NovelToon NovelToon
In Times Of Rain

In Times Of Rain

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Contest / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:97k
Nilai: 5
Nama Author: Mila Y

Berawal dari menolong seorang laki-laki yang habis-habisan di hajar oleh ketiga preman. Maila juga harus bertemu kembali dengan laki-laki itu di sekolah barunya. Yang ternyata laki-laki itu adalah kakak kelasnya sendiri, yang merupakan laki-laki populer di sekolah. Yang ternyata namanya adalah Larbi.


Bukan hanya itu. Larbi juga terus mengusik dirinya. Sehingga, membuat Maila sebal pada Larbi sendiri. Namun, tanpa mereka sadari. Pertemuan mereka ada hubungannya dengan masa lalu mereka sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pura-Pura Sakit.

Masih Larbi POV + Flashback!!!

"Sama-sama bu." Jawab kami berdua. Kami pun pergi untuk membeli buah-buahan. Kami berhenti dan melihat buah-buahan yang nampak segar di lihat. Aleta pokus terhadap buah yang ia lihat. Sementara aku tiba-tiba melihat seorang ibu-ibu sedang melihat-lihat juga di sebelahku. Namun ada juga seorang anak laki-laki yang seumuran dengan ku, nampaknya ia juga sedang melihat buah. Tapi dari gerak-geriknya ia sedikit aneh dan mencurigakan. Ia sedang berdiri di sebelah ibu-ibu tersebut. Dan entah kenapa aku pokus terhadap dia. Tiba-tiba tangannya meraba tas ibu-ibu tersebut.

Aku menghampiri laki-laki tersebut dengan pura-pura sedang melihat buah juga. Nampaknya ia mengambil dompet yang terdapat di dalam tas ibu-ibu itu. Setelah mengambilnya ia tiba-tiba hendak pergi, tapi langsung ku tahan tangannya.

"MAU NYOPET???!" tanyaku padanya dengan nada yang tinggi dan menatap tajam ke arahnya. Para pedagang, ibu-ibu yang kecopet tersebut, Aleta, dan juga beberapa pembeli yang sedang melihat-lihat buah langsung mengarah pada kami berdua. Laki-laki ini nampak tertegun, dan dari raut wajahnya ia nampak panik. Akhirnya ia mencoba melarikan diri, tapi langsung ku tahan.

"Itu kan dompet saya," ucap ibu-ibu tersebut yang melihat dompetnya di tangan laki-laki yang sedang ku tahan ini. Ia pun tiba-tiba memberikan dompet itu padaku. Dan kabur langsung begitu saja. Yang lainnya pun pada mengepung laki-laki itu.

"Ini dompetnya bu, lain kali hati-hati," ucapku pada ibu-ibu tersebut dengan memberikan dompet itu padanya.

"Terima kasih ya," ucapnya padaku.

"Sama-sama bu."

#Flashback off

Iya aku ingat itu. Tapi aku tidak menuduhnya, aku hanya melabrak dia yang sedang mencopet. Apa itu hanya alasanya saja? Dan aku yakin itu hanya alasan.

"Gue ingat, tapi gue nggak menuduhnya. Gue cuman melabrak dia yang sedang mencopet. Dan ini pun nggak bisa di biarin, itu cuman alasannya saja supaya dia tidak di keluarkan dari sekolah," ucapku dengan sebal.

"Udahlah biarin aja. Lagian lo juga nggak terbukti bersalah, dan Baim juga udah minta maaf ke lo, karena dia menuduh lo. Dan Baim juga terpaksa karena di suruh temannya," ucap Anggi yang malah membuatku tambah sebal.

"Terpaksa lo bilang?! Gue nggak percaya kalo dia terpaksa. Pasti ada alasan lain selain itu, hanya saja ia tutupi. Dan gue yakin dia ada dendam lain selain itu," ucapku sedikit kesal.

"Udahlah jangan suuzon dulu. Lagian kalo ada apa-apa gue bakal ngebantu lo," ucap Anggi.

