NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Kaisar Agung

Kembalinya Sang Kaisar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Action
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Devourer

Ia hanyalah seorang "murid sampah" di Sekte Pedang Giok, pemuda tanpa masa depan yang hidup dalam kehinaan dan penindasan. Hingga suatu hari ia mendapatkan kembali ingatan masa lalunya, ketika ia masih seorang Kaisar Agung di alam atas dan pernah memimpin jutaan pasukan di atas medan perang berdarah.

Namun, karena mendapatkan pengkhianatan yang kejam dari murid kepercayaannya sendiri, Ia kini harus memulai segalanya dari awal.

Sampah? Tidak! Ia menggunakan seluruh memori masa lalunya dan mengubah dirinya menjadi sosok tak tertandingi yang dapat menyapu bersih semua semut pengganggu dari jalannya.

"Aku adalah ... Qin Xiang."

Genre: Aksi, Kultivasi, Reinkarnasi, Balas Dendam, Harem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devourer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#25: Menerobos tahap 2

Di dalam sunyinya Ruang Kultivasi Tertutup, atmosfer spiritual terasa begitu kental, seolah-olah udara itu sendiri telah mengental menjadi cairan bening yang menyejukkan sekaligus menekan. Qin Xiang duduk bersila di tengah ruangan, tepat di atas pusat formasi pengumpul energi yang terus berdengung pelan, memancarkan pendar cahaya biru yang menerangi wajahnya yang tenang. Dengan gerakan yang halus, ia membuka tas penyimpanan barunya dan mengeluarkan sebutir buah berwarna merah padam yang memancarkan aroma panas menyengat: Buah Huolu.

Di dalam memori kaisarnya yang membentang ribuan tahun, Qin Xiang mengetahui hakikat sejati dari harta alam ini. Buah Huolu bukanlah sekadar bahan obat biasa; ia adalah anugerah murni bagi mereka yang berada di ranah Qi Fondasi. Khasiatnya luar biasa dalam memperkokoh sembilan jalur meridian utama yang bermuara pada Dantian. Bagi tubuh Qin Xiang yang saat ini masih menyimpan jejak-jejak cacat berupa jaringan meridian yang sangat kecil, buah ini adalah obat mujarab sekaligus palu tempa yang ia butuhkan untuk menyembuhkan cacat tersebut.

Hap—!

Hap—!

Tanpa ada setitik pun keraguan di wajahnya, Qin Xiang melahap habis daging buah tersebut. Seketika, sensasi dingin di kerongkongannya meledak menjadi luapan energi panas yang beringas dan tak terkendali. Panas itu menjalar bagai lava cair melalui saluran pernapasannya, merembes ke dalam jaringan otot, dan mulai menggerogoti dagingnya dari dalam dengan intensitas yang mengerikan.

“Ugh...!”

Qin Xiang menggertakkan giginya hingga rahangnya bergetar hebat. Rasa sakit yang menghantamnya saat ini seolah ribuan bilah belati yang dipanaskan sedang mengiris otot-ototnya secara kasar, sementara tulang-tulangnya seakan dilepas paksa dari setiap sendinya satu per satu. Kultivator biasa pastilah akan memilih untuk menyerap energi ini sedikit demi sedikit dalam hitungan bulan demi menghindari kerusakan permanen pada jiwa, namun Qin Xiang justru mengambil jalan yang paling ekstrem dan berbahaya.

Aku adalah Kaisar Agung yang pernah memerintah langit! Penderitaan sepele semacam ini tak kan lebih dari sekadar rintik hujan yang mencoba memadamkan kobaran api matahari!!

Wooshhh—!

Qi Emas yang menyala-nyala membanjir keluar dari setiap pori kulitnya, membentuk pusaran energi raksasa yang memerangkap seluruh hawa panas liar dari Buah Huolu. Qin Xiang segera memicu Teknik Pernapasan Langit dan Bumi, sebuah metode kuno yang ia sempurnakan di masa lalu untuk menyerap energi alam yang paling liar sekalipun. Ia menyerap esensi buah itu dengan cara yang brutal, memaksanya menyatu dengan aliran darahnya meski rasa sakit itu menyiksa hingga ke relung jiwa yang paling dalam.

