NovelToon NovelToon
Silent

Silent

Status: tamat
Genre:Komedi / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:875.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

"Kamu bisu!! Karena itulah Malik lebih sempurna darimu!!"kalimat menusuk dari Anggeline pada Yoka. Seorang pemuda yang mencintainya.

Pemuda yang tidak dapat bicara sama sekali. Kaya? Tentu saja, memiliki banyak kepandaian. Namun, bagaikan duyung yang tidak dapat mengeluarkan suara, kala berada di daratan. Menyaksikan wanita yang dicintainya menikah dengan saudara tirinya yang lebih sempurna.

Plak

Satu tamparan mendarat di pipi Dora, wanita yang memiliki rupa mirip dengan Anggeline. Dirinya meraba pipinya yang kebas, menangis terisak.

Hingga bertemu dengan Yoka yang membawa spidol dan papan putih. Menuliskan sesuatu dengan cepat.'Tetaplah berada di sampingku! Aku akan membantu membalas perbuatan mereka!'

Hanya menjadikan Dora sebagai pengganti Anggeline?Itulah yang terjadi pada awalnya. Namun, hal berbeda yang terjadi kala Yoka mulai dapat bicara. Pemuda mengerikan yang melindungi Dora sebagai wanita yang dicintainya. Bahkan melempar sahabat yang mengkhianati Dora ke meja perjudian

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Akan Membantumu

Alunan suara biola terdengar, pemuda itu tersenyum-senyum sendiri, kondisi mentalnya benar-benar terlihat baik hari ini. Alunan suara biola yang membuat kagum siapa saja. Siapa yang menyangka orang yang memainkannya, seorang pria bisu.

Seorang pria paruh baya mendekatinya, memakai pakaian formal dengan kacamata yang menambah kesan dewasanya.

"Tuan Muda," ucapnya tertunduk memberi hormat. Selaku kepala pelayan senior yang telah menemani Yoka dari almarhum ibunya masih hidup.

Yoka menghentikan permainan biolanya, menatap ke arah pelayannya. Tersenyum bagaikan menahan tawanya, sesekali meraba bibirnya sendiri.

"Kami menyiapkan, club sandwich siang ini, chicken teriaki, juga escargot," ucap sang kepala pelayan.

Pemuda yang hanya tersenyum, selera makan Yoka yang buruk membuat Arsen, sang kepala pelayan, menyiapkan hidangan dari berbagai negara setiap harinya. Benar-benar pemuda yang sensitif. Tapi tidak dengan hari ini.

Bagikan anak baik, pemuda itu melangkah menuju meja makan. Meraih sumpit memakan chicken teriaki lengkap dengan nasi hangat. Sesekali tersenyum sendiri.

Sang kepala pelayan mengenyitkan keningnya. Bahkan ketika Anggeline dahulu mengatakan mencintainya, bersedia menerima kekurangan Yoka yang bisu, pemuda itu tidak separah ini.

"Maaf, apa Tuan Muda belakangan ini merasa tertekan?" tanyanya.

Yoka menggeleng dengan cepat, meletakkan sumpitnya meraih spidol dan papan putih kecil yang selalu ada di dekatnya.

'Aku mencium seorang wanita. Dia mirip dengan Anggeline. Mungkin aku—', kalimat terakhir tidak selesai, Yoka ragu untuk menulisnya.

Sang kepala pelayan menghela napas kasar. Dirinya telah menganggap Yoka bagaikan putranya sendiri, untuk pertama kalinya pemuda itu tersenyum setulus ini setelah kematian ibunya.

"Tuan Muda, Anggeline pergi dari Anda karena anda tidak mengikatnya dengan kuat. Jika Anda menemukan wanita yang Anda sukai lagi, ikat dia dengan kuat di sisi Anda. Jangan biarkan dia pergi untuk alasan apa pun." Kata-kata dari mulut Arsen, penuh provokasi.

Membenci Anggeline? Tentu saja, Arsen membenci Anggeline yang hanya memanfaatkan kekayaannya sebagai tuan muda saja. Menjadikan Yoka sebagai batu pijakan untuk menikah dengan Malik.

Benar-benar satu keluarga tidak tahu diri. Sebagian harta yang mereka nikmati adalah milik almarhum Nyonya Besar, ibu kandung dari Yoka. Seandainya dia tidak bisu, dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi, Arsen akan membantunya kembali ke perusahaan keluarga.

Yoka menghela napas kasar, untuk kemudian tersenyum sendiri mengingat wajah yang benar-benar mirip dengan Anggeline, hanya model rambut, suara, dan sifat yang berbeda.

Menjadikannya pelayan pribadi, membuatnya perlahan mencintainya, menjadikan Dora pengganti Anggeline kini adalah tujuannya. Jemari tangannya mulai menulis lagi di papan putih.