"Yang di bilang ketos songong benar Lar! Kita bakal ngebantu lo kok, kalo ada apa-apa," timpal Zio.

"Apa lo bilang? Ketos songong?!" Anggi tiba-tiba menggeram mendengar ucapan Zio yang mengejeknya dengan sebutan ketos songong.

Larbi POV end

*****

Tak kerasa satu minggu berlalu. Hari ini sudah hari minggu. Hari di mana aku harus mengajari Aleta bermain biola di hari minggu ke dua. Tapi di sisi lain Rini dan Lita akan datang ke rumahku untuk mampir sambil bermain. Aku tidak memaksa dan bahkan menyuruh mereka berdua untuk datang ke rumahku, tapi mereka yang keras kepala ingin mampir ke rumahku.

#Flashback on

Saat sudah pulang sekolah kami bertiga berbincang-bincang sedikit di cafe sambil istirahat sejenak. Hari itu les musik ku libur, jadi aku menyempatkan waktu pulang sekolah ke cafe bersama mereka berdua.

"May, rumah lo dimana?" tanya Lita padaku sambil meminum jus jeruknya.

"Di komplek xxx nomor xx," jawabku.

"Rin, gimana hari minggu besok kita mampir ke rumah Maila?" tanya Lita pada Rini. Sementara aku tertegun, karena hari minggu aku harus mengajari Aleta bermain biola.

"Gue sih setuju aja," jawab Rini sambil memakan kentang goreng yang ia pesan.

"Eh, tapi... Gue udah ada janji sama orang lain hari minggu," ucapku.

"Sama siapa? Sama kak Larbi?" tanya Lita dengan menggodaku.

"Apaan sih, bukan! Intinya dia itu teman gue, cewek bukan cowok," jawabku dengan sedikit sebal.

"Yaudah lo janjian sama orang itu waktu sore aja, kita berdua ke rumah lo waktu pagi-pagi," ucap Rini. Kalau Aleta saat sore ia tidak bisa, karena ia harus ke rumah temannya untuk latihan juga.

"Nggak bisa, kalo sore dia nya nggak bisa. Gimana kalo kalian saja saat sore-sore ke rumah gue nya?" ucapku.

"Kalo sore gue nggak bisa, gue ada urusan keluarga," ucap Lita.

"Gue juga, kalo sore gue harus ke rumah sakit buat menjenguk ponakan gue yang lagi sakit," timpal Rini, dan ini membuatku pusing. Di hari minggu aku memang ingin senang-senang untuk menikmati liburku, dan apalagi dengan teman-teman sepertinya menyenangkan. Tapi di sisi lain aku kasihan pada Aleta, walaupun aku harus bertemu dengan kakaknya yang menyebalkan itu lagi.

"Memangnya lo sama teman lo ada janji apa sih?" tanya Lita padaku.

"Gue harus mengajari dia bermain biola di tiap hari minggu," jawabku nampak pusing memikirkan itu.

"Tiap hari minggu? Nggak salah? Lo nggak pernah liburan berarti?" tanyanya lagi.

"Baru minggu kemaren gue mengajarinya," jawabku.

"Berapa jam lo mengajari dia? Dan apakah ia sudah langsung bisa memainkannya?" tanyanya lagi. Si Lita banyak tanya banget sih? Udah tau pusing! Dan sejak kapan ia seperti Dora? Yang terlalu banyak tanya?!!!

"Kira-kira lima jam. Dia sudah lumayan bisa," jawabku.

"Nah, gini aja. Karena sudah lumayan bisa, gimana minggu besok lo libur aja dulu mengajari dia. Nah, minggu depan lo bisa mengajari dia dengan waktu yang lama," ucapnya.

"Terus alasan? Ya nggak mungkin dong, gue nggak punya alasan untuk itu," ucapku.

"Bilang aja lo sakit, jadi lo nggak bisa mengajari dia," ucapnya.

"Pura-pura sakit gitu?"

"Ya iyalah."

#Flashback off

Aku sedikit mondar-mandir di kamarku untuk memikirkan itu. Apa aku harus mengikuti saran Lita? Pura-pura sakit? Tapi aku kasihan pada Aleta. Tapi aku juga ingin menghabiskan waktu liburku bersenang-senang dengan mereka berdua.

