NovelToon NovelToon
Sistem Kacamata Super

Sistem Kacamata Super

Status: tamat
Genre:Time Travel / Sistem / Kebangkitan pecundang / Aplikasi Ajaib / Tamat
Popularitas:277.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Naladhipa

Ken Shankara (25 tahun) seorang kurir pengiriman barang mendapat sebuah kacamata super dari seorang kakek.

Kacamata itu akan menjadi barang yang dapat menaikan drajat dirinya.

Bagaimana Ken memanfaatkan sistem dari kacamata super yang dia dapat?

Baca kelanjutan ceritanya 'Sistem Kacamata Super' eksklusif hanya di Noveltoon!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naladhipa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 03 : Kost.

Sesampainya di tempat kerja, Ken menuju ke ruang HRD untuk lapor karena terlambat masuk kerja.

"Ckckck.. mau kena pecat ya kamu Ken?" Najwa satu-satunya staf HRD di kantor cabang ini langsung menyemprot Ken saat datang ke ruangan staf.

"Maaf, ada saudara yang meninggal."

"Kamu kan punya ponsel? Kenapa nggak menghubungi dulu? Kamu menganggap remeh saya dan pak Yoga ya?" Najwa sengaja mencari perhatian bosnya, manajer umum Yoga.

"Maaf, tadi karena panik dapat kabar mendadak jadi nggak sempat menghubungi." Jelas Ken.

"Gaji kamu dipotong karena terlambat."

Ken melirik jam dinding, dia terlambat lima belas menit.

"Iya." Jawab Ken pasrah.

Di sudut kantor ada Aira, staf administrasi yang diam-diam memperhatikan kejadian tidak mengenakan tersebut.

"Emm.. Ken, kalau udah selesai urusannya turun ya, ada hal yang mau aku tanyakan soal surat jalan." Aira keluar dari ruang staf, lalu turun ke bagian pengumpulan barang paket.

Setelah selesai membuat surat pernyataan Ken langsung turun menemui Aira.

"Hih.. kamu ini suka banget sih dimarahin sama si Najwa? Senang ya kalau dapat perhatian dari Najwa?" Sindir Aira.

"Nggak, aku udah nggak suka kok sama dia. Aku dulu memang tertarik sama dia tapi makin lama kelakuannya makin absurd." Kata Ken.

"Kena marah lagi sama Najwa?" Beno mendekat.

"Iya nih Ben, demen banget dia dimarahin sama Najwa." Sindir Aira.

"Udah aku mau kerja."

"Eh.. tunggu dulu, muka kamu kok bisa bersih banget gitu sih Ken? Pakai skincare ya?" Aira memperhatikan wajah Ken.

"Eh.. iya, jerawat kamu hilang kemana tuh?" Beno juga menyadarinya.

"Pakai skincare merk apa Ken? Mau coba juga." Kata Aira.

"Air wudhu aja inshaallah halal dan murah meriah." Ken langsung mendekat ke Ares yang sedang sibuk memindai barcode paket.

"Dih.. si paling alim." Kata Beno mencibir.

Aira hanya tersenyum melihat kelakuan teman-teman seperjuangannya.

......................

Ken mulai mengirim barang pukul sepuluh pagi. Namun sayangnya pekerjaannya harus terhenti karena hujan deras pukul satu siang.

Ken berteduh di sebuah minimarket. Dia membeli teh botol dan roti sobek untuk makan siang.

Ken mengeluarkan amplop coklat pemberian Lambang.

Perlahan Ken membuka amplop itu. Terdapat sebuah surat tulisan tangan dan sebuah amplop berlogo sebuah bank.

Ken membuka surat tulisan tangan.

'Hai Ken! Kalau kamu sudah baca surat ini artinya aku sudah tidak ada di dunia ini. Kamu pasti penasaran dengan kacamata itu kan? Aku hanya bisa bilang, manfaatkan sebaik mungkin. Buktikan pada dunia bahwa orang yang beruntung dan kaya adalah orang baik juga. Aku ingin kamu'

Ken menangis membaca surat yang bahkan belum selesai ditulis itu, tulisan tangannya tidak rapi, tulisan itu seolah menceritakan bahwa Lambang  menulisnya dalam keadaan sekarat.

