Nikah SMA
˚✧₊⁎❝᷀ົ≀ˍ̮ ❝᷀ົ⁎⁺˳✧˚✧₊⁎❝᷀ົ≀ˍ
Taksa Liam. Ketua OSIS tampan, berkarisma. Namun dingin dan cuek, tak tersentuh.
Iva Kayra. Supel, cerewet, cenderung pemalas, dan bukan gadis populer.
Mereka harus menikah di usia muda demi memperluas wilayah kekuasaan kedua orang tuanya, di dalam dunia bisnis.
Bagaimana kisah pernikahan mereka? Dengan sifat yang bertolak belakang, akankah keduanya bahagia dengan pernikahan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nasi goreng
Taksa bersandar pada ujung meja baru mini sambil bersidekap dada, menyaksikan dapurnya dibuat hancur berantakan oleh gadis yang beberapa hari lalu telah menyandang gelar sebagai istrinya.
Gadis itu masih menggunakan baju tidur lengan pendek dengan bawahan celana sepaha dan rambut yang di cepol asal ke atas, serta apron yang menggantung di lehernya. Senyum di bibir Taksa kembali terukir melihat penampilan sederhana Iva, yang menurutnya masih tetap cantik.
Sayuran berantakan di atas kitchen set, sosis yang sudah dipotong masih tergeletak diatas tatakan kayu bersama bawang merah yang sudah diiris. Sementara gadis sedang mengambil nasi dari mejikom, Taksa menebak pasti gadis itu mau membuat nasi goreng.
Sudah dari lima menit yang lalu Taksa berdiri di sana, tidak berniat menegur atau membantu Iva. Dia ingin melihat sejauh mana Iva melaksanakan perannya sebagai istri. Bibirnya tersenyum saat Iva ketakutan melihat minyak yang muncrat saat menumis sayuran sebagai pelengkap nasi goreng.
"Ekhm." akhirnya Taksa berdehem, supaya gadis itu menyadari kehadirannya.
Iva terkejut mendengar suara Taksa, dia berbalik melihat Taksa dengan bibir nyengir seperti kuda. Taksa menggeleng, kemudian dia mendekati Iva.
"Masak apa?" Taksa melongokkan kepalanya dari belakang Iva, melihat apa yang sedang dimasak gadis itu.
"Nasi goreng sayur." jawab Iva, sepersekian detik napasnya berhenti karena wajah Taksa yang begitu dekat dengannya.
Tiba-tiba dia teringat kejadian semalam yang membuat dirinya kesulitan tidur. Taksa tersenyum, sebelah tangannya terangkat mengusap puncak kepala Iva.
"Ya udah, kalau gitu aku mandi dulu." kemudian dia beranjak dari tempat itu, sengaja membiarkan Iva sendiri supaya dia belajar memasak tanpa bantuannya.
Iva memegang dadanya yang terasa sesak, dia berkali-kali mengatur napasnya supaya lebih normal. Sudah ketiga kalinya Iva melihat Taksa tersenyum dan kali ini terlihat lebih tulus. Pemuda itu akan berubah menjadi sosok menyebelkan ketika di sekolah, tapi tidak jika sudah di apartemen.
Tiga puluh menit sudah Iva berkutat di dapur. Ia menata hasil karyanya itu di atas meja dengan bangga, karena ini adalah pertama kalinya dia memasak. Tidak berapa lama Taksa datang dengan seragam sekolah lengkap, dia meletakkan ranselnya di sofa kemudian duduk di kursi meja makan.
"Kamu mandi sana, kita berangkat bareng." Iva mengangguk, setelah itu dia melesat masuk ke dalam kamar.
Sementara Iva mandi, Taksa masih duduk di sana memandangi nasi goreng buatan istrinya. Dalam hati dia meragukan rasa nasi goreng tersebut, melihat tampilannya saja Taksa sudah dapat menebak.
Ia bangkit dan mengambil dua piring serta dua gelas yang sudah diisi air putih, kemudian menata di atas meja. Sambil menunggu Iva, dia membuka beberapa pesan yang masuk ke dalam ponselnya.
"Kenapa belum makan?" Iva mengambil tempat duduk di depan Taksa, lalu menyendokan nasi goreng ke dalam piring dan menyodorkan ke hadapan suaminya.
Taksa meletakan ponselnya, dia mengambil sendok dan mulai memasukan nasi itu ke dalam mulutnya. Iva menatap dengan serius saat Taksa mengunyah nasi goreng itu, Iva berharap semoga masakannya enak.
"Gimana?" tanyanya dengan harap-harap cemas.
"Enak," Taksa kembali melanjutkan makan, tanpa menghiraukan tatapan gadis itu.
Mendengar jawaban Taksa, membuat Iva penasaran. Dia mulai menyuapkan satu sendok nasi ke dalam mulutnya dan ...
"Uueee." Iva berlari menuju wastafel, dia memuntahkan nasi goreng tersebut. Tidak lama Iva kembali dan mengambil air minum.
"Taksa ih, kok kamu makan sih. Itu rasanya pait banget tahu. Sini-sini biar aku buang!" Iva merebut piring yang ada di depan Taksa, yang masih menyisakan setengah nasi.
