NovelToon NovelToon
Dear D

Dear D

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Perjodohan / Nikahmuda / Mafia / Tamat
Popularitas:327.3k
Nilai: 5
Nama Author: tari channel

Pertemanan sejak kecil yang di jalinnya bersama teman wanita nya Delina narselia membuat nya sudah terbiasa akan wanita itu dan saat sudah remaja keadaan menghendaki kedua nya untuk menikah. Menikah karna amanah dari kakak Delina (Nana) membuat Ryhan mengiyakan nya, Sudah menganggap keluarga Delina sebagai keluarga nya sendiri selain dekat dengan kakak dan ayah Delina Ryhan juga cukup dekat dengan Delina tapi setelah Delina yang merasa di atur oleh kakak nya dan di tuntut untuk menjadi seperti Ryhan membuat kedua nya tidak sedekat dahulu.

"Tidak usah mengaturku lagi, Aku sudah besar" Nana (Delina).

"Umurmu saja yang besar, Otak mu masih kecil" Ryhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tari channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

Di tempat Nana dan Ryhan.

"Sudah hampir siang, Dia belum keluar" guman Ryhan yang sedari tadi duduk di atas kursi dan memperhatikan pintu kamar Nana.

"Dia belum makan sedari kemarin bukan?" guman Ryhan yang sadar akan istri nya yang belum makan sejak kemarin.

Ryhan beranjak dari duduk nya dan langsung menuju ke kamar istri nya itu.

Tok..tok...tok

Ryhan mengetuk pintu kamar itu tapi tidak ada sautan dari dalam. Ryhan langsung memilih untuk membuka pintu kamar itu dengan pelan supaya tidak menganggu. Saat pintu terbuka dia langsung melihat istri nya masih duduk di meja belajar dengan kedua tangan yang memegang kepala. Ryhan berjalan masuk ke dalam kamar itu dan menatap istri nya yang tengah memejamkan mata dengan kedua tangan yang memegang kepala itu. "Hey" panggil Ryhan kepada istri nya itu. Nana pun langsung menoleh ke arah suara saat mendengar suara Ryhan tanpa melepaskan tangan nya.

"Kau tidak pulang?" tanya Nana kepada Ryhan dan kembali mengalihkan pandang nya dari Ryhan.

"Aku tidak akan meninggalkan mu sendiri" jawab Ryhan akan pertanyaan istri nya itu.

Nana menoleh ke arah Ryhan saat mendengar ucapan itu. "Kenapa? amanah dari kakak? tidak usah di pedulikan dan pernikahan kemarin anggap saja tidak pernah terjadi" ucap Nana dengan kembali membuang pandang nya dari Ryhan.

"Pernikahan tidak untuk main main, Kau tau itu bukan?" tanya Ryhan dengan menatap datar ke arah istri nya itu.

"Pernikahan memang tidak untuk main main" jawab Nana dengan tersenyum tanpa menatap Ryhan yang berdiri di samping nya itu.

"Ayo kita makan, Kau dari kemarin tidak makan" ajak Ryhan kepada istri nya itu. Nana tidak menjawab nya dan beranjak berdiri dari duduk nya dan keluar dari kamar nya, Nana menuju ke dapur dan mendudukkan tubuh nya di salah satu kursi yang ada di dapur itu dan mengambil makanan yang ingin ia makan.

Ryhan mendudukkan tubuh nya tepat di hadapan sang istri dan menatap lekat wanita itu dan tidak nampak semangat sedikit pun dari raut wajah nya. Nana tidak memperhatikan Ryhan dan menoleh ke arah tempat duduk kakak nya yakni di sebelah nya. Nana tersenyum melihat tempat duduk itu dan setelah itu langsung melahap makanan nya. Ryhan juga ikut melahap makanan nya, Beberapa menit mereka makan akhirnya mereka selesai makan, Nana beranjak berdiri dari duduk nya dan ingin membereskan bekas makan nya tapi Ryhan menghentikan nya.

"Kau istirahat saja, Biar aku yang membereskan ini semua" ucap Ryhan kepada istri nya itu. Nana tidak menjawab dan dia juga tidak menghentikan aktivitas nya.

"Dengar ucapan ku, Kau istirahat saja" ucap Ryhan lagi dengan mengambil alih piring yang ada di tangan istri nya itu. Nana tidak menjawab nya dan memberikan piring tadi kepada Ryhan dan setelah itu dia langsung berlalu dari sana dan menuju ke ruang tengah. Ryhan menatap punggung wanita itu yang berlalu dari dapur hingga punggung itu menghilang. Nana mendudukkan tubuh nya di atas kursi sofa yang ada di ruang tengah dan mengangkat kaki nya ke atas kursi itu.