Ken menghapus air matanya lalu membuka amplop berlogo bank. Ada nama dirinya di bagian depan amplop lagi-lagi tulisannya tidak rapi.

Mata Ken melotot melihat isi amplop itu. Ternyata Lambang menghibahkan Ken emas batangan seberat 10 kg. 

"Apa aku pantas mendapatkan ini?" Perasaan Ken campur aduk, jelas saja dia suka menerima harta hibahan dari Lambang. Tapi disisi lain dia sedih bahwa orang baik itu tidak akan bisa ditemui lagi selamanya.

Setelah hujan reda Ken pergi ke bank.

"Maaf.. saya mau mendapat surat hibah dari seseorang." Ken memberikan surat hibahnya ke teller bank.

"Oh.. dari bapak Lambang lagi ya?"

'Lagi?'

"Tunggu sebentar." Teller cantik itu masuk ke ruangan. Ken menunggu dengan sabar.

"Terima kasih bapak sudah menunggu. Ini emas batangan 10 kg milik almarhum bapak Lambang yang akan dihibahkan pada anda. Mohon tanda tangan disini." Teller itu meminta Ken tanda tangan di surat serah terima.

"Anda beruntung pak bisa mengenal pak Lambang. Beliau orang yang dermawan, harta seperti tidak ada artinya, banyak sekali orang yang dia beri harta hibah seperti bapak." Teller itu mengenang sosok Lambang yang dermawan.

"Kalau boleh tahu apa pekerjaan bapak Lambang?" Ken penasaran karena dia berpikir bahwa harta yang Lambang bagikan pada orang-orang adalah reward dari kacamata yang diberikan padanya.

"Tidak ada yang tahu. Dulunya beliau adalah seorang tukang sol sepatu. Lalu beliau cerita bahwa dirinya memenangkan lotre dari luar negeri. Lalu dia membuat sebuah yayasan sosial yang diberi nama 'Miracle Glasses'. Katanya nama itu adalah nama samaran bapak Lambang. Dia adalah sosok yang mengagumkan." 

Ken akhirnya bisa tahu latar belakang Lambang berkat teller itu.

"Selamat bapak Ken telah resmi menerima barang hibah ini." Teller menyerahkan emas batangan 10 kg dan surat kepemilikan.

"Apa ada pajak atau biaya yang harus saya bayar?" Tanya Ken.

"Tidak bapak, semua akan diurus dna dibayar oleh yayasan Miracle Glasses. Ada yang belum jelas bapak?" 

"Tidak terima kasih, permisi.” Ken keluar dari bank langsung meneruskan pekerjaannya mengirim barang karena masih banyak sekali yang harus dikirim.

“Harus selesai sebelum malam nih, aku harus dapat kos malam ini.” 

Ken sudah menjalani pekerjaan ini selama hampir empat tahun, sampai saat ini jabatannya tidak ada kenaikan, gajinya hanya mepet dengan UMR, namun Ken masih enjoy dengan pekerjaannya ini karena teman-teman seperjuangannya yang membuatnya betah bertahan.

“Hahh.. akhirnya selesai juga.” Ken melirik jam di ponselnya. 

10:20 PM.

Ken mulai berkeliling mencari kos. Awalnya dia mencari kost di dekat kantornya, sudah dua tempat kos yang dia datangi tapi tidak ada kamar yang kosong. 

“Emm.. kos campur ya? Hmm.. ya sudahlah, dicoba tanya dulu.” Gumam Ken saat melihat banner yang terpasang di gerbang kos.

Ken menekan bel. Seorang wanita paruh baya keluar membuka gerbang. “Iya mas ada apa?” Tanyan wanita berdaster itu, wajah dan nada bicaranya jutek.

