya merasa kalau, memang salah maka dari itu meski sakit Key hanya bisa menangis dalam hati.

Sedangkan suami Bu Endang, ayah dari Key. Yang berada di dalam saat sedang menikmati kopi, diam-diam mengumpat karena suara berisik dari depan.

"Kebiasaan buruk banget deh, gak ngenakin orang yang lagi menikmati pahit manisnya kopi." Bapak Key terus saja mengomel karena suara keributan dari arah depan, tak kunjung diam.

Sepertinya aku perlu menghadapi ibu dan anak yang tak pernah bisa tertawa bersama, karena keseringan gelut." Setelah berbicara layaknya orang kurang pas, suami Bu Endang alias Pak Rudi, langsung berjalan meninggalkan kopi yang berada di halaman belakang sendirian.

"Hye, wanita-wanitaku apakah kalian tidak lelah. Dari subuh menjelang siang, dan sore pun menyapa kalian terus saja adu mulut!" suara bariton dari arah ruang tengah. Membuat Key dan Ibunya seketika diam dan menoleh ke arah sumber suara tersebut.

Beberapa detik kemudian.

"Tobat Ibu Pak, sama kelakuan anak kamu! Tanya gih apa yang sudah dilakukan barusan sama bocah gemblong ini." Bu Endang melepaskan pegangannya dari telinga Key, dan mengeluhkan akan sikap Key juga pada sang suami.

"Key, memangnya kamu habis membuat ulah apalagi?" tanya Pak Rudi dengan muka penasaran.

"Key cuma makan mangga Pak, dan gak buat ulah apa-apa kok." Jawab Key dengan wajah memelas.

"Tuh kan Bu, Key itu cuma makan mangga. Kenapa harus seribut ini sih dan ngalahin pasar saja ramainya," ujar Bapak Key dengan membentangkan kedua tangannya dan harusnya tidak ada masalah berat bukan.

Ckckck.

Bu Endang berdecak karena yang satu pintar ngomong, dan yang satunya lagi. Selalu percaya dan dan gampang dibodohi oleh Key.

"Iya, makan mangga pohonnya tapi." Bu Endang yang kesal langsung memperjelas akar dari masalahnya.

"Bu, kenapa harus bilang juga sih sama Ayah!" ucap Key karena sang Ibu telah mengatakan itu pada suaminya, dan bisa dipastikan jika Key akan mendapat hukuman.

"Key," tegur Pak Rudi.

"Iya Bapak ganteng," timpal Key dengan menampilkan senyuman liciknya Key sudah siap dengan rencana yang akan dilakukannya.

Satu, dua, tiga.

Kabuuuuuur.

"Keylaaaaa, dasar bocah gemblong."

"Jangan kabur kamu!"

1
Lili Amalia
nah, inilah novel yang selalu kutunggu.
Lisna Lisna
om om somplak aneh
Ruk Mini
aaa..udh semangat semangat 2 thorrr..de2 lom launching pun...tpi sgt menghibur..somplak.. ngakak tes tiap part y..ok tq thorr 🙏👍👍👍
Ruk Mini
hadehhhh...
Ruk Mini
key...key...
Dede Mila
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/jadi Sadako gak tuh.../Joyful//Joyful//Joyful/
Dede Mila
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Dede Mila
dasar om mertua..../Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Dede Mila
mantan istri Brian ya..../Shhh/
Dede Mila
bertamu langsung jadi mantu.... /Chuckle//Chuckle//Chuckle//Casual/ mantul dah tuh si Brian /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm/
Dede Mila
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Dede Mila
Samson Wati nih si key..../Joyful//Joyful//Joyful/
Dede Mila
kocak..../Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Theresia
kapan dilanjutkan karena penasaran.sebenarnya bangkrit atau hsnya ngetest istri kecilnys
Theresia
tambah seru ceritanya buat penasaran
Kusmadi Adi
v
Qaisaa Nazarudin
Gak serius lho mama Linda.Suami mu cuman mau ngetes Key doang,ini ide suami mu lho, Mana ada bangkrut 😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
Makanya Axcel jangan sombong banget, Tadi apa katanya istri Bryan kayak Mantannya si Mira itu yg Matre, Enak aja,,Noh sekarang rasain gak ada yg bisa dibanggain lagi kan,,
Qaisaa Nazarudin
Makanya JANGAN MENILAI SESUATU DARI LUARANNYA doang, 🙄
Shizi🦁🦁: betul kak, biar kampungan rsanya gak kalah kek di resto🐱🐱🐱
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Ini nih yg ku bilang, Maaf ya, Di mana2 novel itu kalo ceritanya kisah duda pasti alurnya gini, saat si pria masih menduda bertahun2 mantannya gak pernah nongol, Eh setelah pria nya Nikah aja, Saat itu juga para Mantan langsung jongol, kayak jamur tumbuh setelah hujan 🤣🤣🤣
Shizi🦁🦁: wkwkwk iya ya kak. kenapa bisa begitu ya. apa karena terlalu sering melihat ini di real life
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!