'Ada seorang wanita bernama Dora yang berani memasuki area belakang villa kemarin siang. Berikan semua informasi tentangnya. Aku akan mengurungnya di villa ini,' itulah tulisan tegas yang terlihat di papan putih.

"Baik, Tuan Muda." Arsen tertunduk memberi hormat, mulai tersenyum. Ambisi? Untuk pertama kalinya Yoka memiliki ambisi dalam hidupnya.

Perkembangan yang tidak diduga oleh Arsen dipicu oleh wanita bernama Dora. Jemari tangan Arsen meraih phonecell di sakunya, mencari informasi dasar tentang selebriti atau anak pejabat yang bernama Dora. Serta memiliki rupa yang mirip dengan Anggeline.

Hingga tombol pencarian di tekanannya. Gambar Dora terlihat, tokoh animasi dengan monyet kecil putih di sampingnya. Arsen mengenyitkan keningnya, melirik ke arah tuan mudanya.

"Apa dia manusia atau tokoh animasi?" tanya Arsen dengan lugunya, menunjukkan gambar tokoh animasi dengan model rambut pendek.

Yoka mengenyitkan keningnya kesal, meraih papan putihnya, kemudian menulis dengan cepat.

'Dia manusia!'

*

Di tempat lain, angin menerpa rambut pendek sebahu dengan poni di bagian dahinya. Gadis yang sesekali merapikan penampilannya, membawa kue ulang tahun untuk kekasihnya yang tinggal di kota. Hendak memberikan kejutan.

Di dalam bus tua yang melaju, bebauan keringat orang-orang tercium. Bercampur bau amis ikan, bahkan ada bau kentut yang menyengat. Entah siapa yang mengeluarkan gas mematikan tidak berwujud itu.

Dora masih setia tersenyum, mulai menutup hidungnya, menahan rasa mual. Mungkin tidak cuma dirinya, seorang penumpang bahkan berlari turun dari bus muntah-muntah.

Bus yang benar-benar padat tidak menyurutkan niatnya. Sudah 7 tahun menjalani hubungan. Satu tahun ketika SMU, dan hubungan jarak jauh kala Jovan kuliah, kemudian bekerja di bank nasional.

Dirinya membantu Jovan membiayai kuliahnya di kota. Membeli motor baru untuk berjualan? Dirinya mengurungkan niatnya, masa depannya dan Jovan lebih penting.

Kini kekasihnya menjadi karyawan bank nasional. Bangga? Tentu saja, Dora tersipu saat membayangkan Jovan akan menyambutnya dengan pelukan. Mereka lantas akan memakan kue bersama seperti kebiasaan mereka. Saling menyuapi dengan kata aku mencintaimu.

Dora terlalu percaya diri, menganggap hal yang akan terjadi nanti sesuai dengan perkiraannya. Namun sungguh, tidak ada seorang pun manusia yang mengetahui takdir. Tidak perlu waktu bertahun-tahun, bahkan dalam hitungan detik saja, hidup seseorang bisa terbalik hancur.

*

Meira, itulah nama sahabat Dora bekerja sebagai manager di sebuah perusahaan semen. Berjalan seorang diri menelusuri lorong, menuju tempat kost-kostan elite.

Tempat kost, namun memiliki fasilitas AC, bath tub, dapur kecil, bahkan shower.

Tok! Tok! Tok!

Suara pintu diketuk terdengar, perlahan Jovan yang baru usai membersikan diri membukanya. Wajahnya tersenyum cerah, menyambut Meira dalam dekapannya.

Pintu ditutupnya tanpa dikunci. Dua insan yang mulai melakukan perbuatan dosa. Mengkhianati hubungan yang terjalin bertahun-tahun, foto Meira, Jovan dan Dora yang tersenyum masih terlihat disana. Bagaikan menyaksikan bagaimana akhir hubungan persahabatan yang terjalin bagaikan saudara. Hancur dalam sebuah pengkhianatan dan dosa yang terikat oleh napsu.

Sahabat? Apa inikah sebuah persahabatan dan hubungan kasih selama 7 tujuh tahun? Semua yang dilakukan Dora hanya lelucon bagi mereka.

Adakah rasa bersalah dalam diri mereka? Tentu saja tidak, kala sepasang tubuh telah kelelahan sesaat, berbaring di atas tempat tidur. Pasangan yang menatap penuh senyuman, tidak menyadari pintu yang semulanya tertutup kini sedikit terbuka. Seorang gadis yang membawa kue kecil, dengan lilin yang menyala. Menghentikan tangannya yang hendak membuka handle pintu. Mendengar suara Meira di sana.