Nana menatap sekeliling rumah nya itu. "Aku sekarang hidup sendiri" ucap Nana dengan membuang nafas kasar dan langsung memejamkan mata nya. Ryhan sudah selesai membersihkan bekas makan nya dan juga sang istri dan setelah itu dia langsung menuju ke ruang tengah.

"Aku harus semangat" ucap Nana dan kembali melebarkan senyuman nya, Suara itu jelas saja terdengar oleh Ryhan dan sangat jelas terdengar. Ryhan tersenyum mendengar itu dan berjalan mendekat ke arah wanita itu.

"Sedang apa?" tanya Ryhan dan mendudukkan tubuh nya di kursi yang berbeda dari sang istri. Nana menoleh ke arah suami nya itu dan menggelengkan kepala nya.

"Kau kenapa tidak ke skolah?' tanya Nana kepada suami nya itu.

"Jika aku sekolah kau akan sendirian di rumah" jawab Ryhan dan menyalakan televisi yang ada di dalam rumah itu. Nana tidak menjawab nya dan memilih untuk diam jujur pikiran nya saat ini mengatakan jika diam lebih baik dari apapun.

Di sekolah.

Weny dan Yura beranjak dari tempat duduk mereka dan menuju ke kantin karna sudah istirahat. "Huh" Weny mendengus kasar dan mendudukkan tubuh nya di atas salah satu kursi yang ada di kantin.

"Kenapa kau?" tanya Yura kepada sahabat nya itu. Weny menggelengkan kepala nya menandakan jika dia tidak apa apa. Yura tidak menjawab nya dan langsung memesan makanan untuk nya dana juga Weny.

"Mereka kan baru kenal dan kak Rendi pasti tidak mengenali Ryhan, Jadi bagaimana bisa Ryhan dan Nana menikah?" guman Weny yang baru berpikir ke sana.

"Aku harus menanyakan langsung kepada Nana dan Ryhan" guman Weny.

Di tempat Nana dan Ryhan.

Nana sedari tadi hanya diam tanpa mengeluarkan suara begitu pula dengan Ryhan yang juga diam dan hanya ada suara televisi di dalam ruangan itu. "Aku merindukan kakak" gumn Nana yang kembali memikirkan kakak nya. Nana beranjak berdiri dari duduk nya dan membuat Ryhan menoleh ke arah nya.

"Mau kemana?" tanya Ryhan kepada istri nya itu. Nana tidak menjawab nya dan langsung mmenuju ke dalam kamar nya dan masuk ke ddalam kamar nya. Nana mengunci pintu kamar nya itu dan berjalan ke arah ranjang, Saat sampai di dekat ranjang dia langsung menghempaskan tubuh nya di atas ranjang.

"Aku merindukan mu kak" guman Nana dengan air mata yang kembali mengalir.

1
Anissa Caem
lanjut
Zugix Huawei
idem
Ni Nengah Suriasih
Om
Maisha Putri Salsabila
mataku bengkak baca episode-episode terakhir ya ampun sedih banget ceritanya
Maisha Putri Salsabila
cerita sungguh menyentuh hati
banyak kekecewaan tp banyak juga perhatiannya
semangat terus nana masih banyak orang yg menyayangi mu,d banding yg benci sama kamu
Maisha Putri Salsabila
cerita sungguh menyentuh hati
banyak kekecewaan tp banyak juga perhatiannya
semangat terus nana masih banyak orang yg menyayangi mu,d banding yg benci sama kamu
DIRGA KIM
salting pliss😭🛐
DIRGA KIM
kece ceritanya🤩👍
sahaqi
bacanya jadi nyesek sumpah sedih banget
sahaqi
kecewa masa ryhan mati.... sedih bacanya
sahaqi
ada udang di balik bawkan ternyata si merri tetep aja jahat .
sahaqi
hamil si Nana
sahaqi
Ryhan katanya cinta sama Nana dari dulu .. tpi Jual mahal ungkapin aja ngapa udah tau nananya cinta...
sahaqi
bukanya Qori udah tau ya Nana udah nikah ko waktu Redi menigal ko kesini2 seolah belum tau jadi bingung bacanya
arin
gtau knp sy kurng suka sama karakter nana,Mesty yg rjin bljr trs pinter...ech ini mlh rjin tdur🤦
Susana Ana
kok tamat thor extra part donk
Nierza Hakim
kesihan Nana Thor
Susana Ana
semangat nana kasian devan nanti
Susana Ana
kasian devan thor takut sm nana nantinya
Susana Ana
semangat nana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!