NovelToon NovelToon
Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

"Aku bertahan bukan karena masih mencintaimu. Tapi, aku bertahan untuk memastikan kalian menyesal."

Alena selalu berusaha menjadi istri yang sempurna, setia, penurut dan, selalu percaya pada suaminya.

Namun, sejak setahun terakhir, Arsen selalu bersikap dingin padanya. Dia masih bisa berpikir positif, jika semua itu karena pekerjaan. Dan, dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dengan sepenuh hati.

Sampai, ia menemukan ponsel kedua milik Arsen dan mengetahui bahwa pria yang ia cintai selama ini ternyata telah mengkhianatinya.

Lucunya, semua orang tahu tentang perselingkuhan itu, kecuali dirinya.

Dan, sejak saat itu, Alena berubah. Ia menghapus air matanya, berhenti menjadi istri yang bodoh. Dan, mulai membangun hidupnya sendiri.

Dalam hati, ia bersumpah akan membalas suami dan selingkuhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Pertemuan Keluarga?

Malam berganti pagi.

Biasanya, Alena adalah orang pertama yang bangun di rumah itu. Tapi kali ini, ia masih meringkuk di bawah selimut, menikmati tidur yang sudah lama tidak ia rasakan.

Bahkan, saat seseorang mengetuk pintu kamarnya berkali-kali, ia sama sekali tidak peduli.

Ya, ia memang tidak tidur sekamar dengan Arsen.

Sejak beberapa waktu lalu, ia memilih tidur di kamar lain karena tidak ingin diganggu pria itu.

Lagipula, hari ini adalah hari Minggu. Ia tidak perlu bangun pagi untuk menyiapkan pakaian kerja atau sarapan untuk Arsen.

Tapi, sepertinya penghuni rumah itu tidak berniat membiarkannya beristirahat dengan tenang.

Sejak pagi buta, Hana dan Arsen bergantian mengetuk pintunya.

Alena sama sekali tidak menggubris mereka. Ia justru mengenakan headphone, menutupi telinganya, lalu kembali memejamkan mata.

Sampai akhirnya, suara dering ponsel mengusik tidurnya.

"Ck, siapa lagi yang mengganggu pagi-pagi begini?" gerutunya pelan.

Dengan mata masih setengah terpejam, ia meraih ponselnya di atas nakas. Ia menyipitkan mata saat melihat nomor yang tidak dikenal tertera di layar.

"Nomor siapa ini?" gumamnya.

Meski enggan, ia tetap menjawab panggilan itu. "Halo?" sapanya dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur.

"Selamat pagi. Apa benar saya sedang berbicara dengan Nona Alena Revi Ananta?"

Alena sedikit tersentak. Ia menjauhkan ponselnya sejenak, memastikan nomor yang tertera di layar.

"I-iya, benar. Dengan saya sendiri. Ada apa, ya?"

"Perkenalkan, saya dari bagian HRD WIN Group. Saya menghubungi Anda untuk menyampaikan bahwa Anda lolos seleksi administrasi dan diundang untuk mengikuti wawancara kerja besok di perusahaan kami."

Sesaat, Alena membeku. Matanya membelalak. Tubuhnya yang semula masih berbaring langsung tegak.

"A-apa?" suaranya bergetar. "Wawancara kerja?"

"Benar, Nona. Kami berharap Anda bisa hadir tepat waktu sesuai jadwal yang akan kami kirimkan melalui email dan pesan singkat."

Alena masih sulit memercayai apa yang ia dengar. Jantungnya berdegup lebih cepat. Ia bahkan sampai mencubit lengannya sendiri untuk memastikan jika semua ini bukan mimpi.

"Ba-baik," jawabnya terbata-bata. "Saya pasti datang tepat waktu. Terima kasih banyak."

"Sama-sama, Nona. Sampai bertemu besok."

Panggilan pun berakhir.