"Masih bisa dimakan kok," jawab Taksa cuek, dia menahan Iva agar tidak mengambilnya.
"Tapi, nanti kamu sakit perut Taksa." Iva masih kekeh mempertahankan piring itu agar Taksa tidak melanjutkan lagi makannya.
"Nggak ada teori yang mengatakan kalau kita makan garam terlalu banyak bisa menyebabkan sakit perut." Taksa kembali hendak memasukan sendok itu, namun ditahan Iva.
"Ya nggak seperti juga Taksa, seharusnya kamu jujur kalau ini keasinan." ucap Iva, dia mengalah dan membiarkan Taksa menguasai piringanya.
Taksa mendongak menatap sendu wajah gadis itu, sepertinya dia kecewa karena masakannya tidak sesuai ekspektasinya. Pemuda itu tidak jadi makan, dia meletakan sendoknya. Taksa menggeser tempat duduknya, berpindah ke samping Iva.
"Buat pemula seperti kamu yang sama sekali tidak pernah menyentuh peralatan dapur, itu cukup enak, Kay. Kamu jangan menyerah sebelum berusaha, karena bukan hanya kamu yang awalnya tidak bisa memasak. Semua wanita pun awalnya sama, mereka menjadi pandai memasak karena proses belajar." ucap Taksa panjang lebar, dia mengusap-usap lembut puncak kepala Iva.
Gadis itu menoleh pada Taksa yang kini terang-terangan sudah tersenyum lebar padanya, ditambah ucapan Taksa yang panjang lebar. Beberapa saat Iva terpesona melihat senyum itu.
"Pulang sekolah kamu ikut aku, ya!" Iva mengerutkan keningnya.
"Katanya mau belajar masak." gadis itu mengangguk cepat sebagai jawaban.
"Ayo berangkat, keburu siang." Taksa bediri dan mwngulirkan tangannya, sebelumnya dia sudah membereskan meja makan dan membuang nasi goreng tadi.
Iva menyambut uluran tangan Taksa dengan ragu, mereka berjalan menuju lift sambil bergandengan tangan. Membuat gejolak di dalam hati Iva kembali meronta. Sementara Taksa, pemuda itu cuek saja seolah tidak menyadari apa yang sedang dia lakukan.
~
Awas awas awas aku mau pidato dulu, baca ya kalo kagak aku tampol nih 👉👈 dudududu 🤫
**gengs kalo aku hapus cerita Taksa boleh nggak, aku mau up di salah satu event. Tapi aku mikir lagi, kasihan yang udah setia mantengin, tar aku di gaplok lagi. wuhaha asik eh serem.. 🏃♀️🏃♀️
Aku bingung tahu mau bikin yang baru ide udah mentok di Taksa, ntah kenapa nih akhir-akhir ini otakku nggak ada kang Ilham lewat, tau dagang cendol kemana tuh si kang Ilham. 🕺
Sepertinya si otor gaje ini perlu represhing eh refresing eh iya itu lah. Liburan kali ya menurut orang Indonesia mah. Nah berbulu eh berbuhung puasa nih ye kan, si otor gaje yang hobinya melanglang buana motor-motoran hampir tiap hari tuh, (kalo ada bensin) hahaha.. 👯
Jadi berasa di London eh kan London eh tuh kan akibat kutang eh kurang liburan nih ah, jadi aku berasa kek di penjara di rumah sndiri busyet dah nih ngomong dah kape bahasa Sunda kagak bener pake bahasa betawi kagak becus. eh elah susah amat sih, si amat juga nggak susah-susah idup nyeee. 💆
Si ide sama si Ilham itu lewat bae dah depan rumah gue, tau tuh mereka pada sombong amat (pake logat mandra). kn gue kesel yak, ngapa dah tuh. Ini jam segini baru kelar nulis 1000 kata doang buat si evan eh event itu. pusing pala kumala (kalo berbi ntar di aku di tekdon). 💀
Dah ah gue mau tidur dulu, takut kesiangan sahur. jangan lupa yee like, komen dan vote. aye tunggu.. 🎉
huaaaa aku butuh aqua.. 🤯
Nah kan lupa, intinya si Taksa aku akan up tapi nggak janji sering, paling sehari 1 bab. itu pun kalo pala kumala lagi plong. nah masalah nyeee tuh si evan minta up sehari 1000 kata cuy, dan harus sebulan full. belum lagi kelasnya, tugasnya, deadline nya. 🤧
1 lagi eke, saya eh aye kepilih jadi sexretaris nah salah nulis lagi kan sekretaris di grup menulis lain (maklum kelamaan LDR nih jadi ngelantur). Alamak banyak kali tugas kau! Do'ain dah ya biar kagak pecah ini kepala aku. 🤯
nih dia yang aku akan up di si evan. cerita tentang pengusaha muda dan suster. wow aku belum pernah bikin cerita berbau rumah sakit, takut si david eh si covid cuyy horor. tapi aku up habis lebaran sih, mau baca yaaa!!! ( dalam hati, #ngarep di jawab iya hihi ) 😂
mampir dah di fb aku, srihani. tar abis lebaran aku up. 😝
oke dah cape lama cuap cuap. dadah papay😘🎉**