"Kapan kita akan menikah?" tanya Jovan pada wanita dalam dekapannya.

"Saat kamu sudah naik jabatan, kita akan membuat pesta pernikahan yang besar, menyewa gedung hotel," jawab Meira, menyibak rambutnya yang menghalangi pandangan.

Tangan Dora yang memegang handle pintu gemetaran. Wajahnya terlihat pucat pasi.

"Jovan," batinnya enggan membuka pintu. Sakit? Benar-benar menyakitkan, segalanya bagaikan tidak ada artinya. Wanita yang menahan segalanya.

Kaki Dora lemas, jatuh lunglai ke atas lantai marmer. Air matanya mengalir, menutup mulutnya sendiri. Menahan suara isakan yang hendak keluar.

Kue diletakkannya di depan pintu, berusaha untuk bangkit. Berjalan lunglai seakan kehilangan pijakannya.

Tidak memiliki tempat yang berarti lagi, air matanya mengalir.

*

Angin kembali menerpa rambutnya, seakan mengiringi perjalanannya kembali ke desa. Banyak hal yang ada di pikirannya, memukul-mukul dadanya yang terasa sesak.

Sahabat? Persahabatannya dan Meira terjalin dari sekolah dasar. Dirinya bertemu dengan Jovan ketika SMU, berjuang di kala susah dan senang bersama-sama.

Namun hanya dirinya yang ditinggalkan. Mengapa? Dua makhluk itu memang lebih sempurna darinya. Air matanya mengalir tidak dapat dihentikan olehnya.

Sepanjang jalan, hanya kenangan memori masa lalu yang terasa, kala Jovan memeluknya, mengacak-acak rambutnya, bahkan melumuri wajahnya dengan krim kue penuh senyuman.

Semua hanya dusta dan kebohongan. Berjalan dengan tatapan kosong menuju ke rumahnya. Hingga sepasang sepatu pria terlihat di hadapannya, lengkap dengan pemiliknya.

Pemuda tidak dikenal, membawa sebuah papan putih kecil dan spidol. Pemuda yang mengganggunya, tiba-tiba saja memeluknya seakan mengatakan agar tidak menangis.

Entah kenapa tangannya gemetar, membalas pelukan hangat itu. Tinggal jauh dari ibunya yang telah menikah lagi, tidak memiliki sanak keluarga mungkin membuatnya lebih rapuh.

Yoka melonggarkan pelukannya, menghapus air mata Dora yang masih terisak, tidak memiliki teman atau kekasih untuk menghapus kesedihannya.

Sang pemuda yang kemudian menuliskan sesuatu di papan putihnya.

'Maukah kamu menjadi pelayan pribadiku? Tinggal di villa milikku. Aku akan membalas orang yang membuatmu menangis,' itulah isi tulisan yang di tunjukkan oleh Yoka.

Pemuda yang sejatinya memiliki niatan buruk, mengurung Dora dalam villa miliknya. Seringai jahat yang tertutup senyuman cerah dari seorang pemuda bisu.

1
Gilbert Flo
Lumayan
widya widya
Kenapa sih.. anak angkat sudah diperlakukan baik tapi tidak bersyukur dan balas budi. Kenapa malah balas dengan kejahatan 😭
Violet
Biarpun pelayan tp ngegibahnya gak nanggung2 ngomporin Dora biar bisa manfaatin sombongnya fasilitas mewah dr majikannya kyk wkt mantan gak jd calon nyonya yg dl gaspol bgt morotin Yoka
Dian Indrawati
sukses selalu author 👍
!m_mah
apa Dora jd toko emas brjalan😅😅😅
!m_mah
kembar 3 kah ini mereka 🤔🤔🤔
!m_mah
mungkin dndam sma org yg sdah membuat yoka JD bisu🤔
Dewiazizah
lanjut thorr
Dewiazizah
sangat bagus 👍👍👍
Dewiazizah
hadirr thorr
Lily
ihh apaannsih dasar cowok plin plan.. emosi jiwa raga aku gak ngerti jalan pikirannya narendra gedekkk
Sulati Cus
👍🏻
sukensri hardiati
👍🙏💪/Rose//Watermalon/
sukensri hardiati
paling narendra kemakan omongannya salsa
sukensri hardiati
yokaa...yokaa...selain bisu ternyata juga buta
Maria S
gak puas dgn ending hidup si nanendra..
31__ 31
samy ..... ohh samy...
31__ 31
masih nungguin samy nongol dengan kalimat barbar nya
31__ 31
baru nemu penulis yg outoff the boxssss milih pemain dimana sih tor
Reni Ekawati
saat Melda terungkap masih hidup
semoga ibunya yoka yg baik hati itu berjodoh dg martin
jgn kembali pada Narendra yg bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!