“Maaf bu, mau tanya soal kamar kos yang kosong.”

“Oh.. masuk mas, sini mas motornya dimasukin kesini.” Berubah seratus delapan puluh derajat ibu-ibu berdaster itu jadi ramah pada Ken.

“Perkenalkan mas, nama saya Vivin. Saya ibu kos, kamar saya dan suami di belakang.” Vivin mengajak Ken duduk di ruang tamu.

“Saya Ken bu, mau cari kamar kost secepatnya bu.”

“Secepatnya?”

“Iya bu, saya diusir dari rumah.”

“Waduh.. kasihan banget sih mas. Ya udah kalau gitu sekarang bayar langsung bisa ditempati mas.”

“Mau lihat dulu bu kamarnya.”

“Ayo.” Vivin mengajak Ken ke lantai dua. “Ada dua kamar kosong mas, yang satu kamar kecil untuk lajang, harga sewanya enam ratus ribu sebulan. Yang satu lagi kamar besar, sewa per bulannya satu juta.”

Ken menengok kamarnya, cukup bersih dan sudah ada sebuah tempat tidur lengkap dengan kasur dan sebuah rak kecil.

“Saya bayar sekarang bu, besok malam setelah pulang kerja saya pindahan.” 

Senyum puas terlihat di wajah Vivin. “Siap mas, mau tunai atau transfer?”

“Transfer ya bu.”

Vivin mengeluarkan ponsel lalu meminta nomor Ken untuk mengirimkan nomor rekening. Ken langsung membayar lalu pamit untuk pulang ke rumahnya.

Bersambung...

1
Tahir Note
terus batangan emasnya di kemanakan
Kurniawan Khang
MC masih polos.pdhal udh dikasih contoh
Kanda Prabu
Dipikir pikir percuma dpt uang banyak dan mudah tp GK bisa punya keluarga sendiri,cerita author ini rada rada membagongkan
Kanda Prabu
Emang bodoh s bgt sih MC nya,sudah tau yg berbuat jahat dia knp GK diputus ajh kontrak kerjanya keliatan begonya 🤦
Budiarto Taman Roso
baru ini ada kisah sistem yg mc nya goblok.. dah lah cukup.. erosi gue
Budiarto Taman Roso
emas hibah dikemanain.. lupa nih author nya... novel sendiri ditulis sendiri ... kreak banget lu thor
Budiarto Taman Roso
guoblok .. kan ada emas dari pak lambang... koq malah ngasi tau kacamata nya .. guoblok blok blok
Jung kookie😘😘🥰
knapa nggak dberitahu aja soal emas nya yg di dapat dri hibah itu..jadi nggak perlu certa soal kaca mata nya../Doubt/
Ryuda
iya bikin usaha kek ..kan dpt air ajaib tuh bisa bikin usaha skincare
Ryuda
bikin usaha aja dri duit yg di dapat biar yg lain ga curiga ...gmn sih ini ceritanya mc nya rada2
Max Dillon
mc naif adalah org bodoh.. spoil mood nak terus baca mc bodoh
Putra_Andalas
Dan cerita inipun berakhir tdk memuaskan pemirsa...
Putra_Andalas
nombok 100 juta donk..
Putra_Andalas
dpet reward mulu tapi gk jelas ada berapa TOTAL SALDO nya.... hadeewhh 😵
Putra_Andalas
sekali² dijabarkan udah brpa TOTAL SALDO , ini terima duit mulu tpi gk tau udah berapa banyak...gk jelas jadinya 😵
Putra_Andalas
sblum scrool ke bawah :

jawabannya HURUP "i"
Putra_Andalas
ada brpa emang SALDO nya...kog gk pernah di jelasin TOTAL nya brapa !??
Putra_Andalas
(selisih 6 thn)**
Putra_Andalas
nanggung amat ngasihnya...buletin aja 500 rebu ,lebih manis liatnya 😁
Rainbow Scorpion Venom
Dewi Kwan im nggak tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!