Yang di bilang Lita ada benarnya juga, Aleta kan sudah lumayan bisa memainkan biola tersebut, jadi aku libur dulu sekarang, dan minggu selanjutnya aku akan mengajari dia di waktu yang lama.

"Iya gue mungkin harus mengikuti saran Lita." Ucapku pada diriku sendiri. Aku mengambil ponselku dan mencari nomor Larbi. Karena aku tidak tahu nomor ponsel Aleta, jadi aku akan menghubungi dia dengan nomor kakaknya.

Tutt... Tutt... Tutt

Tak lama kemudian ia langsung mengangkat telpon nya. Pertama, suaraku harus seperti orang sakit, seperti batuk, dan flu.

[ Waalaikumsalam] Ucapnya, padahal aku belum mengucapkan Assalamualaikum terlebih dahulu.

[ Tumben telpon? Kangen? ] Ucapnya lagi yang membuatku sebal terhadapnya.

"Jangan geer deh! Uhuk... Uhuk.. Uhuk... Gue cuman pengen ngomong ke Aleta, Aleta nya ada nggak? Uhuk... Uhuk.."Ucapku dengan di iringi pura-pura batuk.

[ Lo kenapa? Sakit?] tanyanya, nampak nya ia tahu jika aku sakit, dan padahal hanya pura-pura.

"Udah kasih telpon lo ke Aleta gue pengen ngomong. Huuaaacimmm.... " Ucapku yang kali ini pura-pura bersin.

[ Bentar gue panggil dulu]

Tak lama kemudian...

[ Halo kakak! Kakak kenapa?] Ucapnya, yang kini adalah suara dari Aleta.

"Kakak mau ngomong sama kamu boleh? Tapi jauh-jauh dari kakak kamu. Uhuk...uhuk.. Uhuk.. "

[ Ok]

[ Mau ngomong apa kak? Ini sudah jauh dari kakakku.]

"Maaf ya Aleta! Maafin kakak.. Uhuk... Uhuk.. Uhuk.. Kakak nggak bisa ngajarin biola hari ini, soalnya tiba-tiba kakak sakit. Uhuk... Uhuk... Uhuk.. Nggak papa kan? Kakak janji hari minggu berikutnya kakak bakal ngajarin kamu lebih lama dari hari minggu kemarin," ucapku dengan akting pura-pura sakit.

[ Ya ampun, kakak sakit? Nggak papa kok kak, kakak istirahat dulu saja di rumah supaya cepat sembuh.] Ucapnya nampak sedikit mengkhawatirkan ku.

"Makasih ya Aleta, sekali lagi kakak minta maaf,"

[ Tidak usah minta maaf kak. Kakak sudah minum obat?]

"Belum, nanti kakak minum obat kok. Uhuk.. Uhuk... Uhuk.."

[ Kalau begitu kakak segera istirahat dan minum obat, semoga kakak cepat sembuh.]

"Iya makasih. Kakak tutup ya." Ucapku sambil menutup telpon tersebut. Dan akhirnya aku senang, aku melompat-lompat seperti anak kecil, karena begitu senangnya. Akhirnya aku bisa menikmati liburanku, dan aku juga tidak bertemu dengan tawon menyebalkan itu di hari ini. Aku membuka grup whatsApp Three Mukeester, yang anggotanya terdiri dari Aku, Lita, dan Rini.

Three Mukeester

Maila

Gue udah bilang ke teman gue kalo gue sakit. Dan dia percaya kalo gue sakit.

Jerry/Lita

Ok, gue udah ada di rumah Rini, dia nebeng ke gue,dan bentar lagi kita ke rumah lo. Gue kesana naik motor, karena mobil gue di bawa sama bokap gue.

Maila

Gue siap-siap dulu.