Beberapa detik, Alena hanya menatap layar ponselnya tanpa berkedip. Lalu—

"Akhirnya aku dipanggil wawancara lagi. Kali ini, aku tidak boleh gagal." Ia langsung bangkit dari tempat tidur dan berjalan cepat menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Hari ini, ia berencana menemui Nadia. Ia ingin mendiskusikan panggilan wawancara dari WIN Group agar ia tidak melakukan kesalahan dan ditolak lagi.

Beberapa saat kemudian, ia sudah keluar dari kamar dengan penampilan yang rapi dan segar. Tapi, begitu menuruni tangga, ia mendapati suasana rumah yang nampak sepi.

Alena pun duduk di kursi ruang makan. Beberapa saat kemudian, Santi datang membawa sarapan.

"Kemana semua orang, Santi?" tanya Alena.

Santi meletakkan mangkuk sup sebelum menjawab, "Tuan muda mengajak Tuan dan Nyonya Besar pergi, Nyonya."

Alena mengernyit. "Pergi? Ke mana?"

Santi menggeleng pelan. "Saya kurang tahu, Nyonya. Tapi sebelum berangkat, Tuan muda sempat berbicara dengan seseorang lewat telepon."

Seketika, wajah Alena berubah. Tangannya mengepal di atas meja.

"Mereka pasti pergi menemui wanita itu," geramnya dalam hati.

"Kalau begitu, aku tidak jadi sarapan." Alena langsung bangkit dan meraih tasnya. "Aku ada janji dengan teman."

"Ta-tapi, Nyonya. Setidaknya makan sedikit dulu. Dari tadi pagi Anda belum makan apa pun."

Alena tersenyum kecil. "Tenang saja. Nanti aku makan di luar."

Sementara itu, di sebuah ruang VIP restoran mewah, tengah berlangsung pertemuan rahasia antara Arsen, kedua orang tuanya, dan Erina, wanita yang selama ini menjadi selingkuhannya.

Erina adalah seorang model. Ia dan Arsen menjalin hubungan sejak setahun terakhir, tepat setelah wanita itu menjadi model untuk salah satu produk yang diluncurkan perusahaan milik Arsen.

Selama menjalin hubungan, Arsen tidak pernah pelit memanjakan Erina. Berbagai barang bermerek, mobil mewah, hingga sebuah apartemen di pusat kota telah ia berikan untuk wanita itu.

Terlebih setelah mengetahui Erina mengandung anaknya, perhatian Arsen semakin berlebihan. Ia seolah ingin memenuhi semua keinginan Erina. Bahkan, tanpa rasa bersalah sedikit pun, Arsen secara terang-terangan mengakui hubungan mereka kepada kedua orang tuanya dan memberitahukan bahwa Erina sedang hamil.

Namun, alih-alih marah karena putranya berselingkuh, Hana dan Danis justru menyambut kabar itu dengan gembira. Bagi mereka, kehadiran calon cucu jauh lebih penting daripada perasaan Alena.

Kini, Hana dan Danis duduk berhadapan dengan Erina. Wajah keduanya dipenuhi senyum bahagia.

"Ya ampun, Nak. Kamu benar-benar cantik. Pantas saja Arsen jatuh hati padamu," puji Hana sambil menatap Erina dari ujung kepala hingga kaki.

Erina tersenyum malu. "Anda terlalu berlebihan."

"Apanya yang anda? Panggil Mama," seru Hana.

Erina tersenyum dan mengangguk pelan. "Baik, Ma."

"Nah, itu baru benar. Kamu memang jauh lebih cocok menjadi pendamping Arsen."

Ucapan itu membuat Erina semakin percaya diri. Sedangkan Arsen yang duduk di sampingnya hanya tersenyum tipis.

Sejak pertama bertemu, Hana tidak henti-hentinya memuji Erina. Bahkan, tanpa sungkan ia terus membandingkan wanita itu dengan Alena.

"Kalau dibandingkan dengan Alena, kamu jauh lebih anggun dan berkelas," ujar Hana. "Tidak heran kalau Arsen memilihmu."

