NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Pak Dosen

Jerat Cinta Pak Dosen

Status: tamat
Genre:Dosen / Nikahmuda / Duda / Romansa / Tamat
Popularitas:479.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: AYi

Shaila gadis cantik berusia 18 tahun, baru saja menjalani aktivitasnya sebagai seorang mahasiswa di sebuah universitas swasta di Jogjakarta. Hari-harinya selama di bangku kuliah selalu dibuat kesal oleh salah satu dosen di kelasnya.

Arshaka, 23 tahun, dosen muda yang tampan dengan status duda beranak satu, merasa tertarik pada mahasiswanya. Dia melakukan berbagai cara untuk menarik perhatian si mahasiswa. Mulai dari memberikan tugas yang berlebih hingga perhatian yang tidak wajar.

Akankah Arshaka bisa mendapatkan Shaila dengan mudah? Ikuti ceritanya hanya di Jerat Cinta Pak Dosen

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

"Apa salah saya sama Bapak, sampai segitunya Bapak sama saya?" cerca Shaila kesal, matanya menatap nyalang pertanda kemarahannya tidak bisa dibendung lagi.

"Tidak ada!" jawab Shaka singkat dan jelas.

"Sekarang bersihkan baju kamu! Itu kamar mandinya. Di dalam kamar mandi ada baju ganti yang bisa kamu pakai sementara waktu, menunggu bajumu kering," lanjut Arshaka seraya menunjuk pintu kamar mandi yang ada di ruangannya.

Shaila berjalan sambil menghentakkan kakinya kesal menuju kamar mandi. Walau bagaimanapun juga dia tidak akan bisa melawan dosen itu. Selalu saja ada cara agar gadis itu tidak bisa berkutik.

"Ambil aja kaos di dalam lemari kecil itu! Ada yang masih terbungkus plastik belum pernah aku pakai," teriak Arshaka ketika pintu kamar mandi ditutup oleh Shaila.

Di dalam kamar mandi itu terdapat almari kecil yang berada ditempelkan di dinding sebagai tempat menyimpan baju Arshaka. Shaila membukanya dan menemukan dua baju yang masih terbungkus plastik. Warna baju kaos itu sama, hanya saja ukurannya berbeda.

Shaila mengambil kaos yang berukuran kecil, lalu memakainya. Tidak pas juga tidak terlalu besar, longgar dan nyaman dipakai. Gadis itu lalu mengucek baju kemeja yang tadi terkena tumpahan jus alpukat.

Di dalam kamar mandi itu terdapat peralatan mandi lengkap. Berhubung tidak ada sabun cuci pakaian, Shaila menggunakan sabun mandi untuk menghilangkan noda di bajunya itu. Selesai mengucek dan membilas, dia menggantungkan baju itu di hanger yang ada di balik pintu.

"Cepat sedikit! Kamu terlalu lama di kamar mandi," perintah Arshaka tidak sabar, begitu pintu kamar mandi terbuka.

"Astaga, belum juga keluar dari kamar mandi. Bapak ini jangan ngadi-ngadi, mentang-mentang jadi dosen," pekik Shaila dengan bibir mengerucut karena kesal.

Arshaka masih menatap mahasiswanya sampai gadis itu duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Melihat bibir sang mahasiswa, dosen itu pun bermaksud menjahili.

"Kenapa bibir kamu? Minta dicium? Sini, mendekat! Dengan senang hati aku akan meluruskan bibir kamu itu," tanya Arshaka dengan wajah datar untuk menyembunyikan tawanya.

Mendengar pertanyaan dari sang dosen, terang saja Shaila langsung misuh-misuh tak jelas. Suara Shaila ternyata terlalu merdu menurut Arshaka, karena laki-laki itu tersenyum sambil menatap wajah sang gadis dengan intens.

"Sudah? Kalau sudah segera kerjakan ini! Kamu masukkan nilai ini di tabel nilai mahasiswa." Arshaka menyerahkan setumpuk kertas hasil dayli test para mahasiswa di kampus ini dan juga laptopnya.

"Ingat lihat no induknya! Jangan sampai nilai mereka tertukar! Nanti kamu kerja dua kali," ucap Arshaka mengingatkan agar anak didiknya itu tidak ceroboh.

"Siap, Pak! Dijamin beres pokoknya," janji sang mahasiswa.

Shaila mengerjakan tugas yang diberikan Arshaka dengan serius. Sementara laki-laki itu sibuk mengerjakan tesisnya. Dia saat ini masih menempuh pendidikan magister akuntansi.

Wajah dosen mudah tapi duda itu tampak serius membaca, lalu menuliskan sesuatu di atas buku agendanya. Arshaka sebenarnya lebih suka mengetuk langsung di laptop. Berhubung laptopnya sedang dipakai Shaila untuk memasukkan nilai para anak didiknya, Arshaka menulisnya di sebuah buku agar nanti tinggal memindahkan saja.

Mereka berdua tampak kushuk dengan aktivitas masing-masing. Sampai akhirnya suara adzan ashar berkumandang, Arshaka menghentikan pekerjaannya. Laki-laki itu meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku karena berjam-jam menghadapi buku.