Krak—!

Krak—!

Suara retakan dari dalam tubuhnya bergema memekakkan telinga di ruangan sunyi itu. Darah kotor berwarna kehitaman mulai mengucur melalui hidung dan sudut mulutnya—sebuah tanda klinis bahwa tubuh fananya sedang "didaur ulang" secara paksa. Racun, residu obat murahan dari masa lalu, dan sisa kotoran meridian dibakar habis oleh api Huolu, digantikan oleh jalinan sel baru yang jauh lebih kokoh, kenyal, dan bercahaya.

Penyiksaan kejam itu berlangsung selama berjam-jam sebelum akhirnya badai energi itu mereda. Pendar aura yang semula liar kini berubah menjadi stabil, memancarkan wibawa yang jauh lebih menekan dan padat dari sebelumnya.

“Bagus... kini kekuatan fisikku sudah setara dengan kultivator ranah Inti Formasi tahap awal,” gumam Qin Xiang pelan sembari menyeka darah di bibirnya. Ia mengepalkan tangannya, merasakan setiap inci ototnya yang kini sekeras baja dan jalur meridiannya yang telah meluas dua kali lipat, siap menampung lonjakan tenaga yang lebih besar.

Tak ingin membuang waktu dengan berpuas diri, ia kembali memejamkan mata, membiarkan tubuh barunya beradaptasi. Selama empat hari ke depan, Qin Xiang menenggelamkan dirinya dalam meditasi yang mendalam, menarik energi Langit dan Bumi yang disediakan oleh formasi ruangan untuk mengisi kekosongan di Dantiannya. Cairan Qi yang melimpah dikompresi berulang kali dengan kontrol energi yang presisi, hingga akhirnya lima tetes Qi Emas tambahan terbentuk di pusat pusaran energinya, bersinar layaknya bintang kecil yang beresonansi sempurna satu sama lain.

Boom—!

Dantiannya bergejolak hebat, memicu ledakan energi internal yang menghancurkan belenggu ranah sebelumnya. Udara di dalam ruangan itu berputar hebat membentuk pusaran kecil sebelum akhirnya kembali tenang ke dalam raga Qin Xiang.

Ranah Qi Fondasi Tahap 2.

Qin Xiang menghabiskan satu hari terakhir untuk menyelaraskan auranya, membungkus kekuatannya dengan lapisan ketenangan agar energinya tidak bocor secara mencolok ke dunia luar. Kini, baginya, praktisi Inti Formasi Tahap 1 hanyalah lawan yang bisa ia tumbangkan dengan satu tangan tanpa perlu mengeluarkan seluruh banyak tenaga.

...

Begitu mekanisme pintu batu bergeser terbuka dengan suara berat, sosok Qu Long sudah berdiri di pintu masuk aula dengan senyum kekaguman yang tak kunjung pudar dari wajahnya yang bulat. Ia tampak sudah menunggu cukup lama, namun semangatnya tidak luntur sedikit pun.

“Kakak Qin! Kau... kau menerobos lagi?” tanya Qu Long dengan mata sipit yang melotot lebar karena terkejut. Ia merasa seolah-olah logika dunia ini telah terbalik; dirinya harus berjuang dengan darah dan air mata hanya untuk naik satu tingkat kecil, sementara Qin Xiang tampak melakukannya semudah menarik napas.

“Bagaimana denganmu? Apa kau sudah menguasai teknik yang kuberikan sebelumnya?” tanya Qin Xiang dengan nada tenang sembari melangkah keluar. Sebelum mereka memasuki ruang tertutup masing-masing, ia telah memberikan Qu Long sebuah seni bela diri bernama Teknik Pedang: Sembilan Manifestasi. Bagi murid biasa, itu adalah teknik tingkat Misterius yang sangat sulit didapat, namun bagi Qin Xiang, itu hanyalah metode dasar untuk menutupi kelemahan gerak Qu Long yang lamban dan kikuk.

“Tentu saja, Kakak Qin! Teknik itu sungguh ajaib. Padahal statusnya tingkat Misterius, tapi penjelasannya sangat mudah dipahami bahkan oleh orang sepertiku. Sekarang aku merasa cukup kuat untuk melawan mereka yang berada satu atau dua tingkat di atasku!” Qu Long menepuk dadanya yang tambun dengan penuh percaya diri.