Arsen terdiam, tidak sedikit pun berniat membela istrinya.

Hana lalu mengalihkan pandangannya ke perut Erina yang masih datar. Sorot matanya seketika berubah lembut.

"Yang terpenting sekarang, kamu harus menjaga kesehatan kandungan mu. Jangan sampai kelelahan."

Erina mengangguk pelan. "Iya, Ma. Aku akan berhati-hati."

Hana menoleh tajam ke arah putranya. "Arsen, dengarkan Mama baik-baik. Erina sedang mengandung calon penerus keluarga kita. Kamu harus menjaganya dengan benar."

"Tentu, Ma. Aku akan bertanggung jawab."

"Kamu bukan hanya harus bertanggung jawab," tegas Hana. "Kalau sampai terjadi sesuatu pada cucu Mama karena kelalaian mu, Mama tidak akan tinggal diam."

Arsen menganggukkan kepala. "Aku mengerti."

Hana kembali menggenggam tangan Erina dengan penuh perhatian.

"Tenang saja, Nak. Selama ada kami, kamu dan bayi itu tidak akan kekurangan apa pun."

Mendengar dukungan itu, senyum tipis terukir di bibir Erina. Ia merasa posisinya di keluarga itu semakin kuat, seolah hanya tinggal menunggu waktu untuk menggantikan tempat Alena sepenuhnya.

1
nunik rahyuni
orang tua klo sdh meraju susah diluluhlan hatinya..kecuali kamu bw istri kenan🤣🤣🤣
nunik rahyuni
dimulai drama ikan terbang hati suami yg terkuyak karena kesadaran istri🤣🤣🤣
klo istrinya bodoh diem damai hatimu..sekaramg istrimu sudah sadar dia pintar dan berguna bukan orng bodoh yg cima diam tak berdaya di perlakukan semena mena..tunggu langkah selanjutnya
atik
Dasar suami durjana, cuekin aja Alena gk penting juga ngobrol ma Arsen
atik
Kamu pasti bisa Alena mengalahkan suami laknatmu itu
nunik rahyuni
baru sadar klo istrimu itu pinter..biarpun kamu kurung dirumah dg berteman sepi klo pinter ya pinter aja✌️✌️
atik
Rasain kamu Arsen
makin seru thor, lanjut...
Ade Chubi
kasihan istri nya di bohongin
atik
Ayolah kenan turuti ja keinginan kakekmu biar kamu bisa bahagia
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Tidak semudah itu 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
atik
Kapok, ibu mertua tak tau diri dicuekin menantunya semoga segera setruk gara2 darah tinggi
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Pikiranku berkelana karena setruk. Aq pikir tadi Truk kendaraan. 🙏🤧
total 1 replies
atik
Puas2in senyum kalian para penghianat sebelum perselingkuhan terbongkar
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: /Applaud//Applaud//Applaud/
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Thankiyu, kak💜
total 1 replies
atik
gak sabar nunggu Arsen hancur
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Hohoho... Pelan-pelan aja, kak. banyakin sabar🤭
total 1 replies
atik
Seru
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: thankiyu, kak 💜
total 1 replies
atik
lanjut thor, semangat 💪
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Siyap
total 1 replies
Ma Em
Alena lbh baik pura2 tdk tau saja , semoga Alena cepat mendapatkan pekerjaan dgn gaji yg besar agar Alena bisa cepat berpisah dgn Arsen .
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Cepet dapat CEO kaya juga,🤭
total 1 replies
Neng Saripah
ikut deg2an Thor 🤭🤭
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Itu tandanya kakak sedang jatuh cinta 🤭
total 1 replies
Nining damayanti
nggk buat CS bru thor
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Maaf, kak. soalnya sekarang cs gak bisa kontrak.
total 3 replies
Neng Saripah
belum apa2 udah nyesek euy...kira2 sanggup lanjut ga ya aku 😱
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Pasti sanggup, kak. Semangat 💪🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!