NovelToon NovelToon
Cinta Pertama Tuan Mafia

Cinta Pertama Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sunshine_2

"Lepaskan tanganmu, jangan sampai tangan lunakmu ini sedikit saja menyentuh tubuhnya atau sampai menyakitinya!" ucap seorang pria menepis tangan penjaga dengan tatapan tajam dan dingin.

Pria itu langsung menarik Sera dan memeluk tubuhnya menatap lembut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sunshine_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Tuk tuk...

Lirih Sera mengetuk pintu kamar Altas, dengan nada manja dan gemulai Altas yang telah berbaring duduk di kasur langsung meminta Sera untuk masuk.

"Bagaimana kau tau jika itu aku?" berjalan mendekat mengambil obat dan duduk di samping Altas.

"Dari jarak 100 meter aroma tubuhmu sudah tercium, sayang. Apalagi hanya di depan pintu."

"Apa maksudmu, kau ingin mengatakan kalau aku bau?"

Altas langsung menepis dan mengatakan jika aroma lembut dan harumnya yang menjadi pengingat keberadaannya.

"Sudahi rayuanmu itu, Tuan Altas. Kemarikan tanganmu, biar aku buka perban itu."

"Mendekatlah sedikit, jangan terlalu jauh."

Sedikit Sera menggeserkan tubuh, dengan hati-hati dan fokus membuka perban itu. Darah yang meremas banyak, membuatnya sedikit mengoceh meminta Altas untuk tidak melakukan pekerjaan berat karena bisa berakibat fatal untuk lukanya.

"Luka ini dalam, jadi berhati-hatilah darah ini terlalu banyak keluar, mungkin kamu perlu ke rumah sakit."

"Sudahlah cukup obati saja, aku tidak memerlukan rumah sakit, aku hanya perlu kamu merawatku. Lagi pula, nanti malam kita akan melangsungkan pernikahan."

"Kau sudah gila, kau masih terluka tapi masih sempat memikirkan pernikahan. Kita akan menikah setelah kau sembuh."

Lanjut Altas tetap kekeh untuk melangsungkan pernikahan itu nanti malam, ia mengatakan kalau pernikahan itu hanya untuk meresmikan dan pestanya akan dilangsungkan setelah keadaannya membaik.

"Aku butuh kamu di sampingku. Berhentilah menolak, dan bantu aku."

Hela nafas Sera mengangguk, "Terserah saja, asal jangan melanggar perjanjian kita tadi malam."

Spontan Altas memeluk Sera mengucapkan terimakasih dan membuat Sera menganga terkejut dengan perban yang masih terpegang di tangan. Lirih Sera menyentuh pundak Altas untuk merasakan sedikit ketenangan.

"Sudah lepaskan, biarkan aku menutup lukamu ini" melepaskan pelukan.

"Hanya lengan yang diobati, tapi kau membuka seluruh bajumu di depanku" cetus Sera.

Selama dekat dengan Sera Alatas hanya tersenyum terus menerus seolah Sera membawa kebahagiaan tersendiri untuknya.

"Bukan hanya lengan, jika kau ingin mengobati bagian lain sangat di perbolehkan, sayang."

Paham Sera, "Dasar konyol. Jangan berpikir lebih jauh, sudah aku katakan semalam!"

"Ya, aku tidak lupa sayang. Kau mengatakan kalau aku tidak boleh melakukan sesuatu lebih jauh sebelum kamu mengizinkan. Tapi, aku tidak mengatakan kalau kamu tidak boleh menyentuhku. Jadi, sentuhlah aku semaumu, dan lakukan apapun itu sesukamu. Semua ini milikmu!" gairah Altas.

"Sudah ku obati, jadi biarkan aku keluar mencari udara segar. Sangat sesak rasanya" ucap dingin Sera menahan salah tingkahnya.

Saat akan berdiri tiba-tiba Altas menarik tangannya dan menghentikan langkahnya, ia mengatakan kalau ia ingin makan dengan suapan dari tangan calon istrinya itu.

Kesal Sera membalas rayuan seolah tau maksud Altas, "Sayang, hanya tangan kiri u yang sakit. Tangan kananmu masih sangat gagah untuk memegang sendok, jadi makanlah sendiri dan biarkan aku pergi."

"Sangat candu saat kamu memanggilku, sayang. Tapi bantulah aku tangan kiriku sakit sampai menjalar ke tangan kananku. Ahhh, sakit!" akting Altas.

Kerut bibir Sera menghelakan nafas dengan sabar mengambil makananan yang telah disiapkan dia tas meja tempat tidur Altas.

"Seperti kau lebih cocok menjadi aktor dibanding mafia" gumam Sera sembari menyuapi Altas.

Dengan senyum sumringah yang tak pernah terlihat, Altas menatap lembut Sera penuh ketulusan. Sadar Sera dengan tatapan itu membuatnya kembali salah tingkah dan meminta Altas untuk tidak menatapnya seperti.

"Jangan membuatku takut" lirih Sera menundukkan pandangan.

"Tenanglah, aku tidak akan menyakitimu dan aku tidak sejahat itu. Aku hanya keras pada orang yang menginjak harga diriku dan menyakiti orang yang aku cinta. Aku hanya bahagia, ternyata cinta yang aku cari selama ini bisa sedekat ini denganku."

"Segera habiskan makananmu."

Altas mengambil sendok dari tangan Sera dan menyuapkan makanan itu pada Sera, "Makanlah bersamaku."

Hati Sera sedikit tersentuh dengan sikap romantis Altas, tertegun menatap lembut sembari menyantap makanan yang disodorkan Altas.

"Dia laki-laki yang baik, dia bisa membawa rasa aman itu" batin Sera terus menatap dengan senyum tipis.

"Apakah kau sudah mulai jatuh cinta?" goda Altas.

Tersadar Sera langsung memalingkan pandangan.

Next👇.

1
Sunshine_2
Hai guys bantu dukung karya pertama aku ya, dengan like, komen, subscribe dan boleh kasih tip juga ya, terimakasih 🥰.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!