Qin Xiang hanya mengangguk halus, memberikan pengakuan tipis yang membuat Qu Long merasa sangat dihargai.  Setidaknya aku harus memastikan Qu Long memiliki taring yang cukup tajam untuk menjadi penjaga kamar yang layak, agar waktu istirahatku nanti tidak terusik oleh gonggongan anjing-anjing liar yang mencari masalah.

Qu Long, yang sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya sedang dipersiapkan sebagai "penjaga kamar", justru melanjutkan khayalannya dengan penuh semangat saat mereka berjalan menyusuri koridor. “Kakak Qin, pikirkanlah hal ini... bagaimana jika nanti kita membangun sekte sendiri di masa depan? Dengan metode pengajaranmu yang luar biasa, aku berani bertaruh ribuan jenius akan bersujud mengantre di depan gerbang kita hanya untuk menjadi muridmu!”

Langkah kaki Qin Xiang mendadak terhenti secara tiba-tiba. Suasana hangat di koridor itu seketika mendingin seolah musim dingin telah turun lebih awal. Ekspresi Qin Xiang yang semula datar berubah menjadi sangat rumit, ada kilatan kepedihan dan amarah yang tertahan di balik matanya yang hitam legam.

“Tidak. Aku tidak cocok menjadi seorang guru bagi siapa pun,” ujar Qin Xiang dengan nada suara yang tiba-tiba memberat, membawa resonansi kuno yang membuat Qu Long gemetar. “Aku tidak berpikir untuk memiliki murid di dalam hidup ini.”

Qu Long tersentak diam, kata-katanya tertelan kembali ke tenggorokan. Keheningan yang menyesakkan tiba-tiba menyelimuti mereka berdua. Ia tidak sanggup memahami mengapa pemuda sehebat Qin Xiang menolak mentah-mentah ide untuk mewariskan pengetahuannya yang luar biasa. Baginya, itu adalah kerugian besar bagi dunia kultivasi di masa depan.

“Sangat disayangkan... benar-benar disayangkan,” gumam Qu Long dengan suara lirih, ia menundukkan kepala dan tidak berani mendesak lebih jauh setelah melihat aura asing yang keluar dari tubuh Qin Xiang.

Qin Xiang kembali melanjutkan langkahnya dalam diam yang panjang. Jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia merasa sekelabat kegetiran. Qu Long memiliki impian yang sama persis dengannya saat ia masih muda ribuan tahun yang lalu—membangun sekte sendiri dan mendidik generasi penerus untuk menjaga perdamaian dunia. Namun, bayangan pengkhianatan dari murid yang paling ia cintai dan percayai di masa lalu kembali muncul; pedang yang menusuk punggungnya di puncak kejayaan masih meninggalkan luka yang tidak akan pernah bisa disembuhkan oleh pergantian zaman.

Bagi Qin Xiang, kata "murid" kini telah kehilangan maknanya dan berubah menjadi sinonim dari "ancaman di balik selimut".

“Sudahlah, ayo pergi,” pungkas Qin Xiang, mengibaskan jubahnya untuk membuang bayangan masa lalu. Ia membuang jauh-jauh kenangan pahit itu ke sudut tergelap ingatannya. Fokus utamanya kini hanya satu: mendaki kembali ke puncak kultivasi tertinggi dengan tangannya sendiri, agar tidak ada lagi siapa pun di dunia ini yang sanggup mengusiknya, apalagi mengkhianatinya.

Bersambung!

1
budiman_tulungagung
satu mawar 🌹
budiman_tulungagung
sepuluh mawar 🌹
budiman_tulungagung: oke.. masama brother
total 2 replies
budiman_tulungagung
lima mawar 🌹
Nanik S
Awal yang bagus
Devourer Is Back: Thanks udah mampir🙏🏻
total 1 replies
T28J
saya kasih like dan hadiah 👍
Devourer Is Back: Thanks ya🙏
total 1 replies
Devourer Is Back
Janji deh, sampai tamat 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!