♡LOVE IN VALMOR♡
2 Hati
2 Kutukan
2 Jiwa
2 Galaxi
Semuanya sangatlah berbeda dibandingkan dengan Cinta dan Benci...
sehingga aku merasa bahwa Cinta itu adalah Benci dan Benci itu adalah Cinta...
Karena keduanya mengalir dalam darahku...berhembus dalam nafasku...dan berdetak dalam jantungku...
Namun...seluas jagat raya dan dengan jarak 300 juta tahun cahayalah aku mencintaimu...hingga pada akhirnya salah satu galaxi kita menyerah akan Cinta kita...
Menyatukan kita dengan kebencian, air mata dan bahkan kutukan yang berubah menjadi sebuah Cinta abadi...karena Valmor dan Bumi...adalah bukti Cinta kita...
"Bumi atau Valmor?...dimanakah tempatku yang sebenarnya?...begitu banyak Benci yang kuterima namun hanya ada 1 Cinta yang kuterima...Cinta yang berubah menjadi Benci akan selalu menjadi momok yang menyakitkan dan memunculkan sebuah kutukan atas hancurnya hati seorang Cinta...begitulah aku terlahir...Alena Vins seorang gadis terkutuk yang membenci kutukannya" (Alena Vins)
"Kita berbeda dan tak akan mungkin bersama...2 dunia dan 2 kutukan yang sulit disatukan...yang hanya akan berakhir air mata...jangan berlari...jangan menghilang dan jangan pergi...biar aku yang berlari...menghilang dan pergi...seperti angin yang berhembus tanpa meninggalkan jejak...agar penyesalan tak lagi meliputiku dengan gelapnya kutukan" (Avan Valmor)
⚠️Jangan lupa Bintang 5, Like, Komen & Vote nya ya🤗💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NAHDA_SHANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epilog page 10
♡LOVE IN VALMOR♡
Pelukkan hangat Avan dari sayapnya telah menghangatkan Alena dihembusan angin malam yang cukup dingin tersebut...terlihat Alena masih tersadar dan menatapi wajah Avan dengan dekat...
"Aku monster...apakah...kau akan takut padaku?...sama seperti yang lainnya" (Bisik Avan yang tak sadarkan diri berkata)
"Tidak!...aku sama sekali tidak takut padamu...untuk apa monster takut pada monster lainnya?...kau pikir hanya kau saja yang monster?...aku juga monster!...dan bahkan lebih mengerikan dari pada sayap hitam ini!" (Ujar Alena dengan menatap Avan yang tampak memejamkan matanya)
"Aku menginginkan darahmu!...nafasmu...dan juga nyawamu...apakah kau masih tidak takut padaku?!"
"Ti..tidak!!...aku tidak takut padamu!"
"Apa kau yakin?!"
Seketika Avan pun mendekapkan Alena dengan erat...
"A..aku takut!..." (Saut Alena dengan cepat)
Perlahan Avan pun membuka matanya dan tersenyum menatap Alena...
"Kau memang seharusnya takut padaku...aku bukanlah makhluk yang kau pikirkan...selagi bisa...pergilah...berlarilah...dan jangan pernah bertemu denganku...sebelum semuanya terlambat...sebelum...keinginanku untuk memilikimu lebih besar dari sekedar darah" (Bisik Avan dengan melepaskan pelukkannya pada Alena)
"A..apa maksudmu?..."
"Aku terkutuk untuk membunuhmu!...dan kau...terkutuk untuk membunuhku!...yang manakah yang akan kau pilih?...membunuhku...ataukah aku...yang membunuhmu?" (Bisik Avan dengan matanya yang terpejam)
"Aku percaya padamu!...kau...kau tidak mungkin ingin membunuhku"
"Hah!...apakah kini kau percaya pada seorang Xavanmor?...maka kau akan menyesalinya!" (Senyum smirk Avan mengatakannya)
Seketika Avan memeluk Alena dengan sangat erat...detak jantung Avan pun terdengar jelas oleh Alena yang kini dipelukkan Avan...
"[Xavanmor?...apa yang sebenarnya ia katakan?...aku sama sekali tidak mengerti apa yang dia maksud!]" (Ujar Alena didalam hatinya dengan mendengarkan detak jantung Avan)
suara bianatang malam mengiringi tatapan Alena yang masih saja penasaran menatapi Avan...perlahan Alena menyentuh sayap Avan yang kini menyelimuti keduanya...
"[Sayapnya sangat hangat...tapi dia terlihat sangat dingin pada semua orang...aku sangat memahami hal ini...karena...akupun juga melakukan hal sama sepertinya...dia dan aku...kami menipu semua orang dengan sebuah topeng yang berlawanan dengan wujud asli kami...dia hangat...tapi dia memasang topeng dinginnya...sedangkan aku...aku dingin...tapi aku memasang topeng hangatku agar semua orang mencintaiku...entah apa yang membuatnya memakai topeng dingin itu...tapi satu hal yang kuketahui...bahwa dia...menipu semua orang untuk bertahan...sama seperti diriku!]" (Ujar Alena didalam hatinya menatapi Avan dan mengusap sayap Avan)
Disisi lain...dipasar raya...
terlihat Bara dan tabib Nars berkeliling disekitar istana untuk mencari Avan...termasuk ke sebuah hutan yang sering Avan singgahi ketika dirinya berubah menjadi Xavanmor...
"Gawat tabib!!...pangeran tidak ada dihutan!!...kami tidak menemukan pohon tumbang atau kehancuran pada hutan itu!!" (Ujar Bara dengan cemas)
"Kerahkan beberapa prajurit untuk menyelusuri beberapa hutan lainnya!!...jangan biarkan pangeran tertangkap oleh rakyat saat dirinya berubah menjadi Xavanmor!!...karena itu sangat berbahaya bagi pangeran!!!" (Teriak tabib Nars dengan seruannya menatap para prajurit dan Bara)
"Baik!!!" (Seruan para prajurit)
gemuruh langkah kaki Qiraf dari para prajurit membuat sebagian rakyat terbangun dan merasa gelisah menatapi gelisahnya para prajurit ditengah malam...
"Ada apa ini?...apakah ada sebuah tragedi besar??"
"Ya Syaro!!...apakah ada monster yang berkeliaran dikota??...kenapa para prajurit membawa tali dan juga rantai??"
"Sepertinya seorang prampok besar sedang berkeliaran dikota!!"
Bisik-bisik para rakyat yang menatapi para prajurit yang dengan cepat memeriksa kesebagian tempat...
》》》》》》》
...Hai Readers!!...cuman mau mengingatkan jangan lupa like, komen dan vote ya 😉...supaya aku bisa lebih semangat untuk mengapdate Page barunya😁...like, komen dan vote kalian adalah bentuk dukungan kalian untukku...Terima kasih😘💜...
jangan 2 2 nya di embat dong.
serakah banget
berasa anak dan orang tua muka muda semua
apa lagi anak nya
oh..akuu irii