"Save aja lalu matikan laptopnya. Waktunya ibadah, istirahat dulu," ucap Shaka sembari bangkit dari kursi yang didudukinya.

Laki-laki itu berjalan mendekati Shaila yang masih asik memasukan nilai. Gadis itu terlalu fokus pada pekerjaannya sehingga tidak mendengar ajakan istirahat dari sang dosen. Dia tetap melanjutkan pekerjaan itu sampai selesai.

"Kamu muslimah, 'kan? Ayo kita sholat dulu, nanti dilanjut lagi kerjanya," tanya Arshaka yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Shaila.

Shaila terkejut karena tiba-tiba ada suara di sampingnya. Gadis itu langsung reflek berdiri saking terkejutnya. Tanpa sengaja kepalanya mengenai dagu Shaka.

"Awww... sshhh... kamu itu bisa nggak sih nggak ceroboh?" jerit Arshaka menahan sakit pada dagunya. Tangan laki-laki itu langsung mengusap bagian yang sakit.

"Maaf, Pak. Saya tidak sengaja," ucap Shaila sambil ikut mengusap dagu yang tampak memerah itu.

Arshaka bergegas menghempaskan tubuhnya ke sofa dan diikuti oleh Shaila. Gadis itu masih mengusap dagu sang dosen seraya sesekali meniupnya agar berkurang rasa sakitnya (itu maksud Shaila). Dosen muda itu memanfaatkan kesempatan itu untuk menatap wajah Shaila dengan intens.

Shaila akhirnya tersadar dengan apa yang dilakukannya. Dia gegas menurunkan tangannya dan salah tingkah. Berbeda dengan sang mahasiswa, Arshaka malah tersenyum bahagia.

"Sudah? Sekarang kita laporan dulu ke mushola. Nanti ngelusnya disambung lagi," bisik Arshaka tepat di belakang telinga Shaila.

Shaila yang masih tampak malu, hanya menunduk saja tanpa banyak bergerak. Melihat hal itu, Arshaka berinisiatif untuk menarik tangan Shaila perlahan. Laki-laki itu mengajak si perempuan ke mushola kampus.

Lima belas menit kemudian mereka kembali menuju ruangan Arshaka. Dosen muda itu mulai mengemasi berkas yang tadi digunakannya. Begitu juga Shaila, dia membereskan berkas kira-kira ya masih berhubungan nik

"Ayo, saya antar kamu! Pekerjaan kalau dipikirin gak ada habisnya," ucap sang dosen.

Shaila ternyata melupakan baju yang tergantung di kamar mandi. Dia hanya ingat segera pulang untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Gadis itu langsung melenggang pergi begitu saja tanpa menunggu sang dosen.

"Tunggu, Shai! Kamu pulangnya saya antar, terima kasih atas bantuan kamu hari ini. Jangan lupa besok ke sini lagi!" oceh Arshaka sambil mempercepat langkah kakinya mendekati.

1
lia rahma
extra part dong kak
Tamirah Spd
Shania wanita yang kurang dewasa, selaku seorang kakak seharusnya intropeksi diri. Mantan pacar sdh nikah dgn adiknya,dia jg sdh menikah,kok masih berharap pada adik iparnya untuk menjalin kasih....wes angellllll.
Tamirah Spd
Walau tidak ada rasa cinta dan pernikahan karena situasi darurat izab Kabul Sudah terucap,ya siapa yg gak sakit hati, apa lagi kalau tahu cinta pertamanya adalah kakak nya sendiri..... sakitnya tuh disini.
Tamirah Spd
Mama Nenti tidak sadar membuka aib anaknya sendiri.Tentu saja membuat Shaila berfikir kalau dosen status duda itu nikah nya karena kekasih nya hamil dulu.,!!!
Tamirah Spd
Mama Nenti sama saja membuka aib anaknya sendiri, tentu saja
Tamirah Spd
Nama duda kalau sdh jatuh cinta sudah gak jaga image,apa jatuh cinta nya sama mahasiswa sendiri,ada aja alasan untuk ngerjain biar dekat.
Istifada
Luar biasa
Jҽʅιƚα
👍👍👍
Nurina Ningrum
Luar biasa
Nurina Ningrum
Buruk
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk mampos kau PELAKOR,Udah liat sendiri.kan gimana Arshaka memperlakukan Shaila,Masih aja berharap.Kok.mau jadi Pelakor adek sendiri,Gila nih Cewek..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa ke dua puteri dokter Nathan di sukai oleh Dosen2 mereka..gak Shaila gan Shania..🤣
Qaisaa Nazarudin
Biasa
Qaisaa Nazarudin
Buruk
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣 Ternyata Dosen pintar tapi Kudet ya..
Qaisaa Nazarudin
Lha masa ya gitu doang langsung di Nikahkan?
Qaisaa Nazarudin
Gen Bapaknya menurun ke anaknya..🤣
Qaisaa Nazarudin
Kasian si anak,Bapaknya malah sibuk ngintilin cewek..
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Shaila ini terlalu ceroboh..
Qaisaa Nazarudin
Gila aja,Kalo aku mah jangan harap..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!