Aku mematikan ponselku, dan bergegas mengambil pakaian di lemari bajuku untuk berganti. Aku mengambil kaos, celana, dan jaket. Setelah mengambil jaket aku merapihkan rambutku dan sedikit ber make up, aku hanya memoleskan bedak tipis ke wajahku, juga lisptik berwarna kalem ke bibirku. Dan sekarang aku sudah siap untuk pergi liburan bersama Lita dan Rini. Aku keluar dari kamar dan turun untuk ke bawah menunggu mereka berdua di ruang tamu.

Aku duduk di sofa sambil melihat-lihat majalah yang ada di atas meja.

Tid!...

Suara klakson mobil dan sepertinya itu mereka berdua, tapi bukankah Lita bilang jika ia dan Rini ke sini dengan menaiki motor? Karena mobil Lita kan di bawa sama bokapnya. Lalu itu mobil siapa? Bukankah ayah tidak kemana-mana hari ini? Bahkan ayah ada di teras sedang minum kopi.

Karena aku penasaran aku pun melihat dari jendela. Nampak mobil hitam berhenti di depan rumahku, dan pemiliknya pun ke luar dari mobil. Aku terkejut karena yang keluar dari mobil tersebut adalah Aleta, dan di sisi lain keluar dari pintu pengemudi mobil. Siapa lagi kalau bukan kakaknya, yaitu Larbi.

"Kenapa mereka kesini sih?" gerutuku sebal. Mereka menghampiri pintu rumah, dan setelah berada di depan pintu. Larbi menekan bell rumah, yang membuatku panik. Aku segera berlari dan bergegas untuk menuju kamar. Setelah di kamar aku segera menutup pintu dengan keras.

Jangan lupa like, komen, vote, dan rate.

1
Ai laelasari
Aku udah mampir kak, jangan lupa mampir di novel aku ya "MY TROUBLE MAKER SECRET HUSBAND"
auliasiamatir
mari saling dukung yah Kaka auyhor
Lee anna
kok kota kediri? othor berasal dari kediri kah?
Hiatus: Hehe bukan, Author bukan orang Kediri. itu cuman pantun 😅🙏
total 1 replies
Ria Diana Santi
Alhamdulillah kalau kamu senang Maila! Aku juga ikut senang! 🥰

Oh, jadi gitu. Syukurlah, ingatan kamu balik Larbi. Semoga, kalian bisa semakin dekat lagi, ya!🥰🥰

Benar! Cinta pasti akan ada coba dan uji. Tidak mungkin akan selalu mulus² saja. 👍🏻❤️

Tetap semangat ya Dek! Semoga, Allah selalu menjaga dan melindungi kamu serta membimbing kamu di mana dan kapanpun itu. Sehat terus! Aamiin!!

Sukses terus buat kamu, Dek!🥰👍🏻❤️
Ria Diana Santi: Aamiin ya rabbal alamin!🙏🏻🥰 🤲🏻❤️🤗 Makasih banyak doanya, Dek.
total 2 replies
Ria Diana Santi
Pasti lah rasa rindu itu menguasai dirimu, Maila! Apalagi, kalian terpisah ruang, jarak dan waktu. 😔😔
Ria Diana Santi
Apa tuh yang dititip ke Anggi oleh Maila?🙄🙄
Ria Diana Santi
Buku diary itu bertuliskan kisah cinta kalian yang teramat indah, Maila. Larbi ... ayo kembali ... 🥺🥺
Yukity
mampir lagi Thor..
like😍
TK
next Thor
Mila sari
bakal rindu mereka😪😪
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
dah end ya☺️
tetap semangat thor
ditunggu karya barunya💪
Lenkzher Thea
Keren thor, lanjut 👍❤❤❤
IG: Saya_Muchu
lanjut
Lenkzher Thea
Lanjut ka semangat 👍❤❤❤💪💪
Roselia Dufan
next thorr
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat💪☺️
Ria Diana Santi
Ini namanya ujian hidup, Maila!

Kita tidak bisa menentang takdir yang sudah di tetapkan! 🤧🤧
Mila sari
lanjut thor
Roselia Dufan
smangattttt thorr
Lenkzher Thea
Lanjut ka mila, 👍❤❤❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!